Connect with us

Ibukota

LMK Kelurahan Sunter Agung Salurkan Aspirasi Warga Sunter Agung Dalam Festival 1 Muharram 1448 H dan Santuni 140 Anak Yatim

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com.- Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, berlangsung meriah dan penuh khidmat. Ribuan warga memadati Pelataran Jakarta International Stadium (JIS) untuk mengikuti rangkaian acara yang diisi dengan pawai obor, hadroh, sholawatan, Dzikir dan Tausiah serta Santunan sejumlah 140 anak yatim, (15/6/2026).malam

Kegiatan yang mengusung semangat kebersamaan dan penguatan nilai-nilai keagamaan ini merupakan hasil kolaborasi antara Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), Karang Taruna, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), RT, RW, PKK ,Dawis serta berbagai unsur kemasyarakatan lainnya di wilayah Sunter Agung. Pemilihan pelataran JIS sebagai lokasi acara dinilai strategis karena mampu menampung antusiasme warga secara leluasa, aman, dan representatif.

Berdasarkan laporan panitia, kegiatan ini diikuti sekitar 1.200 peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Kelurahan Sunter Agung. Pengamanan acara dilakukan secara terpadu dengan melibatkan Satpol PP, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Polsek Tanjung Priok, Koramil, Pokdar Kamtibmas, Karang Taruna, serta unsur pengamanan lingkungan. Seluruh personel ditempatkan di titik-titik strategis di dalam dan sekitar area JIS untuk memastikan kegiatan berlangsung tertib dan kondusif.

Lurah Sunter Agung, Ahmad Firdaus, menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, kesuksesan acara ini tidak lepas dari sinergi semua pihak dan dukungan fasilitas publik yang memadai.

“Acara ini merupakan kolaborasi seluruh unsur masyarakat di Sunter Agung, mulai dari LMK, Karang Taruna, RT, RW, hingga tokoh masyarakat. Alhamdulillah, penggunaan pelataran JIS membuat kegiatan berjalan lancar, aman, dan sangat meriah,” ujar Ahmad Firdaus saat diwawancarai awak media.

Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kecamatan Tanjung Priok dan dihadiri sejumlah pejabat serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), termasuk perwakilan kecamatan.

Ketua LMK Sunter Agung, Darman Tiwong, menegaskan bahwa peringatan 1 Muharram tahun ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas sekaligus memperkuat syiar Islam. Ia menjelaskan bahwa pihaknya mengundang seluruh unsur masyarakat dari 20 RW yang ada di Kelurahan Sunter Agung.

“Alhamdulillah, seluruh potensi yang dimiliki warga Sunter Agung bisa tampil malam ini. Ada pawai obor, hadroh, dan sholawatan. Ini menjadi panggung bagi masyarakat untuk menyalurkan bakat dan kreativitas mereka di ruang terbuka yang representatif seperti JIS,” ujarnya.

Darman menambahkan peserta pawai obor mulai dari RW 1 sampai RW 20 yang rutin menggelar kegiatan serupa, Seluruh perwakilan RW dan tokoh masyarakat hadir memberikan dukungan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya LMK dalam menyalurkan aspirasi masyarakat sekaligus menghadirkan alternatif kegiatan positif, khususnya bagi generasi muda.

“Selama ini, perayaan pergantian tahun sering kali identik dengan kegiatan yang kurang bermanfaat. Karena itu, kami ingin menghadirkan suasana yang lebih religius agar nilai-nilai Islam semakin tumbuh dan generasi muda memiliki ruang untuk menyalurkan bakatnya melalui kegiatan yang positif,” tutur Darman.

Ahmad Firdaus menekankan bahwa peringatan Tahun Baru Islam tidak hanya dimaknai sebagai pergantian tahun dalam kalender Hijriah, tetapi juga menjadi momentum spiritual dan sosial.

“1 Muharram bukan sekadar pergantian tahun, tetapi momentum untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, mempererat silaturahmi, menjaga semangat gotong royong, kerja sama, serta memperkuat toleransi antarumat beragama,” ungkap Ahmad Firdaus.

Baik pihak kelurahan maupun LMK sepakat untuk menjadikan peringatan 1 Muharram sebagai agenda tahunan yang akan terus dikembangkan. Evaluasi akan dilakukan secara berkala untuk memastikan pelaksanaan di masa depan menjadi lebih baik dan bermanfaat.

“Insya Allah, kegiatan positif seperti ini akan terus kami laksanakan setiap tahun. Apa yang masih kurang akan dievaluasi agar pelaksanaannya ke depan menjadi lebih baik dan semakin bermanfaat bagi masyarakat,” tutup Ahmad Firdaus.

