Musik & Film
Kuasa Hukum Pedangdut Tessa Mariska Layangan Somasi Kedua

Tessa Mariska bersama kuasa hukumnya, Henry Indraguna, layangkan somasi ke 2 kepada Dian G4ul di Jakarta, Senin (25/11/2019)
Jakarta, HarianSENTANA
Kuasa hukum pedangdut Tessa Mariska, Henry Indraguna kembali melayangkan surat somasi kedua kepada mantan personel G4UL, Nurdiansah atau Dian G4ul, hal ini di lakukan mengingat surat somasi pertama sampai batas waktu 3×24 tidak juga direspon oleh pihak Dian G4ul.
“Somasi yang pertama belum di tanggapi hingga saat ini, mungkin rekan kita terlalu sibuk, sehingga ga membalas somasi kita yang pertama. Somasi yang pertama berakhir kemarin dan sekarang kita sampaikan surat somasi yang kedua,” ujar Henry kepada wartawan di bilangan Permata Hijau Jakarta Selatan, Senin (25/11/2019).
Dikatakan Henry, materi somasi yang kedua pun tidak jauh berbeda dengan dengan yang pertama. “Kami masih menunggu itikat baik dari saudara Dian G4ul. Datang dan temui kami untuk mediasi kita ambil jalan yang terbaik. Dan buat permintaan maaf melalui media mengingat klien kami Tessa Mariska sudah sangat di cemarkan nama baiknya,” tegasnya.
Henry menyatakan jika somasi yang kedua tidak juga di respon, maka dirinya selaku kuasa hukum Tessa Mariska akan melakukan tindakan hukum dengan melaporan saudara Dian G4ul ke Polda Metro Jaya.
“Kami berikan waktu 3×24 atas somasi yang kedua ini jika, apabila pihak Dian G4ul tidak respon, maka kami akan lakukan upayakan hukum dan buat laporan ke polisi, dengan laporan dugaan penyerangan kehormatan dan disertai fitnah yang dilakukan di media massa yang diatur dalam 27 Ayat (3) jo Pasal 45 UU ITE,” ujar Henry.
Sementara, Tessa Mariska menyatakan, menyesal mengenalkan Dian pada Barbie untuk menggarap lagu bertema “Ikan Asin” yang diinginkan oleh Barbie sebelumnya. Hal ini pula yang membuat Tessa bingung kenapa dirinya turut disomasi oleh Dian. “Dia (Barbie Kumalasari) mau duet sama saya. Nanya ke saya ada orang yang bisa ciptain lagu enggak, nah saya kenalin ke Dian G4UL,” jelas Tessa.
Berkait kerugian yang diklaim oleh Dian, Tessa tak mengetahui bagaimana itu bisa terjadi. Menurut Tessa, tak ada kesepakatan tertulis berkait nominal dan lain-lain. Akan tetapi, Tessa mengaku bahwa ia dan Barbie telah memberikan sejumlah uang kepada Dian. Uang itu untuk tanda jadi dirinya akan rekaman di sebuah studio.
“Saya transfer Rp 2 juta untuk sewa studio, dan Barbie Rp 3 juta. Ketika Dian G4ul menghubungi saya untuk melakukan take vocal saya hadir. Jadi inti saya telah memenuhi semua keinginannya,” terang Tessa.
Editor: Pangihutan S
Hiburan
Piyu Padi Perkenalkan Mantra Digital: Era Baru Transparansi dan Keadilan bagi Industri Musik Indonesia
JAKARTA — Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap isu pengelolaan royalti dan transparansi data dalam industri musik nasional, musisi legendaris Piyu Padi secara resmi memperkenalkan Mantra Digital, sebuah platform teknologi
berbasis data yang dirancang untuk memperkuat ekosistem musik Indonesia secara adil, terbuka, dan berkelanjutan.
“Mantra Digital merupakan wujud komitmen saya dalam memperjuangkan hak-hak musisi dan insan kreatif, khususnya dalam hal akses terhadap data karya dan nilai ekonominya. Platform ini dikembangkan bukan sebagai lembaga penarik atau pengelola
royalti, melainkan sebagai tools system yang membangun transparansi, akuntabilitas, dan
kesetaraan akses informasi di dalam industri musik,” kata Piyu dalam rilisnya.
Piyu menjelaskan, melalui dashboard terintegrasi, Mantra Digital memungkinkan musisi, komposer, publisher, hingga produser untuk mencatat, mengelola, dan memantau data karya secara sistematis dan transparan.
“Seluruh pihak dalam ekosistem dapat melihat data yang sama, pada waktu yang sama, sesuai dengan hak dan perannya masing-masing,” jelas Piyu.
