Connect with us

Musik & Film

Diambil Dari Kisah Nyata, Jeritan Malam Film Berbiaya Mahal

Published

on

Sutradara Rocky Soraya dan pemain film Jeritan Malam di Jakarta, Minggu (8/12/2019) malam.

Jakarta, HarianSentana.com

Sutradara Film Jeritan Malam Rocky Soraya menyatakan, film horor terbarunya merupakan salah satu film horor termahal yang pernah dibuat di Indonesia, karena untuk pembuatan film-nya kira-kira menghabiskan Rp. 20 Miliar, yang artinya film ini mengalahkan angka produksi film horor lainnya.

“Buat saya wajar film ini menghabiskan biaya Rp. 20 miliar, karena memang lokasi syuting yang tidak pernah sekalipun digunakan, dan keseriusan dan kami juga banyak dibangun set kecil. Salah satunya yang di tengah hutan dan itu harus spesifik dibangunnya. Dan selama proses syuting menggunakan banyak peralatan canggih. CGI di sini minimal. Karena kita pakai practical dan itu yang bikin lebih mahal. Kru banyak, teknisnya ribet, dan kita yakin film ini akan bisa meraih simpati besar dari masyarakat,” ujar Suni Soraya usai press screnning film Jerita Malam, Minggu (8/12/2019) di Eppicentrum Jakarta.

Film yang dibintangi Herjunot Ali, Cinta Laura, dan Wingky Wiryawan ini total menghabiskan waktu syuting hingga 54 hari. Dengan menggunakan lokasi-lokasi yang nyata dan memang dikenal dengan keangkerannya, yakni di daerah Sukabumi dan Banyuwangi.

“Film ini diangkat dari kisah nyata sahabat penulisnya yang pernah diangkat di Kaskus. Di mana film ini tidak akan menampilkan sosok hantu seperti kebanyakan film horor pada umumnya. Namun yang diangkat adalah kisah dan mitos bercampur budaya yang ada di Indonesia. Mengambil lokasi syuting di Sukabumi dan Banyuwangi dengan 54 hari syuting. Yang saya kagum para pemainnya bisa memunculkan emosi tersendiri, sehingga film Jerita Malam benar-benar film horor spesial tanpa menghadirkan pocong, setan, gondoruo,” terang Rocky.

Berbeda dengan bebebrapa film horor di Indonesia yang lain, yang biasanya bintang utamanya diperankan oleh wanita, di film ini pihak rumah produksi Soraya Intercine mengetengahkan cerita tentang tiga tokoh laki-laki, sebagai bintang utamanya. Lalu bagaimana mereka menggali chemistry agar bisa klop saat bermain.

“Untuk bisa klop satu sama lain, kita memang harus benar-benar mengerti karakter masing-masing. Biar gak ada jarak, dan kebetulan Wingky Wiryawan termasuk orang yang jahil. Dari situ akhirnya kita dapet chemistrynya. Sama-sama saling bantu saat kita akting sendiri dan mengasyiklah pokoknya,” terang Herjunot Ali.

Cinta Laura yang memerankan tokoh Wulan.Wulan merupakan kekasih karakter utama Reza, yang diperankan Herjunot Ali. Kata Cinta, ada tantangan tersendiri saat memerankan tokoh Wulan gadis asal Bogor.

“Aku memerankan karakter Wulan, perempuan asal Bogor. Ini jadi challenge yang baru buat aku. Pertama dari karakternya sangat-sangat beda sama film aku yang dulu-dulu. Aku jadi orang Bogor, harus belajar cara bicara yang benar. Aku kesulitan bicara ala orang Bogor, karena aksen Inggris aku yang masih kental. Namun aku berjuang keras agar karakter Wulan sesuai dengan harapan,” ujar Cinta

Editor: Pangihutan S

 

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hiburan

Piyu Padi Perkenalkan Mantra Digital: Era Baru Transparansi dan Keadilan bagi Industri Musik Indonesia

Published

on

JAKARTA — Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap isu pengelolaan royalti dan transparansi data dalam industri musik nasional, musisi legendaris Piyu Padi secara resmi memperkenalkan Mantra Digital, sebuah platform teknologi
berbasis data yang dirancang untuk memperkuat ekosistem musik Indonesia secara adil, terbuka, dan berkelanjutan.

“Mantra Digital merupakan wujud komitmen saya dalam memperjuangkan hak-hak musisi dan insan kreatif, khususnya dalam hal akses terhadap data karya dan nilai ekonominya. Platform ini dikembangkan bukan sebagai lembaga penarik atau pengelola
royalti, melainkan sebagai tools system yang membangun transparansi, akuntabilitas, dan
kesetaraan akses informasi di dalam industri musik,” kata Piyu dalam rilisnya.

