Connect with us

Pendidikan

Perpusnas Gelar Malam Gemilang Perpustakaan 2024

Published

on

JAKARTA, HARIANSENTANA.COM — Perpustakaan Nasional menganugerahkan penghargaan Nugra Jasa Dharma Pustaloka. Pemberian penghargaan tersebut dilakukan pada perayaan literasi Gemilang Perpustakaan 2024, Jum’at, (20/9/2024)

Nugra Jasa Dharma Pustaloka (NJDP) merupakan bentuk apresiasi tertinggi kepada pihak-pihak yang telah bekerja keras meningkatkan kegemaran membaca dan literasi melalui bahan bacaan maupun pendayagunaan perpustakaan. NJDP diberikan kepada enam kategori, yakni pegiat literasi, komunitas literasi, kabupaten/kota literasi, pelestari naskah kuno, media massa, dan jurnalis.

Selain NJDP, pada momen yang sama juga akan diberikan penghargaan dari sejumlah perlombaan dan pemilihan yang diselenggarakan Perpusnas, seperti Lomba Bertutur Bagi Siswa-Siswi SD/MI Tingkat Nasional, Lomba Perpustakaan SMA/SMK/MA Terbaik, Lomba Inovasi Perpustakaan Perguruan Tinggi, Pemilihan Buku (Pustaka) Terbaik, dan Pustakawan Berprestasi Terbaik Nasional 2024.

Literasi sudah menjadi topik dan selalu menarik diperbincangkan. Bahkan, pemerintah dalam satu dekade terakhir memasukkan literasi menjadi fokus atau prioritas pembangunan. Maka, mulai di 2024 Perpusnas mencoba merestrukturasi program agar akses masyarakat terhadap sumber bacaan yang terkualifikasi tercapai dengan baik.

“Restrukturasi kami fokuskan pada tiga aspek besar yang menjadi prioritas, yakni pengembangan budaya baca dan kecakapan literasi, pengarus-utamaan naskah nusantara, serta standardisasi dan akreditasi perpustakaan,” ujar Plt Kepala Perpustakaan Nasional E. Aminudin Aziz tadi malam.
Kenapa berfokus pada tiga aspek tersebut? Pertama, hasil pembangunan kecakapan literasi masyarakat Indonesia masih belum menggembirakan bila dibandingkan dengan negara-negara yang menjadi rujukan. Tingkat kegemaran membaca belum sepenuhnya baik akibat rendahnya ketersediaan bahan bacaan yang benar dan sesuai dengan minat kebutuhan calon pembaca.

Maka itu, Perpusnas melakukan penguatan kepada 10 ribu perpustakaan desa/kelurahan dan TBM di seluruh Indonesia melalui penyediaan buku bermutu beserta rak pajangnya. Setiap perpustakaan desa/TBM akan dibekali 1.000 eksemplar buku dan aneka pelatihan serta pendampingan kepada para pengelola perpustakaan/ TBM tentang pemanfaatan buku secara optimal.
Kedua, Perpusnas menyadari masih banyak perpustakaan yang belum memiliki fasilitas seragam, termasuk standar kompetensi pengelola yang masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, penyelenggaraan akreditasi lembaga perpustakaan, pelaksanaan diklat, bimtek pengelola perpustakaan kami masifkan di level perpustakaan sekolah dan TBM. Hal serupa juga kami berikan kepada para tenaga perpustakaan agar meningkat kompetensinya dengan program sertifikasi dan uji kompetensi.

Ketiga, Indonesia memiliki banyak naskah kuno (manuskrip) Nusantara yang belum terurus dengan baik. Bahkan, ada yang masih terbengkalai dan belum termanfaatkan. Tentu hal ini menjadi keprihatinan, apalagi banyak manuskrip Tanah Air yang diperdagangkan melalui pasar gelap (black market).
Melalui program pengarus-utamaan naskah Nusantara, Perpusnas melakukan upaya konservasi dan digitalisasi naskah (alih media), serta alih aksara terhadap puluhan ribu naskah sehingga kandungan dalam manuskrip kuno tersebut bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Kami menyadari bahwa seringkali naskah dipandang sebagai sesuatu yang tidak berguna, pada satu sisi, tapi dianggap “berat” di sisi lain, terutama oleh para generasi muda,” tambah Aminudin.
Untuk itu, Perpusnas berusaha mengalihvisualkan naskah kuno ke dalam bentuk buku cerita/komik dengan harapan agar sejak belia mereka sudah tahu dan mengerti muatan/isi (konten) dari manuskrip Nusantara.

