Connect with us

Seni Budaya

Peringati HPN ke. 28/2023, AWARA Berikan Bantuan Ke Pegiat Maggot di RW 04 Kelurahan Tanjung Priok

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com – Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) Ke 28 tahun 2023, Aliansi Wartawan Jakarta (AWARA) memberikan bantuan sarana dan prasarana kepada ibu-ibu PKK RW 04 Kelurahan Tanjung Priok, Kecamatan Tanjung Priok kota administrasi Jakarta Utara yang menjadi pegiat budidaya maggot, pada Senin (13/02/2023).

Ketua AWARA Kalaus Naibaho mengungkapkan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pers terhadap lingkungan. Adapun bantuan yang diberikan berupa telur maggot, boks plastik (penetasan maggot) dan boks biopond (pembesaran maggot).

“Dengan bantuan ini diharapkan jumlah sampah organik yang dapat diurai oleh maggot akan semakin banyak. Sehingga dapat mengurangi volume sampah organik di masyarakat, khususnya di RW 04 Kelurahan Tanjung Priok dan sekitarnya” tutur Kalaus di lokasi penyerahan bantuan Taman Hatinya PKK, RW 04 Kelurahan Tanjung Priok.

Bantuan diberikan langsung oleh Ketua AWARA Kalaus Naibaho kepada Sekretaris Kelurahan Tanjung Priok Sigit Riyanto, selanjutnya diserahkan ke Ketua RW 04 Sumadi dan diteruskan ke Ketua Pokja III PKK RW 04 Ibu Yelita.

“Saya salut pada ibu-ibu kader PKK, Dasawisma,jumantik yang menjadi pegiat budidaya maggot. Karena saat ini masih minim yang menjadi pegiat maggot, dengan alasan geli dan jijik,” tambahnya.

Dikatakan juga, berbagai bantuan sering tidak berkelanjutan atau tidak sesuai harapan, karena tidak konsisten kegiatannya. Namun setelah mengetahui apa yang berlangsung di wilayah Kampung Bahari ini dimana ibu-ibu Kader PKK di wilayah RW 04 aktif berjuang menciptakan lingkungan sehat dan meningkatkan nilai tambah, maka AWARA memberikan dukungan dan bantuan.

“Semoga kegiatan para pegiat maggot di PKK RW 04 Kelurahan Tanjung Priok konsisten hingga berhasil dan meningkatkan produktivitasnya sampai mendapatkan manfaat buat lingkungan dan keluarga,” tegas Kalaus.

Menurut Kalaus, budidaya maggot juga dapat menjadi solusi bagi Pemda DKI untuk mengatasi permasalahan pengngaguran sampah organik secara signifikan dan membantu penghematan APBD.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan bahwa sampah di Jakarta mencapai 6000-7000 ton per hari dibuang ke Bantar Gebang Bekasi, dan Pemprov DKI harus membayar itu.

“Kalau tidak salah Pemprov DKI harus bayar Rp100ribu per ton dari APBD. Padahal 50 persen dari jumlah sampah di DKI Jakarta adalah sampah organik,” imbuhnya.

Pada momen HPN ini, Kalaus juga mengingatkan kepada seluruh anggota AWARA agar tetap menjaga marwah pers dengan tetap menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan UU Nomor 40 1999 Tentang Pers sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas dan fungsi jurnalistik.

Terakhir, Kalaus mengucapkan terima kasih kepada para stakeholders yang mendukung kegiatan HPN AWARA, diantaranya PT Pelayaran Tresnamuda, KSU Tanjung Priok, INSA Jaya, DPD Klub Logindo DKI Jakarta, PT Dilian Marine Service, KSOP Marunda, KSOP Muara Angke dan LBH Awalindo.

Sementara itu, Sekretaris Kelurahan (Sekel) Tanjung Priok Sigit Riyanto mengucapkan terima kasih kepada Aliansi wartawan jakarta utara (AWARA ) atas bantuan dan dukungan terhadap pegiat maggot karena manfaatnya banyak, mulai untuk pupuk, makanan ternak, dan menjaga lingkungan agar sehat.

