Nasional
Dilaunching, TUI Bangun Indonesia Dalam Keberagaman

Jakarta, HarianSentana.com
Usai membantu memenangkan pasangan Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019-2024, Relawan Alumni Trisakti Untuk Jokowi (TUJ) bertransformasi menjadi Trisaksi Untuk Indonesia (TUI).
“Purna tugas Relawan TUJ, bukan berarti para relawan berhenti mengawal pemerintahaan Jokowi-Ma’ruf Amin tetapi bertransformasi menjadi TUI yang merupakan wadah baru bagi para relawan dalam melihat permasalahan yang ada di Indonesia,” kata Ketua Umum TUI Muhanto Hatta saat peresmian Trisakti Untuk Indonesia (TUI) di Jakarta, Senin (02/12).
Menurut Muhanto, TUI mempunyai visi Membangun Sumber Daya Manusia Indonesia yang berkomitmen terhadap NKRI dan Pancasila. “Sedangkan misi dari TUI adalah mengamalkan nilai-nilai Pancasila guna menangkal upaya disintegrasi bangsa serta menjaga kedaulatan rakyat di bidang politik agar dapat berjalan dialur semestinya; mengawal dan mendarmabaktikan ilmu, agar tercipta kemandirian ekonomi masyarakat, menuju Indonesia adil dan makmur; serta mewartakan keindahan alam dan turut serta aktif melestarikan alam serta budaya nusantara demi terciptanya peradaban bangsa yang bermartabat,” papar Muhanto.
Lebih jauh ia menjelaskan, bahwa berdirinya TUI ini dalam rangka membangun Indonesia dalam keberagaman dengan menjalankan nilai-nilai yang diberikan oleh Bung Karno. “Kita tahu bangsa Indonesia adalah adalah bangsa yang majemuk dan penuh budaya antara daerah dimana ini merupakan potensi yang bisa dikembangkan untuk memberikan kemakmuran bagi masyarakat,” tukasnya.
Oleh karena itu, kata dia, Trisakti Untuk Indonesia hadir dalam pembangunan SDM tapi tidak melupakan nilai-nilai dalam Pancasila serta berkomitmen terhadap NKRI,” jelasnya.
Dalam mencapai hal tersebut, lanjut dia, Trisakti Untuk Indonesia mempunyai program-program yang akan dilaksanakan ke depannya. “Media sosial, sebagai dasar penggalian isu gerakan serta sebagai sumber untuk melakukan program aksi. Media sosial yang digunakan adalah Youtube channel TUI, dengan publikasi content melalui Fanpage, IG dan juga Twitter. Program utama TUI, terbagi menjadi 3 jenis dengan penyajian yang berbeda, yaitu NGOPI bareng Day, Kastem Kultur dan Ufur Ni’mah,” kata Muhanto Hatta.
Masih menurut Muhanto, Ngobrol Permasalahan Indonesia (NGOPI) bareng Daymas, merupakan program yang menghadirkan obrolan ringan mencari solusi, yang dilihat dari sudut pandang orang ketiga.NGOPI bareng Day merupakan program dimana Hostnya berdiskusi langsung dengan masyarakat terkait dengan kebijakan pemerintah.
“Hasil diskusi tersebut kami rangkum menjadi masukan bagi pemerintah dalam mengurai permasalahan di masyakat. Selain masukan, kami juga bisa membentuk team di lapangan seperti lembaga bantuan atau lembaga penyuluhan,” lanjut Muhanto.
Sementara Sekjen TUI, Sarah Wijanarko menambahkan bahwa tujuan dari program-program yang akan TUI lakukan, di antaranya program Kastem Kultur merupakan program yang memberikan edukasi kreatif berbasis budaya bangsa Indonesia kepada masyarakat. “Dengan Kastem Kultur ini, diharapkan bisa membantu para milenial dalam melihat potensi yang mereka punya sehingga bisa berpikir kreatif serta bisa meningkatkan taraf hidup mereka tanpa meninggalkan budaya Indonesia,” tukasnya.
Program ini, kata Satah, dikemas secara cerdas dan ceria, dengan menampilkan host yang eksentrik dan piawai di dunia custom culture. “Host program merupakan salah satu tokoh custom culture di Indonesia yaitu Ignatius Hendra alias Bingky,” ujarnya.
Sedangkan Ufur Nim’ah merupakan program yang dikemas secara cerdas ceria dan santai, dengan menampilkan host yang menjelajahi setiap sudut lokasi pariwisata di Indonesia. Selain tips & trik berwisata ke suatu lokasi, program ini juga memberikan informasi lainnya tentang lokasi wisata tersebut, diantaranya tentang sejarah dan perkembangannya. “Melalui program ini bisa membantu daerah tersebut dalam melihat potensi yang ada sehingga bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar,” lanjut Sarah.
