Connect with us

Hiburan

Wika Salim Sukses Bersama Tukul, Kini Rilis Single Pop Perdana

Published

on

Wika Salim saat launching single pop perdananya yang berjudul Penyesalan di Hard Rock Caffe SCBD Jakarta

Jakarta, HarianSentana.com – Penyanyi dangdut Wika Febrina Putri yang dikenal dengan nama Wika Salim, akhirnya kembali berkarya di industri musik Tanah Air melalui single terbarunya. Usai vakum selama tiga tahun, perempuan yang dikenal sebagai Co-Host program Ini Baru Empat Mata bersama Tukul ini, akhirnya merilis single baru bergenre pop.

Ini tentunya berbeda dengan single-single sebelumnya seperti Dipandang Sebelah Mata (Da Aku Mah Apa Atuh), Lagi Pengen dan Aku dan Kamu yang bergenre dangdut. Di single terbaru berjudul “Penyesalan” ciptaan Didit Tiganama, Wika Salim tampil berbeda dengan alunan musik yang balad dan genre pop.

Bagi Wika yang sebelumnya sudah merilis 6 single dangdut, ini merupakan karya rekam perdananya di musik pop. Namun dengan merilis single pop, Wika tidak ingin disebut berpindah genre musik. Ia hanya ingin mengeksplorasi kemampuannya di dunia musik.

“Sedikit mental sih dari dangdut ke pop. Kalau dibilang pindah genre sih nggak. Tapi, niatnya pengin memperkaya ekplorasi musik. Artinya, nggak hanya di dangdut saja. Setelah ini, bisa aja nyanyi keroncong,” terang Wika Salim di Hard Rock Caffe kawasan SCBD Jakarta Selatan, Rabu (12/2/2020)

Karena berbeda dari genre musik yang ia tekuni selama ini, Wika menganggap single pop perdananya ini sebagai sesuatu yang spesial.

Meski mengaku tak mendapat treatmen khusus selama masa penggarapan single ini, ia butuh proses untuk melatih lidahnya agar tidak tergelincir menyanyi dengan aksen dangdut.

“Kalau dangdut itu kan kebanyakan upbeat musiknya. Nah ini musiknya melow dengan lirik-lirik yang jauh lebih serius. PR-nya itu harus hilangin cengkok dangdut. Jadi agak makan waktunya saat rekaman itu ya hilangin cengkok-cengkok dangdut yang tiba-tiba keluar,” jelasnya.

Lewat single Penyesalan, nyatanya Wika Salim berhasil memperlihatkan kemampuannya sebagai seorang penyanyi yang lengkap. Secara sempurna mampu dihidupkan oleh Wika. Ia secara pas bermain di nada-nada rendah dengan tempo lambat, bahkan ketika ia harus mencapai nada-nada tinggi.Wika menyebut, lirik-lirik lagu ini sangat mengena dengan dirinya.

“Single Penyesalan bercerita tentang penghianatan cinta. Mungkinkah kesalahan yang sudah dibuat dapat terhapus lewat pemintaan maaf dan penyesalan? Aku berharap single ini dapat diterima, terutama kepada mereka yang sering disakiti oleh cinta,” candanya.

Editor: Pangihutan S

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hiburan

M-One Club Bogor Hadirkan DJ Cupi Cupita di VVIP Party 6 Juni 2026

Published

on

By

Bogor, Hariansentana.com – M-One Club (M-Club), salah satu pusat hiburan malam paling eksklusif dan bergengsi di Bogor, Jawa Barat, kembali menggelar pesta spektakuler. Bertajuk Very Viral Important Party (VVIP), M-One akan mendatangkan Disc Jockey cantik Cupi Cupita pada Sabtu, 6 Juni 2026.

Penampilan Cupi Cupita diprediksi menjadi magnet bagi penikmat hiburan malam dan pecinta musik di Kota Hujan.

General Manager M-One Club, Hambali, mengatakan VVIP dirancang sebagai bentuk apresiasi kepada pengunjung setia, sekaligus pembuktian bahwa M-One konsisten menghadirkan hiburan kelas atas.

“Kami menghadirkan Cupi Cupita karena kami tahu betul selera pasar Bogor saat ini haus akan hiburan yang berbeda dan eksklusif,” papar Hambali.

“Kami ingin memberikan pengalaman yang tidak terlupakan untuk semua tamu kami malam itu,” ujar Hambali kepada awak media, Jumat 5 Juni 2026.

Ia pun mengharapkan kedatangan pengunjung setia M-One untuk menyaksikan langsung aksi panggung DJ Cupi Cupita. Harga tiket masuknya pun terjangkau, hanya Rp100.000……Ron

Continue Reading

Seni Budaya

Pameran Lukisan, Akan Terus Melahirkan Para Seniman yang Terus Berkarya

Published

on

By

JAKARTA, SENTANA – Irjend Pol Dr Susilo Teguh Raharjo, M.Si, Kepala Satuan Tugas Pusat Studi Kepolisian, membuka pameran Lukisan bertema “Li Bi Do re mi fa sol la sido”, Karya Pelukis terkenal Anwar Rosyid di Balai Budaya Jakarta Pusat, pada hari Jum’at (22 Mei 2026) kemarin.

Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi dari Community Policing, yang bermitra dengan komunitas Seniman. “Bahwa komunitas para seniman turut serta mengambil peran bagaimana membangun keteraturan sosial yang diekspresikan melalui hasil Karya seni,” ujar Irjend Pol Dr Susilo Teguh Raharjo, melalui keterangannya, Minggu (24/5).

