Connect with us

Kesehatan

PTPI Buka Kesempatan Konsultan dan Manajer Fasilitas Pelayanan Kesehatan Ikut Proses Sertifikasi Secara Online

Published

on

Jakarta, HarianSentana.com –  Medical Error atau Kesalahan Medis adalah penyebab kematian nomor tiga di Amerika Serikat pada tahun 2016 berdasarkan hasil studi tim peneliti Johns Hopkins. Penyebab kematian pertama dan kedua di Amerika Serikat adalah Jantung dan Kanker.

Sementara menurut Kementerian Kesehatan Amerika Serikat, 1 dari 7 pasien di rumah sakit adalah korban kesalahan medis. Beberapa jenis kesalahan medis yang paling sering dilakukan diantaranya salah diagnosis, salah obat, salah mengidentifikasi pasien, dan kesalahan dalam pembedahan.

Beberapa faktor penyebab kesalahan ini antara lain karena kesalahan manusia, kesalahan dalam prosedur dan kesalahan karena alat kesehatan. Kesalahan ini sebenarnya bisa dicegah dengan manajemen penanganan pasien dan fasilitas kesehatan secara lebih baik.

Jika di Amerika Serikat, kesalahan medis adalah penyebab kematian tertinggi nomor tiga, yaitu sekitar 250 000 orang pasien meninggal pada tahun 2016, maka tidak menutup kemungkinan di Indonesia kondisinya juga tidak jauh berbeda.

Berdasarkan hasil survei yang di lakukan oleh PTPI pada tahun 2022, terdapat lebih dari 60% alkes di fasyankes tidak dikalibrasi, selain itu kasus pasien yang terkena sengatan listrik, terkena infeksi nosokomial, pasien terjatuh, dan kasus-kasus kebakaran juga masih sering terjadi di beberapa fasyankes di Indonesia.

Selain keselamatan pasien, pekerjaan rumah yang harus diselesaikan di Indonesia adalah masalah keamanan pasien, kenyamanan pasien, mutu layanan dan keterjangkauan. Salah satu kunci untuk menyelesaikan permasalahan ini adalah diperlukannya para ahli teknik pelayanan kesehatan yang mampu merencanakan, memilih, merancang, membangun, mengelola, memelihara, memantau dan mengevaluasi fasilitas rumah sakit dengan baik.

Kita tidak ingin kontraktor perumahan biasa yang tidak memiliki pengalaman atau pengetahuan dalam membangun rumah sakit diijinkan membangun rumah sakit. Faktor biaya seharusnya bukan faktor utama yang dijadikan pertimbangan dalam membangun rumah sakit. Kita juga tidak ingin seorang konsultan perencana gedung perkantoran, menjadi konsultan perencana rumah sakit. Kita tidak ingin pasien kita berobat keluar negeri karena khawatir akan keselamatannya di rumah sakit Indonesia.

Menyikapi kondisi ini dan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia, maka sudah saatnya Indonesia memiliki para ahli teknik pelayanan kesehatan yang kompeten. Di Amerika Serikat terdapat sertifikasi Manajer Fasilitas Pelayanan Kesehatan dan sertifikasi Ahli Teknik Pelayanan Kesehatan dibawah asosiasi Teknik Pelayanan Kesehatan, di Jerman dan Austria terdapat sertifikasi Ahli Teknik Pelayanan Kesehatan dibawah asosiasi Teknik Pelayanan Kesehatan, dan yang terdekat di Malaysia terdapat sertifikasi Manajer Fasilitas Pelayanan Kesehatan di bawah konsorsium bersama antara Kementerian Kesehatan, Perusahaan Teknik Pelayanan Kesehatan dan Perguruan Tinggi.

Berdasarkan hasil survei di berbagai negara, terdapat enam kompetensi teknik yang harus dimiliki oleh seorang ahli teknik pelayanan kesehatan. Kompetensi itu diantaranya adalah kompetensi dalam bidang bangunan rumah sakit/fasyankes, listrik rumah sakit, mekanika rumah sakit, ekologi rumah sakit, informatika rumah sakit dan peralatan kesehatan. Selain kompetensi teknik, seorang ahli teknik pelayanan kesehatan juga harus memiliki kompetensi manajerial, pendidikan dan penelitian serta kompetensi medis.

Untuk mewujudkan hal ini, maka Perkumpulan Teknik Perumahsakitan Indonesia (PTPI) sedang mempersiapkan sistem dan proses sertifikasi untuk memperoleh akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional, pengakuan dari Kementerian Kesehatan RI dan International Federation of Healthcare Engineering.

