Connect with us

Pendidikan

Quipper Rilis Komunitas Digital ‘Quipper Generation’

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com – Situasi pandemi Covid-19 di tanah air membuat pemerintah menerapkan protokol serta kebijakan baru, salah satunya yakni dari sektor dunia pendidikan dimana saat ini kegiatan belajar mengajar secara tatap muka dibatasi serta pemberlakuan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Namun, pelaksanaan PJJ masih juga diperhadapkan dengan sejumlah masalah, sebut saja akses jaringan internet hingga minimnya literasi digital masyarakat disejumlah daerah. Minimnya interaksi langsung siswa dengan guru dan teman juga berpotensi meningkatkan stres dan rasa jenuh.

Berangkat dari hal tersebut, ‘Quipper’ (startup edutech) merilis komunitas digital ‘Quipper Generation’ yang merupakan wadah atau forum yang dapat dimanfaatkan oleh siswa untuk bertukar informasi tentang sekolah, rencana kuliah, hingga diskusi tentang kehidupan sehari-hari.

“Dengan dibentuknya komunitas Quipper Generation, kami berharap dapat memberikan tempat atau wadah bagi para siswa untuk tetap produktif selama masa PJJ. Terdapat serangkaian kegiatan yang telah kami persiapkan setiap bulannya mulai dari sesi diskusi inspiratif, Tips & Trik belajar, hingga sesi Tanya Jawab dengan Super Teachers kami,” ungkap Ruth Ayu Hapsari, Business Development Quipper Indonesia, Jumat (9/10) di Jakarta.

“Selain itu, akan banyak informasi seputar dunia akademik, diskusi persiapan ujian hingga info kampus, dan jurusan yang akan kami bagikan bagi anggota secara berkala.” Ujar Ayu.

Mengusung  kampanye online #SeruBarengBareng. Komunitas resmi Quipper ini tidak hanya terbuka bagi pengguna Quipper dari seluruh Indonesia saja, melainkan siswa non pengguna Quipper juga dapat bergabung ke dalam komunitas Quipper Generation dengan syarat  siswa kelas 10, 11, 12, atau alumni dengan usia maksimal 20 tahun.

Komunitas resmi Quipper ini tidak hanya terbuka bagi pengguna Quipper dari seluruh Indonesia saja, melainkan siswa non pengguna Quipper juga dapat bergabung ke dalam komunitas Quipper Generation dengan syarat  siswa kelas 10, 11, 12, atau alumni dengan usia maksimal 20 tahun.

Lebih jauh Ayu menambahkan, bahwa terdapat dua tujuan utama dibentuknya komunitas ini yaitu sebagai wadah bagi para siswa untuk mendapatkan informasi akademis dan memberikan ruang pengembangan soft skill bagi siswa melalui rangkaian kegiatan edukatif dan informatif.

Kick off Quipper Generation diselenggarakan pada hari Jumat, 9 Oktober 2020 dengan menghadirkan narasumber yaitu Tissa Biani sebagai Campaign Ambassador Quipper Indonesia dan Amran Hasbi School Relations Intern Quipper Indonesia yang memaparkan materi tentang tips dan trik menentukan Jurusan dan Universitas.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pendidikan

Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tingkat SMP Negeri di Kabupaten Bogor Kembali Menuai Sorotan.

Published

on

By

Bogor, Hariansentana.com – Sistem Penerimaan Murid Baru ( SPMB ) tingkat SMP Negeri di Kabupaten Bogor tahun ini kembali menuai sorotan. Banyak siswa tidak tertampung, termasuk siswa berprestasi dan dengan nilai rapor tinggi yang justru terdampak sistem yang dinilai tidak transparan.

Hal itu disampaikan Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor ( PRB ) MJohan Pakpahan S.H kepada sentana Selasa 7 Juli 2026 melalui tlp seluler nya.

Johan menyayangkan adanya dugaan “pengkondisian” siswa sejak proses pendaftaran di tingkat SD asal.

“Diduga ada permainan “, guru SD asal mengumpulkan pendaftaran aplikasi dengan biaya Rp350.000 per siswa. Nah, siswa jalur prestasi ini kan diuji oleh siswa dan pramuka. Ini tidak jelas. Seharusnya diuji oleh guru, bukan siswa,” ujarnya.

Ia menduga kuat adanya praktik “pesanan” dan “titipan aman” karena kedekatan pihak tertentu dengan sekolah tujuan. “Ini sudah langganan tiap tahun. Masuknya melalui Kepsek SMP masing-masing,” tegasnya.

Lebih lanjut Johan juga menyoroti banyaknya Kepala Sekolah SMP Negeri yang merangkap jabatan atau menjadi Pelaksana Tugas Plt di sekolah lain.

“Contoh nya Kepsek SMPN 2 Cibinong menjadi Plt di SMPN 1 Bojong Gede. Contoh lain, Kepsek SMPN 1 Cibinong merangkap juga di SMP Negeri Citereuf. Nah ini kan sepertinya Kab. Bogor kekurangan Kepsek,” papar nya.

Menurutnya, rangkap jabatan berpotensi membuat pengelolaan sekolah tidak profesional. Apalagi ada dana BOS yang dikelola. “Kami menduga Kepsek ini sibuk urusan uang BOS. Laporannya hanya tulis ‘gonggong’, tidak disebutkan kondisi siswa setiap bulan. Padahal jumlah siswa itu berubah-ubah,” duga Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor ( PRB ) .

