Connect with us

Pendidikan

Perpusnas Gelar Malam Gemilang Perpustakaan 2024

Published

on

JAKARTA, HARIANSENTANA.COM — Perpustakaan Nasional menganugerahkan penghargaan Nugra Jasa Dharma Pustaloka. Pemberian penghargaan tersebut dilakukan pada perayaan literasi Gemilang Perpustakaan 2024, Jum’at, (20/9/2024)

Nugra Jasa Dharma Pustaloka (NJDP) merupakan bentuk apresiasi tertinggi kepada pihak-pihak yang telah bekerja keras meningkatkan kegemaran membaca dan literasi melalui bahan bacaan maupun pendayagunaan perpustakaan. NJDP diberikan kepada enam kategori, yakni pegiat literasi, komunitas literasi, kabupaten/kota literasi, pelestari naskah kuno, media massa, dan jurnalis.

Selain NJDP, pada momen yang sama juga akan diberikan penghargaan dari sejumlah perlombaan dan pemilihan yang diselenggarakan Perpusnas, seperti Lomba Bertutur Bagi Siswa-Siswi SD/MI Tingkat Nasional, Lomba Perpustakaan SMA/SMK/MA Terbaik, Lomba Inovasi Perpustakaan Perguruan Tinggi, Pemilihan Buku (Pustaka) Terbaik, dan Pustakawan Berprestasi Terbaik Nasional 2024.

Literasi sudah menjadi topik dan selalu menarik diperbincangkan. Bahkan, pemerintah dalam satu dekade terakhir memasukkan literasi menjadi fokus atau prioritas pembangunan. Maka, mulai di 2024 Perpusnas mencoba merestrukturasi program agar akses masyarakat terhadap sumber bacaan yang terkualifikasi tercapai dengan baik.

“Restrukturasi kami fokuskan pada tiga aspek besar yang menjadi prioritas, yakni pengembangan budaya baca dan kecakapan literasi, pengarus-utamaan naskah nusantara, serta standardisasi dan akreditasi perpustakaan,” ujar Plt Kepala Perpustakaan Nasional E. Aminudin Aziz tadi malam.
Kenapa berfokus pada tiga aspek tersebut? Pertama, hasil pembangunan kecakapan literasi masyarakat Indonesia masih belum menggembirakan bila dibandingkan dengan negara-negara yang menjadi rujukan. Tingkat kegemaran membaca belum sepenuhnya baik akibat rendahnya ketersediaan bahan bacaan yang benar dan sesuai dengan minat kebutuhan calon pembaca.

Maka itu, Perpusnas melakukan penguatan kepada 10 ribu perpustakaan desa/kelurahan dan TBM di seluruh Indonesia melalui penyediaan buku bermutu beserta rak pajangnya. Setiap perpustakaan desa/TBM akan dibekali 1.000 eksemplar buku dan aneka pelatihan serta pendampingan kepada para pengelola perpustakaan/ TBM tentang pemanfaatan buku secara optimal.
Kedua, Perpusnas menyadari masih banyak perpustakaan yang belum memiliki fasilitas seragam, termasuk standar kompetensi pengelola yang masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, penyelenggaraan akreditasi lembaga perpustakaan, pelaksanaan diklat, bimtek pengelola perpustakaan kami masifkan di level perpustakaan sekolah dan TBM. Hal serupa juga kami berikan kepada para tenaga perpustakaan agar meningkat kompetensinya dengan program sertifikasi dan uji kompetensi.

Ketiga, Indonesia memiliki banyak naskah kuno (manuskrip) Nusantara yang belum terurus dengan baik. Bahkan, ada yang masih terbengkalai dan belum termanfaatkan. Tentu hal ini menjadi keprihatinan, apalagi banyak manuskrip Tanah Air yang diperdagangkan melalui pasar gelap (black market).
Melalui program pengarus-utamaan naskah Nusantara, Perpusnas melakukan upaya konservasi dan digitalisasi naskah (alih media), serta alih aksara terhadap puluhan ribu naskah sehingga kandungan dalam manuskrip kuno tersebut bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Kami menyadari bahwa seringkali naskah dipandang sebagai sesuatu yang tidak berguna, pada satu sisi, tapi dianggap “berat” di sisi lain, terutama oleh para generasi muda,” tambah Aminudin.
Untuk itu, Perpusnas berusaha mengalihvisualkan naskah kuno ke dalam bentuk buku cerita/komik dengan harapan agar sejak belia mereka sudah tahu dan mengerti muatan/isi (konten) dari manuskrip Nusantara.

