Connect with us

Olahraga

Letjen TNI ( Purn) Thamrin Marjuki Lantik Walikota Tangsel Jadi Ketua Taekwondo Provinsi Banten

Published

on

SERANG, Hariansentana.com – Ketua Umum PBTI Letjen TNI (Purn) Thamrin Marzuki melantik Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany menjadi Ketua Pengprov Taekwondo Indonesia Banten Masa Bakti 2020-2023 di Hotel Ultima Horizon, Ratu, Serang, Rabu (8/7/20).

Pada kesempatan ini,Letjen TNI (Purn) Thamrin Marzuki, mengatakan bahwa, pelantikan pengurus baru ini merupakan kelanjutan dari Musyawah Provinsi beberapa waktu yang lalu, dimana walikota Tangsel terpilih secara aklamasi.

Dengan dikukuhkannya kepengurusan ini diharapkan Taekwondo di Banten bisa terus maju dan melahirkan atlet-atlet profesional tingkat nasional yang nantinya, bisa membawa nama Indonesia semakin harum di setiap kesempatan baik di tingkat nasional maupun Internasional.

Harapan senada juga disampaikan Ketua Koni Banten Rumiah Kartredjo. Dirinya mengapresiasi kepengurusan tersebut dan berharap semua target yang ditetapkan bisa diwujudkan.

“Mudah-mudahan apa yang dikehendaki bisa terwujud. Menjadikan Banten sebagai salah satu daerah yang memiliki atlet profesional,” ujar Rumiah.

Sementara itu, Airin menganggap jabatan sebagai Ketua Umum Pengprov Taekwondo Indonesia Banten ini merupakan amanah yang harus dijalankan untuk memastikan kesejahteraan atlet taekwondo di Provinsi Banten.

Airin juga memastikan kesiapan altlet taekwondo Banten untuk bersaing dengan daerah lain di PON Papua nanti ”

Kabar terbaru, kalau PON diundur ke tahun 2021, jadi ini bisa dimanfaatkan untuk memaksimalkan kemampuan atlet,” ujar Airin.

Selain itu, Airin juga memaparkan jika, yang saat ini menjadi sorotan adalah bagaimana atlet Banten bukan hanya berprestasi di nasional saja melainkan di kancah internasional.

“Sehingga nantinya, perlu ada program yang mampu melahirkan bibit-bibit unggul baru,” pungkas Airin.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Olahraga

Dorong Semangat Para Atlet, PBTI Buka Kejuaraan Taekwondo Online E–Poomsae

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com – Taekwondo Indonesia siap menjalankan prinsip sport science, sport industry dan sport tourism dalam setiap kegiatan olahraga taekwondo. Baik itu kegiatan taekwondo prestasi, maupun kegiatan taekwondo berbasis pemmasalan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Letjen TNI (Purn) H.M Thamrin Marzuki saat membuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Taekwondo Online E–Poomsae bertepatan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) di Cibubur, Jakarta Timur (9/9/2020).

Menurutnya, Kejurnas yang dilaksanakan ditengah wabah pandemic covid–19 ini merupakan upaya PBTI untuk terus melakukan kreativitas dan inovasi guna mendorong semangat atlet berlatih dengan menciptakan event taekwondo berbasis online system dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan yang ketat.

“Selama pandemic covid-19, PBTI telah menggelar beberapa kejuaraan berbasis online diantaranya 1st Indonesia Taekwondo E–Poomsae Tournament Battle 2020 yang disertifikasi resmi Kemenpora dan diikuti oleh 323 atlet dari 58 tim yang tersebar di 16 provinsi. Lalu kejuaraan serupa berskala nasional yang baru saja digelar oleh Pengprov TI Banten.

“Alhamdulillah, semuanya sukses serta mendapat respons positif dari masyarakat taekwondo Indonesia. Semoga Kejurnas E–Poomsae juga akan berjalan sukses dan lancar,” kata Thamrin Marzuki.

