Polhukam
HUT ke-74 Persit KCK : Wujudkan Keluarga Sehat dan Berakhlak Mulia
Jakarta, Hariansentana.com – Masih dalam rangkaian peringatan HUT ke-74 Persatuan Istri Tentara Kartika Chandra Kirana (Persit KCK), yang jatuh pada tanggal 3 April 2020, Pengurus Pusat Persit KCK menyelenggarakan kegiatan Doa Bersama dan Ceramah Agama yang digelar di Lantai Dasar Gedung E Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad), Jumat (13/3/2020).
Demikian rilis yang disampaikan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Candra Wijaya usai menghadiri acara yang mengundang penceramah wanita kondang, Ustadzah dr. Hj. Aisah Dahlan Hussein, CHt.
Kadispenad mengatakan bahwa acara tersebut juga dihadiri oleh Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa beserta para pejabat utama Mabesad. “Doa Bersama ini digelar dalam rangka peringatan hari lahir Persit KCK yang ke-74, dan dihadiri sekitar 2.000 orang yang terdiri dari anggota Persit dari beberapa satuan di wilayah Jakarta dan perwakilan prajurit dan PNS yang berdinas di lingkungan Mabesad, serta mengundang pula anak-anak yatim dan para warakawuri,” terangnya.
Acara dibuka dengan persembahan Marawis dari Denzipur 3 Kodam Jaya, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan saritilawah. Acara berikutnya, sambutan Ketua Umum (Ketum) Persit KCK Ny. Hetty Andika Perkasa.
Dalam sambutannya, Ketum Persit menyampaikan tentang pentingnya fungsi keluarga sebagai tempat pendidikan pertama dan utama bagi putra-putri generasi penerus bangsa. Menurutnya, keluarga berperan penting dalam penanaman watak dan kepribadian, nilai-nilai budaya, nilai keagamaan dan moral bagi anak-anak.
“Tidak berlebihan apabila dikatakan bahwa kesuksesan suatu bangsa dimulai dari keberhasilan pembinaan dalam keluarga. Demikian halnya dalam kehidupan keluarga prajurit, keharmonisan dalam keluarga dan anak-anak yang mulia akhlaknya akan sangat mendukung para suami dalam menjalankan setiap tugas yang diamanatkan oleh negara,” ujarnya.
Ny. Hetty juga menyebut dr. Aisah Dahlan sebagai sosok yang patut ditiru, dimana selain berdinas sebagai dokter dalam keseharian, dr. Aisah juga menjadi penceramah, motivator, serta istri dan seorang ibu yang sukses dalam menciptakan keluarga yang harmonis dan bahagia.
“Peran strategis keluarga inilah yang mendasari tema kegiatan kita pada pagi hari ini, yaitu *Persit Kartika Chandra Kirana Berperan serta Mewujudkan Keluarga Sehat dan Berakhlak Mulia*. Mari kita menomorsatukan keluarga, wujudkan Persit yang sehat, TNI AD kuat!” ajak Ketum Persit yang disambut tepuk tangan seluruh undangan yang hadir sebagai tanda sepakat. Selain itu, Ny. Hetty mengajak seluruh undangan untuk menyimak tausiyah dr. Aisah Dahlan dan mengambil pelajaran dan hikmah dari apa yang disampaikan.
Usai memberikan sambutan, bersama dengan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa, Ketum Persit KCK memberikan Tali Asih kepada para warakawuri, anak-anak yatim, karyawan Persit Pusat dan karyawan Balai Keterampilan.
Sementara itu, dr. Aisah Dahlan memulai tausiyahnya dengan mengutip Al-Qur’an surat Al-Imran ayat 36 yang berbunyi “…… anak laki-laki tidaklah sama dengan anak perempuan …..” Berangkat dari ayat tersebut, dr. Aisah mengurai perbedaan-perbedaan antara laki-laki dan perempuan, baik dari segi anatomi tubuh, terutama fungsi organ otak, maupun faktor hormonalnya.
