Connect with us

Nasional

Kemhan Beri Piagam Bela Negara Kepada Warga NTT eks-Timor Timur

Published

on

Kupang, Hariansentana.com – Kementerian Pertahanan (Kemhan) melanjutkan pemberian penghargaan kepada 11.845 Warga Negara Indonesia di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang pernah berperan aktif dalam mempertahankan keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dalam sambutannya yang disampaikan oleh Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kemhan RI Mayjen TNI Dadang Hendrayudha pada Kamis (5/3) menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat NTT yang memilih untuk tetap menjadi warga negara Indonesia setelah jajak pendapat referendum Timor Timur pada tahun 1999.

Hal ini disampaikan pada kegiatan Penyerahan Piagam dan Pin Bela Negara kepada 328 warga NTT yang bertempat di Pangkalan Udara El Tari, Kupang, NTT. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan menaati protokol kesehatan pencegahan COVID-19 dengan hanya menghadirkan 100 penerima di ruang terbuka dengan menjaga jarak.

Prabowo dalam sambutannya yang disampaikan Dadang di hadapan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur dan para pejabat Forkopinda Provinsi NTT dan Kota Kupang, mengatakan bahwa kegiatan ini dapat dijadikan momentum untuk menumbuh kembangkan semangat bela negara bagi semua komponen bangsa.

“Saudara-saudara berhak menerima penghargaan atas jasa dan pengorbanan dalam mempertahankan keutuhan wilayah NKRI. Piagam penghargaan dan pin bela negara ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah untuk memberi dan memperhatikan jasa serta perjuangan para pejuang untuk mempertahankan keutuhan dan kedaulatan bangsa Indonesia serta mengukuhkan saudara-saudara sekalian sebagai kader bela negara,” ujar Menhan Prabowo

Prabowo menggarisbawahi bahwa jasa serta pengorbanan masyarakat NTT yang telah setia dan berjuang untuk membela dan mempertahankan kedaulatan NKRI tidak boleh dilupakan. Oleh karena itu, pemerintah perlu memberikan sebuah Piagam Penghargaan Bela Negara yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Pertahanan tentang Pemberian Penghargaan Patriot Bela Negara Kepada Masyarakat NTT.

Salah satu penerima piagam serta penyematan pin Bela Negara, Mayor Cpm, J. Cortereal, yang mewakili mendiang ayahnya Nzahril J. Cortereal untuk menerima piagam tersebut mengucapkan terima kasih kepada pemeritah, khususnya Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertahanan atas apresiasi terhadap warga NTT.

“Saya menerima piagam ini mewakili almarhum bapak saya. Baliau sama dengan rekan-rekan yang ada disini salah satu tokoh pejuang eks Tim-tim. di mana penghargaan ini jadi motivasi bagi kami yang masih muda melihat bagaimana kecintaan kepada tanah air”, ujar Cortereal.

Pria yang keseharian menjabat sebagai Komandan Detasemen Polisi Militer Kupang tersebut menceritakan bahwa alamarhum ayahnya rela bekorban harta benda, nyawa, termasuk semua keluarganya demi merah putih.

“Ayah saya bilang, beliau berjuang bukan hanya karena beliau tentara tapi karena prinsip mempertahankan kedaulatan negara,” pungkasnya.

Salah satu warga NTT lainnya yang menerima piagam tersebut, Augusto da Costa mengatakan dirinya berbahagia atas penghargaan pemerintah terhadap perjuangan masyarakat NTT selama ini. Ia pun mengungkapkan bahwa bela negara adalah hal yang perlu dilakukan oleh segenap masyarakat Indonesia lainnya demi kepentingan bersama.

“Makna bela negara menurut saya adalah membela kepentingan negara dan masyarakatnya, yang dijalankan dengan jiwa patriot dan jiwa juang,” katanya.

Sebelumnya, pada Desember 2020, Prabowo telah menyematkan piagam bela negara kepada 23 orang sebagai delegasi masyarakat NTT, salah satunya kepada tokoh pro integrasi Timor Timur sekaligus eks Wakil Panglima Milisi pro-Indonesia, Eurico Guterres.

Polhukam

Kapolres Bogor Pimpin Pengamanan Antisipasi Pergerakan Suporter Persija dan Persib di Wilayah Kabupaten Bogor

Published

on

By

Bogor, Hariansentana.com – Kapolres Bogor AKBP Wikha memimpin langsung apel pengamanan dalam rangka mengantisipasi pergerakan suporter Persija Jakarta dan Persib Bandung di wilayah Kabupaten Bogor, Sabtu (12/9/2026).

Apel pengamanan tersebut dilaksanakan di Mako Polres Bogor sebagai langkah kesiapsiagaan menyusul digelarnya pertandingan Persija Jakarta menghadapi Persib Bandung dalam lanjutan pekan kedua BRI Super League 2026/2027 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.

Kapolres Bogor menegaskan, jajaran Polres Bogor menerapkan Siaga Satu sebagai bentuk kesiapan dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di sejumlah titik yang dinilai rawan menjadi jalur pergerakan maupun tempat berkumpulnya suporter.

“Dalam Kegiatan ini Polres Bogor melakukan Siaga Satu untuk mengantisipasi suporter Persija dan Persib hari ini. Kami memperketat pengamanan di titik-titik rawan yang berpotensi menjadi lokasi berkumpulnya para suporter dari kedua belah pihak,” ujar AKBP Wikha kepada wartawan.

Menurutnya, langkah pengamanan tersebut merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian untuk memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan aman dan kondusif selama berlangsungnya pertandingan.

Kapolres juga menghimbau para pendukung kedua klub untuk mengedepankan sportivitas dan tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal yang dapat memicu gangguan keamanan.