Ikhtiar Perpusnas dalam melestarikan dan memanfaatkan naskah kuno mendapatkan apresiasi lembaga dunia dengan diberikannya UNESCO-Jikji Memory of the World Prize 2024 oleh UNESCO dengan dukungan Pemerintah Korea Selatan.

Berikut nama-nama penerima Nugra Jasa Dharma Pustaloka 2024;

KATEGORI PEGIAT LITERASI
A.Kategori Perintis Gerakan Literasi oleh Masyarakat: Firman Hadiansyah
B.Kategori Pendongeng: Ariani Safitri
C.Kategori Disabilitas: Sahabuddin
D.Kategori Inovasi Kreatif: Ricky Tacomariyanto
E.Kategori Pemberdayaan Perempuan dan Anak: Siti Muyassaarotul Hafidzoh
F.Kategori Bunda Literasi: Emma Dety Permanawaty
G.Kategori Penggerak Literasi Desa; Lenny Maryani
KATEGORI KABUPATEN/KOTA LITERASI*
Kota Surabaya
KATEGORI KOMUNITAS LITERASI*
A.Kategori Literasi Inklusif: Rumah Baca Jambi Kota Seberang
B.Kategori Kelas Literasi: Benny Institute
C.Kategori Literasi Alam: Rumah Hijau Denassa
D.Kategori Pustaka Bergerak: TBM Hamfara Library

KATEGORI JURNALIS
Suriadi Said (Media Pranala.co)
KATEGORI MEDIA MASSA
Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara
KATEGORI PELESTARI NASKAH KUNO

  1. Rumah Naskah Nusantara – Provinsi Jawa Barat
  2. Museum Pusaka Karo – Provinsi Sumatera Utara
  3. Suryan – Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
  4. Yayasan Pangeran Adipati Mangku Bumi – Provinsi Kalimantan Tengah

LOMBA BERTUTUR SISWA-SISWI SD/MI TINGKAT NASIONAL
Peringkat I
Altaf Jaddan Adzaro – Provinsi DI Yogyakarta
Peringkat II
Anna Bella Prayfa Christina Subakti – Provinsi Jawa Barat
Peringkat III
Maulidina Maalikal Mulki – Provinsi Jawa Tengah

LOMBA PERPUSTAKAAN TINGKAT SMA/SMK/MA TERBAIK
Klaster I
Peringkat I
Perpustakaan SMA Negeri 17 Palembang – Provinsi Sumatera Selatan
Peringkat II
Perpustakaan SMK Negeri 1 Tanjungpandan – Provinsi Bangka Belitung
Peringkat III
Perpustakaan SMA Negeri 1 Padang Panjang, Provinsi Sumatera Barat

Klaster II
Peringkat I
Perpustakaan SMK Negeri 6 Surakarta – Provinsi Jawa Tengah
Peringkat II
Perpustakaan SMA Negeri 78 Jakarta – DKI Jakarta
Peringkat III
Perpustakaan MAN 3 Bantul – Provinsi D.I Yogyakarta

Klaster III
Peringkat I
Perpustakaan SMA Negeri 4 Berau – Provinsi Kalimantan Timur
Peringkat II
Perpustakaan SMA Negeri 2 Mataram – Provinsi NTB
Peringkat III
Perpustakaan MAN 1 Kab. Gorontalo – Provinsi Gorontalo
Klaster IV
Peringkat I
Perpustakaan SMA Negeri 1 Kep. Sula – Provinsi Maluku Utara
Peringkat II
Perpustakaan SMA YAPIS Manokwari – Provinsi Papua Barat
LOMBA INOVASI PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI

Peringkat I
Perpustakaan Universitas Sanata Dharma – Provinsi D.I Yogyakarta
ARTATI Mobile Application

Peringkat II
Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Semarang – Provinsi Jawa Tengah
SIPUSPA (Simpul Informasi Kesehatan Indonesia)