Untuk menjadi ahli teknik perumahsakitan, maka seseorang harus menguasai 6 kompetensi teknik yang dapat diperoleh melalui pendidikan, pelatihan atau pengalaman bekerja di rumah sakit. Seorang ahli teknik perumahsakitan tidak harus seorang sarjana teknik.

Seorang ahli teknik perumahsakitan bisa seorang dokter, akuntan atau bahkan sarjana hukum. Untuk menjadi seorang ahli teknik perumahsakitan terdapat beberapa jalur yang dapat ditempuh, misalnya melalui jalur pendidikan S2 teknik perumahsakitan atau teknik pelayanan kesehatan, melalui jalur pengalaman yaitu 3 tahun bekerja sebagai manajer atau insinyur fasilitas kesehatan, atau melalui jalur pencapaian dalam bidang pendidikan dan penelitian bidang fasilitas kesehatan.

Untuk mendapatkan sertifikat ahli teknik pelayanan kesehatan, maka setiap calon harus mengikuti ujian administrasi, tulis dan ujian wawancara. Hasil ujian administrasi, tulis dan wawancara selanjutnya diolah untuk menentukan klasifikasi ahli teknik. PTPI membagi kompetensi ahli teknik pelayanan kesehatan menjadi 3 tingkat yaitu ahli teknik muda (H.Eng), ahli teknik madya (S.H.Eng) dan ahli teknik utama (P.H.Eng). Ahli teknik utama biasanya adalah ahli teknik pelayanan kesehatan yang telah memiliki pengalaman lebih dari 25 tahun dan memiliki jabatan tertinggi di institusi terkait.

Saat ini PTPI membuka kesempatan kepada para konsultan, insinyur, dokter, manajer dan lulusan S1 lainnya untuk mendaftarkan diri secara daring yang bisa di akses di https://ptpi.online/sertifikasi dan mengikuti ujian untuk mendapatkan sertifikat ahli teknik pelayanan kesehatan.

Kompetensi yang direpresentasikan dalam sertifikat ini adalah sangat penting bagi Manajer dan Pimpinan Rumah Sakit, Kontraktor RS, Konsultan RS, Supplier, Instalatur dan Distributor untuk mengelola, merancang, membuat, menginstal, melatih, menguji, mendistribusikan, dan memelihara sarana dan prasarana rumahsakit serta alat kesehatan.

Hal ini untuk menjadikan Indonesia setara dengan negara-negara lain yang telah memiliki ahli teknik pelayanan kesehatan yang sudah tersertifikasi. Ini adalah salah satu upaya untuk menjadikan fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia Selamat, ber-Mutu, Aman, Ramah dan Terjangkau (S.M.A.R.T), sehingga orang Indonesia atau pun turis asing yang datang ke Indonesia percaya dan nyaman berada di fasilitas pelayanan kesehatan atau rumah sakit di Indonesia. Dengan demikian, puluhan hingga ratusan trilyun uang WNI tidak mengalir keluar negeri setiap tahun-nya, karena fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia yang sudah S.M.A.R.T dan tidak mengkhawatirkan.(Red)

 

Oleh Prof. Eko Supriyanto, Presiden Perkumpulan Teknik Perumahsakitan Indonesia

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kesehatan

Teknologi Ajaib Bernama HIFU, Hilangkan Miom Tanpa Operasi Hadir di RS Mandaya Puri

Published

on

 
Tanggerang, Hariansentana.com – RS Mandaya Royal Puri resmi menghadirkan teknologi High Intensity Focused Ultrasound (HIFU) sebagai teknologi terapi tanpa operasi untuk menangani miom hingga adenomiosis.

Kehadiran teknologi ini membawa harapan baru bagi banyak wanita yang selama ini dihantui rasa takut akan penanganan miom dan adenomiosis yang identik dengan operasi besar, sayatan lebar, hingga pengangkatan rahim.

HIFU merupakan metode terapi yang menggunakan gelombang ultrasound berkekuatan tinggi untuk menghancurkan jaringan abnormal di dalam tubuh tanpa operasi maupun sayatan pada kulit. Teknologi ini bekerja dengan memusatkan energi ultrasound ke titik tertentu pada jaringan target hingga menghasilkan panas sekitar 60–90 derajat Celsius untuk menghancurkan sel abnormal seperti miom dan adenomiosis secara bertahap.

Setelah tindakan dilakukan, jaringan yang telah rusak kemudian akan diserap secara alami oleh tubuh dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan.

