Pendidikan
President University Berikan Beasiswa Kepada 500 Pelajar Berprestasi Jabar

Personel Presiden University dan Pikiran Rakyat TV, menjalin kerjasama untuk pemberian beasiswa kepada 500 pelajar Jawa Barat
Jakarta, Hariansentana
Beasiswa 2020 kali ini ditawarkan oleh President University, sebuah universitas berstandar internasional dengan akreditasi A dari BAN-PT, yang terletak di Cikarang, Jawa Barat. Beasiswa President University setiap tahunnya rutin diselenggarakan bagi pelajar SMA/SMK/Sederajat berprestasi, dengan bantuan berupa pengurangan biaya perkuliahan hingga 100%.
Beasiswa ini diperuntukan bagi 500 siswa dan siswi Jawa Barat yang memenuhi kriteria prestasi yang ditetapkan, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik.
“Dengan bantuan berupa pengurangan biaya perkuliahan 20% hingga 100%. Pendaftaran melalui online mulai 26 Februari hingga 10 Maret 2020. Tes dapat dilakukan di app pikiran rakyat atau melalu link yang diberikan pikiran rakyat,” kata Michael Rino, Direktur Marketing and Service President University di Gedung Menara Batavia Jakarta Pusat, Rabu (26/2/2020).
Sebelumnya lembaga pendidikan yang kesehariannya menerapkan bahasa Inggris di lingkungan kampusnya ini, juga telah memberikan beasiswa kepada 100 pelajar berprestasi dari Jawa barat pada tahun 2019.
Tahun lalu kami memberikan beasiswa kepada 100 pelajar yang berprestasi dari Jawa Barat dan 80 presen, mereka menerima beasiswa penuh.
“Untuk tahun 2020 kami telah memberikan kepada 800 beasiswa berprestasi, menyusul 500 pelajar dari Jawa Barat hingga total 1300 pelajar berprestasi yang akan menerima beasiswa sesuai dengan standar prestasinya,” terang Michael Rino.
Menurut Rino Ide ini muncul dari kepedulian disdik Jabar untuk peningkatan pendidikan di Jawa Barat. Maka Disdik menggandeng Jababeka (President University) sebagai pemberi beasiswa dan Pikiran Rakyat untuk sebagai media penyelenggara.
“Program ini sebagai bentuk kepedulian Dinas Pendidikan Jawa Barat dan Jababeka, memberi dukung pemberian beasiswa kuliah di Presiden University dan Pikiran Rakyat sebagai media penyelenggara. Dengan menggunakan sistem online, maka dapat menjangkau lebih banyak pelajar dari seluruh,” ungkapnya.
Mila Cheah Chief Operating Officer Pikiran Rakyat TV ( PRTV), menjelaskan untuk proses registrasi dan test online OSP pun cukup mudah, siswa siswi SMA/K sederajat cukup dengan mendownload aplikasi PRTV yang sudah tersedia di platform android dan ios.
“Peserta wajib mengisi data pada saat registrasi yang tersedia di aplikasi PRTV di menu ke 4 PRTV bagian registerrasi online, dan peserta akan mendapat petunjuk selanjutnya via email yang didaftarkan pada saat registrasi awal,” terangnya.
Pengumuman serta info terkini menurut Mila akan update di aplikasi PRTV, sehingga memudahkan peserta untuk mendapatkan informasi seputar OSP.
“Tiga langkah simple dan cerdas OSP, pertama download aplikasi PRTV di android atau ios, Isi formulir register di menu ke-4 PRTV bagian register OSP, selanjutnya cek email dan mulai tes online OSP, ” ungkap Mila.
Editor: Pangihutan S
Pendidikan
Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tingkat SMP Negeri di Kabupaten Bogor Kembali Menuai Sorotan.