Peringkat III
Universitas Telkom – Provinsi Jawa Barat
Open Library Mobile Apps

BUKU (PUSTAKA) TERBAIK
A.Subjek Hak Asasi Manusia

Peringkat: I
Pemulihan Korban Pelanggaran Berat HAM: Menurut Prinsip Tanggung Jawab Negara
Penulis: Andrey Sujatmoko
Penerbit: Rajawali Pers

Peringkat: II
Hukum Hak Asasi Manusia: Teori dan Studi Kasus
Penulis: Cekli Setya Pratiwi dan Febriansyah Ramadhan
Penerbit: Penerbit Universitas Muhammadiyah Malang (UMM Press)

Peringkat: III
Hak Asasi Manusia: Internasionalisme, Islamisme, Post Kolonialisme, dan Praktiknya di Indonesia
Penulis: Al Khanif, S.H., M.A., LL.M., Ph.D.
Penerbit: Intrans Publishing

B.Subjek Kesehatan Mental

Peringkat: I
Yuk, Jaga Diri dari Adiksi: Remaja Sehat untuk Generasi Penerus Bangsa Berkualitas
Penulis: dr. Ellen Wijaya, Sp.A.
Penerbit: Erlangga

Peringkat: II
Terapi Menguasai Emosi Marah: Mengubah Emosi Marah Menjadi Energi Positif
Penulis: Katarina Yulisa
Penerbit: Anak Hebat Indonesia

Peringkat: III
Berdamai dengan Trauma Batin: Sebuah Perjalanan Menuju Kesembuhan Emosional
Penulis: Bayu Alamsyah
Penerbit: Anak Hebat Indonesia

C.Subjek Ketahanan Pangan*l

Peringkat: I
Membangun Rice Estate untuk Kesejahteraan Petani
Penulis: Dr. Ir. Delima Hasri Azahari, MS., Ir. Kusno Hadiutomo, MM. Penerbit: IPB Press

Peringkat: II
Pangan: Sistem, Diversifikasi, Kedaulatan, dan Peradaban Indonesia
Penulis: Dr. E. Herman Khaeron, Ir., Msi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Peringkat: III
Ketahanan Pangan, Konsep, Determinan, dan Ketimpangan
Penulis: Ikeu Tanziha
Penerbit: IPB Press

D.Subjek Perubahan Iklim

Peringkat: I
Strategi Mempertahankan Produksi Pertanian dalam Menghadapi Perubahan Iklim: Pertanian Cerdas Iklim
Penulis: Tania June dan Yeli Sarvina
Penerbit: IPB Press

Peringkat: II
Generasi Terakhir: Aktivisme Dunia Muslim Mencegah Perubahan Iklim dan Kepunahan Lingkungan Hidup
Penulis: Fachruddin M. Mangunjaya
Penerbit: Pustaka LP3ES (Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial)

Peringkat: III
Isu Lingkungan dan Perubahan Iklim pada Transportasi (Udara, Laut, Darat, dan Kereta Api)
Penulis: Wendy Aritenang, Ph.D.
Penerbit: ITB Press

Penerima Penghargaan Pelaksanaan Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (SSKCKR) Tahun 2024

A.Kategori Karya Cetak (Majalah/Buletin)*
1.PT. Media Sains Nasional dengan judul Majalah Sains Indonesia
2.Galura dengan judul Galura
3.Kantor Pusat Gereja Bala Keselamatan di Indonesia dengan judul Berita Keselamatan
4.PT. Genta Singgalang Press Gereja dengan judul Harian Singgalang

B.Kategori Karya Cetak (Surat Kabar/Tabloid)*
1.PT. Jurnalindo Aksara Grafika dengan judul Bisnis Indonesia
2.PT. Kompas Media Nusantara dengan judul KOMPAS

C.Kategori Karya Cetak (Monograf)*
1.CV. Eureka Media Aksara
2.Yayasan Kita Menulis
3.PT. Insan Cendekia Mandiri Group
4.PT. Literasi Nusantara Abadi Grup
5.Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan

D.Kategori Penerbit Perguruan Tinggi*
1.UMSU Press
2.UB Press
3.LPPM UPN Veteran Yogyakarta

E.Kategori Penerbit Kementerian/Lembaga*
1.Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
2.Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo
3.Badan Pusat Statistik Provinsi Bali

F.Kategori Produsen Karya Rekam (Monograf)
1.CV. Adanu Abimata (Penerbit ADAB)
2.CV. Jejak Pustaka
3.Perkumpulan Rumah Cemerlang Indonesia