Secara sederhana, cara kerja HIFU dapat dianalogikan seperti kaca pembesar yang memfokuskan sinar matahari ke satu titik hingga menghasilkan panas.
“Evolusi penanganan miom di Indonesia telah berkembang luar biasa pesat. Dari yang awalnya hanya bisa dilakukan melalui operasi terbuka, kemudian laparoskopi, radiofrequency ablation (RFA), microwave ablation (MWA), hingga yang terkini teknologi HIFU sudah tersedia di Indonesia, di Mandaya.

Ini adalah bukti bahwa pasien Indonesia berhak dan bisa mendapatkan akses terhadap standar pengobatan terdepan di dunia,” kata dr. Ben Widaja, MBChB(UK), Co-Founder dan President Director Mandaya Hospital Group, Sabtu (23/6/2026).

Dikatakannya, bagi banyak wanita, diagnosis miom dan adenomiosis sering kali menjadi momok karena penanganannya identik dengan operasi besar seperti pengangkatan rahim dan masa pemulihan yang cukup panjang. Kondisi ini tentunya menjadi kekhawatiran tersendiri, terutama bagi wanita yang ingin memiliki keturunan. Dengan teknologi HIFU, pasien kini memiliki pilihan terapi tanpa sayatan dan tanpa melukai rahim, sehingga proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat dan tidak terlalu mengganggu aktivitas sehari-hari.
“Teknologi HIFU menjadi harapan baru bagi wanita dengan miom yang ingin mempertahankan rahimnya sehingga tetap memiliki kesempatan untuk menjalani kehamilan. HIFU juga menjadi pilihan terapi yang lebih nyaman karena dilakukan tanpa operasi, tanpa sayatan, dan tanpa luka.

Di RS Mandaya Royal Puri, teknologi HIFU bahkan telah digunakan untuk menangani kasus miom berukuran besar hingga 17×16 cm. Dari sisi biaya, tindakan ini juga relatif lebih terjangkau dibandingkan operasi laparoskopi, yakni mulai dari Rp90 jutaan,” kata Erwin Suyanto, Public Relation Manager Mandaya Hospital Group.

Di RS Mandaya Royal Puri sendiri, teknologi HIFU telah digunakan untuk menangani berbagai kasus miom dan adenomiosis dengan tingkat kompleksitas yang beragam, termasuk miom berukuran besar tanpa operasi terbuka.

Selain untuk miom dan adenomiosis, HIFU juga bisa digunakan untuk menangani kanker hati dan kanker pankreas, terutama pada kasus-kasus yang sulit dioperasi karena posisi tumor berada dekat organ vital maupun pembuluh darah besar. Di RS Mandaya Royal Puri, teknologi ini bahkan telah digunakan untuk penanganan kanker pankreas dan kanker hati dengan komplikasi trombus vena porta, yaitu kondisi serius ketika tumor menyumbat pembuluh darah utama menuju hati.

“HIFU juga dapat digunakan pada kasus kanker hati dan kanker pankreas. Selain membantu mengecilkan ukuran tumor, teknologi ini juga dapat membantu mengurangi nyeri pada pasien kanker hati maupun kanker pankreas stadium lanjut, sehingga pasien dapat memiliki kualitas hidup yang lebih baik,” lanjut Erwin.

Digunakan di Lebih dari 37 Negara, HIFU Tangani Ratusan Ribu Kasus di Dunia

Secara global, HIFU telah digunakan secara luas di lebih dari 37 negara, seperti Inggris, Spanyol, China, Jerman, dan Italia. HIFU juga sudah dimanfaatkan untuk menangani lebih dari 500.000 kasus. Teknologi ini juga telah memperoleh pengakuan dari Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat dan CE Eropa.

Dengan hadirnya HIFU Center Indonesia, RS Mandaya Royal Puri berharap dapat menghadirkan pilihan terapi yang lebih modern, nyaman, dan komprehensif bagi pasien di Indonesia, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap teknologi medis berstandar internasional.

Hadir dalam acara peluncuran layanan HIFU sejumlah pakar HIFU internasional, di antaranya Pof. David Cranston, selaku Emeritus Professor of Surgery di Nuffield Department of Surgical Sciences, University of Oxford sekaligus Emeritus Clinical Director of the Oxford HIFU Unit, serta Prof. Zhang Lian, yang merupakan President of Chongqing Haifu Hospital dan Professor di Chongqing Medical University. Dari RS Mandaya Royal Puri, hadir pula tim dokter spesialis yang telah mendapatkan pelatihan dan sertifikasi HIFU secara intensif langsung di pusat HIFU di China, di antaranya dr. Edward Tony Ngantung, Sp.OG, dr. Hendra Koncoro, Sp.PD-KGEH, dr. Sugianto Santoso, Sp.Rad (K)RI, dan dr. Gracia Merryane R.G Rauw, Sp.OG. Diskusi ilmiah ini dipandu oleh dr. Rahmadsyah, SpOG(K)FER, M.Kes, MARS dan dr. Ocsyavina, Sp.B. Subsp.BD (K).

