Pendidikan
Kabasarnas Wisuda Pascasarjana di Unhan RI
Bogor Hariansentana com – Kabasarnas Marsdya TNI Henri Alfiandi berhasil menyelesaikan kuliah pascasarjana di Fakultas Strategi Pertahanan Udara Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI). Orang nomer satu di Basarnas tersebut diwisuda bersama 427 wisudawan-wisudawati pasca sarjana di Aula Merah Putih Unhan, kawasan Indonesia Peace and Security Cente (IPSC) Sentul, Jawa Barat, Rabu (16/3/2022).
Sidang Senat Terbuka Wisuda Unhan RI dan Dies Natalis Unhan RI ke-13 tahun 2022 itu berlangsung secara luring dan daring. Acara diawali dengan pembukaan Sidang Senat Terbuka Wisuda Pascasarjana Program Magister (S-2) dan Doktor (S-3) serta Dies Natalis ke-13 Unhan RI TA 2022 oleh Rektor Unhan RI Laksamana Madya TNI Prof. Dr. Ir. Amarulla Octavian, M.Sc., DESD., ASEAN Eng. Setelah itu, sambutan Menhan RI Prabowo Subianto yang diwakili oleh Wakil Menhan RI Muhammad Herindra, M.A., M.Sc, yang dilanjutkan orasi ilmiah dari Prof. Budi Soesilo Soepanji dengan topik “Peranan Strategis Bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dalam pembangunan SDM Pertahanan Negara”.
Dalam sambutannya, Menhan mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan-wisudawati yang telah berhasil menyelesaikan studinya. Jumlahnya 428. Terperinci, dari Mahasiswa Internasional 1 orang, Umum 108 orang, TNI 278 orang, Polri 13 orang, dan PNS 28 orang.
“Saya berharap, lulusan Unhan RI dapat terus memberikan kontribusi positif baik dalam tataran pemikiran, konseptual maupun praktis sesuai dengan porsi dan kemampuan saudara-saudara,” pesannya.
Pada kesempatan tersebut, Rektor juga menyerahkan piagam penghargaan kepada wisudawan-wisudawati lulusan terbaik Program Doktoral (S-3) atas nama Arif Mustofa dan lulusan terbaik Program Magister (S-2) atas nama Anthaariq Rizki (Prodi Peperangan Asimetris FSP Unhan RI), Deyvie Laudya Roringkon (Prodi Manajemen Pertahanan FMP Unhan RI), Nour Zattullah (Prodi Damai dan Resolusi Konflik FKN Unhan RI), Agung Mulyo Utomo (Prodi Teknologi Penginderaan FTP Unhan RI) dan dalam kesempatan tersebut juga disampaikan kesan dan pesan oleh perwakilan Wisudawati dari Doktoral Unhan RI Lily S Wasitova. Sesuai tradisi, rangkaian kegiatan tersebut juga dimeriahkan dengan display drum band oleh Kadet Mahasiswa S1 Unhan RI.
Setelah diwisuda, Kabasarnas bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya selama kuliah.
“Semoga ilmu yang saya peroleh dapat bermanfaat dan dapat saya implementasikan di lingkungan Basarnas khususnya dan untuk masyarakat Indonesia pada umumnya,” kata Marsdya TNI Henri Alfiandi, M.Han. (red)
Pendidikan
Catatan Akhir Sekolah Gelar Do’a Bersama Pelajar se-Bogor, Perkuat Komitmen Tolak Tawuran dan Narkoba
Perkuat Komitmen Tolak Tawuran dan Narkoba, Pelajar se-Kota Bogor Hadiri Do’a Bersama yang Diadakan Catatan Akhir Sekolah
BOGOR, SENTANA – Catatan Akhir Sekolah (C.A.S) menggelar kegiatan pembinaan sekaligus silaturahmi pelajar bertajuk “Do’a Bersama Catatan Akhir Sekolah dan Pelajar se-Bogor”, pada Jum’at (6 Februari 2025).
Kegiatan tersebut berlangsung di Markas C.A.S, Jalan Letjen Ibrahim Adjie, Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat.
Kegiatan ini diikuti pelajar tingkat SMP dan SMA/sederajat se-Kota Bogor, serta perwakilan komunitas pelajar dan kepemudaan. Selain menjadi ruang pertemuan antarpelajar, acara tersebut juga diisi dengan program “Jum’at Berkah” berupa pembagian makanan gratis untuk pelajar dan masyarakat, serta pembacaan do’a dan salawat bersama.