Ikhtiar Perpusnas dalam melestarikan dan memanfaatkan naskah kuno mendapatkan apresiasi lembaga dunia dengan diberikannya UNESCO-Jikji Memory of the World Prize 2024 oleh UNESCO dengan dukungan Pemerintah Korea Selatan.

Berikut nama-nama penerima Nugra Jasa Dharma Pustaloka 2024;

KATEGORI PEGIAT LITERASI
A.Kategori Perintis Gerakan Literasi oleh Masyarakat: Firman Hadiansyah
B.Kategori Pendongeng: Ariani Safitri
C.Kategori Disabilitas: Sahabuddin
D.Kategori Inovasi Kreatif: Ricky Tacomariyanto
E.Kategori Pemberdayaan Perempuan dan Anak: Siti Muyassaarotul Hafidzoh
F.Kategori Bunda Literasi: Emma Dety Permanawaty
G.Kategori Penggerak Literasi Desa; Lenny Maryani
KATEGORI KABUPATEN/KOTA LITERASI*
Kota Surabaya
KATEGORI KOMUNITAS LITERASI*
A.Kategori Literasi Inklusif: Rumah Baca Jambi Kota Seberang
B.Kategori Kelas Literasi: Benny Institute
C.Kategori Literasi Alam: Rumah Hijau Denassa
D.Kategori Pustaka Bergerak: TBM Hamfara Library

KATEGORI JURNALIS
Suriadi Said (Media Pranala.co)
KATEGORI MEDIA MASSA
Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara
KATEGORI PELESTARI NASKAH KUNO

  1. Rumah Naskah Nusantara – Provinsi Jawa Barat
  2. Museum Pusaka Karo – Provinsi Sumatera Utara
  3. Suryan – Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
  4. Yayasan Pangeran Adipati Mangku Bumi – Provinsi Kalimantan Tengah

LOMBA BERTUTUR SISWA-SISWI SD/MI TINGKAT NASIONAL
Peringkat I
Altaf Jaddan Adzaro – Provinsi DI Yogyakarta
Peringkat II
Anna Bella Prayfa Christina Subakti – Provinsi Jawa Barat
Peringkat III
Maulidina Maalikal Mulki – Provinsi Jawa Tengah

LOMBA PERPUSTAKAAN TINGKAT SMA/SMK/MA TERBAIK
Klaster I
Peringkat I
Perpustakaan SMA Negeri 17 Palembang – Provinsi Sumatera Selatan
Peringkat II
Perpustakaan SMK Negeri 1 Tanjungpandan – Provinsi Bangka Belitung
Peringkat III
Perpustakaan SMA Negeri 1 Padang Panjang, Provinsi Sumatera Barat

Klaster II
Peringkat I
Perpustakaan SMK Negeri 6 Surakarta – Provinsi Jawa Tengah
Peringkat II
Perpustakaan SMA Negeri 78 Jakarta – DKI Jakarta
Peringkat III
Perpustakaan MAN 3 Bantul – Provinsi D.I Yogyakarta

Klaster III
Peringkat I
Perpustakaan SMA Negeri 4 Berau – Provinsi Kalimantan Timur
Peringkat II
Perpustakaan SMA Negeri 2 Mataram – Provinsi NTB
Peringkat III
Perpustakaan MAN 1 Kab. Gorontalo – Provinsi Gorontalo
Klaster IV
Peringkat I
Perpustakaan SMA Negeri 1 Kep. Sula – Provinsi Maluku Utara
Peringkat II
Perpustakaan SMA YAPIS Manokwari – Provinsi Papua Barat
LOMBA INOVASI PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI

Peringkat I
Perpustakaan Universitas Sanata Dharma – Provinsi D.I Yogyakarta
ARTATI Mobile Application

Peringkat II
Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Semarang – Provinsi Jawa Tengah
SIPUSPA (Simpul Informasi Kesehatan Indonesia)