Piyu menjelaskan, melalui dashboard terintegrasi, Mantra Digital memungkinkan musisi, komposer, publisher, hingga produser untuk mencatat, mengelola, dan memantau data karya secara sistematis dan transparan.

“Seluruh pihak dalam ekosistem dapat melihat data yang sama, pada waktu yang sama, sesuai dengan hak dan perannya masing-masing,” jelas Piyu.

Kehadiran Mantra Digital diarahkan sebagai solusi struktural atas persoalan mendasar industri musik Indonesia – yakni ketimpangan akses informasi dan lemahnya pengelolaan data. Dengan pendekatan teknologi, Mantra Digital mendorong terciptanya ekosistem industri yang lebih sehat, di mana kepercayaan dibangun melalui sistem yang terukur, bukan sekadar asumsi atau relasi personal.

“Sebagai langkah awal implementasi, Mantra Digital menjalin kolaborasi strategis dengan PT Handhindra Jeka untuk melakukan optimalisasi dan penataan data karya-karya
legendaris JK Record. Kolaborasi ini menjadi model awal penerapan sistem transparansi berbasis teknologi yang dikembangkan oleh Mantra Digital,” tegasnya.

Piyu menyebut Masalah terbesar industri musik kita bukan pada talenta, tetapi pada sistem. Musisi terlalu lama berjalan tanpa visibilitas data atas karyanya sendiri.

“Mantra Digital hadir
untuk mengembalikan kendali informasi itu kepada pemilik hak – secara terbuka, terukur, dan adil,” terangnya.

Piyu menyebut yang ditawarkan Mantra Digital bukan sekadar platform, melainkan perubahan cara industri musik memandang kepemilikan dan kekuasaan atas data. Selama ini, persoalan
royalti sering dipersempit pada soal siapa yang menarik dan membagi, padahal persoalan utamanya adalah siapa yang memegang data dan siapa yang memiliki akses terhadapnya.

“Mantra Digital hadir bukan sebagai lembaga penarik royalti, bukan regulator, dan bukan penguasa karya. Mantra diposisikan sebagai arsitektur system – sebuah platform tools yang mencatat karya secara terstruktur, menampilkan data secara transparan, dan memungkinkan seluruh pihak dalam ekosistem melihat data yang sama, pada waktu yang sama,” terangnya.

Piyu juga menyebut, Mantra Digital tidak mengambil alih hak, melainkan mengembalikan kendali informasi kepada pemilik hak.

Dampak bagi Ekosistem Musik
Mantra Digital tidak dibangun untuk segelintir musisi besar, tetapi untuk seluruh ekosistem industri musik Indonesia. Bagi musisi independen dan komposer daerah, Mantra Digital menyediakan pencatatan
karya yang rapi, kepemilikan yang jelas, serta riwayat penggunaan yang dapat ditelusuri, sehingga membuka akses kerja sama yang lebih adil tanpa kehilangan posisi tawar.

“Bagi publisher dan label, Mantra Digital menyederhanakan pengelolaan katalog dan kontrak. Data menjadi aset produktif, akuntabilitas meningkat, dan potensi konflik dapat
diminimalkan,” tegasnya.

Bagi industri musik nasional, Mantra Digital mendorong standar kerja berbasis sistem dan data, bukan relasi personal, agar industri musik Indonesia sejajar dengan ekosistem global yang menuntut transparansi dan auditabilitas.

Bagi negara dan masa depan industri, ekosistem data yang rapi memudahkan sinkronisasi
kebijakan, perlindungan hak cipta, serta pertumbuhan ekonomi kreatif yang berkelanjutan
tanpa perlu menambah lembaga baru.

Posisi Mantra Digital dalam Lanskap Industri Mantra Digital tidak berdiri di atas siapa pun dan tidak melawan siapa pun. Platform ini tidak menggantikan lembaga yang sudah ada, melainkan mengisi ruang transparansi data dan
keterbukaan sistem yang selama ini belum terbangun.

Mantra Digital adalah infrastruktur netral, tempat seluruh pihak dapat berdiri sejajar karena berpijak pada data yang sama.

Melalui Mantra Digital, Piyu Padi mengajak seluruh pelaku industri musik Indonesia untuk beralih menuju ekosistem yang lebih terbuka, terukur, dan berkeadilan. Dengan teknologi yang tepat dan semangat kolaborasi, Mantra Digital diharapkan menjadi fondasi baru bagi masa depan industri musik Indonesia yang lebih efisien, sehat, dan bermartabat.

Continue Reading

Hiburan

Nona Setimba Jadi Karya Van Oo Berkarir di Dunia Musik

Published

on

JAKARTA – Industri musik Indonesia kembali menghadirkan wajah baru dengan latar belakang pengalaman panjang. Vanna Leonardo Nainggolan atau Van Oo bukan nama baru didunia musik, dirinya pernah berkarya bersama grup musik trio Batak pada 2020 lalu

Bersama grup musik tersebut Van oo sempat menelurkan dua single yakni Tintin Parsirangan dan Lidya, namun di tahun 2025 ini dirinya memutuskan untuk menjalani solo karir.