Hadir pada acara tersebut, Komjend Pol Prof Dr Cryshnanda DL, Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian dan beberapa Seniman senior Jakarta.

Pada kesempatan tersebut, Irjend Pol Dr Susilo Teguh Raharjo, selain memberikan Apresiasi atas karya yang di Pamerkan. Juga menyatakan bahwa, Karya ini menyoroti ketimpangan ekonomi melalui kontras warna dan garis tegas; pesan yang jelas dan menggugah dalam bentuk Gambar Kartun. Kartun ini menyinggung berbagai permasalahan sosial dengan humor efektif menyentuh isu serius. Menggunakan simbol-simbol sosial secara terpadu, membuat narasi tentang polarisasi yang mengajak penonton merenung.

Kritikannya terhadap berbagai komponen terasa lugas, namun tidak menggurui dan dengan bebas memberi ruang bagi refleksi publik untuk menafsirkan dan menggerakkan batin seninya.
Teknik campuran yang dipakai memperkuat narasi, seolah realitas pecah Yang menjadi fragmen yang saling bertabrakan.

“Karya ini mengajak kita melihat sisi tersembunyi isu urban, terutama bagaimana informasi dibentuk dan dikonsumsi. Kritikan terhadap komponen terasa lugas namun tidak menggurui, memberi ruang bagi refleksi publik,” imbuhnya.

Harapan Teguh, Pameran ini dapat menggugah para pihak yang dikritik untuk memahami isu sosial. Dan Ke depan, Pameran ini akan terus melahirkan seniman seniman yang terus berkarya, sehingga menambah hasanah budaya bangsa, namun tetap kuat menjembatani suara rakyat, pungkasnya. (Red).

Continue Reading

Hiburan

“Hapika” Bikin Heboh! Pokémon Pilih Happy Asmara dan Dangdut untuk Dekat dengan Warga Indonesia

Published

on

By

JAKARTA — Fenomena kolaborasi antara penyanyi dangdut koplo Happy Asmara dan The Pokémon Company sukses mencuri perhatian publik. Di balik kolaborasi unik tersebut, ternyata ada alasan khusus mengapa Pokémon memilih Happy Asmara sebagai ikon kolaborasi mereka di Indonesia.

Corporate Officer Pokémon, Susumu Fukunaga, mengungkapkan bahwa sejak awal pihaknya memang ingin menghadirkan kolaborasi yang dekat dengan identitas musik Indonesia.

“Dari rencana awal kami memang ingin berkolaborasi dengan dangdut yang merupakan soul music Indonesia. Dan sebagai perwakilan dangdut, artis besar yang kami pilih adalah Happy Asmara,” ujar Fukunaga dalam sesi wawancara.

Tak hanya memilih artis dangdut populer, Pokémon juga secara khusus memilih lagu “Kopi Dangdut” sebagai bagian utama kolaborasi. Menariknya, lagu legendaris tersebut ternyata sudah cukup dikenal di Jepang dengan sebutan “Kopi Rumba”.

“‘Kopi Dangdut’ juga terkenal di Jepang dengan title ‘Kopi Rumba’. Kami tahu lagu ini sangat disayangi oleh masyarakat Indonesia,” katanya.

Menurut Fukunaga, nuansa dangdut dipilih karena dianggap paling cocok dengan konsep anime Pokémon yang identik dengan petualangan seru dan penuh keceriaan.

“Untuk anime itu kan melakukan perjalanan yang seru. Jadi tema yang cocok kami pilih dangdut, karena saat didengar juga jadi seru sendiri dan cocok dengan feel animenya,” lanjutnya.

Kolaborasi yang memadukan budaya pop Jepang dengan dangdut Indonesia itu ternyata tidak dibuat secara instan. Pokémon membutuhkan waktu sekitar enam bulan untuk mempersiapkan proyek tersebut.

Salah satu tantangan terbesar selama proses produksi adalah menyesuaikan karakter Pikachu agar terasa dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia sehari-hari.

“Bagian yang cukup sulit adalah menyesuaikan image Pikachu dengan kehidupan sehari-hari warga Indonesia,” ungkap Fukunaga.

Karena itu, dalam video musik kolaborasi tersebut, Pokémon mencoba menampilkan suasana yang akrab bagi masyarakat Indonesia. Pikachu digambarkan hadir di tengah aktivitas santai seperti nongkrong, berbincang, hingga menikmati suasana khas lokal bersama warga.

“Tujuan terbesar kami adalah menampilkan image bahwa Pikachu dan Pokémon merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Meski Pokémon memiliki banyak karakter ikonik, pihaknya sengaja hanya menonjolkan Pikachu dalam proyek kali ini. Selain karena paling populer, pemilihan itu juga berkaitan dengan konsep nama kolaborasi “Hapika” yang menggabungkan unsur Happy dan Pikachu.

“Kalau ada Pokémon lain, kesannya jadi tidak fokus. Jadi kami fokus di Pikachu sendiri,” katanya.

Fukunaga menegaskan, tujuan utama Pokémon melalui kolaborasi ini adalah membuat masyarakat Indonesia semakin dekat dan menikmati dunia Pokémon dengan cara yang lebih menyenangkan dan relevan dengan budaya lokal.

Ke depan, Pokémon juga membuka peluang menghadirkan kolaborasi baru di Indonesia, meski belum memastikan siapa artis berikutnya yang akan diajak bekerja sama.

“Kami akan lihat dulu bagaimana reaksi teman-teman di Indonesia terhadap kolaborasi ini. Setelah itu baru kami pikirkan lagi apa yang bisa dilakukan ke depannya,” tutupnya.

Continue Reading
Advertisement

Trending