Secara keseluruhan, RS Mandaya Royal Puri memiliki 11 dokter spesialis yang telah tersertifikasi HIFU untuk menangani berbagai kasus tumor dan kanker tanpa operasi. (***)

Continue Reading

Kesehatan

PT Fast Beauty Indonesia Dukung Generasi Muda Melalui Program CSR “Glow Up with Knowledge” di SMKN 74 Jakarta Selatan.

Published

on

By

 
Jakarta, Hariansentana.com — Sebagai wujud komitmen dalam mendukung pendidikan serta pengembangan potensi generasi muda, PT Fast Beauty Indonesia menyelenggarakan program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk “Glow Up with Knowledge” di SMKN 74 Jakarta Selatan.

Program ini ditujukan bagi siswa-siswi SMKN 74 Jakarta Selatan dengan tujuan membekali mereka pengetahuan dasar mengenai perawatan kulit yang aman dan tepat sejak dini, sekaligus memperluas wawasan mengenai personal branding dan peluang karier di industri kecantikan, khususnya melalui pemanfaatan media sosial dan platform digital.

Dalam pelaksanaannya, PT Fast Beauty Indonesia menghadirkan sesi edukasi skincare yang dikemas secara interaktif, disertai demo produk secara langsung menggunakan rangkaian produk dari berbagai brand kecantikan yang berada di bawah naungan dan distribusi PT Fast Beauty Indonesia, antara lain SKIN1004, ANUA, SEASEE, Beplain, Purito, YNM, Arencia, Celimax, Eqqualberry, P Calm, Banila Co, Cellfusion C, Brand-brand tersebut dikenal dengan pendekatan ingredients-focused, aman digunakan untuk berbagai jenis kulit, serta relevan dengan kebutuhan generasi muda.

Kegiatan ini turut menghadirkan Kyla Kameron, seorang influencer yang dikenal aktif membagikan konten seputar gaya hidup perempuan dan tips kecantikan.

Melalui sesi ini, para siswa mendapatkan pemahaman praktis mengenai kebiasaan perawatan diri yang sehat, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan remaja.
Tidak hanya berfokus pada edukasi kecantikan, program ini juga menghadirkan sesi inspiratif mengenai peluang karier di industri kecantikan yang terus berkembang, termasuk profesi sebagai host live streaming yang kini menjadi bagian penting dalam ekosistem live commerce. Sesi ini dibawakan oleh Tommy Siahaan, seorang pembawa acara senior dengan pengalaman panjang di industri hiburan, yang membagikan wawasan seputar peran host live streaming, teknik komunikasi, penguasaan produk, hingga membangun interaksi dan kepercayaan audiens secara real-time.

“Kami percaya bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam menciptakan ekosistem industri kecantikan yang berkelanjutan,” ujar Dongkwan Han selaku CEO dari PT Fast Beauty Indonesia (5 Februari 2026).

“Melalui program CSR Glow Up with Knowledge, kami ingin berbagi pengetahuan, pengalaman, serta motivasi agar para siswa – siswi memiliki kepercayaan diri dan kesiapan untuk memasuki dunia kerja maupun membangun usaha di industri kecantikan.”

Sementara itu, Kepala Sekolah SMKN 74 Jakarta Selatan, (Dra. Indah Sri Wahyuningsih, M.Pd), menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dan berharap program serupa dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi serta kesiapan siswa menghadapi dunia profesional.

Melalui program ini, PT Fast Beauty Indonesia berharap dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan dengan membantu mencetak talenta muda yang terampil, berdaya saing, serta memiliki pemahaman yang baik terhadap industri kecantikan, sekaligus mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia di masa depan. (***)
 
 
 

Continue Reading

Kesehatan

Mandaya Group dan Geron Bio Jalin Kerja Sama Bangun Laboratorium Berstandar GMP di Indonesia.