“Kami juga sedang membangun urban farming di beberapa lokasi dalam rangka memanfaatkan lahan yang belum dimanfaatkan untuk lebih bermanfaat,” jelas Sigit

Sigit Riyanto juga memberikan apresiasi pada kegiatan yang dilakukan PKK 04 Kelurahan Tanjung Priok dan AWARA, sehingga hubungan kerja sama wartawan dan masyarakat bisa semakin dekat dan penuh manfaat,” katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Sumadi selaku Ketua RW 04 Kelurahan Tanjung Priok yang turut mengucapkan terima kasih kepada AWARA atas bantuan yang diberikan.

Sumadi menyatakan, kegiatan pembudidayaan maggot merupakan kegiatan yang baru dari sejumlah kegiatan yang dilakukan oleh PKK RW 04, seperti pembuatan lahan urban farming, penataan taman, perawatan kesehatan keluarga melalui kegiatan layanan pos balita dan pos lansia serta survey kebersihan kesehatan lingkungan dengan kegiatan Jumantik.

“Kini ada tambahan kegiatan pembudidayaan maggot, yang manfaatnya sangat banyak, baik untuk lingkungan sosial dan lingkungan keluarga. Semoga bantuan yang diberikan bisa berhasil sehingga bisa menambah kesejahteraan ibu-ibu PKK melalui budidaya maggot. Kami juga mendoakan AWARA kedepannya bertambah sukses dan maju,” ujarnya

Ketua Pokja III PKK RW 04 Ibu Yelita juga mengucapkan terima kasih atas bantuan sarana dan prasarana berupa telor maggot, boks penampung maggot dan terpal biopond.

“Saya sekuat tenaga akan berusaha agar berhasil, sehingga bisa menghasilkan manfaat buat lingkungan dan pemasukan kepada PKK RW 04 Kelurahan Tanjung,” singkatnya.

Seperti diketahui, maggot merupakan larva Black Soldier Fly (BSF) atau Hermetia illusence yang dapat mengkonversi material organik menjadi biomassanya. Lalat BSF berbeda dari jenis lalat biasa karena larva yang dihasilkan bukan larva yang menjadi medium penyakit.

Maggot dapat mengkonversi sampah organik menjadi protein. Maggot/larva dewasa (usia 0-18 hari) memiliki kemampuan mengurai sampah organik sebesar 1-3 kali lipat dari bobot tubuhnya selama 24 jam.

Hasil utama dari pemeliharaan maggot adalah maggot kering yang dapat dijadikan pakan untuk hewan ternak/peliharaan, minyak maggot, pupuk cair serta pupuk tanah. Penelitian dan pengembangan biokonversi maggot mengalami banyak kemajuan dalam beberapa tahun terakhir.

Maggot sudah dikembangkan secara serius untuk mereduksi sampah makanan di Singapura. Selain itu maggot juga dikembangkan untuk menjadi alternatif minyak goreng di Belanda.

(Sutarno)

Seni Budaya

Pameran Lukisan, Akan Terus Melahirkan Para Seniman yang Terus Berkarya

Published

on

By

JAKARTA, SENTANA – Irjend Pol Dr Susilo Teguh Raharjo, M.Si, Kepala Satuan Tugas Pusat Studi Kepolisian, membuka pameran Lukisan bertema “Li Bi Do re mi fa sol la sido”, Karya Pelukis terkenal Anwar Rosyid di Balai Budaya Jakarta Pusat, pada hari Jum’at (22 Mei 2026) kemarin.

Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi dari Community Policing, yang bermitra dengan komunitas Seniman. “Bahwa komunitas para seniman turut serta mengambil peran bagaimana membangun keteraturan sosial yang diekspresikan melalui hasil Karya seni,” ujar Irjend Pol Dr Susilo Teguh Raharjo, melalui keterangannya, Minggu (24/5).

Hadir pada acara tersebut, Komjend Pol Prof Dr Cryshnanda DL, Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian dan beberapa Seniman senior Jakarta.

Pada kesempatan tersebut, Irjend Pol Dr Susilo Teguh Raharjo, selain memberikan Apresiasi atas karya yang di Pamerkan. Juga menyatakan bahwa, Karya ini menyoroti ketimpangan ekonomi melalui kontras warna dan garis tegas; pesan yang jelas dan menggugah dalam bentuk Gambar Kartun. Kartun ini menyinggung berbagai permasalahan sosial dengan humor efektif menyentuh isu serius. Menggunakan simbol-simbol sosial secara terpadu, membuat narasi tentang polarisasi yang mengajak penonton merenung.

