Uncategorized
Noor Salim: Permen Perlindungan Guru Diteken, Siswa dan Orang Tua Siswa Menghina Guru Bisa Dipidana
DEMAK , SENTANA – Siswa dan orangtua siswa yang menghina Guru dapat dipidanakan, maka Apresiasi setinggi-tingginya, kami sampaikan kepada Presiden Prabowo, melalui Prof. Abdul Mukti selaku Mendikdasmen RI, atas ditekennya Peraturan Menteri Nomor 6 Tahun 2026, tentang Perlindungan Pendidik dan Tenaga Kependidikan”.
Hal itu disampaikan oleh Noor Salim, Ketua PGSI (Persatuan Guru Seluruh Indonesia) Kabupaten Demak Jawa Tengah, kepada sejumlah awak media, usai peringatan Isro’ Mi’raj, Sabtu (17/1/2026).
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa, ucapan terimakasih telah disampaikan secara langsung ke Mendikdasmen melalui japri pesan WhatsApp.
“Iya, saya langsung kirim pesan ke Prof Menteri, sebagai bentuk apresiasi atas kepedulian Bapak Presiden Prabowo dan Prof Mukti, terhadap nasib guru yang selama ini secara massif dibully dan dikriminalisasi oleh siswanya sendiri hingga oleh orangtua siswa, namun seakan tak ada instansi penegakan hukum untuk berlindung bagi guru,” tambah Salim.
Maka dari itu, lanjutnya, PGSI terus Istiqomah, guna menyampaikan aspirasi untuk kebaikan dunia pendidikan, termasuk desakan diterbitkannya UU atau peraturan Perlindungan bagi Guru yang sejak tahun 2022 sudah disampaikan kepada Kementerian, DPR hingga Kejaksaan, tegas Salim, yang juga Aktifis PDBN (Paguyuban Demak Bintoro Nusantara), pimpinan Drs. H. Fathan Subchi, S.Ag, M.AP, CIISA, CHFA, Anggota VI BPK RI.
GOODBYE KRIMINALISASI GURU
Sebagaimana diberitakan di berbagai platform media, bahwa dalam Permen No. 6 Tahun 2026, yang diundangkan tanggal 12 Januari 2026, Bab 2 Pasal 4 menyebutkan, Perlindungan Pendidik dan Tenaga Kependidikan meliputi, perlindungan Hukum, Profesi, Keselamatan dan Kesehatan.
Lebih spesifik, Noor Salim menyampaikan pada pasal 6 disebutkan perlindungan Pendidik dan tenaga kependidikan dari tindak kekerasan, ancaman hingga intimidasi yang dilakukan oleh Siswa dan orangtua siswa.
“Maka siswa atau orangtua siswa yang melakukan kekerasan hingga panggilan yang mengejek guru, dapat dipidanakan,” pungkas Salim.b(Red)
Advertorial
Dari Pedagang Teh Botol ke Raja Pasar Malam: Kisah Sukses H. Muntohar dan “Diana Ria” yang Siap Hibur Demak di Tahun Baru
DEMAK, HARIANSENTANA.COM — Kisahnya adalah bukti nyata bahwa kerja keras, inovasi dan kegigihan bisa mengubah seorang pedagang kecil menjadi pengusaha hiburan terkemuka. H. Muntohar, pemilik usaha wahana keliling “Diana Ria” asal Demak, baru-baru ini berbagi cerita inspiratif dalam podcast Ngopi (Ngobrol Penuh Inspirasi) yang tayang di YouTube, Rabu (17/12/2026).
Perjalanan bisnis pria ini berawal sangat sederhana: berjualan teh botol Sosro dan bakso. Namun, jiwa wirausahanya membawanya masuk ke dunia wahana hiburan keluarga atau pasar malam sejak tahun 1990-an. Perjalanan panjang itu akhirnya membuahkan hasil. Pada 2003, untuk pertama kalinya ia memiliki set wahana milik sendiri. Titik balik kesuksesan sejati terjadi pada 2007, ketika usahanya melebar dengan mengelola lebih dari satu set wahana permainan.
“Tahun 2007 itu menjadi momentum. Saat kita mulai mengelola beberapa set wahana sekaligus, skala usaha benar-benar berubah,” tutur Muntohar, seperti disarikan dari podcast tersebut.
Kini, puluhan hingga ratusan kali Diana Ria telah menyelenggarakan pasar malam di berbagai kota di Pulau Jawa, mulai dari Semarang, berbagai daerah di Jawa Timur, hingga Jawa Barat seperti Bandung.
