Connect with us

Polhukam

Marsda Umar Sugeng dikenal Sebagai Orang Pertama Yang Menerbangkan Pesawat CN 235

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com – Asisten Operasional Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Asops Kasau) Marsekal Muda TNI DR. Umar Sugeng Hariyono menjadi orang pertama yang dipercaya untuk menerbangkan pesawat Sandi Tetuka atau yang lebih dikenal dengan pesawat CN-235.

Ditemui diruang kerjanya Marsekal Muda TNI DR. Umar Sugeng Hariyono menyampaikan serta bercerita seputar pengalamannya selama menjadi penerbang di TNI AU. Beliau merupakan salah satu penerbang pertama yang menerbangkan pesawat CN-235 bermesin turboprop yang dirancang bersama antara IPTN Indonesia dan CASA Spanyol yang memiliki type glass cocpit,” ungkapnya di Gedung Pimpinan Mabes AU, Cilangkap, Jakarta (Jumat 13/3/2020).

Umar menjelaskan, CN-235 adalah sebuah pesawat penumpang sipil (airline) angkut turboprop kelas menengah bermesin dua, Pesawat ini diberi nama sandi Tetuka dan menjadi pesawat paling sukses dan canggih dari sisi pemasaran dan tekhnologi dikelasnya pada zamannya.

Dari kurun waktu tahun 1994 sampai dengan 2007, Asops Kasau ini memulai mengawaki pesawat yang dikenal ekpensive dalam hal perawatan ini,

”Awalnya tahun 1994 saat itu kita punya Fokker 27 tapi diperintahkan untuk mengambil pesawat CN-235 dan dikirimlah saya ke Bandung tepatnya PT DI ( PT Dirgantara Indonesia) untuk sekolah mempelajari bagaimana mengawaki pesawat itu, waktu zaman itu pesawat CN 235 termasuk pesawat paling canggih,” jelasnya.

Lanjut Umar, ” Pria yang pernah menjabat sebagai Danlanud Halim dan Panglima Komando Operasinal TNI AU ll Makasar (Pangkoopsau ll) serta dari pengalamannya yang banyak menerbangkan jenis pesawat angkut seperti Fokker 27 yang terkenal sangat binal dan sulit lalu diberi kesempatan untuk mengawaki pesawat CN-235 dirasa sangat mudah sekali.

“Dengan mengikuti training hanya dengan 10 jam, saya sudah bisa jadi kapten pilot lalu dari pengalaman saya itu kemudian saya terapkan juga kepada yunior yunior saya ketika saya jadi instruktur mereka,” jelasnya.

“Yang harus diperhatikan dan penting saat memberikan instruksi kepada junior Personil TNI AU, apa yang harus dipegang dan diperhatikan pada saat take off dan landing sehingga mereka bisa cepat sekali untuk bisa,” jelas Umar.

Seperti diketahui pesawat CN-235 itu perawatan nya sangat mahal dari total 8 pesawat yang dimiliki TNI AU sekarang hanya tinggal 3 pesawat yang bisa beroperasi, sisanya 5 buah pesawat jenis ini tidak lagi berfungsi karena kondisinya rusak dan tidak ada anggaran untuk perawatannya dan Umar sangat menyayangkan hal itu karena selain pesawat CN-235 merupakan pesawat yang multifungsi, canggih juga sebagai kebanggaan bangsa karena hasil karya anak bangsa Indonesia.

Umar juga termasuk orang pertama yang menerbangkan CN-235 dan ikut mengirim pesawat ini ke Korea dan ke Pakistan saat negara-negara tersebut membeli pesawat jenis ini dari Indonesia.

Varian CN-235 dari sisi bahan bakarnya juga sangat panjang waktunya, bisa sampai 9 jam penerbangan, karena pernah Asops Kasau ini membawanya dari Ambon ke Halim nonstop dengan jarak tempuh 7,5 jam tidak ada masalah.

Sementara, Jenderal bintang dua yang sebentar lagi memasuki masa pensiun ini masih ingin memberikan pengabdiannya buat negara karena bagi dia apapun siap dilakukan buat NKRI “Pengabdian pantang surut ” disisa masa pengabdiannya Umar ingin mencoba untuk meningkatkan keterampilan personil TNi AU khususnya siswa-siswa Akmil AAU (Sekbang) dengan menambah program simulator, karena selain untuk menjaga Zero Accident harus ada program minimal melaksanakan satu tahun dua kali yang sebelumnya hanya dua tahun sekali ini siswa sekbang melaksanakan uji coba simulator pesawat di luar negeri sesuai negara produsen pesawat.