Peringkat III
Universitas Telkom – Provinsi Jawa Barat
Open Library Mobile Apps

BUKU (PUSTAKA) TERBAIK
A.Subjek Hak Asasi Manusia

Peringkat: I
Pemulihan Korban Pelanggaran Berat HAM: Menurut Prinsip Tanggung Jawab Negara
Penulis: Andrey Sujatmoko
Penerbit: Rajawali Pers

Peringkat: II
Hukum Hak Asasi Manusia: Teori dan Studi Kasus
Penulis: Cekli Setya Pratiwi dan Febriansyah Ramadhan
Penerbit: Penerbit Universitas Muhammadiyah Malang (UMM Press)

Peringkat: III
Hak Asasi Manusia: Internasionalisme, Islamisme, Post Kolonialisme, dan Praktiknya di Indonesia
Penulis: Al Khanif, S.H., M.A., LL.M., Ph.D.
Penerbit: Intrans Publishing

B.Subjek Kesehatan Mental

Peringkat: I
Yuk, Jaga Diri dari Adiksi: Remaja Sehat untuk Generasi Penerus Bangsa Berkualitas
Penulis: dr. Ellen Wijaya, Sp.A.
Penerbit: Erlangga

Peringkat: II
Terapi Menguasai Emosi Marah: Mengubah Emosi Marah Menjadi Energi Positif
Penulis: Katarina Yulisa
Penerbit: Anak Hebat Indonesia

Peringkat: III
Berdamai dengan Trauma Batin: Sebuah Perjalanan Menuju Kesembuhan Emosional
Penulis: Bayu Alamsyah
Penerbit: Anak Hebat Indonesia

C.Subjek Ketahanan Pangan*l

Peringkat: I
Membangun Rice Estate untuk Kesejahteraan Petani
Penulis: Dr. Ir. Delima Hasri Azahari, MS., Ir. Kusno Hadiutomo, MM. Penerbit: IPB Press

Peringkat: II
Pangan: Sistem, Diversifikasi, Kedaulatan, dan Peradaban Indonesia
Penulis: Dr. E. Herman Khaeron, Ir., Msi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Peringkat: III
Ketahanan Pangan, Konsep, Determinan, dan Ketimpangan
Penulis: Ikeu Tanziha
Penerbit: IPB Press

D.Subjek Perubahan Iklim

Peringkat: I
Strategi Mempertahankan Produksi Pertanian dalam Menghadapi Perubahan Iklim: Pertanian Cerdas Iklim
Penulis: Tania June dan Yeli Sarvina
Penerbit: IPB Press

Peringkat: II
Generasi Terakhir: Aktivisme Dunia Muslim Mencegah Perubahan Iklim dan Kepunahan Lingkungan Hidup
Penulis: Fachruddin M. Mangunjaya
Penerbit: Pustaka LP3ES (Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial)

Peringkat: III
Isu Lingkungan dan Perubahan Iklim pada Transportasi (Udara, Laut, Darat, dan Kereta Api)
Penulis: Wendy Aritenang, Ph.D.
Penerbit: ITB Press

Penerima Penghargaan Pelaksanaan Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (SSKCKR) Tahun 2024

A.Kategori Karya Cetak (Majalah/Buletin)*
1.PT. Media Sains Nasional dengan judul Majalah Sains Indonesia
2.Galura dengan judul Galura
3.Kantor Pusat Gereja Bala Keselamatan di Indonesia dengan judul Berita Keselamatan
4.PT. Genta Singgalang Press Gereja dengan judul Harian Singgalang

B.Kategori Karya Cetak (Surat Kabar/Tabloid)*
1.PT. Jurnalindo Aksara Grafika dengan judul Bisnis Indonesia
2.PT. Kompas Media Nusantara dengan judul KOMPAS

C.Kategori Karya Cetak (Monograf)*
1.CV. Eureka Media Aksara
2.Yayasan Kita Menulis
3.PT. Insan Cendekia Mandiri Group
4.PT. Literasi Nusantara Abadi Grup
5.Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan

D.Kategori Penerbit Perguruan Tinggi*
1.UMSU Press
2.UB Press
3.LPPM UPN Veteran Yogyakarta

E.Kategori Penerbit Kementerian/Lembaga*
1.Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
2.Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo
3.Badan Pusat Statistik Provinsi Bali