Bogor, Hariansentana.com – Sistem Penerimaan Murid Baru ( SPMB ) tingkat SMP Negeri di Kabupaten Bogor tahun ini kembali menuai sorotan. Banyak siswa tidak tertampung, termasuk siswa berprestasi dan dengan nilai rapor tinggi yang justru terdampak sistem yang dinilai tidak transparan.
Hal itu disampaikan Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor ( PRB ) MJohan Pakpahan S.H kepada sentana Selasa 7 Juli 2026 melalui tlp seluler nya.
Johan menyayangkan adanya dugaan “pengkondisian” siswa sejak proses pendaftaran di tingkat SD asal.
“Diduga ada permainan “, guru SD asal mengumpulkan pendaftaran aplikasi dengan biaya Rp350.000 per siswa. Nah, siswa jalur prestasi ini kan diuji oleh siswa dan pramuka. Ini tidak jelas. Seharusnya diuji oleh guru, bukan siswa,” ujarnya.
Ia menduga kuat adanya praktik “pesanan” dan “titipan aman” karena kedekatan pihak tertentu dengan sekolah tujuan. “Ini sudah langganan tiap tahun. Masuknya melalui Kepsek SMP masing-masing,” tegasnya.
Lebih lanjut Johan juga menyoroti banyaknya Kepala Sekolah SMP Negeri yang merangkap jabatan atau menjadi Pelaksana Tugas Plt di sekolah lain.
“Contoh nya Kepsek SMPN 2 Cibinong menjadi Plt di SMPN 1 Bojong Gede. Contoh lain, Kepsek SMPN 1 Cibinong merangkap juga di SMP Negeri Citereuf. Nah ini kan sepertinya Kab. Bogor kekurangan Kepsek,” papar nya.
Menurutnya, rangkap jabatan berpotensi membuat pengelolaan sekolah tidak profesional. Apalagi ada dana BOS yang dikelola. “Kami menduga Kepsek ini sibuk urusan uang BOS. Laporannya hanya tulis ‘gonggong’, tidak disebutkan kondisi siswa setiap bulan. Padahal jumlah siswa itu berubah-ubah,” duga Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor ( PRB ) .
Ia menambahkan, jika dana BOS dikelola benar, sekolah mestinya bisa menambah rombel atau kelas baru untuk menampung lonjakan siswa. “Faktanya banyak orang tua tidak sanggup biayai swasta karena mahal. Akibatnya siswa meluber tidak tertampung,” ungkapnya.
Menyikapi persoalan tahunan ini, Johan meminta Bupati Bogor turun tangan dengan menyiapkan sekolah swasta gratis.
“Jangan setiap tahun orang tua hanya mengeluh soal sekolah. Jangan sibuk bangun infrastruktur saja tapi lupa buat sekolah. Minimal ada 4 SMP Swasta Gratis di setiap Dapil. APBD harus dialokasikan ke sana,” desaknya.
Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor ( PRB ) menegaskan akan terus menyuarakan persoalan pendidikan di Kabupaten Bogor agar tidak ada lagi anak berprestasi yang terbuang dari sistem,” terang nya …….Ron
Pendidikan
LSM PRB Desak Disdik Kab Bogor Profesionalkan SPMB, SD-SMP 2026, Usul Sekolah Swasta Digratiskan Lewat APBD
Bogor, Hariansentana .com – Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor ( PRB ) meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor membuat Sistem Penerimaan Murid Baru ( SPMB ) SD dan SMP tahun ajaran 2026 lebih profesional dan berpihak ke masyarakat.
Saat di hubungi tlp seluler nya Kamis 25 ,Juni 2026
Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor ( PRB ) M Johan Pakpahan ,S .H. mengatakan Sistem Penerimaan Murid Baru ( SPMB ) untuk jenjang wajib belajar 9 tahun seharusnya dipermudah. “SD-SMP ini wajib belajar dan sesuai UUD 1945 untuk mencerdaskan kehidupan anak bangsa. Jadi pemerintah wajib memastikan SD-SMP tidak dipersulit sistem. Administrasi harus mudah, jangan bikin orangtua pusing,” terang nya.