Ia menambahkan, jika dana BOS dikelola benar, sekolah mestinya bisa menambah rombel atau kelas baru untuk menampung lonjakan siswa. “Faktanya banyak orang tua tidak sanggup biayai swasta karena mahal. Akibatnya siswa meluber tidak tertampung,” ungkapnya.

Menyikapi persoalan tahunan ini, Johan meminta Bupati Bogor turun tangan dengan menyiapkan sekolah swasta gratis.

“Jangan setiap tahun orang tua hanya mengeluh soal sekolah. Jangan sibuk bangun infrastruktur saja tapi lupa buat sekolah. Minimal ada 4 SMP Swasta Gratis di setiap Dapil. APBD harus dialokasikan ke sana,” desaknya.

Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor ( PRB ) menegaskan akan terus menyuarakan persoalan pendidikan di Kabupaten Bogor agar tidak ada lagi anak berprestasi yang terbuang dari sistem,” terang nya …….Ron

Continue Reading

Pendidikan

LSM PRB Desak Disdik Kab Bogor Profesionalkan SPMB, SD-SMP 2026, Usul Sekolah Swasta Digratiskan Lewat APBD

Published

on

By

Bogor, Hariansentana .com – Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor ( PRB ) meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor membuat Sistem Penerimaan Murid Baru ( SPMB ) SD dan SMP tahun ajaran 2026 lebih profesional dan berpihak ke masyarakat.

Saat di hubungi tlp seluler nya Kamis 25 ,Juni 2026
Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor ( PRB ) M Johan Pakpahan ,S .H. mengatakan Sistem Penerimaan Murid Baru ( SPMB ) untuk jenjang wajib belajar 9 tahun seharusnya dipermudah. “SD-SMP ini wajib belajar dan sesuai UUD 1945 untuk mencerdaskan kehidupan anak bangsa. Jadi pemerintah wajib memastikan SD-SMP tidak dipersulit sistem. Administrasi harus mudah, jangan bikin orangtua pusing,” terang nya.

Lebih lanjut Johan mendorong Disdik menambah daya tampung dengan menambah kursi/rombongan belajar ( Rombel ) di sekolah negeri. Tujuannya agar siswa yang orangtuanya tidak mampu ke swasta tetap bisa masuk sekolah negeri.

Ia juga mengusulkan terobosan: Pemda Kab. Bogor mengalokasikan anggaran pendidikan lewat APBD untuk menggratiskan sekolah swasta. “Kalau negeri dan swasta sama-sama gratis, masalah pendidikan di Kab. Bogor terjawab. Nggak ada lagi alasan orangtua tidak menyekolahkan anak SD-SMP karena biaya,” tegasnya.

Johan juga meminta Bupati Bogor memberikan arahan ke DPRD Kab. Bogor agar program “sekolah swasta gratis” bisa diwujudkan dengan alokasi APBD yang cukup. Ia juga meminta Kepala Dinas Pendidikan secara teknis menambah kursi di sekolah negeri SD dan SMP supaya daya tampung naik. “Jangan malas bikin terobosan untuk kebaikan masyarakat,” katanya.

Johan juga menyatakan mendukung program Bupati Bogor, khususnya di bidang pendidikan. “Kami paling khusus dukung kalau ada program sekolah swasta gratis. Ini langkah Kab. Bogor berubah, memberitakan pendidikan sebagai program pokok menuju SDM unggul,” pungkasnya………Ron

Continue Reading

Pendidikan

PDIP Tagih Roadmap Sekolah Swasta Gratis SD-SMP Sesuai Putusan MK

Published

on

By

JAKARTA, SENTANA – Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayati mengingatkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menyiapkan peta jalan (roadmap) terkait pelaksanaan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menggratiskan biaya pendidikan pada sekolah swasta jenjang SD-SMP.

MY Esti mengatakan Mahkamah Konstitusi dalam putusannya meminta realisasi putusan tersebut secara bertahap, namun hingga saat ini pihaknya belum menerima peta jalan yang menggambarkan tahapan terkait pelaksanaan putusan tersebut.

“Kami kembali mengingatkan di dalam tambahan anggaran yang diajukan Pak Menteri belum menampakkan klausa berkaitan dengan keputusan Mahkamah Konstitusi, juga tidak ada roadmap untuk bisa melaksanakan apa yang menjadi putusan tersebut,” kata MY Esti dikutip Sabtu (20/8)

Menurutnya, Kemendikdasmen tetap harus memasukkan keberlanjutan realisasi putusan MK tersebut meski tengah dalam kondisi keterbatasan alokasi anggaran setelah efisiensi.

“Keputusan rapat Komisi X sudah berulang kali mengenai hal ini, tetapi tidak ada tindak lanjut yang kami anggap sangat serius ya. Kalau itu karena keterbatasan anggaran, maka tetap harus ada progres di tahun 2027 apa, tahun 2028 bagaimana dan selanjutnya, itu kan amanah yang diberikan kepada kita semua,” tegasnya.

Sebagai informasi, pada bulan Mei 2025, Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa negara, dalam hal ini pemerintah pusat dan daerah, harus menggratiskan pendidikan dasar yang diselenggarakan pada satuan pendidikan SD, SMP, dan madrasah atau sederajat, baik di sekolah negeri maupun swasta

Continue Reading
Advertisement

Trending