F.Kategori Produsen Karya Rekam (Monograf)
1.CV. Adanu Abimata (Penerbit ADAB)
2.CV. Jejak Pustaka
3.Perkumpulan Rumah Cemerlang Indonesia

PUSTAKAWAN BERPRESTASI TERBAIK
Peringkat I
Edi Wiyono – Perpustakaan Nasional, Provinsi DKI Jakarta
Peringkat II
Hery – Dinas Perpustakaan Kota Parepare, Provinsi Sulawesi Selatan
Peringkat III
Rahmawati – MAN 4 Aceh Besar, Provinsi Aceh

Pendidikan

Bedah Buku “NGAJI SUGIH”, Mengajak Masyarakat Menemukan Kekayaan Dari Dalam Diri

Published

on

By

BEDAH BUKU-Dr. Suyanto, CFP bersama Bunda Anita menerima Buku usai acara Bedah buku “Ngaji Sugih” karya Soraya, SH, MH, CHt, MNLP, MPI. (Foto Ist).

BANJARMASIN, SENTANA – Ada yang berbeda di Wisma Hijau Intira, Banjarmasin. Sebuah forum literasi tidak hanya menjadi ruang untuk membicarakan isi buku, tetapi berkembang menjadi perjumpaan antara budaya, spiritualitas, pengalaman hidup dan semangat membangun kehidupan yang lebih bermakna.

Bedah buku “Ngaji Sugih” karya Soraya, SH, MH, CHt, MNLP, MPI berlangsung hangat dan inspiratif dengan dihadiri 99 peserta secara langsung, menghadirkan perpaduan literasi, budaya, refleksi spiritual, hingga praktik terapi Quantum Touch, Senin (7/9). Acara juga disiarkan secara daring dan disaksikan lebih dari 1.000 peserta dari jaringan MAHANTIRA, serta masyarakat umum.

Mengusung semangat “Ngaji Sugih, Hidup Berkah, Masa Depan Lebih Cerah”, kegiatan ini membawa pesan bahwa makna “sugih” atau kaya tidak semata-mata berbicara mengenai kelimpahan materi.

Lebih jauh, kekayaan juga menyangkut kejernihan pikiran, ketenangan batin, keluasan rasa syukur, hubungan yang baik dengan sesama, serta kebermanfaatan hidup.

Dibuka Musik Panting, Budaya Menjadi Pintu Masuk Refleksi

Acara diawali dengan penampilan Musik Panting Nusantara (MUPANTARA) pimpinan Dr. Suyanto, CFP, yang membawakan lagu Baras Kuning dan Lir-Ilir.
Penampilan tersebut tidak berhenti sebagai hiburan pembuka. Lagu-lagu yang dibawakan turut diulas dari perspektif nilai dan makna spiritual, sehingga musik tradisional menjadi medium untuk mengajak peserta melakukan refleksi. Lir-Ilir, misalnya, dimaknai sebagai pesan tentang kesadaran untuk “bangun” dan memperbaiki diri. Manusia tidak cukup hanya menjalani kehidupan secara fisik, tetapi juga perlu terus menghidupkan kesadaran, memperbaiki perilaku, dan mempersiapkan bekal kebaikan.

BEDAH BUKU-Dr. Suyanto, CFP bersama Bunda Anita menerima Buku usai acara Bedah buku “Ngaji Sugih” karya Soraya, SH, MH, CHt, MNLP, MPI. (Foto Ist).

Sementara nuansa Banjar melalui Baras Kuning menghadirkan kedekatan acara dengan akar budaya lokal. Perpaduan tersebut seakan menegaskan bahwa kearifan tradisi tetap relevan untuk menjadi pintu masuk pembelajaran kehidupan di tengah masyarakat modern.

Soraya: Ketika Ada Masalah, Belajarlah Bertanya ke Dalam

Acara dipandu oleh Gusti Fadhila Maulida, Direktur MAHANTIRA, perusahaan yang bergerak di bidang digital marketing profesional dan telah memiliki jaringan lebih dari 620 seller di Indonesia.

Soraya hadir sebagai narasumber utama, didampingi Bunda Anita dan Dr. Suyanto, CFP, sebagai sahabat dalam perjalanan perjuangan dan pembelajaran.