Lebih lanjut Johan mendorong Disdik menambah daya tampung dengan menambah kursi/rombongan belajar ( Rombel ) di sekolah negeri. Tujuannya agar siswa yang orangtuanya tidak mampu ke swasta tetap bisa masuk sekolah negeri.
Ia juga mengusulkan terobosan: Pemda Kab. Bogor mengalokasikan anggaran pendidikan lewat APBD untuk menggratiskan sekolah swasta. “Kalau negeri dan swasta sama-sama gratis, masalah pendidikan di Kab. Bogor terjawab. Nggak ada lagi alasan orangtua tidak menyekolahkan anak SD-SMP karena biaya,” tegasnya.
Johan juga meminta Bupati Bogor memberikan arahan ke DPRD Kab. Bogor agar program “sekolah swasta gratis” bisa diwujudkan dengan alokasi APBD yang cukup. Ia juga meminta Kepala Dinas Pendidikan secara teknis menambah kursi di sekolah negeri SD dan SMP supaya daya tampung naik. “Jangan malas bikin terobosan untuk kebaikan masyarakat,” katanya.
Johan juga menyatakan mendukung program Bupati Bogor, khususnya di bidang pendidikan. “Kami paling khusus dukung kalau ada program sekolah swasta gratis. Ini langkah Kab. Bogor berubah, memberitakan pendidikan sebagai program pokok menuju SDM unggul,” pungkasnya………Ron
Pendidikan
PDIP Tagih Roadmap Sekolah Swasta Gratis SD-SMP Sesuai Putusan MK
JAKARTA, SENTANA – Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayati mengingatkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menyiapkan peta jalan (roadmap) terkait pelaksanaan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menggratiskan biaya pendidikan pada sekolah swasta jenjang SD-SMP.
MY Esti mengatakan Mahkamah Konstitusi dalam putusannya meminta realisasi putusan tersebut secara bertahap, namun hingga saat ini pihaknya belum menerima peta jalan yang menggambarkan tahapan terkait pelaksanaan putusan tersebut.
“Kami kembali mengingatkan di dalam tambahan anggaran yang diajukan Pak Menteri belum menampakkan klausa berkaitan dengan keputusan Mahkamah Konstitusi, juga tidak ada roadmap untuk bisa melaksanakan apa yang menjadi putusan tersebut,” kata MY Esti dikutip Sabtu (20/8)
Menurutnya, Kemendikdasmen tetap harus memasukkan keberlanjutan realisasi putusan MK tersebut meski tengah dalam kondisi keterbatasan alokasi anggaran setelah efisiensi.
“Keputusan rapat Komisi X sudah berulang kali mengenai hal ini, tetapi tidak ada tindak lanjut yang kami anggap sangat serius ya. Kalau itu karena keterbatasan anggaran, maka tetap harus ada progres di tahun 2027 apa, tahun 2028 bagaimana dan selanjutnya, itu kan amanah yang diberikan kepada kita semua,” tegasnya.
Sebagai informasi, pada bulan Mei 2025, Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa negara, dalam hal ini pemerintah pusat dan daerah, harus menggratiskan pendidikan dasar yang diselenggarakan pada satuan pendidikan SD, SMP, dan madrasah atau sederajat, baik di sekolah negeri maupun swasta
-
Pendidikan6 days agoSistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tingkat SMP Negeri di Kabupaten Bogor Kembali Menuai Sorotan.
-
Ibukota5 days agoTokoh Masyarakat Jakut, Prihatin atas Kelakuan Kontraktor yang Bikin Gaduh di Sudin Perumahan.
-
Ibukota7 days agoPWI Pokja Jakarta Utara adakan ” Sharing Session Jurnalis Perkotaan & Pengaruh Media Sosial.”
-
Ibukota5 days agoBakal Calon Ketua Pokja PWI Polres Metro Jakarta Utara, Cardi Santoso Silaturahmi Perkuat Sinergitas dengan Institusi Polri

