Connect with us

Olahraga

Barisan Para Mantan’ Gagas Reuni Sepakbola di Citra Buana Cibinong

Published

on

Bogor, Hariansentana.com – Gagasan sekaligus terobosan sensasional dilakukan Komunitas Sepakbola Kawasan yang mencetuskan lahirnya reuni antar penggiat bola di kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor

Reuni tersebut meliputi pegiat sepakbola dari kecamatan Cibinong . Selain itu bergabung pula pegiat sepakbola dari Kabupaten Bogor.

Reuni tersebut dikonsep dalam acara sederhana tetapi syarat makna. Tujuannya sebagai ajang pertemuan para klub kebanggaannya Citra Buana di era 90an.

Tema yang diusung yaitu ‘Mengbal sambil Silaturahmi, Temu Kangen Melepas Rindu’.

Kegiatan reuni dikemas dalam Friendly Match Citra Buana oldstar vs Gap-13 yang berkesudahan unggul Citra Buana oldstar 2-0, masing-masing di cetak oleh Didi dan Juman pelupessy di Lapangan Sepakbola stadion mini Citra Buana kelurahan Ciriung kecamatan Cibinong kabupaten Bogor, Jum’at (24/01/2020).

“Senang sekali acara reuni berjalan lancar tanpa kendala. Bertemu dengan teman-teman seperjuangan dulu adalah momen yang tidak bisa kami lupakan begitu saja. Sepakbola mampu mendekatkan jarak kami yang begitu jauh. Berawal dari sepakbola, kami berharap silaturahmi ini bisa terjalin terus,” ujar Ucu Sunarya ketua pelaksana merangkap Pemain oldstar Citra Buana .

Sementara acara reunian tak lupa di hadiri oleh Heru Irawan lurah Ciriung,beliau menuturkan dirinya sangat mendukung adanya kegiatan sepakbola oldstar Citra Buana agar bisa memicu semangat buat adik- adik yunior di Citra Buana dan memajukan sepakbola kabupaten Bogor.

Hal senada disampaikan Rudi Iswadi, Pemain Citra Buana , sekaligus mantan pemain Persikabo Menpora Kabupaten Bogor 90an. Dirinya mengaku senang dengan kehadiran oldstar Citra Buana pegiat sepakbola yang menyempatkan hadir.

“Saya merasa senang, puas, dan tidak membayangkan bisa seperti ini. Saya hanya bisa mengucapkan rasa syukur karena masih bisa dipertemukan dengan teman-teman,” ujar Rudi.(sl)
Penulis: Subur/Roni

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Olahraga

Letjen TNI ( Purn) Thamrin Marjuki Lantik Walikota Tangsel Jadi Ketua Taekwondo Provinsi Banten

Published

on

SERANG, Hariansentana.com – Ketua Umum PBTI Letjen TNI (Purn) Thamrin Marzuki melantik Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany menjadi Ketua Pengprov Taekwondo Indonesia Banten Masa Bakti 2020-2023 di Hotel Ultima Horizon, Ratu, Serang, Rabu (8/7/20).

Pada kesempatan ini,Letjen TNI (Purn) Thamrin Marzuki, mengatakan bahwa, pelantikan pengurus baru ini merupakan kelanjutan dari Musyawah Provinsi beberapa waktu yang lalu, dimana walikota Tangsel terpilih secara aklamasi.

Dengan dikukuhkannya kepengurusan ini diharapkan Taekwondo di Banten bisa terus maju dan melahirkan atlet-atlet profesional tingkat nasional yang nantinya, bisa membawa nama Indonesia semakin harum di setiap kesempatan baik di tingkat nasional maupun Internasional.

Harapan senada juga disampaikan Ketua Koni Banten Rumiah Kartredjo. Dirinya mengapresiasi kepengurusan tersebut dan berharap semua target yang ditetapkan bisa diwujudkan.

“Mudah-mudahan apa yang dikehendaki bisa terwujud. Menjadikan Banten sebagai salah satu daerah yang memiliki atlet profesional,” ujar Rumiah.

Sementara itu, Airin menganggap jabatan sebagai Ketua Umum Pengprov Taekwondo Indonesia Banten ini merupakan amanah yang harus dijalankan untuk memastikan kesejahteraan atlet taekwondo di Provinsi Banten.

Airin juga memastikan kesiapan altlet taekwondo Banten untuk bersaing dengan daerah lain di PON Papua nanti ”

Kabar terbaru, kalau PON diundur ke tahun 2021, jadi ini bisa dimanfaatkan untuk memaksimalkan kemampuan atlet,” ujar Airin.