“Ketidaktahuan mengenai hal ini (perbedaan anatomi dan hormonal tadi), seringkali menyebabkan kesalahpahaman diantara istri kepada suami maupun ibu kepada anak lelakinya. Sehingga akhirnya menyebabkan pertengkaran, hingga hubungan rumah tangga dan keluarga menjadi tidak harmonis,” jelas ibu dari empat anak lelaki dan satu perempuan ini.
Dr. Aisah juga tak lupa memberi solusi yang disajikan dalam bentuk humor dalam setiap perbedaan yang bisa memicu kesalahpahaman antara laki-laki dan perempuan. “Syaraf-syaraf di otak perempuan saling tersambung antara otak kanan dan kiri, hal ini yang menyebabkan seorang perempuan bisa _multitasking_. Tapi efeknya, sering salah tunjuk arah. Makanya jangan heran kalau lihat ada ibu-ibu naik motor, _sen_-nya ke kanan, beloknya ke kiri. Mohon maaf ya Pak, bukan mau kami begitu, tapi itu karena anatomi otak kami yang seperti itu,” ujarnya memberi contoh, yang spontan menuai gelak tawa dari hadirin.
Usai tausiyah yang sarat pengetahuan namun penuh tawa dari dr. Aisah Dahlan, keceriaan para undangan yang hadir semakin bertambah kala Ketum Persit KCK memberikan beberapa pertanyaan berhadiah kepada hadirin, disambung dengan pengundian _doorprize_ untuk tiga orang yang beruntung.
Selain Kasad dan Ketum Persit KCK, acara tersebut juga dihadiri Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman, Irjenad, para Asisten Kasad, para Komandan/Kepala Balakpus TNI AD, para pejabat Mabesad, Waketum Persit KCK Ny. Dewi Tatang Sulaiman beserta Pengurus Pusat, tamu undangan dari Persit Daerah, para warakawuri, anak-anak yatim, serta perwakilan prajurit dan PNS di lingkungan Mabesad.
Polhukam
Bawa Salam Rindu Presiden, Menko Polkam Djamari Chaniago Tinjau Percepatan Pembangunan di Wamena
Wamena, Hariansentana.com – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, melaksanakan kunjungan kerja ke Provinsi Papua Pegunungan, Selasa (2/12/2025), dengan membawa pesan khusus dari Presiden Republik Indonesia. Kunjungan ini bertujuan meninjau langsung progres percepatan pembangunan, sekaligus menyerap informasi yang akan dibawa ke tingkat pusat.
Menko Djamari beserta rombongan tiba di Bandara Wamena dan disambut secara adat oleh Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo, dan jajaran Forkopimda. Penyambutan ditandai dengan tarian tradisional dan prosesi pengalungan noken. Dalam keterangannya kepada wartawan, Menko Polkam menyampaikan inti dari kunjungannya.
“Kedatangan kami ke sini ingin menyampaikan salam rindu Bapak Presiden Prabowo Subianto pada masyarakat di Papua Pegunungan. Sekaligus saya mengumpulkan sejumlah informasi yang saya dapat di sini ke Jakarta agar menjadi perhatian,” ujar Menko Djamari Chaniago.
Soroti Jalan Trans Papua dan Aspirasi Pendidikan
Menko Polkam meninjau sejumlah isu penting di Wamena yang menjadi perhatian pemerintah pusat, terutama yang berkaitan dengan konektivitas dan akses pendidikan.

Dalam hal transportasi, Menko Djamari menyadari bahwa masyarakat di Wamena, Jayawijaya, dan sekitarnya masih sangat mengandalkan jalur udara untuk pergerakan manusia maupun barang. Merespons hal tersebut, Menko Polkam memaparkan progres pembangunan jalur darat Trans Papua.
“Pemerintah sudah sangat mengusahakan hal tersebut. Jalur darat yang akan menghubungkan antara Jayapura dengan Wamena sepanjang kira-kira 700 kilometer, saat ini tinggal menyisakan sekitar 50 kilometer untuk rampung,” ungkapnya.
Ia menegaskan komitmennya untuk segera menyelesaikan infrastruktur tersebut.
“Ini salah satu upaya dalam rangka membuka daerah ini lewat darat. Ini akan saya bicarakan dengan Menteri Pekerjaan Umum,” tambahnya.