Kejurnas Taekwondo ini diikuti 93 atlet dari 23 Provinsi dalam 7 kategori poomsae yang dipertandingkan yaitu Beregu Putra dan Putri, Freestyle Putra dan Putri, Individual Putra dan Putri serta Pair (berpasangan).

“dari hasil kejuaraan ini, diharapkan para atlet dapat terus dievaluasi dan dianalisa serta terus dilakukan monitoring, khususnya terkait aspek technical skill mereka, sehingga menjadi atlet yang siap pakai, bukan saja untuk daerahnya, tapi juga sebagai atlet nasional untuk mewakili Indonesia di event-event internasional,” harapnya.

Selain itu, Thamrin Marzuki juga menyampaikan, momentum HAORNAS pada 9 September 2020 ini, mengusung tema besar yaitu Sport Science, Sport Industry, dan Sport Tourism.

“Pemerintah, melalui Kemenpora menyampaikan 3 aspek penting dalam aktivitas olahraga yang harus dilakukan oleh stakeholders olahraga yaitu bagaimana mengetahui dan memahami sport science, sport industry dan sport tourism terintegrasi dan terkemas dalam kegiatan olahraga, baik olahraga prestasi maupun olahraga berbasis pemassalan. Pemerintah ingin setiap cabang olahraga memiliki grand design tentang 3 aspek tersebut,” paparnya.

“Begitu pula dengan PBTI, selaku Ketua Umum, dirinya akan berusaha memastikan, cabor taekwondo dapat mengikuti orientasi dari tema besar HAORNAS yang sebenarnya merupakan visi pemerintah di bidang olahraga yang dapat diimplementasikan ditingkat cabang olahraga,” sambung Thamrin.

Meski diakuinya, apa yang dicanangkan pemerintah tersebut tidaklah mudah, namun menurut Thamrin, tantangan bergiat dalam aktivitas olahraga taekwondo makin bertambah dan begitu kompleks. “Di daerah, bukan saja kita menghadapi tantangan fasilitas, sarana dan masalah teknis lainnya, tapi saat ini kita juga menghadapi masalah serius terkait dengan adanya wabah pandemic covid–19 yang tidak saja berimbas pada kualitas dan intensitas berlatih, namun juga berdampak pada tidak adanya kejuaraan-kejuaraan taekwondo yang digelar. Baik lokal, maupun nasional bahkan sejumlah agenda kejuaraan internasional-pun banyak yang tertunda bahkan gagal digelar,” paparnya.

Untuk itu dirinya meminta para pengurus dan para praktisi taekwondo di seluruh Indonesia, untuk terus melakukan berbagai kreativitas dan inovasi yang bertujuan untuk menstimulasi dan menggairahkan terus atmosfir kegiatan taekwondo di seluruh Indonesia.

Turut hadir dalam acara pembukaan Kejurnas tersebut, Ketua Koni Letjen TNI Pur Marciano Norman dan Sekjen Kon Ade Lukman.

Continue Reading

Olahraga

Lantik Ketua Pengprov TI Bali, Ini Pesan Ketua Umum PBTI

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com – Setelah menunggu selama enam bulan, Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia Bali akhirnya memiliki ketua yang baru Dr. Ir. A. A. P. Agung Suryawan Wiranatha, M.Sc setelah dilantik secara virtual sebagai Ketua Pengprov TI Bali periode 2020 – 2024 oleh Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia Letjen TNI (purn) Thamrin Marzuki, Minggu (23/8).

0

Dalam sambutannya, Ketua Umum PBTI menuturkan, pelantikan ini sesuai dengan hasil Musyawarah Provinsi TI Bali yang digelar di Gedung Serbaguna IGP Dwinda, Mako Pangkalan TNI AL Denpasar, Bali, pada 14 Maret 2020 lalu.