Acara launching Trisakti Untuk Indonesia (TUI) dilaksanakan pada tanggal 2 Desember 2019 di Hotel Pullman Jakarta. Acara ini menggelar Pameran Karya Trisakti Untuk Indonesia (TUI), yang diikuti oleh seluruh elemen masyarakat.
Pembukaan acara akan dilakukan dengan persembahan lagu Mars Trisakti Untuk Indonesia (TUI) oleh Alumni Paduan Suara Mahasiswa universitas Trisakti (PSMUT). Kemudian dilanjutkan dengan penayangan video sejarah terbentuknya Trisakti Untuk Indonesia (TUI) dan penayangan Video Trailer Program Perdana Trisakti Untuk Indonesia (TUI) akan ditayangkan sekaligus perkenalan dengan Host Program Tayang TUI di acara tersebut.(sl)
Penulis: Syarief Lussy
Polhukam
Cegah Kekerasan dan Aksi Anarkis, Pelajar dan Pemuda Gelar Diskusi Publik
JAKARTA, SENTANA — Diskusi publik bertajuk “Peran dan Fungsi Pelajar serta Pemuda dalam Mewujudkan Cita-cita Pendidikan Nasional” digelar, pada Sabtu (25/4/2026) di kawasan Joglo, Kembangan, Jakarta Barat.
Kegiatan yang diinisiasi oleh komunitas Basecamp Demokrasi tersebut diikuti sekitar 35 peserta dari kalangan pelajar dan mahasiswa.
Acara menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Haykal, selaku Ketua KBM Universitas Pamulang dan Rafli, tokoh pergerakan dari Universitas Atma Jaya. Diskusi dipandu oleh Tsafiq sebagai moderator.
Kegiatan dimulai pukul 16.00 WIB dengan pembukaan oleh moderator, dilanjutkan sambutan Ketua Umum Basecamp Demokrasi, Nabil.

Dalam sambutannya, Nabil menekankan pentingnya membangun kontrol sosial pemuda dari tingkat paling dasar melalui wadah diskusi.
“Pelajar dan pemuda merupakan elemen penting dalam pendidikan, karena mereka yang langsung merasakan dampak kebijakan. Kritik perlu disampaikan secara konstruktif melalui diskusi, bukan dengan aksi anarkis,” ujarnya melalui keterangan, Sabtu (25/4).
Sesi pemaparan materi kemudian diisi oleh Haykal yang menyoroti dinamika dunia pendidikan saat ini.
“Pelajar harus mampu beradaptasi dengan perkembangan digital, sekaligus menyadari bahwa sistem pendidikan di Indonesia masih perlu pembenahan, baik dari sisi kultur maupun kebijakan,” kata Haykal.
Sementara itu, Rafli menekankan pentingnya penguatan dasar keilmuan serta budaya intelektual di kalangan pelajar. Menurutnya, pembelajaran di luar ruang kelas juga memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir kritis.
“Ruang kelas seharusnya menjadi tempat diskusi yang mendorong pemikiran kritis. Selain itu, pelajar perlu memahami isu nasional secara mendalam agar setiap gerakan memiliki arah dan solusi,” ungkap Rafli.
Diskusi juga menyoroti perlunya evaluasi sistem pendidikan, termasuk peningkatan kualitas pengajaran, peran guru, serta pengelolaan anggaran pendidikan agar lebih merata, terutama di daerah terpencil.
Setelah sesi tanya jawab, kegiatan dilanjutkan dengan istirahat salat Maghrib, kemudian ditutup dengan pernyataan dari para narasumber.
Dalam penutupnya, Nabil mengajak peserta untuk terus belajar dan aktif mengeksplorasi dunia di luar pendidikan formal.
“Mahasiswa harus menjadi corong perubahan dalam dunia pendidikan. Teruslah belajar dan mencari mentor,” pesannya.
Senada dengan itu, Haykal menyampaikan bahwa, diskusi semacam ini diharapkan dapat berlanjut ke pertemuan berikutnya. Sementara Rafli mengingatkan pentingnya semangat belajar sepanjang hayat serta peran pelajar sebagai jembatan menuju perdamaian.
Acara ditutup pada pukul 19.00 WIB dengan penampilan akustik dari para pelajar, menandai berakhirnya kegiatan dalam suasana hangat dan partisipatif. (Red).