Salah satu bagian yang paling menarik adalah ketika Soraya mengungkap perjalanan pemikiran di balik lahirnya judul “Ngaji Sugih”. Menurutnya, manusia sering mencari jawaban terlalu jauh ketika menghadapi persoalan, padahal ada satu ruang yang kerap terlupakan: diri sendiri.

“Banyak orang kalau terjadi masalah dan stres selalu bertanya ke luar dirinya, dan sering kali tidak ada jalan keluarnya. Kita lupa bertanya ke ‘dalam’ diri. Padahal hukum semesta mengatakan, apa yang terjadi di ‘dalam’, itu yang terjadi di luar,” kata Soraya.

Soraya yang juga dikenal sebagai praktisi Terapi Quantum Touch, kemudian menekankan empat hal sederhana namun mendasar dalam menjalani kehidupan. “Sadar, sabar, syukur dan perbanyak menabung kebaikan adalah kunci utamanya,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi salah satu benang merah dalam bedah buku. “Sugih” tidak ditempatkan sebatas sebagai tujuan finansial, melainkan sebagai kondisi ketika seseorang mampu mengelola dirinya, mensyukuri kehidupan, bertumbuh dari persoalan, serta terus meninggalkan jejak kebaikan.

“Menabung Kebaikan”, sebagai Investasi Kehidupan

Gagasan tentang menabung kebaikan mendapat perhatian tersendiri. Dalam konteks Ngaji Sugih, kebaikan dipandang sebagai investasi kehidupan yang tidak selalu menghasilkan balasan secara langsung maupun dalam bentuk materi.

Membantu orang lain, berbagi ilmu, menjaga perkataan, memudahkan urusan sesama hingga menghadirkan manfaat sekecil apa pun merupakan bentuk “tabungan” yang nilainya dapat kembali melalui jalan yang tidak selalu dapat diprediksi. Karena itu, buku “Ngaji Sugih” membawa pembaca pada pertanyaan yang lebih mendasar: sebelum sibuk mengubah dunia di luar diri, sudahkah manusia memahami dan membenahi apa yang ada di dalam dirinya?

Pertanyaan itulah yang membuat diskusi berkembang bukan sekadar menjadi bedah buku, tetapi menjadi ruang refleksi bersama.

Dari Spiritualitas Menuju Pemberdayaan Ekonomi

Menariknya, acara juga menghubungkan pembahasan spiritual dengan kehidupan ekonomi masyarakat masa kini.

Dalam penutupan acara, Gusti Fadhila Maulida mengajak peserta membangun lingkungan yang produktif dan positif. Menurutnya, kualitas lingkungan dan komunitas dapat memengaruhi cara seseorang berpikir, bertumbuh dan mengambil peluang.

“Secara energi manusia saling terhubung, yang sejenis akan menarik yang sejenis, like attracts like. Jika Anda ingin mempunyai penghasilan tambahan dan berkumpul dengan orang-orang yang bervibrasi positif, bergabunglah di MAHANTIRA,” kata Gusti Fadhila Maulida.

Pesan tersebut sekaligus mempertemukan dua dimensi yang menjadi warna acara: penguatan dari dalam diri dan keberanian mengambil langkah nyata dalam kehidupan.

Ditutup “Sangu Batolak” dan Praktik Quantum Touch

Menjelang akhir kegiatan, MUPANTARA kembali menghadirkan musik tradisional dengan membawakan lagu “Sangu Batolak”.

Lagu tersebut menjadi penutup yang selaras dengan keseluruhan perjalanan acara. Setelah berbicara tentang kesadaran, kesabaran, rasa syukur, kebaikan dan kebermanfaatan, peserta seolah diingatkan bahwa kehidupan pada akhirnya merupakan sebuah perjalanan dan setiap perjalanan memerlukan “sangu” atau bekal.
Bukan hanya bekal materi, tetapi juga ilmu, karakter, kebaikan dan nilai-nilai yang dapat dibawa sepanjang kehidupan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik Terapi Quantum Touch kepada sembilan peserta, yang menjadi pengalaman langsung sekaligus penutup rangkaian bedah buku. Dari musik panting hingga diskusi buku, dari refleksi ke dalam diri hingga pemberdayaan ekonomi, acara “Ngaji Sugih” meninggalkan satu pesan sederhana: manusia boleh memiliki cita-cita untuk hidup berkecukupan, tetapi perjalanan menuju keberlimpahan selayaknya tidak membuatnya kehilangan kesadaran, rasa syukur dan kebermanfaatan bagi sesama.