“Pelantikan baru bisa dilaksanakan sekarang, karena adanya wabah pandemi Covid-19. Namun, Inshaa Allah kondisi saat ini tidak mengurangi semangat kita dalam mengemban amanah dan tugas mengabdi yang disematkan oleh keluarga besar Taekwondo Indonesia di Bali kepada saudara-saudara,” ujar Ketua Umum PB TI.

Lebih jauh ketum PBTI menyampaikan bahwa pelantikan yang dihelat pada hari ini tidak terlepas dari perjalanan panjang proses dinamika organisasi Taekwondo di Provinsi Bali.
Dengan dukungan dan semangat persatuan sesama pengurus dan praktisi Taekwondo di Pulau Dewata, setelah sebelumnya sempat mengalami kekosongan selama enam bulan.

“Terima kasih atas komitmen dan etos kerja serta semangat untuk mengintegrasikan seluruh pemikiran dari seluruh komponen praktisi demi kemajuan Taekwondo Bali. Kepada Ketua pengprov TI Bali, agar senantiasa menghadirkan suasana, semangat dan komunikasi berorganisasi yang konstruktif, efektif serta fokus pada tujuan utama, yaitu pembinaan dan pengembangan prestasi Taekwondo Provinsi Bali,” tuturnya.

Lebih jauh Abituren Akademi Militer 1984 ini mengatakan, mengapresiasi capaian prestasi dan pengembangan Taekwondo di Pulau Dewata. Di tengah dinamika yang ada, Kepengurusan TI Bali tetap mampu meraih prestasi di kancah nasional, diikuti dengan terpilihnya Taekwondoin asal Bali untuk mengikuti Pelatnas guna mewakili Indonesia di ajang internasional. Di luar itu, jumlah anggota TI Bali pun terus bertambah.

“Fakta empiris prestasi TI Bali ini harus menjadi barometer bagi pengurus TI Bali di masa yang akan datang. Teruskan program-program yang telah berjalan positif selama ini, merekonstruksi menjadi lebih baik, sambil terus berevaluasi memperbaiki kekurangan yang ada. Evaluasi problem yang ada menjadi solusi, melihat dinamika dan tantangan kedepan sebagai opportunity menuju prestasi,” paparnya.

Terkait dengan hal tersebut,Ketua Umum PBTI menyadari, tentu bukan hal mudah untuk mewujudkannya. Sebab, tantangan yang dihadapi bukan hanya regenerasi, pembinaan dan prestasi, tapi juga kondisi global terkait pandemi Covid-19. Menurutnya, kondisi saat ini jangan sampai menghambat pengurus untuk berkreativitas guna memastikan keberlangsungan proses pembinaan dan pengembangan prestasi Taekwondo Bali.

“Ada tanggung jawab lebih pengurus untuk berusaha menjaga kesehatan seluruh komponen Taekwondo, baik itu atlet, pelatih, wasit, hingga menjaga komunitas Taekwondo tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Saat ini sudah zamannya era digital dan media sosial. Manfaatkan potensi yang kita miliki untuk adaptif pada perkembangan dan kebutuhan saat ini,” paparnya.

“Sudah banyak tersedia program latihan online (e-training) dan pertandingan online (e-tournament), dengan pola dan metode yang tidak mengurangi substansi dan kualitas kegiatan. Manfaatkan seluruh media komunikasi yang kita miliki, website dan media sosial, untuk bertuk gagasan informasi dan menimba ilmu pengetahuan terkait program-program online ini,” imbuhnya.

Ditambahkan olehnya, kepada pengurus baru ia berharap dapat menjamin sinergitas dan kolaborasi konstruktif program-program Pengprov TI Bali dengan program PBTI, khususnya terkait program pembinaan dan pengembangan atlet, pelatih dan wasit. Terlebih, saat ini PBTI tengah menyusun konsepsi panduan akademis dan standarisasi program pengembangan atlet jangka panjang (Long Term Athlete Development Program/LTAD), bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga RI yang akan disosialisasikan mulai tahun depan.