Kritikannya terhadap berbagai komponen terasa lugas, namun tidak menggurui dan dengan bebas memberi ruang bagi refleksi publik untuk menafsirkan dan menggerakkan batin seninya.
Teknik campuran yang dipakai memperkuat narasi, seolah realitas pecah Yang menjadi fragmen yang saling bertabrakan.

“Karya ini mengajak kita melihat sisi tersembunyi isu urban, terutama bagaimana informasi dibentuk dan dikonsumsi. Kritikan terhadap komponen terasa lugas namun tidak menggurui, memberi ruang bagi refleksi publik,” imbuhnya.

Harapan Teguh, Pameran ini dapat menggugah para pihak yang dikritik untuk memahami isu sosial. Dan Ke depan, Pameran ini akan terus melahirkan seniman seniman yang terus berkarya, sehingga menambah hasanah budaya bangsa, namun tetap kuat menjembatani suara rakyat, pungkasnya. (Red).

Continue Reading

Seni Budaya

Mushola Al-Hasanah Peringati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com – Mushola Al-Hasanah jalan Hidup Baru IV RT.07/02 Kelurahan Pademangan Barat Kecamatan Pademangan Kota administrasi Jakarta Utara, menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, diikuti Pengurus RW 02 beserta RT dan jamaah Masjid/mushola serta masyarakat sekitar, Rabu,(4/02/ 2026) Malam

Dalam Sambutannya Nuyasin (Seksi Agama RW.02) ketua Panitia isra Miraj Tingkat RW.02 mengucapkan terima kasih terhadap Pengurus RW/RT dan Donatur yang telah membantu terselenggaranya acara ini semoga Allah SWT membalasnya dengan pahala berlimpat ganda” Ungkapnya.

Hadir dalam acara tersebut ketua MUI Kecamatan Pademangan Ustad H.Selamet Sugoro.S.Ag, Ketua DMI Kecamatan Pademangan KH.Drs.Amin Asalam, Ustadz H.Hendra.S.Ag. Ketua DMI Kelurahan Pademangan Barat, Ustad Hasan Bisri. Ketua masjid Alhayatul Jadidah, Hari Firmansyah Lurah Yusuf Barok, Kasatgas Pol PP, Aiptu Dwi Kapospol, Babinsa, Babinkantibmas, LMK dan lainnya

Puncak peringatan diisi dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Ustadz KH.Encep Aang (Ki Balap Muda). Dalam tausiyahnya, ia menegaskan bahwa peristiwa Isra Mi’raj merupakan tonggak diwajibkannya shalat lima waktu bagi umat Islam sebagai pondasi utama keimanan dan ketakwaan.

Ustadz KH.Encep Aang juga mengajak jamaah untuk menjadikan peringatan Isra Mi’raj sebagai momentum meningkatkan kualitas sholat dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, sholat yang terjaga akan membentuk akhlak dan kepribadian seorang muslim. Selain membahas Isra Mi’raj, jamaah turut diajak mengambil hikmah dari kisah isra mi’raj yang di lakukan Nabi Muhammad SAW. Kisah tersebut menjadi pelajaran penting tentang bahaya meninggalkan sholat dan keingkaran terhadap perintah Allah SWT.

“Peristiwa Isra Mi’raj merupakan tonggak diwajibkannya sholat lima waktu yang menjadi pondasi utama keimanan umat Islam. Melalui peringatan Isra Mi’raj ini, kita diharapkan mampu memperbaiki kualitas sholat dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari. mengajarkan kita tentang bahaya kesombongan dan keingkaran terhadap perintah Allah SWT,” ucapnya.