Selain itu, Airin juga memaparkan jika, yang saat ini menjadi sorotan adalah bagaimana atlet Banten bukan hanya berprestasi di nasional saja melainkan di kancah internasional.

“Sehingga nantinya, perlu ada program yang mampu melahirkan bibit-bibit unggul baru,” pungkas Airin.

Continue Reading

Olahraga

Kejuaraan Taekwondo E – Poomsae 2020 Sukses di Gelar

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com – Pandemic Virus corona (Covid – 19) yang mewabah hampir keseluruh dunia memang sempat membuat seluruh aktivitas, termasuk kegiatan olahraga terganggu. Demi faktor keselamatan dan kesehatan, semua aktivitas tersebut untuk sementara terhenti sementara atau ditunda.

Banyak kasus mereka yang teridentifikasi positif covid – 19 juga menimpa para pegiat olahraga. Terutama para atlet dan pelatih. Akibatnya, untuk menjaga dan menyelamatkan mereka, kegiatan latihan dan terutama berbagai agenda turnamen atau pertandingan yang telah disiapkan, dari level lokal, nasional hingga internasional dibatalkan atau ditunda. Termasuk kegiatan olahraga taekwondo di Indonesia.

Namun semua aktivitas yang terhenti atau tertunda tersebut hanya berlaku sementara. Era digital saat ini membuat semua orang kemudian melakukan kreativitas agar semua aktivitas tersebut tetap berlangsung tanpa mengurangi semangat dan esensi dan terutama kualitasnya. Termasuk dalam hal ini para praktisi taekwondo Indonesia. Bukan saja kegiatan kepelatihan (e-traning), turnamen juga digelar dengan format online (e – Tournament).

Seperti belum lama ini, Indonesia Youth & Sports Festival (IYOS), bekerjasama dengan Kemenpora RI menggelar e – tournament (kejuaraan taekwondo secara online) kategori poomsae (recognize dan freestyle) nasional 5 – 6 Juli 2020. Kejuaraan tersebut diperuntukkan untuk kelas prestasi dan Festival yang diikuti dari berbagai kategori usia.

Menurut Ketua Penyelenggara Tri Nurjanah, Kejuaraan bertajuk “1st Indonesia Taekwondo E – Poomsae Tournament Battle 2020” yang disertifikasi resmi kemenpora ini diikuti oleh 324 atlet dari 58 tim yang tersebar di 16 provinsi.

Kejuaraan ini mempertandingkan kelas pemula dan prestasi dengan pembagian kategori umur yakni, pra kadet (maks : 11 tahun), kadet (maks : 14 tahun), Junior (maks : 17 tahun), senior (maks : 30 tahun), master (under 40, 50, 60 tahun) dan Freestyle. Menurutnya, kejuaraan ini dilaksanakan dalam upaya untuk terus menjaga semangat berlatih dan mendorong kreatifitas para atlet, pelatih dan seluruh praktisi taekwondo yang terlibat agar terus adaptif pada perkembangan teknologi.

“Wabah covid – 19 ini harus dijadikan pemicu sekaligus tantangan untuk tetap berprestasi dimasa yang akan datang. Walaupun sesuai dengan standard protokol kesehatan yang baru bisa diakomodir adalah kategori poomsae.” Ujar Tri Nurjanah yang juga merupakan salah satu wasit internasional (International referee) yang dimiliki Indonesia.

Ditambahkan Tri Nurjanah, kejuaraan di masa pandemi Covid – 19 ini dimungkinkan dilaksanakan dan disetujui oleh pemerintah dan pihak berwenang, dengan pelaksanaan tetap mengacu kepada prinsip protokol kesehatan. Oleh karenanya, yang bisa dipertandingkan adalah kategori poomsae (jurus). Ana (panggilan Tri Nurjanah) juga menjelaskan bahwa teknis dan aturan penyelenggaraan turnamen mengacu kepada pola yang disesuaikan dengan kondisi saat ini, namun sebenarnya secara substansi tidak mengurangi kualitas dari sisi penilaian.

“Kita mengacu kepada aturan protokol kesehatan dan penilaian kepada peserta berbasis online atau video yang disaksikan oleh para wasit.” Jelasnya.

Kejuaraan ini disupervisi langsung oleh Bidang Pertandingan PBTI dan komisi perwasitan PBTI dengan mengadaptasi pertandingan internasional seperti Daedo Open 2019 lalu di Malaysia.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBTI, Yefi Triaji mengatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi kejuaraan ini. Untuk pertama kalinya kejuaraan bisa berlangsung di tengah wabah covid – 19.