“Saya berharap para fans Persija dan fans Persib agar dapat sama-sama menjaga ketertiban dan kenyamanan kita bersama. Siapa pun yang menang, itu hal yang biasa. Kita tetap jaga kondusifitas dan keamanan kita bersama,” tegasnya.

AKBP Wikha menambahkan, perbedaan dukungan terhadap klub sepak bola merupakan hal yang wajar. Namun, kecintaan terhadap klub hendaknya tidak diwujudkan dengan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun masyarakat lainnya.

Pertandingan Persija Jakarta kontra Persib Bandung sendiri dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (12/9/2026) pukul 15.30 WIB di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Dengan kesiapsiagaan personel dan penguatan pengamanan di sejumlah titik, Polres Bogor berkomitmen menjaga wilayah Kabupaten Bogor tetap aman dan kondusif, serta mencegah potensi gangguan keamanan yang dapat muncul sebelum maupun setelah pertandingan……Ron

Continue Reading

Polhukam

Bersama Aktivis ‘98, RAJADEM Nilai Nazali Lempo Layak Bawa Arus Balik Penegakan Hukum di INDONESIA

Published

on

Jakarta, hariansentana.com – AKTIVIS Rakyat Jaga Demokrasi (RAJADEM) bersama Aktivis ‘98 menilai Nazali Lempo layak untuk membawa arus balik penegakan hukum di Indonesia.

“Problematika penegakan hukum selama 81 tahun Indonesia merdeka belum pernah terwujud secara konsisten. Indonesia sebagai negara hukum masih dalam perspektif konstitusi, belum pada kenyataan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” kata koordinator RAJADEM yang juga aktivis ‘98, Panca Nainggolan, S.H, M.H, di Jakarta, Kemarin.

Sementara, menurut aktivis ‘98 lainnya, Apek Saiman, ada satu kekuatan besar yang mampu membuat “arus balik ” Penegakan hukum untuk kembali kepada Cita-cita Indonesia sebagai negara hukum.

“Secara sistem hukum sudah memadai, namun secara figur pelaksana penegakkan hukum mengalami krisis kepemimpinan penegak hukum. Oleh sebab itu, kita perlu figur yang memiliki keberanian, integritas dan bersih untuk membawa Indonesia kepada sebuah negara yang memiliki supremasi hukum,” kata Apek.

Dalam pengamatan mereka, dari hasil rekam jejak dan dialog bersama Nazali Lempo, ada harapan pada sosok yang dapat memimpin atau membawa arus balik penegakan hukum untuk tercipta Indonesia yang adil sejahtera dan beradab.

“Dari hasil pertemuan dan dialog tentang Penegakan Hukum dengan Nazali Lempo, saya merasakan adanya optimis dalam penegakan hukum di Indonesia melalui sosok Purnawirawan TNI AL yang terakhir menjabat Oditur Jenderal TNI tersebut,” ujar Panca.

“Saya menilai Nazali Lempo sebagai sosok pemberani, berintegritas yang mampuh menjawab problema penegakan hukum di Indonesia yang carut marut selama ini, kita berharap sosok Nazali Lempo dapat menjawab permasalahan penegakan hukum di Indonesia bukan hanya di daratan, problem carut marut penegakan hukum juga di perairan Indonesia yang mendekati 70 persen,” sambung Apek Saiman menambahkan.

Continue Reading

Ibukota

Jumat Berkah Peduli, Kapolres Metro Jakut Makan Siang Bersama Jamaah Masjid Madani

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com.– Usai menunaikan salat Jumat, suasana di Masjid Madani Polres Metro Jakarta Utara, Jumat (11/9/2026), belum sepenuhnya berakhir. Kali ini, suasana ibadah dilanjutkan dengan momen sederhana yang sarat makna.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol. Adhe Hariadi bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) memilih duduk bersama para jamaah untuk menikmati makan siang dalam kegiatan bertajuk Jumat Berkah Peduli.

Tidak ada sekat antara seragam kepolisian dan masyarakat. Kapolres bersama jajarannya makan dalam satu suasana yang penuh keakraban. Obrolan ringan dan komunikasi hangat mewarnai kebersamaan tersebut.
Bagi Polres Metro Jakarta Utara, kegiatan ini bukan sekadar agenda makan bersama. Jumat Peduli menjadi ruang untuk membangun silaturahmi sekaligus mendekatkan kepolisian dengan masyarakat secara langsung.

“Kami ingin kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi. Polisi tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga harus mampu hadir di tengah masyarakat dan membangun komunikasi yang baik,” ujar Kombes Pol. Adhe Hariadi.

Menurutnya, kedekatan dan komunikasi yang terjalin dengan masyarakat merupakan bagian penting dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di wilayah Jakarta Utara.

Melalui momen sederhana tersebut, pesan yang ingin dibangun pun terasa jelas: kehadiran polisi tidak selalu harus dalam situasi formal. Duduk bersama, berbincang, dan makan dalam satu meja juga menjadi cara untuk mendengar serta memahami masyarakat.

Polres Metro Jakarta Utara berharap kegiatan Jumat Peduli dapat terus memperkuat hubungan emosional antara polisi dan masyarakat. Dengan komunikasi yang semakin terbuka, kolaborasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat diharapkan semakin kuat.

Jumat itu pun ditutup dengan suasana hangat. Sebuah makan siang sederhana menjadi jembatan untuk membangun kedekatan bahwa menjaga kamtibmas bukan hanya tentang hadir ketika terjadi persoalan, tetapi juga tentang hadir, menyapa, dan menjadi bagian dari masyarakat.

Seluruh rangkaian kegiatan Jumat Berkah Peduli berlangsung aman, tertib, dan kondusif.(Sutarno)

Continue Reading
Advertisement

Trending