Sebab pada akhirnya, ukuran “sugih” barangkali bukan hanya tentang berapa banyak yang berhasil dikumpulkan, tetapi juga berapa banyak kebaikan yang berhasil ditinggalkan. Seperti semangat yang mengiringi akhir kegiatan.

Sadar dalam menjalani. Sabar dalam berproses. Syukur dalam menerima. Dan jangan pernah berhenti menabung kebaikan.
Begitulah adanya, begitulah kenyataannya. SEMPURNA.
(Red).

Continue Reading

Pendidikan

Pondok Pesantren Qurrota A’yun Go Internasional, Jalin Kerja Sama Strategis dengan PCI Malaysia

Published

on

By

FOTO BERSAMA-K.H. Zaenul Muttaqin, S.E, M.Pd, Ketua HEBITREN Jakarta Timur bersama rombongan, foto bersama usai melakukan kunjungan ke PCI Malaysia. (Foto Ist).

MALAYSIA, SENTANA – Pondok Pesantren Qurrota A’yun Jakarta, terus meneguhkan langkah menuju pesantren berkelas dunia melalui kerja sama strategis dengan PCI (Pimpinan Cabang Istimewa) Malaysia yang dipimpin oleh Datuk K.H. Rudi Mahfudz. Kolaborasi ini menjadi tonggak penting dalam memperluas jejaring pendidikan, dakwah, ekonomi dan pemberdayaan umat di kawasan ASEAN, Jum’at (7/8).

PENANDATANGANAN MoU-Datuk K.H. Rudi Mhafud, Ketua PCI Malaysia bersama K.H. Zaenul Muttaqin, S.E, M.Pd, Ketua HEBITREN Jakarta Timur, saat melakukan Penandatanganan MoU. (Foto Ist).

Kerja sama tersebut merupakan bagian dari visi besar Roadmap Qurrota A’yun 2030, yaitu membangun pesantren yang unggul dalam ilmu keislaman, berkarakter, menguasai teknologi, memiliki wawasan global, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi peradaban Islam dan kemajuan bangsa.

Melalui keterangannya, Jum’at (7/8), Pengasuh Pondok Pesantren Qurrota A’yun, K.H. Zaenul Muttaqin, S.E, M.Pd, menyampaikan bahwa, era globalisasi menuntut pesantren untuk mampu membangun kolaborasi lintas negara tanpa meninggalkan jati diri sebagai lembaga pendidikan yang berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah.

“Pesantren tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perkembangan dunia. Pesantren harus hadir sebagai pusat lahirnya generasi berakhlak mulia, berwawasan internasional, menguasai bahasa, teknologi, kewirausahaan dan siap membangun peradaban Islam yang membawa rahmat bagi seluruh alam,” ungkapnya.

Menurutnya, melalui kerja sama dengan PCI Malaysia, Pondok Pesantren Qurrota A’yun akan mengembangkan berbagai program strategis, antara lain pertukaran wawasan pendidikan pesantren, peningkatan kompetensi guru dan santri, penguatan dakwah internasional, pengembangan ekonomi pesantren, bisnis halal, ekspor-impor produk unggulan pesantren, hingga pengembangan jejaring investasi dan kewirausahaan berbasis syariah.

Sementara itu, Datuk K.H. Rudi Mahfudz, menyambut baik sinergi ini sebagai bentuk penguatan ukhuwah Islamiyah antara Indonesia dan Malaysia. Menurutnya, pesantren memiliki potensi besar menjadi pusat lahirnya pemimpin masa depan yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga mampu menjawab tantangan global melalui inovasi, ekonomi dan pendidikan.

“Kerja sama ini diharapkan menjadi awal lahirnya berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara. Selain memperkuat hubungan antarlembaga, sinergi ini juga membuka peluang bagi santri untuk memiliki pengalaman internasional, memperluas jejaring keilmuan, serta mengenal praktik terbaik dalam pengelolaan pendidikan, ekonomi, dan dakwah di tingkat regional,” ujarnya.