PUSTAKAWAN BERPRESTASI TERBAIK
Peringkat I
Edi Wiyono – Perpustakaan Nasional, Provinsi DKI Jakarta
Peringkat II
Hery – Dinas Perpustakaan Kota Parepare, Provinsi Sulawesi Selatan
Peringkat III
Rahmawati – MAN 4 Aceh Besar, Provinsi Aceh

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pendidikan

Pemerintah Diminta Memperhatikan Guru Honorer

Published

on

By

BANDUNG, SENTANA – Basecamp Demokrasi menggelar diskusi publik bertajuk ‘Mau Dibawa Kemana Nasib Guru Honorer Di Era Ini?’ dalam rangka Hari Pendidikan Nasional di Kota Bandung, Minggu (17 Mei 2026).

Dalam kegiatan tersebut Forum ini menghadirkan Founder Basecamp Demokrasi, Diah Permata Saraswati, Guru Honorer Kota Bandung, Iis Sari Mulyani, Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Andri Gunawan, serta Penggiat Pendidikan, Ikhsan Maulana.

Melalui keterangannya, Minggu (17/5), Founder Basecamp Demokrasi, Diah Permata Saraswati menegaskan bahwa, jutaan guru honorer di Indonesia masih hidup di bawah garis kelayakan.

“Ada jutaan guru honorer yang belum diangkat menjadi P3K ataupun PNS. Mereka dituntut bekerja maksimal, tetapi hak kesejahteraannya belum terpenuhi. Ini menjadi PR besar bagi pemerintah,” ujarnya.

Padahal dikatakan Diah, guru memiliki tugas yang sangat penting mencetak generasi muda yang tidak hanya berkualitas dari sisi akademisi namun juga akhlak dan budi pekertinya. Sehingga sangat disesalkan sampai hari ini nasib kesejahteraan guru honorer masih jauh dari kata layak.

“Padahal mulai dari pegawai biasa sampai presiden sekalipun, yang mendidik itu ya guru, tapi kenapa masih tidak terperhatikan kesejahteraannya, padahal ini sudah menjadi amanat besar dalam prembule undang-undang dasar 1945,” tegasnya.

Diah menegaskan, melalui diskusi ini diharapkan bisa menjadi masukan besar bagi pemerintah, sehingga guru honorer bisa lebih terperhatikan.

Ketimpangan nyata itupun diakui, Guru Honorer Kota Bandung, Iis Sari Mulyani (Ismed). Ia mengungkapkan fakta mencengangkan bahwa, masih ada guru honorer yang hanya menerima upah Rp10.000 per jam mengajar.

“Kalau dihitung, bisa saja hanya Rp120.000 per bulan. Beban kerja sama dengan ASN, tapi kesejahteraan jauh berbeda. Bahkan sejak 2025, HPM untuk guru swasta diputus, sehingga dua tahun terakhir tidak ada tunjangan. Padahal sekolah swasta menopang ratusan ribu siswa di Bandung,” jelasnya.

Ketimpangan ini jelas nyata dari tanggung jawab besar yang diamanahkan untuk guru dalam membentuk SDM yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Disparitas dalam dunia pendidikan ini juga mendapat sorotan dari Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Andri Gunawan. Ia menyoroti kesenjangan kualitas pendidikan di Kota Bandung.

“Sekolah elit punya infrastruktur dan kesejahteraan guru yang baik, sementara sekolah swasta di pinggiran kota kondisinya memprihatinkan. Pemerintah harus menciptakan keadilan, mulai dari peningkatan kualitas guru lewat pelatihan hingga memastikan isi kantong mereka layak. Tidak boleh ada keterlambatan gaji sampai empat bulan seperti yang terjadi kemarin,” tegasnya.

Iapun memastikan diskusi ini menjadi masukan penting untuk DPRD dan Pemerintah Kota Bandung untuk mencari solusi bersama terkait masa depan dan nasib guru honorer. “Ini menjadi masukan penting buat kami, dan ini akan kami bahas di DPRD guna menyelamatkan kesejahteraan Guru Honorer dan masa depan anak anak kita,” katanya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Penggiat Pendidilan, Ikhsan Maulana menambahkan, dimensi lain tentang ketimpangan status profesi guru.

