Ekonomi
Sinergitas Pertamina dan Pihak Terkait Perlancar Pasokan BBM Saat Mudik Lebaran 2022
Jakarta, HarianSentana.com- Hajatan besar masyarakat Indonesia tahun ini yaitu kegiatan mudik dan arus balik Lebaran 2022 telah selesai dilakukan. Kegiatan tersebut berjalan dengan lancar, termasuk ketersediaan pasokan BBM di seluruh wilayah Indonesia yang dilakukan oleh Sub Holding Commercial and Trading (C&T) dalam hal ini PT Pertamina Patra Niaga (PPN).
Keberhasilan ini tidak terlepas dari kerjasama yang baik antara PT Pertamina Patra Niaga dengan aparat seperti Kepolisian Republik Indonesia maupun Kementerian Perhubungan. Komunikasi yang intensif juga dilakukan oleh Pertamina Region di seluruh wilayah Indonesia dengan aparatur PEMDA setempat. Sinergisitas yang dilakukan menghasilkan kepuasan masyarakat akan pelayanan sepenuh hati dari PT Pertamina Patra Niaga dalam menyediakan BBM.
Keberhasilan dalam memberikan pelayanan yang _excellence_ ini juga tidak terlepas dari kesiapan yang dilakukan oleh PT Pertamina Patra Niaga dalam menghadapi hajatan besar yang sempat tertunda selama dua tahun terakhir akibat pandemik Covid-19 yang melanda Indonesia.
Inovasi yang dilakukan oleh PT Pertamina Patra Niaga dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat seperti SPBU Modular dan penggunaan motor untuk mengantarkan BBM ke konsumen sangat membantu para pengguna kendaraan bermotor di seluruh wilayah Indonesia.
Pelayanan maksimal yang dilakukan PT Pertamina Patra Niaga tersebut mendapatkan apresiasi dari banyak pihak. Koordinator Asosiasi Pengamat Energi Indonesia (APEI), Sofyano Zakaria menilai, apa yang dilakukan oleh Pertamina Patra Niaga sudah sangat bagus, bahkan luar biasa dan layak untuk mendapatkan apresiasi atas usaha serta kerja keras yang dilakukan.
“Saya mewakili rekan-rekan pengamat khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya menyampaikan terima kasih atas upaya Pertamina Patra Niaga, dalam menjaga pasokan BBM kepada seluruh masyarakat Indonesia selama kegiatan arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini,” kata Sofyano di Jakarta, Jumat (20/6/2022).
“Hal ini membuktikan ketulusan Pertamina dalam melayani masyarakat. Selama Lebaran kemarin, para pegawai Pertamina baik itu Satgas maupun para petugas SPBU tidak mengambil cuti dan bekerja seperti biasa,” lanjut Direktur Eksekutif PUSKEPI ini.
Hal senada juga disampaikan Direktur Executive Energy Watch, Mamit Setiawan, yang juga menyampaikan apresiasi atas keberhasilan yang dilakukan PT Pertamina Patra Niaga sehingga tidak menimbulkan gejolak di masyarakat. Selain itu, inovasi yang dilakukan dengan mendirikan SPBU modular di Rest Area yang belum ada SPBU permanen juga sangat membantu para pemudik.
“Inovasi SPBU modular ini sangat baik sekali dan saya kira bisa digunakan untuk kegiatan masyakat yang lain seperti Natal dan Tahun Baru. Saya sendiri merasakan manfaat dari inovasi ini dimana saat BBM sudah berkurang bisa mengisi BBM di Rest Area yang terdapat SPBU modular dan saya menjadi lebih tenang untuk melanjutkan perjalanan,” ujar Mamit.
Direktur Executive ReforMiner, Komaidi Notonegoro menyampaikan bahwa di tengah tekanan harga minyak yang tinggi dan kebijakan harga yang masih ditahan untuk menjaga daya beli masyarakat, keberhasilan Patraniaga dalam menjaga pasokan BBM selama mudik lebaran dan arus balik memiliki makna yang sangat penting.
“Hal tersebut mencerminkan bahwa yang dikedepankan PT Pertamina Patra Niaga adalah ketersediaan BBM itu sendiri meskipun kondisi keuangan mereka relatif tidak baik-baik saja,” jelas Komaidi.
Pendapat serupa juga disampaikan oleh peneliti dari AEPI, Salamudin Daeng yang menyampaikan bahwa pelayanan PT Pertamina Patra Niaga sudah bagus dan _excellence_.