Dengan semangat “Think Globally, Act Locally, and Serve Universally”, Pondok Pesantren Qurrota A’yun optimistis mampu melahirkan generasi santri yang tidak hanya menjadi penjaga nilai-nilai keislaman, tetapi juga menjadi inovator, entrepreneur, pendidik dan pemimpin yang mampu bersaing di tingkat global.

Langkah menuju “Qurrota A’yun Go Internasional”, bukan sekadar slogan, melainkan ikhtiar nyata untuk menjadikan pesantren sebagai pusat pendidikan Islam modern yang mengintegrasikan keunggulan tahfiz Al-Qur’an, penguasaan bahasa Arab dan Inggris, teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), kewirausahaan, serta diplomasi pendidikan internasional.

“Melalui kolaborasi dengan PCI Malaysia, diharapkan akan lahir generasi santri yang siap menjadi duta Islam yang moderat, berilmu, mandiri, dan mampu membangun peradaban yang membawa kemaslahatan bagi umat di tingkat regional maupun global,” pungkas Zaenul. (Red).

Continue Reading

Pendidikan

Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tingkat SMP Negeri di Kabupaten Bogor Kembali Menuai Sorotan.

Published

on

By

Bogor, Hariansentana.com – Sistem Penerimaan Murid Baru ( SPMB ) tingkat SMP Negeri di Kabupaten Bogor tahun ini kembali menuai sorotan. Banyak siswa tidak tertampung, termasuk siswa berprestasi dan dengan nilai rapor tinggi yang justru terdampak sistem yang dinilai tidak transparan.

Hal itu disampaikan Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor ( PRB ) MJohan Pakpahan S.H kepada sentana Selasa 7 Juli 2026 melalui tlp seluler nya.

Johan menyayangkan adanya dugaan “pengkondisian” siswa sejak proses pendaftaran di tingkat SD asal.

“Diduga ada permainan “, guru SD asal mengumpulkan pendaftaran aplikasi dengan biaya Rp350.000 per siswa. Nah, siswa jalur prestasi ini kan diuji oleh siswa dan pramuka. Ini tidak jelas. Seharusnya diuji oleh guru, bukan siswa,” ujarnya.

Ia menduga kuat adanya praktik “pesanan” dan “titipan aman” karena kedekatan pihak tertentu dengan sekolah tujuan. “Ini sudah langganan tiap tahun. Masuknya melalui Kepsek SMP masing-masing,” tegasnya.

Lebih lanjut Johan juga menyoroti banyaknya Kepala Sekolah SMP Negeri yang merangkap jabatan atau menjadi Pelaksana Tugas Plt di sekolah lain.

“Contoh nya Kepsek SMPN 2 Cibinong menjadi Plt di SMPN 1 Bojong Gede. Contoh lain, Kepsek SMPN 1 Cibinong merangkap juga di SMP Negeri Citereuf. Nah ini kan sepertinya Kab. Bogor kekurangan Kepsek,” papar nya.

Menurutnya, rangkap jabatan berpotensi membuat pengelolaan sekolah tidak profesional. Apalagi ada dana BOS yang dikelola. “Kami menduga Kepsek ini sibuk urusan uang BOS. Laporannya hanya tulis ‘gonggong’, tidak disebutkan kondisi siswa setiap bulan. Padahal jumlah siswa itu berubah-ubah,” duga Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor ( PRB ) .

Ia menambahkan, jika dana BOS dikelola benar, sekolah mestinya bisa menambah rombel atau kelas baru untuk menampung lonjakan siswa. “Faktanya banyak orang tua tidak sanggup biayai swasta karena mahal. Akibatnya siswa meluber tidak tertampung,” ungkapnya.

Menyikapi persoalan tahunan ini, Johan meminta Bupati Bogor turun tangan dengan menyiapkan sekolah swasta gratis.

“Jangan setiap tahun orang tua hanya mengeluh soal sekolah. Jangan sibuk bangun infrastruktur saja tapi lupa buat sekolah. Minimal ada 4 SMP Swasta Gratis di setiap Dapil. APBD harus dialokasikan ke sana,” desaknya.

Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor ( PRB ) menegaskan akan terus menyuarakan persoalan pendidikan di Kabupaten Bogor agar tidak ada lagi anak berprestasi yang terbuang dari sistem,” terang nya …….Ron

Continue Reading
Advertisement

Trending