Selain itu, isu pendidikan juga menjadi catatan Menko Polkam, di mana terdapat aspirasi masyarakat untuk memiliki perguruan tinggi, spesifiknya kehadiran cabang Universitas Cenderawasih (UNCEN) di Papua Pegunungan.
Kunjungan kerja ini turut didampingi oleh Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) yang menunjukkan koordinasi kuat antara pusat dan daerah dalam upaya percepatan pembangunan.(***)
Polhukam
Penguatan Penegakan Hukum dan Good Governance Sebagai Pondasi Pemerintah Bersih dan Berintegritas
Jakarta, Hariansentana.com – Mahkamah Agung Republik Indonesia menegaskan komitmennya dalam memperkuat penegakan hukum sebagai fondasi utama mewujudkan pemerintahan yang bersih, berintegritas dan berlandaskan prinsip good governance.
Melalui keterangannya, Rabu (26/11), Kepala Badan Urusan Administrasi Mahkamah Agung Republik Indonesia, Dr. H. Sobandi, S.H, M.H, menegaskan pentingnya penguatan penegakan hukum sebagai pondasi utama dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, berintegritas dan berorientasi pada prinsip good governance.

Pernyataan ini disampaikan dalam rangka memperkuat komitmen bersama menghadapi tantangan penyelenggaraan negara yang semakin kompleks di era digital dan dinamika global saat ini.
Dalam pandangannya, Dr. Sobandi menekankan bahwa, pemerintah yang bersih dan berintegritas merupakan cita-cita kolektif seluruh bangsa Indonesia. “Upaya penegakan hukum yang dilakukan secara tegas, transparan dan tanpa pandang bulu adalah fondasi penting yang menentukan kualitas tata kelola pemerintahan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa, penegakan hukum tidak boleh berhenti pada aspek penindakan semata, melainkan harus mencakup pembangunan sistem yang mampu mencegah potensi penyimpangan sedari awal.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa, upaya pencegahan dapat diwujudkan melalui penguatan mekanisme pengawasan internal, perbaikan proses kerja, serta penumbuhan budaya integritas di seluruh tingkatan birokrasi, baik pusat maupun daerah.
Menurutnya, integritas merupakan prasyarat utama lahirnya keadilan yang berkelanjutan. “Integritas adalah roh dari kekuasaan kehakiman, tanpa integritas, keadilan kehilangan maknanya,” tegas Dr. Sobandi.
Dalam konteks reformasi birokrasi nasional, Mahkamah Agung terus mendorong percepatan modernisasi dan transformasi layanan peradilan. Hal ini dilakukan melalui digitalisasi proses peradilan, peningkatan kualitas SDM aparatur, serta penguatan standar profesionalisme dalam setiap aspek penyelenggaraan peradilan.
Dr. Sobandi menegaskan bahwa, Mahkamah Agung berkomitmen menghadirkan aparatur peradilan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki integritas dan orientasi kuat terhadap pelayanan publik yang berkualitas.
Ia menambahkan bahwa, reformasi ini bukan sekadar agenda institusi peradilan, tetapi merupakan bagian dari upaya besar untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem hukum nasional. “Ketika masyarakat melihat bahwa proses hukum berjalan objektif, transparan dan akuntabel, maka kepercayaan publik akan meningkat dan inilah yang menjadi pondasi stabilitas pemerintahan,” jelasnya.
Dr. Sobandi juga menyoroti pentingnya sinergi antar lembaga dalam memastikan efektivitas penegakan hukum. Menurutnya, kolaborasi antara Mahkamah Agung, aparat penegak hukum, serta lembaga pengawasan internal maupun eksternal menjadi faktor utama yang menentukan objektivitas dan akuntabilitas setiap tindakan hukum. “Tidak ada satu lembaga pun yang bisa bekerja sendirian. Penegakan hukum hanya dapat berjalan kuat jika dilakukan dengan kerja sama yang solid dan koordinasi yang berkelanjutan,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa, sinergi itu harus dibangun di atas prinsip independensi, profesionalitas dan keterbukaan informasi agar setiap proses penegakan hukum dapat diawasi masyarakat tanpa mengganggu proses peradilan itu sendiri.