Peringatan 1 Muharram 1448 Hijriah di Sunter Agung diharapkan dapat menjadi sarana memperkuat nilai-nilai keislaman, membangun kebersamaan, serta menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Tak kalah menariknya, spektakuler dan pertama kalinya pawai obor yang terdiri dari anak-anak seumuran SD SMP dan SMA mengitari pinggiran Gedung JIS dengan syarat obor elektrik yang boleh ikut mengitari.(Sutarno)

Ibukota

10 Lurah Terbaik di DKI Jakarta Lolos Babak Final Benyamin S Award 2026

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com.- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar Penjurian Final Benyamin S Award 2026 di Hotel Ascott, Menteng Jakarta Pusat, Kamis (15/10/2026).

Sebanyak 10 lurah dari lima kota dan satu wilayah administrasi menjadi finalis pada ajang tersebut yakni Lurah Kebon Sirih, Kelapa Gading Timur, Srengseng, Sukabumi Utara, Taman Sari, Kebon Baru, Cilandak Barat, Utan Kayu Selatan, Malaka Sari, dan Pulau Panggang.

Asisten Pemerintahan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Dr.Sigit Wijatmoko, mengatakan Benyamin S Award merupakan bentuk apresiasi terhadap kinerja lurah dalam meningkatkan kualitas lingkungan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Benyamin S Award merupakan bentuk penghargaan atas kinerja, capaian, serta kerja keras para lurah dalam proses penyelenggaraan pemerintahan untuk menjadikan wilayah Jakarta semakin Bersih, Nyaman, Indah, dan Sejahtera,” ujar Sigit.

Pada 2026, sebanyak 52 lurah dari total 267 kelurahan di DKI Jakarta mengikuti seleksi yang dimulai sejak September. Setelah melalui proses penilaian, jumlah peserta mengerucut menjadi 25 lurah hingga ditetapkan 10 finalis, yakni Lurah Kebon Sirih, Kelapa Gading Timur, Srengseng, Sukabumi Utara, Taman Sari, Kebon Baru, Cilandak Barat, Utan Kayu Selatan, Malaka Sari, dan Pulau Panggang.

Penilaian mencakup empat kategori, yaitu Bersih, Nyaman, Indah, dan Sejahtera. Kategori Bersih menilai inovasi pengelolaan sampah, sanitasi, dan kampanye sadar lingkungan. Kategori Nyaman mencakup keamanan, keteraturan, respons layanan publik, dan ruang ramah warga. Kategori Indah berfokus pada penataan ruang publik dan estetika lingkungan, sedangkan kategori Sejahtera meliputi pemberdayaan UMKM, layanan sosial, inklusi sosial, dan partisipasi masyarakat.

Penjurian final melibatkan empat orang juri, yaitu Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Pembangunan dan Tata Kota Nirwono Joga, Ketua Umum Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Lingkungan Indonesia Endra S. Atmawidjaja, Dewan Pembina Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) Wicaksono Sarosa, serta pengamat tata kota Yayat Supriyatna.

Selain penilaian oleh dewan juri, para finalis ditantang menyelenggarakan Festival Kelurahan untuk menampilkan potensi wilayah, inovasi, program unggulan, serta keterlibatan aktif masyarakat. Sigit menyebut keterlibatan warga menjadi unsur penting dalam membangun tata kelola wilayah yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Sinergi di tingkat akar rumput menjadi pijakan dalam menemukenali masalah, membangun semangat gotong royong sekaligus menumbuhkan kreativitas warga dalam melahirkan inovasi atas tantangan perkotaan. Ini adalah modal sosial yang menjadi fondasi utama bagi ketahanan serta keberlanjutan kota,” tuturnya.

Menurut Sigit, penguatan peran kelurahan turut mendukung transformasi Jakarta menuju pusat perekonomian nasional dan kota global. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan koordinasi antarperangkat daerah, kolaborasi dengan masyarakat, serta pengembangan inovasi yang tetap mempertahankan karakteristik budaya lokal.

Nama Benyamin S Award sendiri terinspirasi dari almarhum Benyamin Sueb, seniman dan budayawan Betawi yang dikenal melalui karya-karyanya. Rangkaian Benyamin S Award 2026 dijadwalkan berlanjut dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang pada 30 Oktober 2026.

“Harapannya, ajang Benyamin S Award dapat menjadi ruang belajar kolektif dalam memperkuat tata kelola wilayah, menumbuhkan kepemimpinan yang melayani, dan menghidupkan budaya kolaborasi yang menjadi ciri khas warga Jakarta,” pungkas Sigit.(Sutarno)

Continue Reading

Ibukota

Penataan Kawasan Pasar Koja Baru Kel.Tugu Utara Kedepankan Pendekatan Humanis

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com – Sebanyak 75 personel gabungan melakukan penataan kawasan Pasar Koja Baru di Jalan Bhayangkara, Kelurahan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara Rabu (14/10/2026).