Kehadiran Mantra Digital diarahkan sebagai solusi struktural atas persoalan mendasar industri musik Indonesia – yakni ketimpangan akses informasi dan lemahnya pengelolaan data. Dengan pendekatan teknologi, Mantra Digital mendorong terciptanya ekosistem industri yang lebih sehat, di mana kepercayaan dibangun melalui sistem yang terukur, bukan sekadar asumsi atau relasi personal.
“Sebagai langkah awal implementasi, Mantra Digital menjalin kolaborasi strategis dengan PT Handhindra Jeka untuk melakukan optimalisasi dan penataan data karya-karya
legendaris JK Record. Kolaborasi ini menjadi model awal penerapan sistem transparansi berbasis teknologi yang dikembangkan oleh Mantra Digital,” tegasnya.
Piyu menyebut Masalah terbesar industri musik kita bukan pada talenta, tetapi pada sistem. Musisi terlalu lama berjalan tanpa visibilitas data atas karyanya sendiri.
“Mantra Digital hadir
untuk mengembalikan kendali informasi itu kepada pemilik hak – secara terbuka, terukur, dan adil,” terangnya.
Piyu menyebut yang ditawarkan Mantra Digital bukan sekadar platform, melainkan perubahan cara industri musik memandang kepemilikan dan kekuasaan atas data. Selama ini, persoalan
royalti sering dipersempit pada soal siapa yang menarik dan membagi, padahal persoalan utamanya adalah siapa yang memegang data dan siapa yang memiliki akses terhadapnya.
“Mantra Digital hadir bukan sebagai lembaga penarik royalti, bukan regulator, dan bukan penguasa karya. Mantra diposisikan sebagai arsitektur system – sebuah platform tools yang mencatat karya secara terstruktur, menampilkan data secara transparan, dan memungkinkan seluruh pihak dalam ekosistem melihat data yang sama, pada waktu yang sama,” terangnya.
Piyu juga menyebut, Mantra Digital tidak mengambil alih hak, melainkan mengembalikan kendali informasi kepada pemilik hak.
Dampak bagi Ekosistem Musik
Mantra Digital tidak dibangun untuk segelintir musisi besar, tetapi untuk seluruh ekosistem industri musik Indonesia. Bagi musisi independen dan komposer daerah, Mantra Digital menyediakan pencatatan
karya yang rapi, kepemilikan yang jelas, serta riwayat penggunaan yang dapat ditelusuri, sehingga membuka akses kerja sama yang lebih adil tanpa kehilangan posisi tawar.
“Bagi publisher dan label, Mantra Digital menyederhanakan pengelolaan katalog dan kontrak. Data menjadi aset produktif, akuntabilitas meningkat, dan potensi konflik dapat
diminimalkan,” tegasnya.
Bagi industri musik nasional, Mantra Digital mendorong standar kerja berbasis sistem dan data, bukan relasi personal, agar industri musik Indonesia sejajar dengan ekosistem global yang menuntut transparansi dan auditabilitas.
Bagi negara dan masa depan industri, ekosistem data yang rapi memudahkan sinkronisasi
kebijakan, perlindungan hak cipta, serta pertumbuhan ekonomi kreatif yang berkelanjutan
tanpa perlu menambah lembaga baru.
Posisi Mantra Digital dalam Lanskap Industri Mantra Digital tidak berdiri di atas siapa pun dan tidak melawan siapa pun. Platform ini tidak menggantikan lembaga yang sudah ada, melainkan mengisi ruang transparansi data dan
keterbukaan sistem yang selama ini belum terbangun.
Mantra Digital adalah infrastruktur netral, tempat seluruh pihak dapat berdiri sejajar karena berpijak pada data yang sama.
Melalui Mantra Digital, Piyu Padi mengajak seluruh pelaku industri musik Indonesia untuk beralih menuju ekosistem yang lebih terbuka, terukur, dan berkeadilan. Dengan teknologi yang tepat dan semangat kolaborasi, Mantra Digital diharapkan menjadi fondasi baru bagi masa depan industri musik Indonesia yang lebih efisien, sehat, dan bermartabat.
Hiburan
Nona Setimba Jadi Karya Van Oo Berkarir di Dunia Musik
JAKARTA – Industri musik Indonesia kembali menghadirkan wajah baru dengan latar belakang pengalaman panjang. Vanna Leonardo Nainggolan atau Van Oo bukan nama baru didunia musik, dirinya pernah berkarya bersama grup musik trio Batak pada 2020 lalu
Bersama grup musik tersebut Van oo sempat menelurkan dua single yakni Tintin Parsirangan dan Lidya, namun di tahun 2025 ini dirinya memutuskan untuk menjalani solo karir.
Keputusan ini diwujudkan melalui perilisan lagu berjudul ‘Nona Setimba yang lagunya sendiri diciptakan oleh Iyan Barus yang dipilih sebagai karya pembuka perjalanan barunya.