“Agar program kerja PBTI linier dan menjadi bagian dari implementasi program kerja seluruh Pengprov TI, guna menyukseskan visi Taekwondo Indonesia, yakni meriah prestasi tertinggi di setiap single dan multi event, yang puncaknya adalah prestasi Olimpiade. Tidak ada yang tidak mungkin, selama semua dapat mengintegrasikan dan mengelaborasi untuk mengembangkan dan memaksimalkan seluruh potensi sumberdaya yang kita miliki,” harapnya.

Turut mendampingi Ketua Umum PBTI dalam pelantikan virtual kali ini antara lain, Wakil Ketua Umum PBTI Irjen Pol (purn) Syafrizal, Ketua Harian PBTI Antony Musa Siregar dan Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBTI Yefi Triaji

Continue Reading

Olahraga

Kejuaraan Taekwondo E – Poomsae 2020 Sukses di Gelar

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com – Pandemic Virus corona (Covid – 19) yang mewabah hampir keseluruh dunia memang sempat membuat seluruh aktivitas, termasuk kegiatan olahraga terganggu. Demi faktor keselamatan dan kesehatan, semua aktivitas tersebut untuk sementara terhenti sementara atau ditunda.

Banyak kasus mereka yang teridentifikasi positif covid – 19 juga menimpa para pegiat olahraga. Terutama para atlet dan pelatih. Akibatnya, untuk menjaga dan menyelamatkan mereka, kegiatan latihan dan terutama berbagai agenda turnamen atau pertandingan yang telah disiapkan, dari level lokal, nasional hingga internasional dibatalkan atau ditunda. Termasuk kegiatan olahraga taekwondo di Indonesia.

Namun semua aktivitas yang terhenti atau tertunda tersebut hanya berlaku sementara. Era digital saat ini membuat semua orang kemudian melakukan kreativitas agar semua aktivitas tersebut tetap berlangsung tanpa mengurangi semangat dan esensi dan terutama kualitasnya. Termasuk dalam hal ini para praktisi taekwondo Indonesia. Bukan saja kegiatan kepelatihan (e-traning), turnamen juga digelar dengan format online (e – Tournament).

Seperti belum lama ini, Indonesia Youth & Sports Festival (IYOS), bekerjasama dengan Kemenpora RI menggelar e – tournament (kejuaraan taekwondo secara online) kategori poomsae (recognize dan freestyle) nasional 5 – 6 Juli 2020. Kejuaraan tersebut diperuntukkan untuk kelas prestasi dan Festival yang diikuti dari berbagai kategori usia.

Menurut Ketua Penyelenggara Tri Nurjanah, Kejuaraan bertajuk “1st Indonesia Taekwondo E – Poomsae Tournament Battle 2020” yang disertifikasi resmi kemenpora ini diikuti oleh 324 atlet dari 58 tim yang tersebar di 16 provinsi.

Kejuaraan ini mempertandingkan kelas pemula dan prestasi dengan pembagian kategori umur yakni, pra kadet (maks : 11 tahun), kadet (maks : 14 tahun), Junior (maks : 17 tahun), senior (maks : 30 tahun), master (under 40, 50, 60 tahun) dan Freestyle. Menurutnya, kejuaraan ini dilaksanakan dalam upaya untuk terus menjaga semangat berlatih dan mendorong kreatifitas para atlet, pelatih dan seluruh praktisi taekwondo yang terlibat agar terus adaptif pada perkembangan teknologi.

“Wabah covid – 19 ini harus dijadikan pemicu sekaligus tantangan untuk tetap berprestasi dimasa yang akan datang. Walaupun sesuai dengan standard protokol kesehatan yang baru bisa diakomodir adalah kategori poomsae.” Ujar Tri Nurjanah yang juga merupakan salah satu wasit internasional (International referee) yang dimiliki Indonesia.