“Memang ada beberapa kelamaan dalam pendistribusian, tapi masih wajar. Management dan karyawan telah melakukan tugas dengan cukup baik dan ke depan saya kira akan jauh lebih baik lagi,” kata Daeng.
Sementara Ekonom Konstitusi, Defiyan Cori menyampaikan bahwa meskipun ada antrian di SPBU, tetapi kendaraan mengular dengan tertib mengisi BBM kendaraan masing-masing karena adanya kepastian persediaan (stock) yang telah dijamin oleh PT Pertamina Patra Niaga. Kalaupun, masyarakat tidak begitu betah dengan adanya antrian di SPBU-SPBU besar, maka layanan Pertashop yang telah tersebar ke pelosok daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T) akan mampu melayani sebagian konsumen terdekat.
“Selain itu pelayanan tanggapan cepat / _quick_ _response_) juga diberikan pada konsumen masyarakat yang terjebak dalam kemacetan dan kebetulan kehabisan BBM segera dilayani oleh mobile BBM-nya dengan mengontak nomor layanan 135. Apresiasi patut diberikan publik atas upaya yang telah dibangun dan dikembangkan PT. Pertamina Patra Niaga selama ini dalam melayani masyarakat Indonesia,” ungkap Defiyan.
Ketua Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan bahwa selama pelaksanaan mudik dan arus balik Lebaran tahun ini tidak ada laporan dari masyarakat kepada YLKI terkait dengan adanya kelangkaan BBM di seluruh wilayah Indonesia.
“Hal ini membuktikan kesiapan Pertamina dalam menghadapi hajat tahunan, apalagi tahun ini merupakan tahun pertama dibuka kembali kegiatan mudik setelah dua kali Lebaran masyarakat dilarang untuk mudik. Oleh karena itu, kami mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh PT Pertamina Patra Niaga,” pungkas Tulus.
Sementara Abra Talattov, ekonom Indef mengatakan, bahwa arus mudik lebaran tahun ini yang mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah bejalan cukup lancar didukung dengan ketersediaan BBM secara andal yang dipasok oleh Pertamina Patra Niaga.
“Momentum mudik lebaran biasanya mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah dan nasional lebih tinggi. Peran Pertamina dalam memenuhi kecukupan BBM terhadap mobilitas masyarakat selama masa mudik lebaran, juga merupakan wujud kontribusi Pertamina dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional,” pungkasnya.(s)
Ekonomi
Pengamat Berharap Ada Transparansi Terkait Hutang LN Indonesia
Jakarta, hariansentana.com – PENGAMAT Ekonomi yang juga pengusaha Nasional, Dr, John N Palinggi, M.M, M.BA menyoroti adanya Hutang Luar Negeri (LN) yang diduga “Fiktif”. Oleh karenanya ia meminta adsnya transparansi tentang, berapa Hutang LN Indonesia yang sesungguhnya.
“Terutama Hutang dari Tiongkok. Perjanjian Hutang hanya di atas kertas, tidak ada uang yang masuk. jika benar ada kemana uang hutang itu disalurkan,” kata Ketua Umum ARDIN (Assosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distributor Indonesia) ini saat ditemui di kantornya, Grha Mandiri, Menteng, Jakarta, kemarin.
Bukan hanya hutang LN “Fiktif”, John Palinggi juga berharap adanya transparansi berapa hutang LN Pemerintah yang berasal dari Kementerian dan Lembaga, terutama dari pihak swasta.
“Kementerian dan Lembaga juga BUMN mana yang bertransaksi hutang LN. Begitu pun pengusaha swasta yang berhutang di LN dijamin negara namun jadi beban (ditanggungjawabi) negara,” seru John.
Menurut Ketua Assosiasi Mediator Indonesia (AMINDO) yang pernah menjadi pengajar ahli di LEMHANAS ini, semua Hutang-hutang tersebut harus dibuka secara transparan dan dimintai pertanggungjawabannya kepada publik.
“Karena nanti kita rakyat yang menanggungnya dari pajak. jadi beban anak-cucu kita, padahal dinikmati segelintir ‘elite’. kalau dibiarkan terus nanti negaa bisa bangkrut, aset disita, diambil alih negara asing,” keluh John.
John Palinggi juga meminta transparansi soal sudah berapa jumlah hutang dari Tiongkok untuk pembangunan IKN (Ibu Kota Negara) di Kalimantan hingga saat ini.