Melalui keterangannya, Jum’at (6/2), Ustadz Bayu Candra Bahari menyampaikan tausyiah kepada peserta. Ia mengajak para pelajar untuk menyadari bahwa masa depan yang cerah hanya dapat diraih melalui konsistensi, do’a dan kerja keras, dengan menjauhi perilaku negatif seperti tawuran, narkoba, anarkisme, radikalisme dan bullying, serta fokus pada belajar dan pengembangan diri, karena kekuatan sejati bukan terletak pada fisik atau kekuasaan, melainkan pada kemampuan mengendalikan emosi dan hawa nafsu, menjaga hati dari kebencian, memilih jalan damai, menghargai sesama, dan mengamalkan nilai-nilai Islam yang menekankan kedamaian, kasih sayang dan tanggung jawab terhadap diri sendiri maupun lingkungan.

Pihak Catatan Akhir Sekolah menegaskan bahwa, kegiatan tersebut digelar untuk memperkuat ikatan silaturahmi antar pelajar, sekaligus mencegah potensi tawuran dan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja.
Selain itu, kegiatan ini juga ditujukan untuk menanamkan nilai disiplin, sportivitas, serta menyediakan ruang positif bagi pelajar agar dapat menyalurkan minat dan bakatnya melalui aktivitas yang edukatif dan konstruktif.
Dalam kesempatan yang sama, para pelajar turut menyampaikan Deklarasi Catatan Akhir Sekolah Bersama Pelajar se-Bogor Raya sebagai bentuk komitmen bersama menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, damai dan berintegritas.
Deklarasi tersebut memuat enam poin utama, yakni:
- Menolak segala bentuk aksi tawuran antar pelajar.
- Menjauhi narkoba dan obat-obatan terlarang.
- Tidak melakukan aksi anarkis dan vandalisme serta mengedepankan dialog dalam penyelesaian konflik.
- Melawan segala bentuk bullying yang dapat merusak mental dan masa depan pelajar.
- Menghindari praktik judi online yang merusak masa depan pelajar.
- Menolak paham radikalisme serta menjunjung tinggi toleransi dan keberagaman di lingkungan pendidikan.
Melalui kegiatan tersebut, Yayasan Catatan Akhir Sekolah berharap, dapat menghadirkan contoh nyata kolaborasi pelajar dan komunitas dalam membangun iklim pendidikan yang sehat dan aman. “Dengan komitmen bersama ini, pelajar diharapkan mampu mempersiapkan diri menjadi generasi berkarakter, berprestasi, serta memberikan manfaat bagi bangsa dan negara,” pungkasnya. (Red).
Pendidikan
Lantaran Tidak Ikut Les, Orang Tua Murid SDN 01 Pajeleran Keberatan dengan Perlakuan Diskriminatif Terhadap Siswanya
Bogor, Hriansentana.com — Dunia pendidikan kembali tercoreng akibat perbuatan oknum guru SDN 01 Pajeleran .”Diduga melakukan kegiatan Les yang biayanya mencapai Rp 250 .000.’
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Rusliandy, menonaktifkan seorang guru berinisial S setelah yang bersangkutan diduga melakukan tindakan diskriminatif terhadap siswa di SDN Pajeleran 01.
Sebelumnya, Sejumlah orang tua siswa SDN Pajeleran 01 mendatangi pihak sekolah guna meminta penjelasan mengenai dugaan adanya perlakuan diskriminatif dalam penilaian.
Persoalan tersebut berawal dari adanya perbedaan nilai siswa kelas IV antara murid yang mengikuti les dan yang tidak, para orang tua menyebutkan bahwa kegiatan les itu dipungut biaya sebesar Rp250 ribu.
Salah satu sumber berinisial S perwakilan wali murid, menyebutkan bahwa siswa yang mengikuti les sering kali mendapatkan perlakuan berbeda, seperti diberi arahan oleh guru untuk memperbaiki jawaban saat ulangan.
Sementara itu Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor ( PRB ) M Johan Pakpahan S.H ketika di hub melalui tlp seluler nya rabu 17 /12 / 2025 meminta kepada Bupati Rudy Susmanto agar Kepala sekolah dan Kadisdik Kabupaten Bogor agar dapat di ganti ,” papar nya. (Ron)
Pendidikan
Mahasiswa UI: Kecerdasan Buatan Harus Jadi Alat Pemersatu
JAKARTA – Pada ajang Asia Youth International Model United Nations
(AYIMUN), di Bangkok 21-24 November lalu, Mohamad Rasyid Alkautsar (20) Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) menyampaikan gagasan strategis mengenai ketimpangan global dalam pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di sektor pendidikan.
Dalam pidato ilmiahnya itu, pemuda asal Jakarta tersebut mengambil tema sidang “Embracing AI Assistance in Education without Compromising Academic
Integrity”.
Dalam keterangan tertulis, Jumat (28/11/2025), Rasyid menjelaskan bahwa AI memang menjadi alat penting yang mampu mendukung aktivitas manusia sehari-hari, termasuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
”AI telah memunculkan tantangan serius bagi negara-negara anggota UNESCO yang berjumlah 194 Member States dan 12 Associate Members,” ungkapnya.