Sebelum ceramah dimulai, panitia menyerahkan hadiah kepada para juara Festival Anak Shaleh yang telah dilaksanakan sebelumnya. Penyerahan hadiah ini menjadi bentuk apresiasi atas semangat anak-anak dalam mengikuti kegiatan keagamaan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan makan bersama setelah pelaksanaan. Kebersamaan tersebut menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah di lingkungan Mushola Al-Hasanah. (Sutarno)

Continue Reading

Seni Budaya

Pameran Foto “Toraja Tanah Leluhur: Tradisi Menantang Waktu” Sarat Makna ke-Indonesiaan

pameran foto toraja rumah para leluhur

Published

on

Jakarta, hariansentana.com – PAMERAN Foto bertajuk “Toraja Tanah Leluhur: Tradisi Menantang Waktu” memiliki makna mendalam tentang ke-Indonesiaan kita. Indonesia yang terdiri dari Ratusan etnis dengan bahasa dan budaya lokalnya merupakan ciri khas tersendiri suatu bangsa. “Indonesia kaya akan budaya yang harus dipertahankan meski harus menantang waktu seiring perkembangan jaman,” kata fotografer Hasiholan Siahan, di gedung Institut Francis Indonesia (IFI) Jl. Wijaya I, Jakarta, Rabu (27/08/2025) malam.

Pameran foto yang dipajang dalam ruang galeri IFI Wijaya itu bukan sekadar karya visual, melainkan pintu menuju sebuah dunia: Toraja. Dunia di mana hidup dan mati berpelukan, di mana leluhur bukan sekadar kenangan, melainkan bagian dari keseharian.

Tajuk “Toraja, Rumah Para Leluhur: Tradisi yang Menantang Waktu” ini menghadirkan potret budaya Toraja dengan kedalaman yang jarang tersentuh. Setiap bidikan kamera menangkap denyut tradisi-dari kemegahan upacara Rambu Solo’, keheningan tau-tau yang berdiri gagah di tebing batu, hingga ritual Ma’nene yang membuat arwah dan keluarga kembali bersua.

“Toraja mengajarkan kita bahwa kematian bukanlah akhir, tetapi perjalanan pulang. Foto-foto ini adalah upaya untuk merekam pesan itu agar tak hilang di tengah zaman,” terang Olan, panggilan akrab Hasiholan Siahaan.

Menurut kurator pameran itu, foto-foto yang terpampang lebih dari sekadar dokumentasi, karya-karya ini menghadirkan rasa. Potret wajah-wajah tua yang penuh garis pengalaman, kerbau belang yang dihormati, anak-anak yang berlari di halaman tongkonan, semuanya menjadi jendela ke dalam jiwa masyarakat Toraja. Pengunjung bukan hanya melihat gambar, melainkan ikut menyelami filosofi Aluk To Dolo, kepercayaan leluhur yang menata kehidupan dan kematian.

Sementara, ketua pelaksana pameran lan Sutisna mengatakan, di era modern yang sering mengaburkan identitas, pameran ini menjadi pengingat bahwa budaya adalah jangkar. Toraja berdiri sebagai saksi bahwa kehidupan dan kematian, dapat disatukan lewat penghormatan pada leluhur.

Ibu Ester salah satu pengunjung pameran merasa kagum atas parneran foto yang menampilkan keindahan Budaya Tana Toraja ini.

“Pameran “Toraja, Rumah Para Leluhur: Tradisi yang Menantang Waktu ini bukan hanya sekadar visual, melainkan perjalanan batin Leluhur yang ditangkap sempurna melalui lensa fotografer, katanya.

Seakan sebuah undangan untuk berhenti sejenak, menatap foto-foto itu, dan mendengar bisikan leluhur yang berbicara lewat cahaya, tegasnya.Pameran digelar oleh Forsednibudpar dan Galeri Mata Nusantara (GMN) ini bertujuan untuk merawat kekayaan seni budaya bangsa Indonesia dan mewariskannya kepada generasi muda melalui data dan jejak rekam digital serta memperluasnya melalui pameran foto, diskusi budaya maupun buku dan sosial media.

Gratis dan terbuka untuk umum, acara berlangsung mulai 27 Agustus-7 September 2025. Tiga fotografer menampilkan 15 (Lima belas) karya foto dengan tema beragam, unik, menarik dan menggugah penonton.Selain itu diesok harinya Kamis, 28 Agustus pada pukul 15.00 WIB akan diisi dengan Diskusi Budaya dengan menghadirkan sejumlah narasumber yang mengupas Lunturanya Nilai Adat & Tradisi dimana upacara adat seperti Rambu Solo atau Ma’nene berpotensi ditinggalkan generasi muda karena dianggap rumit, mahal, dan memakan waktu.

Continue Reading
Advertisement

Trending