“Jangan sampai IKN dikuasai orang asing (China) karena hutang pembiayaan pembangunan IKN,” jelasnya.
John mengaku prihatin dengan kondisi ekonomi Indonesia saat ini. Selain nilai tukar Rupiah yang anjlok terhadap Dolar AS, juga adanya korupsi yang Gila-gilaan.
“Kasihan Presiden Prabowo, saya percaya dia ingin membangun Indonesia dengan sepenuh hati tetapi dikhianati orang dekat sekelilingnya,” kata sosok yang sudah mengabdi pada 9 periode Presiden RI, dan 45 tahun jadi pengusaha tanpa cacat (hutang) ini.
Ekonomi
Worldpanel : Produk Barang Konsumsi Yang Bergerak Cepat (FMCG ) Menghadapi Persaingan Ketat, Dibutuhkan Inovasi Untuk Dapat Bersaing
Jakarta, – Worldpanel by Numerator menyatakan bahwa produk-produk yang masuk kategori barang konsumsi yang bergerak cepat/Fast Moving Consumer Goods (FMCG ) dari berbagai perusahaan menghadapi persaingan pasar yang semakin ketat. Kondisi daya beli masyarakat yang fluktuatif di tengah tantangan ekonomi kompleks membuat produsen harus lebih aktif melakukan penetrasi pasar melalui inovasi demi mempertahankan pangsa pasarnya.
Berdasarkan laporan Worldpanel Brand Footprint 2026 dengan mengacu pada penilaian consumer reach points (CRP), sepuluh besar produk FMCG dari sejumlah perusahaan besar tetap berada di benak konsumen. Peringkat tersebut menandakan strategi branding tiap perusahaan sangat kompetitif.
“Jumlah produk yang masuk laporan tahun ini meningkat dari 436 menjadi 451, yang berarti tingkat persaingan semakin ketat. Ada 44 persen produk yang mencatatkan pertumbuhan pada tahun lalu dibandingkan 62 persen pada tahun sebelumnya,” kata Managing Director Worldpanel Indonesia Venu Mandhev dalam keterangannya, Rabu (15/7/2026).

Venu menambahkan bahwa peluang inovasi produk baru dari perusahaan FMCG masih terbuka untuk merebut pasar, dengan catatan strategi pemasaran harus lebih spesifik dan tepat sasaran, terutama menyasar kebutuhan dasar rumah tangga.
Sementara itu, Corina Fajriyani, Marketing Lead Worldpanel Indonesia Corina Fajriyani mengatakan, bahwa tantangan ekonomi domestik hingga tensi geopolitik global cukup memengaruhi minat dan daya beli masyarakat.
Menurut Corina, dampak penetrasi produk FMCG terhadap daya beli konsumen bergantung pada segmen pendapatan.
“Biasanya yang paling cepat terpengaruh adalah konsumen kelas menengah ke bawah. Karena uangnya terbatas, perubahan perilaku mereka lebih cepat terlihat dibandingkan kelas atas,” ujarnya.
Sebagai langkah memenangkan persaingan, Corina menegaskan bahwa produsen FMCG perlu bergerak cepat melakukan inovasi produk sekaligus memperkuat brand awareness.
“Penetrasi diperlukan untuk merekrut lebih banyak pembeli. Jika penetrasi tumbuh, maka frekuensi pembelian juga akan meningkat. Inovasi produk baru akan mampu menarik lebih banyak konsumen,” katanya.

Berikut daftar 10 merek FMCG yang paling banyak dipilih tahun ini dipimpin oleh Indomie, diikuti oleh So Klin, Mie Sedaap, Roma, Indofood, Royco, Kapal Api, NABATI, Masako, dan Frisian Flag. Daftar teratas ini tidak banyak berubah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dengan Indofood dan Royco saling bertukar posisi, serta Frisian Flag kembali masuk ke dalam 10 besar menggantikan Daia yang berada dalam daftar tahun lalu.
Meskipun rumah tangga Indonesia masih membeli sekitar 95 merek kebutuhan sehari-hari setiap tahun dan melakukan rata-rata 293 perjalanan belanja, tingkat persaingan semakin meningkat. (Yud)
Ekonomi
Ketum Garuda Nofalia Heikal Safar Kunjungan Kerja ke IKN Jajaki Peluang Usaha Kuliner Khususnya UMKM
KALTIM, SENTANA – Ketua Umum Gerakan Dapur Indonesia (GARUDA), Nofalia Heikal Safar didampingi Ketua Dewan Pembina Gerakan Dapur Indonesia (GARUDA) Haikal Safar pada hari Sabtu (20/6/2026) melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Ibu Kota Nusantara (IKN) Provinsi Kalimantan Timur ( Kaltim) dalam rangka menjajaki peluang usaha dibidang kuliner khususnya UMKM.