Selain aspek kelembagaan, Dr. Sobandi menegaskan bahwa, upaya menciptakan pemerintahan yang bersih dan berintegritas bukan hanya menjadi tanggung jawab lembaga negara. Seluruh elemen masyarakat mulai dari aparatur negara, akademisi, dunia pendidikan, media massa, hingga masyarakat sipil memiliki peran strategis dalam mengawal integritas penyelenggaraan pemerintahan. Melalui edukasi publik, partisipasi masyarakat, serta pengawasan sosial, komitmen terhadap integritas dapat diperkuat dan diperluas.
“Integritas bukan hanya slogan, tetapi perilaku kolektif. Pemerintahan yang bersih mewajibkan partisipasi seluruh rakyat Indonesia,” ungkapnya.
Menutup pernyataannya, Dr. Sobandi mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat semangat kolaborasi dan keterbukaan dalam membangun kepercayaan publik terhadap penegakan hukum dan tata kelola pemerintahan.
Ia berharap, upaya bersama ini menjadi langkah nyata dalam perjalanan panjang bangsa menuju pemerintahan yang bersih, berkeadilan dan berorientasi pada kepentingan rakyat. “Dengan kolaborasi, integritas dan profesionalitas, kita dapat membangun Indonesia yang lebih bersih, transparan dan berkeadilan bagi seluruh rakyatnya,” pungkasnya. (Red).
Nasional
NasDem Kalsel Rampungkan SK Pengurus 13 DPD, Struktur Politik Daerah Resmi Diperkuat
KALSEL, Sentana – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem merampungkan penerbitan Surat Keputusan (SK) bagi jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan. SK yang diteken Ketua Umum Surya Paloh itu menjadi dasar legal sekaligus penegasan arah konsolidasi Partai NasDem di tingkat daerah.
Penyerahan berkas dilakukan di Banjarmasin, Rabu (26/11/2025). Dokumen tersebut dibawa oleh Sekretaris DPD Partai NasDem Kabupaten Banjar, Lauhul Mahfuz, dan diserahkan langsung kepada Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Kalsel melalui Wakil Ketua Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) Muhammad Zaini.
Lauhul Mahfuz, yang ditugaskan Ketua DPW NasDem Kalsel H. Mansyur untuk mengambil SK dari DPP, membenarkan bahwa seluruh dokumen telah diterima dan diserahkan sebagaimana mandat partai.
“SK untuk seluruh pengurus DPD di 13 kabupaten dan kota sudah saya terima dan pagi tadi telah saya serahkan kepada Wakil Ketua OKK DPW Kalsel, Muhammad Zaini Mansyur,” ujar Lauhul.
Terbitnya SK tersebut otomatis mengukuhkan struktur pengurus DPD dan memberi legitimasi penuh bagi pengurus baru untuk menjalankan kebijakan partai.
Di Kabupaten Banjar, SK kepengurusan menetapkan Bupati Banjar, H. Saidi Mansyur, sebagai Ketua DPD NasDem yang baru. Penunjukan ini disebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi NasDem di daerah tersebut.
Lauhul menyebut pihaknya akan segera melakukan percepatan konsolidasi setelah pengesahan tersebut.
“Alhamdulillah, dengan terbitnya SK dan resminya Pak Haji Saidi Mansyur menjadi Ketua DPD, kami segera menggelar konsolidasi bersama pengurus dan kader,” ucapnya.
DPD NasDem Kabupaten Banjar juga menegaskan komitmennya untuk menjalankan agenda politik yang telah digariskan DPP.
“Kami fokus melaksanakan dan menyukseskan agenda politik yang ditetapkan DPP,” tutup Lauhul. ***
-
Ibukota6 days agoLantik Uus Kuswanto sebagai Sekda DKI Jakarta, Pramono: Saya Butuh Administrator Ulung
-
Peristiwa5 days agoPernyataan Resmi: Bantahan atas Dugaan keterlibatan Oknum Berseragam Aktif
-
Ibukota4 days agoJakarta Utara Marak Rokok Ilegal Tampa Cukai, Aparat Tutup Mata.
-
Ibukota5 days agoPembinaan Satlinmas Melalui Forkopimko Jakut