“Akhirnya saya bersyukur karena apa yang saya coba programkan untuk mereka mulai tahun 2020 dalam setahun dua kali wajib mengikuti program simulator,” pungkasnya.

Polhukam

Pembangunan Padel di Meruya Utara Jakbar, Disegel, CKTRP Pastikan Tak Ada Aktivitas

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com.- Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP) pemerintahan kota administrasi jakarta Barat memastikan tidak ada aktivitas pembangunan lapangan padel di RW 10, Kelurahan Meruya Utara, sebelum seluruh proses perizinan, termasuk Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) secara resmi selesai.

Penegasan tersebut disampaikan setelah sudis CKTRP Jakarta Barat menggelar rapat bersama pemilik bangunan lapangan padel di RW 10 Meruya Utara.

Rapat turut dihadiri Unit Pengelola Jakarta Aset Management Center (JAMC) BPAD DKI Jakarta dan Suku Badan Pengelolaan Aset Daerah (Suban PAD) Kota Jakarta Barat.

“ Kami menindaklanjuti pengaduan masyarakat dengan memanggil pemilik bangunan padel untuk membahas permohonan PBG,” ujar Plh Kepala Sudin CKTRP Jakarta Barat, Ridwan Arafah, saat dikonfirmasi, Rabu (2/9).

Ridwan menjelaskan, terdapat enam poin yang disepakati dalam rapat tersebut. Pertama, Perjanjian Kerja Sama (PKS) tertanggal 22 Desember 2025 mencakup lahan seluas sekitar 1.860 meter persegi. Namun, hasil peninjauan menunjukkan pemanfaatan atau bangunan di lokasi melebihi luasan yang tercantum dalam PKS.

Kedua, penambahan luasan telah diajukan dan proses penyempurnaan PKS atau adendum sedang berjalan, termasuk kebutuhan penilaian atas tambahan luasan. Ketiga, pihak JAMC tengah melakukan penilaian tambahan luasan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Hasil penilaian tersebut akan dilanjutkan ke proses persetujuan adendum hingga PKS selesai.

Keempat, dengan adanya perubahan luasan lapangan, pemilik diarahkan mengurus kembali rekomendasi teknis dari Dinas Pemuda dan Olahraga sebagai salah satu syarat pengurusan PBG lapangan padel. Kelima, pemilik bangunan diarahkan tidak melakukan kegiatan apa pun sampai proses perizinan dan PBG selesai. Dan keenam, Sudis/Sektor CKTRP akan melakukan monitoring secara berkala untuk memastikan tidak ada aktivitas pembangunan di lokasi.

“Kami pasang segel merah sebagai bentuk penghentian sementara. Monitoring akan terus kami lakukan agar tidak ada aktivitas sampai semua izin lengkap,” tegas Ridwan.

Sebelumnya diberitakan, pembangunan lapangan padel di RW 10 Meruya Utara menjadi sorotan masyarakat karena diduga belum mengantongi dokumen perizinan yang berlaku. (Sutarno)

Continue Reading

Nasional

Lukman Edy di Balik Konsolidasi Gus Kikin hingga Terpilih sebagai Ketum PBNU

Published

on

By

JOMBANG, Sentana — Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Jombang telah melahirkan kepemimpinan baru. KH Miftachul Akhyar dipercaya sebagai Rais ‘Aam PBNU, sementara KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum PBNU.

Perhelatan Muktamar NU ke-35 juga mendapat perhatian langsung dari pemerintah. Presiden Prabowo Subianto hadir dalam pembukaan Muktamar pada 27 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, dan kembali hadir pada acara penutupan pada 31 Agustus 2026.

Kehadiran Presiden tersebut menunjukkan posisi strategis NU sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia sekaligus mitra penting pemerintah dalam berbagai agenda kebangsaan.

Di balik proses konsolidasi yang mengantarkan Gus Kikin ke pucuk kepemimpinan PBNU, terdapat sejumlah tokoh yang bekerja di belakang layar. Salah satunya adalah Dr. Ir. H. Muhammad Lukman Edy, M.Si.

Lukman Edy disebut memiliki peran penting dalam mengonsolidasikan dukungan bagi Gus Kikin menjelang Muktamar NU ke-35. Pengalamannya di lingkungan politik dan jaringan Nahdlatul Ulama menjadi salah satu modal dalam membangun komunikasi dengan para tokoh serta struktur NU di berbagai daerah.

Lukman Edy lahir di Teluk Pinang, Indragiri Hilir, Riau, pada 26 November 1970. Ia menempuh pendidikan Teknik Sipil di Universitas Brawijaya.