“Lantaran saya selaku Ketum Garuda bersama Ketua Dewan Pembina Garuda Heikal Safar berkunjung langsung melihat situasi dan kondisi Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur sekarang ini sedang berkembang pesat dan semakin maju pembangunannya, sehingga kedepannya IKN memiliki potensi maupun prospek yang sangat besar dan cerah untuk kesejahteraan dan kemajuan para pelaku usaha kuliner khususnya UMKM,”
“Demikian ujar Ketua Umum Gerakan Dapur Indonesia (GARUDA), Nofalia Heikal Safar kepada sejumlah awak media saat menghampiri di salah satu toko kuliner yang berada di Ibukota Nusantara (IKN) Propinsi Kalimantan Timur, Sabtu (20/6/2026).
Lebih lanjut Ketua Umum Gerakan Dapur Indonesia Nofalia Heikal Safar mengungkapkan bahwa di Ibu Kota Nusantara (IKN) selain usaha dibidang kuliner, kesempatan dan peluang usaha apapun sangat terbuka lebar, sehingga Lapangan pekerjaan akan bertambah,
“Guna ikut aktif membantu dan mendukung program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka dalam bidang ketahanan pangan nasional untuk mensejahterakan seluruh masyarakat Indonesia khususnya di Provinsi Kalimantan Timur.” ungkap Ketum Garuda Nofalia Heikal Safar.
Menurut Ketum Garuda Nofalia Heikal Safar bahwa Kegiatan dan agenda kunjungan kerja organisasi Garuda ke Ibukota Nusantara (IKN) ini, dilakukannya untuk memberikan contoh dan mengajak para pelaku usaha yang tergabung dalam wadah organisasi GARUDA guna membuka berbagai bentuk peluang usaha di Ibukota Nusantara (IKN) sehingga tidak hanya berpusat pada peninjauan operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dibeberapa titik yang dimilikinya maupun konsolidasi di wilayah saja.
Lanjut Ketum Garuda Nofalia Heikal Safar karena infrastruktur Bandara Internasional di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang panjang landasan pacunya hingga 3 Kilometer tersebut letaknya sangat strategis lantaran akses jalan jaraknya menuju ke ibukota Nusantara (IKN) sangat dekat, yang kedepannya sudah bisa dioperasikan untuk seluruh rakyat Indonesia maupun masyarakat dunia yang berkunjung untuk berwisata dan berbisnis di Ibukota Nusantara (IKN).
“Begitu pula Fasilitas yang sangat terpenting di Ibukota Nusantara (IKN) seperti Masjid Raya, Rumah Sakit, Perkantoran, Tempat Kuliner, Hotel, Fasilitas Olah raga dan lain – lain sudah beroperasi dengan baik.”ucap Ketum Garuda Nofalia Heikal Safar.
Menurut Ketum Garuda Nofalia Heikal Safar perlu diketahui bahwa keseriusan pembangunan Ibukota Nusantara (IKN) di Propinsi Kalimantan Timur, yang sangat masif sebelumnya dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia ke 7 Bapak Ir. H. Joko Widodo dan kemudian secara nyata dilanjutkan oleh Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto hingga saat ini sudah bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia bahkan hingga masyarakat dunia turut menikmati keberadaan Ibukota Nusantara (IKN) yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia.
“Sehingga Saya selaku Ketua Umum Gerakan Dapur Indonesia beserta seluruh Pelaku Usaha lainnya di Indonesia, tentunya sangat menyambut baik keinginan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 2026 akan dilaksanakan di Ibu Kota Negara (IKN) Kalimantan Timur.”pungkasnya
(Haholongan)
-
Polhukam6 days agoPartai Umat Menuju Pemilu 2029, Bersinergi Dengan Tokoh – Tokoh Muda
-
Polhukam7 days agoKOSMAK Desak KPK Ambil Alih Dugaan Suap Sugar Group yang Mandek di Kejagung. Dipakai Jampidsus Sandera Ketua MA?
-
Ekonomi3 days agoPengamat Berharap Ada Transparansi Terkait Hutang LN Indonesia
-
Ibukota3 days agoBPN Jakut Serahkan 60 Sertifikat PTSL Gratis