Suka Duka di Balik Gemerlap Lampu Wahana
Di balik gemerlap lampu dan riuh tawa pengunjung, Muntohar mengakui ada suka duka yang harus dilalui. Kebahagiaan terbesarnya adalah melihat usaha yang dibangun dari nol tumbuh besar berkat inovasi dan keberanian mengambil risiko, yang tentu dibarengi dengan kesuksesan finansial.
Namun, badai pernah menghantam. Di periode 2023-2024, ia mengaku harus menelan kerugian fantastis hingga Rp 4 miliar. Kombinasi cuaca buruk yang sering hujan dan situasi politik (musim Pilkada dan Pilpres) yang menyita perhatian masyarakat disebutnya sebagai penyebab utama.
“Itulah risiko di bisnis luar ruangan. Semua bisa berubah karena faktor alam dan situasi. Tapi kita harus bangkit,” ujarnya.
Kebangkitannya terlihat nyata. Dari usaha yang awalnya hanya mempekerjakan belasan karyawan, kini Diana Ria telah memberikan napkah bagi ratusan pekerja. Aset wahana yang dikelolanya juga telah berkembang menjadi lebih dari 4 set lengkap.
Puncak Karya: Gebyar Tahun Baru 2026 di Demak
Sebagai bentuk syukur dan dedikasi kepada masyarakat tanah kelahirannya, H. Muntohar melalui Diana Ria akan menggelar event spektakuler: “Gebyar Tahun Baru 2026”.
Acara yang digelar dari tanggal 20 hingga 31 Desember 2025 ini dirancang sebagai pusat hiburan lengkap untuk warga Demak. Salah satu tujuannya adalah agar keluarga, anak muda, dan seluruh masyarakat Demak tidak perlu jauh-jauh mencari hiburan ke luar daerah di momen pergantian tahun.
“Kami ingin warga Demak merayakan akhir tahun dengan meriah dan aman, tanpa harus pergi jauh. Semua hiburan terbaik kami sajikan di sini,” jelas Muntohar yang juga Anggota DPRD Demak dari Partai Gerindra ini.
Gebyar Tahun Baru 2026 ini bukan sekadar pasar malam biasa. Diana Ria akan menyediakan paket lengkap wahana hiburan, panggung hiburan yang semarak, serta pertunjukan kembang api yang memukau. Setiap hari, panggung akan diisi oleh penampilan penyanyi dan grup musik.
Puncak acara akan terjadi pada malam tahun baru, 31 Desember 2025, dengan penampilan spesial dari Laluna Band yang dijamin akan memeriahkan detik-detik pergantian tahun.
Dengan gebyar ini, H. Muntohar, tidak hanya menutup tahun dengan karya terbaiknya, tetapi juga menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan senyum dan tawa bagi keluarga Indonesia, khususnya warga Demak yang telah mendukung perjalanan panjangnya dari nol. (Red).
Uncategorized
Gus Lutfi dan Lisa Lidia, Resmikan Sekretariat HISMINU Jakarta
Jakarta, Hariansentana.com – Ketua Himpunan Sekolah dan Madrasah Islam Nusantara (HISMINU) DKI Jakarta, Lutfi Hakim Wahid, MM meresmikan sekretariat HISMINU DKI Jakarta di Gd Samboja Lt 2 Jatinegara, Jakarta, pada Rabu (15/10/2025).
Peresmian ditandai dengan pemotongan pita dan do’a bersama yang dipimpin langsung oleh Gus Lutfi.
Melalui keterangannya, Rabu (15/10), Gus Luthfi berpesan, agar para pengurus HISMINU Jakarta selalu sungguh-sungguh dalam berkhidmah.
“Sekretariat ini hendaknya dimanfaatkan dan dikembangkan untuk kemaslahatan umat dan dapat menambah semangat musyawarah para guru untuk meningkatkan mutu pendidikan,” pesannya.

Sementara itu, Sekretaris HISMINU DKI Jakarta, Dr Lisa Lidia mengatakan, kegiatan ini sangat spesial dan terhormat karena bisa dihadiri Ketua PC HISMINU se-DKI Jakarta.
“Alhamdulillah, kami benar-benar merasakan karunia besar dari Allah SWT. Semua ini bisa terwujud berkat do’a, dukungan dan partisipasi sahabat semua,” ujarnya. (Red).