Dalam acara tersebut, Rasyid menekankan bahwa meskipun UNESCO telah menerbitkan sejumlah
pedoman global—antara lain; Beijing Consensus on Artificial Intelligence and Education (2019), UNESCO Recommendation on the Ethics of Artificial Intelligence (2021), UNESCO Guidance for Generative AI in Education and Research (2023), AI and Education: Guidance for Policy-makers (2021), dan AI and the Futures of Learning – UNESCO Reports, dokumen-dokumen tersebut bersifat non-legally binding sehingga implementasinya masih timpang
antarnegara.
Akibatnya, menurut dia berbagai masalah tetap terjadi di negara-negara anggota, termasuk:
● Regulasi AI global yang lemah dan tidak mengikat
● Bias algoritmik yang memperburuk ketidaksetaraan
● Lemahnya perlindungan data pribadi
● Kesenjangan infrastruktur digital dan AI
● Kurangnya talenta dan kapasitas institusi
● Standar kualitas yang belum terintegrasi
● Lemahnya kerja sama akademik lintas negara
● Overdependence pada AI yang mengurangi kemampuan berpikir kritis
“Ketidakmerataan pemanfaatan AI bukan hanya persoalan teknologi, tetapi persoalan keadilan global. Tidak semua negara memiliki infrastruktur, kapasitas, dan kesiapan yang sama,” ujar pemuda anggota Partai Bulan Bintang tersebut.
Untuk menjawab kesenjangan tersebut, cucu Ahmad Sumargono anggota DPR RI periode 2004-2009 itu, mengusulkan program inovatif bertajuk Global AI Sandbox Mechanism (GASM).
Dia menerangkan, GASM merupakan kerangka internasional sukarela yang menghormati
kedaulatan negara, memungkinkan setiap negara:
● menguji, menilai, dan menerapkan teknologi AI di lingkungan yang aman,
● mendapatkan bimbingan teknis dan protokol keselamatan, serta
● tetap mempertahankan kontrol penuh atas data, kebijakan, dan arah pengembangan teknologi AI nasional.
Rasyid juga mengajukan struktur tiga tingkat:
• Tier 1 – National AI Sandboxes
Fasilitas bagi setiap negara untuk mengatur dan menguji AI sesuai konteks hukum, budaya, dan
ekonominya.
• Tier 2 – Regional AI Sandbox Hubs
Untuk mendorong kolaborasi, standardisasi, dan interoperabilitas antarnegara dalam satu kawasan.
• Tier 3 – Global AI Sandbox Council
Dikoordinasikan badan-badan PBB relevan untuk menetapkmenetapkan protokol keselamatan minimum,
prinsip transparansi, dan pedoman etika.
Guna memastikan mekanisme ini berjalan inklusif, Rasyid juga mengusulkan Cross-Funding
Framework, meliputi:
● Kontribusi negara maju untuk mendukung kesiapan negara berkembang
● Matching funds dari lembaga multilateral seperti World Bank, UNESCO, dan ITU
● Pendanaan publik–swasta dari developer AI, institusi riset, dan industri
● Pembentukan Komite Internasional Independen untuk mengawasi perkembangan kurikulum AI negara berkembang dan implementasi program pendidikan berbasis AI.
Menurutnya, pendekatan pendanaan yang kolaboratif ini penting agar negara-negara yang tertinggal
dalam infrastruktur maupun SDM tidak semakin tersisih dalam era teknologi masa depan.
Dia menambahkan, bahwa GASM adalah langkah tegas untuk memastikan penggunaan AI yang aman, adil, dan merata di seluruh dunia.
“Kita tidak boleh membiarkan kesenjangan digital berubah menjadi kesenjangan peradaban. AI harus menjadi alat pemersatu, bukan pemecah kesenjangan,” tegasnya.
”Global AI Sandbox Mechanism
dapat menjadi jembatan menuju masa depan pendidikan yang inklusif bagi seluruh bangsa,” pungkasnya.
Dia mengakui, usulannya mendapat perhatian dari berbagai delegasi muda yang hadir, dan dinilai sebagai salah satu kontribusi paling progresif dalam perumusan solusi AI di bidang pendidikan.***
-
Polhukam6 days agoBEM PTMA Indonesia Nyatakan Mosi Tidak Percaya ke Pemerintah
-
Ibukota5 days agoDPRD DKI Minta Pemprov DKI Jakarta Segera Atasi Masalah RDF Rorotan
-
Kesehatan3 days agoPT Fast Beauty Indonesia Dukung Generasi Muda Melalui Program CSR “Glow Up with Knowledge” di SMKN 74 Jakarta Selatan.
-
Ibukota5 days agoPramono Siap Tindak Lanjuti Arahan Presiden Percantik Jakarta