Kiprahnya di lingkungan NU dan politik nasional bukan hal baru. Ia pernah memimpin PKB Riau dan menjadi anggota DPRD Riau. Lukman Edy juga dikenal sebagai salah satu tokoh Melayu yang turut membangun kekuatan NU di Sumatera untuk bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang ketika itu dipimpin KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Pada 2005, Lukman Edy dipercaya Muhaimin Iskandar sebagai Sekretaris Jenderal DPP PKB. Dua tahun kemudian, ia mendapat kepercayaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal periode 2007-2009.

Konsolidasi Dua Pekan

Juru Bicara Tim Qanun Asasi, Abi Rekso, mengatakan kontribusi Lukman Edy dalam proses konsolidasi dukungan terhadap Gus Kikin cukup signifikan.

Menurut Abi, dukungan terhadap Gus Kikin mencapai 472 dukungan dari pengurus wilayah dan cabang NU di berbagai daerah di Indonesia.

Ia menyebut capaian tersebut tidak terlepas dari pengalaman dan jaringan Lukman Edy yang selama bertahun-tahun berinteraksi dengan tokoh-tokoh NU di berbagai wilayah.

“Kalau boleh jujur, persiapan ini hanya dua minggu setelah Yai Kikin mantap untuk maju. Di bawah koordinasi Pak Lukman Edy seluruh tim bersinergi secara paralel. Alhamdulillah hasil dukungan 472 karena kerja cerdas yang solid,” kata Abi Rekso.

Menurutnya, waktu konsolidasi yang relatif singkat menjadi tantangan tersendiri. Namun, koordinasi yang dilakukan secara paralel membuat proses penggalangan dukungan dapat berjalan efektif.

Peran tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa keberhasilan sebuah kontestasi di lingkungan organisasi sebesar NU tidak hanya ditentukan oleh figur yang tampil di depan publik, tetapi juga oleh kerja konsolidasi dan komunikasi yang berlangsung di belakang layar.

Kini, setelah Muktamar NU ke-35 menetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU, tantangan berikutnya adalah memastikan kepemimpinan baru tersebut mampu menyatukan seluruh elemen NU dan menjalankan agenda organisasi untuk lima tahun ke depan.

Continue Reading

Polhukam

LSM PRB : KPK “Gertak Sambal” di Bappenda Kabupaten Bogor

Published

on

By

Bogor, Hariansentana.com – Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor (PRB) menilai proses penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Bappenda Kabupaten Bogor hanya “gertak sambal”.

Hal ini di sampaikan Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor ( PRB ) M Johan Pakpahan melalui telephon seluler nya (2/9/2026).

Menurutnya, hingga saat ini sudah ada 4 pejabat yang diperiksa dan barang bukti senilai Rp1,5 miliar disita. Namun KPK belum juga menetapkan tersangka dan belum merilis perkembangan penyidikan secara jelas,” terang nya.

“Kalau sudah masuk penyidikan dan barang bukti ada, seharusnya sudah bisa ditentukan siapa tersangkanya dan ada rilis resmi. Ini kebalik. Yang ada hanya pemeriksaan umum,” ujarnya.

Ia menduga ada intervensi politik dalam penanganan perkara ini. “Ini berbahaya. Jangan sampai KPK digunakan untuk kepentingan menjatuhkan citra kepala daerah yang sedang semangat membangun. Jangan sampai jadi alat politik untuk menaikkan rating calon tertentu,” katanya.

LSM PRB berencana membuat laporan ke Dewan Pengawas KPK terkait proses perkara yang dinilai tidak jelas rundingannya. Jika KPK tidak mampu menuntaskan, pihaknya juga akan menguji SOP kerja KPK dalam penanganan korupsi ke Mahkamah Konstitusi.

“Publikasi kasus korupsi harus ada batasnya. Jangan belum ada penetapan tersangka, tapi opini sudah kemana-mana. Ini merusak citra Bupati Bogor yang sedang membangun Bogor Istimewa,” tegasnya.

Ia meminta KPK tidak mempublikasikan suatu perkara sebelum benar-benar masuk tahap penyidikan dan ada alat bukti yang cukup. “Biar jelas dulu baru dipublikasikan,” ucapnya.

Ia juga mengimbau ASN yang masih diperiksa agar tidak takut. Menurutnya kesalahan sering datang dari kebijakan, bukan dari pelaksana. “ASN hanya menjalankan fungsi dan tugas sesuai Perbub. Kalau Perbub-nya bermasalah, dampak hukumnya ke ASN. Karena itu DPRD harus menjalankan fungsi kontrol, jangan hanya menonton,” ujarnya.

Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor ( PRB ) M Johan Pakpahan juga diketahui merupakan mahasiswa S3 Ilmu Hukum Universitas Borobudur Jakarta. (Ro

Continue Reading
Advertisement

Trending