“Ada guru PNS, P3K penuh waktu, paruh waktu, hingga honorer. Padahal tugas mereka sama, mencerdaskan anak bangsa. Ketidakadilan ini berdampak pada kualitas pelayanan pendidikan. Bagaimana guru bisa sepenuh hati mengajar jika profesinya tidak dihargai negara?,” katanya.

Oleh karenanya dikatakan Ikhsan, penting bagi pemerintah mampu memperhatikan Guru Honorer, yang saat ini masih terkatung katung nasibnya, untuk masa depan Indonesia. “Dari Guru orang orang hebat lahir, dari Guru Indonesia bisa berkembang sampai hari ini, sudah saatnya kesejahteraan guru menjadi prioritas, bukan untuk mencari popularitas tetapi untuk masa depan bangsa yang lebih berkualitas menuju Indonesia Emas 2045,” jelasnya.

Diskusi ini menegaskan bahwa, persoalan guru honorer bukan sekadar gaji, melainkan keadilan sosial dan pengakuan profesi. Guru honorer adalah tulang punggung pendidikan, namun masih terjebak dalam kerentanan ekonomi dan status yang timpang.

Basecamp Demokrasi menutup forum dengan seruan agar pemerintah pusat maupun daerah segera mengambil langkah konkret. Momentum Hari Pendidikan Nasional diharapkan menjadi titik balik lahirnya kebijakan yang berpihak pada guru honorer, sehingga mereka dapat hidup layak dan tetap mengabdi demi mencerdaskan bangsa. (Red).

Continue Reading

Pendidikan

IKA SPS UNNES, Menjadi Jembatan Kebutuhan Almamater dan Kiprah Profesional Alumni

Published

on

By

FOTO BERSAMA-Ketua IKA SPS UNNES, Irjen Pol Dr Susilo Teguh R, M.Si (duduk depan paling kiri) foto bersama para Pengurus, usai Silaturahim dan Rapat Kerja. (Foto Ist).

SEMARANG, SENTANA – Pengurus IKA SPS UNNES (Ikatan Alumni Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Semarang) masa bhakti 2025-2030, menyelenggarakan Silaturahim dan Rapat Kerja, bertempat di Pendopo Kautaman Gunung Pati, Minggu (10 Mei 2026).

Acara diawali pembukaan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Selanjutnya, sambutan Ketua Penyelenggara Dr H ANANG BUDI UTOMO, S.Pd, S.Pn, M.Pd, Ketua IKA SPS UNNES, Irjen Pol Dr Susilo Teguh R, M.Si dan Pengarahan Prof Eko Handoyo, M.Si. Selanjutnya diskusi pembahasan Program 2026 dan evaluasi Program 2025.

Hadir dalam acara tersebut,
Prof Dr Faturrahman, M.Hum, selaku Penasehat, Prof Dr Eko Handoyo, M.Si, selaku pengarah, Irjen Pol Dr Susilo Teguh R, M.Si, Ketua IKA SPS UNNES, Dr H ANANG BUDI UTOMO, S.Pd, S.Pn, M.Pd, Sekretaris IKA SPS UNNES, serta para Ketua Bidang atau yang mewakili.

Melalui keterangannya, Senin (11/5), Ketua IKA SPS UNNES, Irjen Pol Dr Susilo Teguh R, M.Si mengungkapkan bahwa, IKA SPS UNNES merupakan salah satu wadah Resmi Organisasi yang menyatukan seluruh lulusan Sekolah Pascasarjana, dengan tujuan dapat Mendorong alumninya aktif memberi kontribusi nyata dalam pembangunan pendidikan nasional yang inklusif dan berdaya saing global.

“Keberadaan IKA SPS UNNES, diharapkan mampu Menjadi jembatan antara kebutuhan almamater (kampus) dan kiprah profesional alumni,” ujarnya.

Irjen Pol Dr Susilo Teguh R, M.S menyampaikan tentang rencana Program masing masing bidang yang meliputi:

  • Rencana Pengembangan Organisasi.
  • Bidang pendidikan dan peningkatan Kualitas SDM
  • Rencana Program Bidang Koperasi dan kewirausahaan
  • Rencana Program Bidang Pengembangan Profesi
  • Rencana Program Bidang Pengembangan Profesi
  • Rencana Program Bidang Penelitian.
  • Rencana Program Budang Pengabdian Masyarakat
  • Rencana Program Bidang Advokasi dan Bantuan hukum.
  • Rencana Program Bidang Humas Penerbitan dan multimedia.
  • Rencana Program Bidang Kerja sama
  • Rencana Program Bidang olah raga seni dan budaya, dan
  • Rencana Program Bidang Kerohanian.