Kesehatan
APAAACI dan ISAI Gelar Kongres APAAACI 2025, pada 9-12 Oktober 2025 di Fairmont, Jakarta, Indonesia.
Jakarta, Hariansentana.com – Asosiasi Alergi, Asma, dan Imunologi Klinis Asia Pasifik (APAAACI), bekerja sama dengan Perhimpunan Alergi dan Imunologi Indonesia (ISAI), menyelenggarakan Kongres APAAACI 2025 pada 9-12 Oktober 2025 di Fairmont, Jakarta, Indonesia.
Dengan mengusung tema “Kesatuan dalam Keberagaman: Memajukan Sains dan Inovasi dalam Alergi, Asma, dan Imunologi – Dari Genetika hingga Terapi Berbasis Sel,” kongres ini dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno., Deputy of Tourism RI Vinsensius Jemadu., Prof. Ruby Pawankar, Executive Director and Past President, APAAACI., Ketua Kongres IPAAACI Prof Amir HA Latif., Prof Iris Rengganis serta para pejabat lain.

Kongres ini bertujuan untuk memadukan kemajuan ilmiah mutakhir dengan wawasan klinis praktis, yang ditujukan bagi para klinisi dan peneliti. Dengan partisipasi para pakar internasional dan regional.
Executive Director and Past President, APAAACI. Prof. Ruby Pawankar, mengatakan saat ini penyakit alergi, yang mencakup kondisi serius seperti anafilaksis, alergi makanan, beberapa jenis asma, rinitis, konjungtivitis, angioedema, urtikaria, eksim, serta alergi terhadap obat dan serangga, kini menjadi perhatian utama kesehatan global.
Di seluruh dunia, diperkirakan 300 juta orang menderita asma, 200 hingga 250 juta orang mengalami alergi makanan, dan 400 juta orang hidup dengan rinitis. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa asma saja menyebabkan sekitar 250.000 kematian setiap tahun. Angka prevalensi penyakit alergi, terutama dalam bentuk yang lebih parah, terus menunjukkan tren peningkatan.

Kawasan Asia Pasifik, yang merupakan rumah bagi dua pertiga populasi dunia, menanggung beben yang sangat besar dari penyakit-penyakit ini.
Faktor lingkungan seperti perubahan iklim, yang dipicu oleh pemanasan global akibat akumulasi gas rumah kaca dari aktivitas manusia, polusi udara, dan penurunan keanekaragaman hayati, menjadi ancaman serius bagi kesehatan manusia. Dampak buruknya terasa pada berbagai penyakit tidak menular (PTM) atau penyakit gaya hidup, dengan penyakit alergi menjadi yang paling umum di antaranya.
Indonesia seperti negara-negara Asia lainnya, juga menghadapi peningkatan prevalensi asma serta bentuk alergi makanan yang lebih parah dan anafilaksis. Srtuasi ini diperburuk oleh faktor lingkungan, termasuk masalah kabut asap lintas batas yang telah terjadi dalam beberapa dekade terakhir.
Untuk itu melalui kongres ini APAAACI menyerukan beberapa aksi penting diantaranya:
Perlunya tindakan segera untuk Mengatasi perubahan iklim di seluruh sektor ekonomi dan sosial di semua tingkatan.
Pentingnya kebijakan pemerintah yang bertujuan Mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, memulihkan.keanekaragaman hayati, serta menekan polusi udara di dalam dan di luar ruangan.
Upaya mitigasi lainnya, seperti meningkatkan efisiensi energi pada kendaraan dan bangunan serta mengurangi paparan terhadap zat-zat beracun.
Peningkatan edukasi dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola makan yang sehat dan seimbang sebagai langkah pencegahan penyakit alergi.
Penerapan pendekatan One Health secara multidisiplin, yang menekankan hubungan erat antara kesehatan manusia, hewan dan Ingkungan. (***)
-
Polhukam3 days agoLagi-lagi Peredaran Obat Keras kembali Marak di Wilayah Jakarta Utara Generasi muda terancam Aparat tutup mata
-
Polhukam4 days agoPutri Dakka Laporkan Pengacara Makassar ke Ditsiber Bareskrim Polri
-
Ibukota5 days agoWalikota dan Ketua DWP Jakarta Utara, Tinjau Pengungsi Banjir di Kelurahan Semper Timur
-
Nasional3 days agoBandingkan Status Guru Honorer dengan Petugas SPPG, Adian: Agak Laen