Dirinya berharap walaupun banyak kekurangan dan keterbatasan, kejuaraan ini secara empiris dapat dijadikan sebagai sarana edukasi dan pengalaman berharga bagi atlet, pelatih dan wasit. Khusus bagi para praktisi taekwondo di daerah, event ini bisa dijadikan barometer untuk bisa menggelar event-event serupa.

Hal ini menurut Yefi penting untuk dilaksanakan agar para atlet tetap terus semangat berlatih. Sebab turnamen adalah salah satu indikator bagi atlet untuk terus berlatih menjaga kebugaran, tetap menajamkan skill dan performa untuk menghadapi masa-masa di era new normal nanti.

Selain itu, menurut Yefi, kejuaraan ini juga menjadi stimulus bagi para peserta karena dalam waktu dekat WT dan World Taekwondo Asia akan menggelar kejuaraan serupa. “Dengan adanya kejuaraan ini, paling tidak para peserta sudah memiliki pengalaman dan terbiasa dengan pola penilaian dan penggunaan teknologi yang digunakan.” Ujar Yefi.

Berikut adalah hasil kejuaraan :

Kategori Kadet Putra Prestasi :

Emas : BTJ Poomsae Team (Muhanmad Nadin Fathurrahnan.H)
Perak : BTJ Poomsae Team (Bagas Hardi Putra)
Perunggu : Kabupaten Tanggerang (Muammad Iqbal)
Perunggu : PPLP Kab. Katingan (M Habbil Fathi Farhat)

Kategori Kadet Putri Prestasi :

Emas : Acebon Kota Bandung (Jingga Joelanda Sukoco)
Perak : BTJ Poomsae Team (Zahra Ainun Shafira)
Perunggu : BTJ Poomsae Team (Keisha Aurelua Putri Amin)
Perunggu : BTJ Poomsae Team (Indhira Pradnya Wedasweri)

Kategori Junior Putra Prestasi :

Emas : SKO Ragunan Kemenpora (Johansen Vicenzo Angtolis)
Perak : SKO Ragunan Kemenpora (Muhammad Rizal)
Perunggu : BTJ Poomsae Team (Izzat Mohammad)
Perunggu : Sorowako Taekwondo Club/STC (Ahmad Atsqal Asqalani).

Kategori Junior Putri Prestasi :

Emas : BTJ Poomsae Team (Maheswari Enesia Irianto)
Perak : SKO Ragunan Kemenpora (Avisha Nabilla Shaman)
Perunggu : Kabupaten Tanggerang (Zahra Insani)
Perunggu : Kavuoaten Ranggerang (Novia Azzahra)

Continue Reading

Olahraga

Baladhika Club Pamulang Lantik Kenaikan Sabuk 30 Atlet Taekwondo

Published

on

Tangsel, Hariansentana.com – Pencarian Bakat sejak usia dini sebaiknya sudah dilakukan oleh setiap orang tua, hal itu lebih dari pemberian bekal bagi anak saat menginjak dewasa.

Hal itu telah diterapkan oleh Kapten Inf Z.Siregar dan Istrinya dimana ketiga anaknya sejak usia dini sudah menggeluti cabang olahraga (Cabor) Taekwondo.

Hari ini Sanim Charlie Tanood sebagai guru sekaligus pimpinan Club Baladhika Taekwondo Unit Arhat Sport Club, mengukuhkan kenaikan sabuk bagi 30 atlet Taekwondo dan salah satunya adalah Reza Arkansyah Siregar anak ketiga dari Kapten Inf Z.Siregar yang hari ini naik peringkat menjadi sabuk hijau, bertempat di GOR Arhat, Pondok Petir-Depok, Minggu (5/7/2020)

Menurut Sanim Charlie Tanood, pelantikan kenaikan sabuk ini seharusnya dilaksanakan bulan maret akan tetapi tertunda karena adanya pandemi covid-19 oleh karena itu pelantikan baru dapat dilaksanakan hari ini sekaligus sebagai latihan perdana,” ungkapnya.

Baladhika Club yang dipimpin Sanim Charlie Tanood, saat ini banyak menghasilkan atlet muda berbakat dan berprestasi, baik tingkat Kabupaten, Kotamadya Tangerang bahkan tingkat Provinsi dan anak-anak yang dilatih juga sering diikutkan pada kejuaraan tingkat nasional bahkan internasional.

Continue Reading
Advertisement

Trending

Copyright © 2019 HarianSentana.com. Theme by PT. Ciptamedia Kreasi.