Ditambahkan Tri Nurjanah, kejuaraan di masa pandemi Covid – 19 ini dimungkinkan dilaksanakan dan disetujui oleh pemerintah dan pihak berwenang, dengan pelaksanaan tetap mengacu kepada prinsip protokol kesehatan. Oleh karenanya, yang bisa dipertandingkan adalah kategori poomsae (jurus). Ana (panggilan Tri Nurjanah) juga menjelaskan bahwa teknis dan aturan penyelenggaraan turnamen mengacu kepada pola yang disesuaikan dengan kondisi saat ini, namun sebenarnya secara substansi tidak mengurangi kualitas dari sisi penilaian.

“Kita mengacu kepada aturan protokol kesehatan dan penilaian kepada peserta berbasis online atau video yang disaksikan oleh para wasit.” Jelasnya.

Kejuaraan ini disupervisi langsung oleh Bidang Pertandingan PBTI dan komisi perwasitan PBTI dengan mengadaptasi pertandingan internasional seperti Daedo Open 2019 lalu di Malaysia.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBTI, Yefi Triaji mengatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi kejuaraan ini. Untuk pertama kalinya kejuaraan bisa berlangsung di tengah wabah covid – 19.

Dirinya berharap walaupun banyak kekurangan dan keterbatasan, kejuaraan ini secara empiris dapat dijadikan sebagai sarana edukasi dan pengalaman berharga bagi atlet, pelatih dan wasit. Khusus bagi para praktisi taekwondo di daerah, event ini bisa dijadikan barometer untuk bisa menggelar event-event serupa.

Hal ini menurut Yefi penting untuk dilaksanakan agar para atlet tetap terus semangat berlatih. Sebab turnamen adalah salah satu indikator bagi atlet untuk terus berlatih menjaga kebugaran, tetap menajamkan skill dan performa untuk menghadapi masa-masa di era new normal nanti.

Selain itu, menurut Yefi, kejuaraan ini juga menjadi stimulus bagi para peserta karena dalam waktu dekat WT dan World Taekwondo Asia akan menggelar kejuaraan serupa. “Dengan adanya kejuaraan ini, paling tidak para peserta sudah memiliki pengalaman dan terbiasa dengan pola penilaian dan penggunaan teknologi yang digunakan.” Ujar Yefi.

Berikut adalah hasil kejuaraan :

Kategori Kadet Putra Prestasi :

Emas : BTJ Poomsae Team (Muhanmad Nadin Fathurrahnan.H)
Perak : BTJ Poomsae Team (Bagas Hardi Putra)
Perunggu : Kabupaten Tanggerang (Muammad Iqbal)
Perunggu : PPLP Kab. Katingan (M Habbil Fathi Farhat)

Kategori Kadet Putri Prestasi :

Emas : Acebon Kota Bandung (Jingga Joelanda Sukoco)
Perak : BTJ Poomsae Team (Zahra Ainun Shafira)
Perunggu : BTJ Poomsae Team (Keisha Aurelua Putri Amin)
Perunggu : BTJ Poomsae Team (Indhira Pradnya Wedasweri)

Kategori Junior Putra Prestasi :

Emas : SKO Ragunan Kemenpora (Johansen Vicenzo Angtolis)
Perak : SKO Ragunan Kemenpora (Muhammad Rizal)
Perunggu : BTJ Poomsae Team (Izzat Mohammad)
Perunggu : Sorowako Taekwondo Club/STC (Ahmad Atsqal Asqalani).

Kategori Junior Putri Prestasi :

Emas : BTJ Poomsae Team (Maheswari Enesia Irianto)
Perak : SKO Ragunan Kemenpora (Avisha Nabilla Shaman)
Perunggu : Kabupaten Tanggerang (Zahra Insani)
Perunggu : Kavuoaten Ranggerang (Novia Azzahra)

Continue Reading
Advertisement

Trending

Copyright © 2019 HarianSentana.com. Theme by PT. Ciptamedia Kreasi.