Keputusan ini diwujudkan melalui perilisan lagu berjudul ‘Nona Setimba yang lagunya sendiri diciptakan oleh Iyan Barus yang dipilih sebagai karya pembuka perjalanan barunya.

“Nona Setimba itu artinya Setengah Timur Batak. Dimana lagunya sendiri mengikuti trend yang tengah hype sekarang yang lebih mengangkat lagu-lagu dari timur Indonesia makanya kita keluarkan lagu ini sebagai upaya kita berkarya di industri musik Indonesia,” ungkap Van Oo saat ditemui di Kawasan Kemang Jakarta Selatan, Selasa (16/12/2025).

Diterangkan Van Oo, dirinya tidak merasa kesulitan menyanyikan lagu berbahasa timur lantaran selama ini dirinya sebagai penyanyi sudah kerap kali bernyanyi dengan lagu-lagu berbahasa timur.

“Kalau kesulitan enggak nyanyi lagu-lagu timur karena kita orang Batak itu sering nyanyi lagu-lagu berbahasa timur jadi enggak ada kesulitan sama sekali,” tambahnya.

Dilokasi yang sama Produser Van Oo yakni John Boy dari label Jalur Bintang Musik terus berupaya untuk menghadirkan visi untuk menggabungkan identitas lokal dengan pendekatan produksi modern, sehingga karya yang dihasilkan tidak hanya memiliki kekuatan budaya.

“Jalur Bintang Musik sebagai label rekaman baru memang terus berupaya untuk memberikan kesempatan pada penyanyi-penyanyi berbakat di Indonesia yang mungkin kurang kesempatan untuk bisa tampil di level nasional,” jelasnya.

“Dan Van Oo ini sebagai upaya kita menghadirkan talenta-talenta baru di dunia musik agar musik di Indonesia bisa bervariasi dan kedepan kita akan juga hadirkan penyanyi-penyanyi berbakat dan berkarakter agar bisa dapat kesempatan untuk melebarkan sayap dan karyanya di industri musik Tanah Air,” tutup JB.

Continue Reading

Musik & Film

Sempat Galau Rilis Single Pendengar Cerita, Begini Kata Angga Chandra

Published

on

BOGOR, SENTANA – Penyanyi pop yang viral dengan lagu ‘Sekecewa Itu’ Angga Chandra kembali merilis single lagu miliknya. Berlokasi di Bogor Jawa Barat, Angga merilis lagu berjudul Pendengar Cerita yang merupakan ciptaan Dudy Yusuf.

Dalam keterangannya Angga menjelaskan Lagu ini bercerita tentang keresahan seseorang yang menjadi pendengar cerita namun dia gak pernah berani untuk mengungkapkan.

“Hingga akhirnya si temannya tak menyadari perasaan itu dan memilih pergi dengan lain,” ucap Angga dalam keterangannya.

Lebih lanjut, Angga menuturkan jika proses pembuatan lagu ini memakan waktu hingga 6 bulan. Dia menuturkan awalnya bahkan enggan merilis lagu ini sebagai singlenya.

“Awalnya saya tak mau merilis single yang ini, namun setelah bertanya kepada rekan dan kerabat serta istrinya. Dari 30 kerabat 20 diantaranya meminta saya untuk merilis single ini. Dan akhirnya kita rilis hari ini,” tegasnya.

Dilokasi yang sama, pencipta lagu Pendengar Cerita, Dudy Yusuf menuturkan jika lagunya ini sempat tak digubris oleh Angga saat dia memberikan liriknya.

“Lag ini memang saya ciptakan untuk dia karena melihat karakter suaranya. Namun saat pemberian pertama kali itu seperti diabaikan. Mungkin karena waktu itu dia sibuk, hingga akhirnya menanyakan lagu ini sudah ada penyanyinya atau belum,” ucapnya.

Masih ditempat yang sama Bimo Maxim sebagai seorang produser mengatakan berencana membawa Angga Candra untuk menjadi pengisi konser dengan beberapa band.

“Ada rencananya beberapa konser yang dilakukan oleh salah satu band yang lumayan besar. Dan nanti Angga akan terlibat dalam konser tersebut,” tegasnya.

Untuk saat ini lagu Pendengar cerita sudah bisa didengarkan di beberapa platform pemutar musik. Sementara bersamaan dengan ini video klip juga sudah ditayangkan di YouTube.

Dibintangi artis ternama , Asyiraf Jamall & Putri Ziani dan Angga Chandra mennjadikan video clip itu semakin bernyawa dan bisa mnegantarkan pesan.

Continue Reading
Advertisement

Trending