“Dalam diskusi tersebut mengemuka, agar rencana Program tiap Bidang realistis dengan dinamika kemasyarakatan dan dapat bersinergi, serta diimplementisikan secara Profesional dan tentunya membawa kemanfaatan sebagaimana tujuan dan Visi misi yang telah di tetapkan,” pungkas pria Kelahiran Kota Wali Demak ini.

Sukses selalu IKA SPS UNNES Sinergi, Integritas Profesional. (Red).

Continue Reading

Pendidikan

Unhan RI Selenggarakan Wisuda Program Sarjana (S1), Magister (S2), dan Doktor (S3) Tahun Akademik 2026

Published

on

Bogor, Hariansentana.com — Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan strategis di bidang pertahanan melalui penyelenggaraan Wisuda Program Sarjana (S1), Magister (S2), dan Doktor (S3) Tahun Akademik 2026 yang berlangsung di kampus Unhan RI, Bogor.

Sebanyak 466 wisudawan resmi dikukuhkan, terdiri atas 5 doktor, 385 magister, dan 76 sarjana. Momentum ini menjadi penanda keberhasilan Unhan RI dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga perspektif strategis dalam bidang pertahanan negara.

Rektor Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Anton Nugroho, M.M.D.S., M.A., menyampaikan bahwa capaian para lulusan merupakan hasil dari proses pendidikan yang menuntut ketekunan, disiplin, dan integritas tinggi. Ia menegaskan bahwa Unhan RI terus berkomitmen menghasilkan lulusan yang siap berkontribusi dalam menjaga kedaulatan negara di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

Kehadiran Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, menjadi wujud dukungan nyata terhadap penguatan kualitas pendidikan pertahanan di Indonesia. Dalam amanatnya, Menteri Pertahanan RI memberikan apresiasi atas keberhasilan para wisudawan yang dinilai sebagai buah dari kerja keras dan semangat juang yang konsisten selama masa studi.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tantangan global saat ini tidak lagi bersifat konvensional semata. Oleh karena itu, lulusan Unhan RI diharapkan mampu menjadi bagian dari kekuatan strategis bangsa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif, inovatif, dan berdaya saing tinggi.

Menurutnya, kekuatan pertahanan modern sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Sejalan dengan itu, pemerintah terus mendorong modernisasi sistem pertahanan dan peningkatan kapasitas SDM sebagai pilar utama dalam menjaga stabilitas nasional.

Kepada para wisudawan, Menteri Pertahanan RI juga berpesan agar senantiasa menjunjung tinggi integritas, menanamkan semangat patriotisme, serta mengabdikan ilmu yang dimiliki untuk kepentingan bangsa dan negara. Para lulusan diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi atas berbagai tantangan strategis di masa depan, dengan berlandaskan nilai nasionalisme, patriotisme, dan profesionalisme dalam setiap langkah pengabdian.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Pertahanan RI juga menyerahkan sertifikat penghargaan kepada lulusan terbaik sebagai bentuk apresiasi atas prestasi akademik yang telah diraih.

Wisuda ini sekaligus mencerminkan semakin kuatnya posisi Unhan RI dalam ekosistem pendidikan global, dengan kehadiran mahasiswa internasional yang turut menjadi bagian dari lulusan tahun ini. Hal tersebut menunjukkan bahwa Unhan RI tidak hanya berperan di tingkat nasional, tetapi juga sebagai bagian dari komunitas akademik internasional di bidang pertahanan.

Acara wisuda kemudian dilanjutkan dengan tradisi pengucapan janji alumni sebagai simbol komitmen para lulusan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai almamater serta mengabdikan diri kepada bangsa dan negara. Suasana semakin semarak saat prosesi ditutup dengan pelemparan topi toga oleh para wisudawan, sebagai wujud rasa syukur dan kebanggaan atas keberhasilan yang telah diraih. (***)

Continue Reading
Advertisement

Trending