“Nona Setimba itu artinya Setengah Timur Batak. Dimana lagunya sendiri mengikuti trend yang tengah hype sekarang yang lebih mengangkat lagu-lagu dari timur Indonesia makanya kita keluarkan lagu ini sebagai upaya kita berkarya di industri musik Indonesia,” ungkap Van Oo saat ditemui di Kawasan Kemang Jakarta Selatan, Selasa (16/12/2025).
Diterangkan Van Oo, dirinya tidak merasa kesulitan menyanyikan lagu berbahasa timur lantaran selama ini dirinya sebagai penyanyi sudah kerap kali bernyanyi dengan lagu-lagu berbahasa timur.
“Kalau kesulitan enggak nyanyi lagu-lagu timur karena kita orang Batak itu sering nyanyi lagu-lagu berbahasa timur jadi enggak ada kesulitan sama sekali,” tambahnya.
Dilokasi yang sama Produser Van Oo yakni John Boy dari label Jalur Bintang Musik terus berupaya untuk menghadirkan visi untuk menggabungkan identitas lokal dengan pendekatan produksi modern, sehingga karya yang dihasilkan tidak hanya memiliki kekuatan budaya.
“Jalur Bintang Musik sebagai label rekaman baru memang terus berupaya untuk memberikan kesempatan pada penyanyi-penyanyi berbakat di Indonesia yang mungkin kurang kesempatan untuk bisa tampil di level nasional,” jelasnya.
“Dan Van Oo ini sebagai upaya kita menghadirkan talenta-talenta baru di dunia musik agar musik di Indonesia bisa bervariasi dan kedepan kita akan juga hadirkan penyanyi-penyanyi berbakat dan berkarakter agar bisa dapat kesempatan untuk melebarkan sayap dan karyanya di industri musik Tanah Air,” tutup JB.
Musik & Film
Sempat Galau Rilis Single Pendengar Cerita, Begini Kata Angga Chandra
BOGOR, SENTANA – Penyanyi pop yang viral dengan lagu ‘Sekecewa Itu’ Angga Chandra kembali merilis single lagu miliknya. Berlokasi di Bogor Jawa Barat, Angga merilis lagu berjudul Pendengar Cerita yang merupakan ciptaan Dudy Yusuf.
Dalam keterangannya Angga menjelaskan Lagu ini bercerita tentang keresahan seseorang yang menjadi pendengar cerita namun dia gak pernah berani untuk mengungkapkan.
“Hingga akhirnya si temannya tak menyadari perasaan itu dan memilih pergi dengan lain,” ucap Angga dalam keterangannya.
Lebih lanjut, Angga menuturkan jika proses pembuatan lagu ini memakan waktu hingga 6 bulan. Dia menuturkan awalnya bahkan enggan merilis lagu ini sebagai singlenya.
“Awalnya saya tak mau merilis single yang ini, namun setelah bertanya kepada rekan dan kerabat serta istrinya. Dari 30 kerabat 20 diantaranya meminta saya untuk merilis single ini. Dan akhirnya kita rilis hari ini,” tegasnya.
Dilokasi yang sama, pencipta lagu Pendengar Cerita, Dudy Yusuf menuturkan jika lagunya ini sempat tak digubris oleh Angga saat dia memberikan liriknya.
“Lag ini memang saya ciptakan untuk dia karena melihat karakter suaranya. Namun saat pemberian pertama kali itu seperti diabaikan. Mungkin karena waktu itu dia sibuk, hingga akhirnya menanyakan lagu ini sudah ada penyanyinya atau belum,” ucapnya.
Masih ditempat yang sama Bimo Maxim sebagai seorang produser mengatakan berencana membawa Angga Candra untuk menjadi pengisi konser dengan beberapa band.
“Ada rencananya beberapa konser yang dilakukan oleh salah satu band yang lumayan besar. Dan nanti Angga akan terlibat dalam konser tersebut,” tegasnya.
Untuk saat ini lagu Pendengar cerita sudah bisa didengarkan di beberapa platform pemutar musik. Sementara bersamaan dengan ini video klip juga sudah ditayangkan di YouTube.
Dibintangi artis ternama , Asyiraf Jamall & Putri Ziani dan Angga Chandra mennjadikan video clip itu semakin bernyawa dan bisa mnegantarkan pesan.
-
Ibukota7 days agoDPRD DKI Minta Pemprov DKI Jakarta Segera Atasi Masalah RDF Rorotan
-
Kesehatan5 days agoPT Fast Beauty Indonesia Dukung Generasi Muda Melalui Program CSR “Glow Up with Knowledge” di SMKN 74 Jakarta Selatan.
-
Ibukota2 days agoKerja Bakti Massal “Jaga Jakarta Bersih” Digelar di Kelurahan Pademangan Barat
-
Polhukam4 days agoAkhirnya, Bimtek Nasional DPRD F-PPP Dibatalkan