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com — Mandaya Group dan perusahaan bioteknologi asal Korea Selatan, Geron Bio, resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU). Hal ini dilakukan untuk pengembangan laboratorium berteknologi tinggi berstandar Good Manpufacturing Practices (GMP) di Indonesia. Fasilitas ini akan menjadi fondasi bagi pengembangan layanan precision medicine, termasuk terapi kanker dan berbagai penyakit kompleks lainnya.

Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh CEO GeronBio Bio, Lee Shongune, dengan didampingi perwakilan di Indonesia Hur Youngsoon (Ayu), CFO Herris Salim, General Manager Hong Jung Hee, dan BR Mega Setiyawati.

Founder Mandaya Hospital Group, Dr. Ir. Edhijanto Widaja Taufik, MBA, M. Biomed, dalam sambutannya mengatakan bahwa, kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk menghadirkan layanan pengobatan modern dan berstandar internasional bagi masyarakat Indonesia,” ucapnya di ruang Royal Even Hall RS Mandaya Hospital Puri Tanggerang, Jumat (28/11/2025).

Dr. Edhijanto menjelaskan, Geron Bio merupakan perusahaan riset yang berfokus pada teknologi terapi sel punca, obat berbasis sel, serta pengembangan imunoterapi. Melalui kerja sama ini, Mandaya Group dan Geron Bio akan mengembangkan terapi inovatif seperti terapi sel punca, dan terapi sel imun,” jelasnya.

Kerja sama ini juga meliputi pengembangan terapi sel punca, yang memanfaatkan kemampuan regeneratif sel punca untuk memperbaiki jaringan tubuh yang rusak. Teknologi ini berpotensi besar dalam menangani penyakit degeneratif maupun kondisi medis kronis lainnya.

Selain itu, pengembangan terapi sel imun akan menjadi aspek penting lainnya. Terapi ini mengoptimalkan kemampuan alami sistem kekebalan tubuh untuk melawan berbagai penyakit, sehingga memberikan pendekatan pengobatan yang lebih presisi dan efektif. “Hari ini kita menandatangani kerja sama dengan Geron Bio, dalam rangka mengembangkan riset terapi sel,” ucapnya.

Menurutnya, saat ini pemerintah Indonesia melalui Kemenkes sedang membuka peluang yang luar biasa memperbolehkan riset penelitian berbasis pelayanan. Untuk membuat terapi cel tersebut dibutuhkan laboratorium yang berteknologi tinggi berstandar Good Manpufacturing Practices (GMP) yaitu laboraturium yang bebas dari kontraminasi apapun, baik virus, bakteri, debu dan sebagainya.

Mandaya telah memiliki ruang dan teknisi laboratorium berstandar GMP tersebut, yang investasinya tidak sedikit dari fasilitas produksinya, tetapi juga memiliki teknologi bagaimana membuat terapi cel itu effisien dan efektif.

Dengan hadirnya laboratorium berstandar GMP ini, Mandaya Group dan Geron Bio berharap dapat membuka akses lebih luas bagi pasien Indonesia terhadap terapi sel modern yang sebelmnya hanya tersedia di luar negeri. Kolaborasi ini menandai langkah besar dalam membawa teknologi kesehatan masa depan ke tanah air,” harapnya.

Sementara CEO GeronBio, Lee Shongune, dalam sambutannya memberikan apresiasi yang mendalam kepada team Mandaya Group, yang tengah mempersiapkan kemitraan ini. “Bagi saya hari ini merupakan hari yang pertama GeronBio dan Mandaya Group bekerja sama,” ucapnya.

Geron bio adalah perusahaan yang mengembangkan teknologi terapis sel punca dan cel imun yang telah berkembang dengan kekuatan GMP yang setarap tertinggi di korea. Tingkat aktivitasi cel yang diabilitas yang sangat tinggi dan sudah terbukti memiliki teknologi yang terkemuka.

Kemitraan dengan Mandaya Royal Hospital Puri sangat berguna untuk mengembangkan expansi teknologi bersama sama.

Kami siap untuk memberikan perwakilan Geronbio di indonesia untuk lebih mendukung pada Mandaya dalam memperluas pelayanan. Mulai dari terapi cel dan suplay media kulture, hingga produksi produk bertahap berbasis dalam jangka waktu panjang.

Kolaborasi ini bukan sekedar untuk mengadakan teknologi, melaikan sebagai batu loncatan pertama untuk menghasilkan pendapatan dan data clinis secara bersamaan diluar negeri. Mandaya merupakan mitra sejati yang dapat berbagi resiko dan hasil. Geronbio akan membawakan teknologi dan kwalitas terbaik dari korea,” pungkasnya. (Red)

Continue Reading
Advertisement

Trending