Penataan dilakukan untuk mengembalikan fungsi fasilitas umum, memperlancar arus lalu lintas, serta menjaga kebersihan saluran air.

Wakil Camat Koja, Shalih Nopiansyar didampingi Agam Manpol PP dan Kusmadi mengatakan, penataan kawasan pasar dilakukan untuk memastikan trotoar dan badan jalan dapat digunakan sesuai peruntukannya

“Penataan ini bertujuan menciptakan kawasan pasar yang tertib, bersih, aman, dan nyaman. Kami mengedepankan pendekatan humanis agar pedagang dan masyarakat memahami pentingnya menjaga fungsi fasilitas umum,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum, dengan melibatkan unsur Satpol PP, Sudin Perhubungan, TNI/Polri, PPSU, Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH), Satlinmas, serta pengurus RT/RW, LMK, dan FKDM.

“Keberhasilan penataan membutuhkan dukungan seluruh pihak, termasuk pedagang dan warga. Karena itu, pengawasan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar fasilitas umum tidak kembali digunakan,” katanya.

Sementara itu, Lurah Tugu Utara, Kusmadi mengatakan, penataan kawasan Pasar Koja Baru juga menyasar kebersihan lingkungan dan kelancaran akses masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, petugas menertibkan satu auning liar dan 22 lapak pedagang kaki lima (PKL). Puing-puing sisa lapak langsung diangkut, sedangkan saluran air dibersihkan bersama petugas PPSU dan Sudin LH untuk mencegah potensi genangan.

“Pasca penataan, pengawasan bersama aparat wilayah akan terus diperketat agar kawasan tetap tertata,” ungkapnya.

Kusmadi berharap, penataan secara bersama ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga ketertiban dan kebersihan kawasan pasar.

“Pasar merupakan pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, penataannya perlu didukung bersama agar pedagang dapat berusaha dengan tertib, sementara pejalan kaki dan pengguna jalan merasa nyaman,” tandasnya.Bang Opung Chairul Hasibuan Tokoh masyarakat Koja menggatakan.” Kami sangat mengaspresiasi Gebrakan Camat dan lurah dalam penataan wilayahnya.” Ungkapnya di lokasi.(Sutarno)

Continue Reading

Ibukota

Dr.H.Pramono Anung Gubernur DKJ, Lantik 368 Pejabat Fungsional

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com.- Gubernur DKI Jakarta, Dr.H.Pramono Anung di Hari Rabu Kramat kembali melantik 368 pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (14/10).

Dalam acara tersebut, sebanyak 282 orang guru turut dilantik dan lainnya berasal dari bidang kesehatan, kebencanaan, teknologi informasi, transportasi, analisis kebijakan, dan bidang strategis lainnya.

“Baru saja saya melantik 368 pejabat fungsional di Pemerintah DKI Jakarta dan terbanyak dari jumlah itu 282 adalah guru,” ujar Pramono.

Gubernur mengingatkan, jabatan yang diberikan merupakan sebuah amanah dan ujian yang harus dipertanggungjawabkan dengan baik. Ia pun berharap para pejabat yang baru dilantik dapat menjalan tugas sebaik-baiknya serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Sebelum diberi jabatan sebenarnya orang itu belum teruji. Tetapi begitu diberikan jabatan, apakah perilakunya berubah atau tidak? Apakah menggunakan kekuasaan dalam jabatan itu sesuai dengan aturan yang diperuntukkan baginya? Apakah jabatan itu memberikan manfaat bagi orang banyak?,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Gubernur juga mengapresiasi para guru yang telah berdedikasi menjadikan Jakarta sebagai kota pelajar nomor satu di Indonesia. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, kata dia, terus memperkuat kebijakan di sektor pendidikan untuk meningkatkan kualitas SDM serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tak hanya itu, Jakarta juga meraih peringkat pertama dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Sedangkan di sektor kesehatan, Jakarta memiliki fasilitas kesehatan yang lengkap, yakni 31 rumah sakit daerah, 44 puskesmas, dan 292 puskemas pembantu.

Selain itu, Jakarta juga memiliki lebih dari 580 pasukan putih yang siap memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat.

“Sehingga dengan demikian hampir setiap penduduk di Jakarta sebenarnya tersentuh oleh fasilitas kesehatan yang dimiliki oleh Pemerintah DKI Jakarta,” katanya.

Gubernur juga mengapresiasi capaian Badan Kepegawaian Daerah yang meraih nilai 95,06 dalam penilaian Akreditasi Kompetensi ASN oleh BKN RI.

“Mudah-mudahan ini bisa terus dipertahankan karena untuk meraih ini juga tidak gampang,” kata dia.(Sutarno)

Continue Reading
Advertisement

Trending