Ibukota
Satpol PP DKI Jakarta Tegas,Tutup Kelab Malam di PIK Jakut Terkait Kasus Narkoba, Izin Usaha Dicabut
Jakarta, Hariansentana.com.- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menutup tempat usaha kelab malam White Rabbit PIK di kawasan mewah Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara. Penutupan dilakukan setelah izin usaha tempat hiburan tersebut dicabut.
Kepala Satpol PP DKI Jakarta Satriadi Gunawan mengatakan penindakan berupa penutupan dan penghentian kegiatan usaha dilakukan terhadap White Rabbit PIK. Lokasi usaha berada di kawasan PIK, Kelurahan Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan.
“Penindakan ini merupakan bagian dari upaya penegakan Perda dan Perkada terhadap tempat usaha yang tidak memenuhi ketentuan perizinan dan kewajiban yang berlaku,” kata Satriadi dalam keterangannya, Jumat (24/4/2026).
Penutupan ini merupakan tindak lanjut dari pengungkapan kasus peredaran Narkoba yang dilakukan Bareskrim mabes Polri pada Maret 2026. Polisi turut melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi usaha White Rabbit, termasuk di PIK, Jakarta Utara. Pelaku dan sejumlah barang bukti juga telah diamankan.
Atas hal itu, Pemprov DKI melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta melakukan pengawasan dan pemantauan secara menyeluruh. Dari hasil tersebut, White Rabbit PIK dinyatakan melanggar Pasal 54 Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 18 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata.
Atas pelanggaran itu, Disparekraf DKI kemudian mengusulkan pencabutan izin usaha. Usulan tersebut ditindaklanjuti oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta dengan menerbitkan surat pencabutan perizinan berusaha pada 10 April 2026.
Izin usaha yang dicabut mencakup sejumlah kegiatan, mulai dari bar, restoran, rumah minum atau kafe, hingga karaoke yang berada dalam satu lokasi usaha tersebut.
Disparekraf DKI kemudian mengirimkan rekomendasi penutupan tempat usaha kepada Satpol PP pada 20 April 2026. Satpol PP kemudian melaksanakan penindakan berdasarkan surat tugas yang diterbitkan pada 21 April 2026.
Pemprov DKI Jakarta menegaskan penindakan ini merupakan bentuk komitmen dalam menjaga ketertiban umum serta memastikan seluruh pelaku usaha mematuhi peraturan yang berlaku.
“Pemprov DKI mengimbau seluruh pelaku usaha untuk menaati ketentuan perizinan dan regulasi yang ada agar tercipta iklim usaha yang tertib dan berkeadilan,” ujar Satriadi.(Sutarno)
Ibukota
Capai 8.000 Ton per Hari, Penanganan Sampah dilakukan Secara Bertahap dan Terencana.
JAKARTA, SENTANA – Pemerintah menargetkan pada Agustus 2026 pengiriman sampah organik ke TPST Bantar Gebang mulai berkurang, dan pada akhir Desember 2026 dihentikan sepenuhnya.
Selanjutnya pada tahun 2027, hanya sampah residu yang akan dikirim ke TPST Bantar Gebang, sementara sampah lainnya diharapkan sudah dapat ditangani langsung dari sumbernya melalui sistem yang lebih terintegrasi.
Pentingnya transformasi dalam pengelolaan sampah, baik dari sisi teknologi maupun manajerial, agar penanganan dapat berjalan efektif dan terukur. Selain itu, kawasan seperti hotel, restoran, industri, dan pasar didorong untuk mengelola sampahnya secara mandiri melalui pemilahan sejak awal.
Program pilah sampah ini juga menjadi langkah awal menuju penerapan sistem pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy), yang membutuhkan kualitas sampah terpilah dengan baik dari masyarakat.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, menyatakan dukungannya terhadap program tersebut dan mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam memilah sampah.
Melalui deklarasi ini, diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendukung terciptanya sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Jakarta Utara.(Sutarno)
-
Peristiwa6 days agoWarga Tangkap Pengedar Narkotika di RW 13 Pademangan Barat.
-
Peristiwa6 days agoBawa 4,68 Gram Sinte, Polisi Amankan Dua Remaja di Jalan Yos Sudarso Jakut
-
Nasional4 days agoLSM PRB M Johan Pakpahan S.H Tolak Wacana Denda KTP Hilang, Dinilai Bebani Rakyat
-
Polhukam6 days agoPisah Sambut Dandim 0502/JU, Sinergi yang Terbangun Siap Dilanjutkan

