Pendidikan
Pusdiklat Tekfunghan Badiklat Kemhan Bekerjasama Dengan LAN RI dan BRIN Buka Workshop Karya Tulis Olmiah TA.2023
Keterangan photo : Sesbadiklat Marsma TNI Ir. Wajariman, M.Sc didampingi Kepala Pusdiklat Tekfunghan Dra. Endang Purwaningsih, MSi sedang memberikan pengarahan (Doc)
Jakarta, Hariansentana.com — Sesbadiklat Marsma TNI Ir. Wajariman, M.Sc mewakili Kabadiklat Kemhan Mayjen TNI Tandyo Budi R., S. membuka Workshop tentang Karya Tulis Ilmiah (KTI) di Pusdiklat Tekfunghan Badiklat Kemhan Jl. Salemba Jakarta Senin (30/10/2023).
Kegiatan Workshop ini merupakan kerjasama antara Badiklat Kemhan oleh pejabat Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang diikuti oleh 25 orang personel Kemhan dan TNI.

Dalam sambutannya Kabadiklat menyampaikan bahwa pengembangan sumber daya manusia (SDM) kini tengah menjadi prioritas pembangunan Pemerintah dalam beberapa tahun kedepan. Beragam program pendidikan untuk meningkatkan kualitas SDM terus dikembangkan guna meningkatkan daya saing bangsa. Pentingnya diklat dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang handal, terampil dan siap kerja guna menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks. Pengembangan kompetensi SDM Kemhan/TNI juga terus dilakukan secara berlanjut dan berkesinambungan, salah satunya mengikutsertakan dalam Diklat, Seminar maupun Workshop.
Menyikapi hal tersebut Badiklat Kemhan melalui Pusdiklat Tekfunghan, salah satunya telah menyiapkan Workshop KTI yang dianggap sesuai dengan tuntutan kebutuhan organisasi, sehingga pegawai yang mengawaki Kementerian Pertahanan dan TNI memiliki kompetensi dan kemampuan dalam penulisan karya tulis ilmiah yang baik dan benar.
Secara aplikatif KTI digunakan untuk memberikan gambaran permasalahan secara jelas, sekaligus memberikan solusi terhadap permasalahan organisasi, yang dapat dijadikan sebagai sumber referensi kebijakan pimpinan Satker maupun organisasi Kemhan/TNI.
Diharapkan melalui kegiatan ini para pejabat fungsional memiliki kemampuan membuat karya tulis ilmiah yang berkualitas, sehingga dapat berkontribusi positif baik terhadap penetapan kebijakan, pengambilan keputusan dan pelaksanaan program kerja serta meningkatkan kualitas pelayanan instansi pemerintah.
Karya Tulis Ilmiah (KTI) merupakan tulisan yang menggunakan metodologi ilmiah, disusun secara sistematis, terdokumentasi dan merupakan media komunikasi penyampaian ide dan gagasan. Kemampuan menuangkan ide dan gagasan serta analisis kebijakan yang tajam dan mendalam merupakan salah satu parameter kompetensi bidang jabatan fungsional.
Salah satu kebijakan pengembangan kompetensi pegawai adalah memberikan ruang bagi pejabat fungsional meningkatkan kemampuannya di bidang penyusunan Karya Tulis Ilmiah (KTI).
Pejabat fungsional kerap dipacu untuk berkontribusi aktif menyampaikan ide-gagasan dalam bentuk Tulisan. Oleh karena itu, penting kiranya membangun iklim kerja yang didukung oleh upaya peningkatan kompetensi pejabat fungsional dalam menghasilkan Karya Tulis Ilmiah.
Melalui Workshop ini, kemampuan untuk merencanakan, menulis sampai dengan mempublikasikan karya tulis ilmiah akan menjadi modal penting bagi peserta untuk melaksanakan tugas jabatannya. Pejabat fungsional berkemampuan menulis karya tulis ilmiah akan memberikan kontribusi positif dalam perencanaan kebijakan, pengambilan keputusan dan pelaksanaan program kerja instansi.
Materi Workshop Karya Tulis Ilmiah diberikan oleh Pejabat Eselon II dan para Pejabat Fungsional Widyaiswara dari Lembaga Administrasi Negara (LAN RI), Pejabat Fungsional Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Widyaiswara Pusdiklat Tekfunghan Badiklat Kemhan.
Metode Pembelajaran dalam Workshop dengan menggunakan metode klasikal antara lain; Ceramah, Diskusi /Tanya jawab, Praktik dan Penugasan. Materi Workshop Karya Tulis Ilmiah (KTI) sebanyak 76 Jam Pelatihan terdiri dari: Building Learning Commitment, Konsep dan Kebijakan Penyusunan KTI bagi Jabatan Fungsional Tertentu, KTI dalam Pengembangan Profesi Jabatan Fungsional Tertentu, Jenis-Jenis Karya Tulis Ilmiah, Pengelolaan dan Penyusunan Karya Tulis Ilmiah, Teknik Penulisan Karya Tulis Ilmiah, Laboratorium Penyusunan Karya Tulis Ilmiah, Publikasi Hasil Laboratorium Karya Tulis Ilmiah, Seminar Karya Tulis Ilmiah, Review Pelatihan Penyusunan KTI bagi Jabatan fungsional, dan Evaluasi Penyelenggaraan Workshop KTI.
Turut hadir pada upacara pembukaan tersebut Kepala Biro Kepegawaian Setjen Kemhan atau yang mewakili, Para Kapusdiklat Badiklat Kemhan atau yang mewakili, Tamu Undangan, dan Peserta Diklat serta para pejabat di lingkungan Pusdiklat Tekfunghan Badiklat Kemhan.(***)
Pendidikan
Pondok Pesantren Qurrota A’yun Go Internasional, Jalin Kerja Sama Strategis dengan PCI Malaysia
FOTO BERSAMA-K.H. Zaenul Muttaqin, S.E, M.Pd, Ketua HEBITREN Jakarta Timur bersama rombongan, foto bersama usai melakukan kunjungan ke PCI Malaysia. (Foto Ist).
MALAYSIA, SENTANA – Pondok Pesantren Qurrota A’yun Jakarta, terus meneguhkan langkah menuju pesantren berkelas dunia melalui kerja sama strategis dengan PCI (Pimpinan Cabang Istimewa) Malaysia yang dipimpin oleh Datuk K.H. Rudi Mahfudz. Kolaborasi ini menjadi tonggak penting dalam memperluas jejaring pendidikan, dakwah, ekonomi dan pemberdayaan umat di kawasan ASEAN, Jum’at (7/8).

PENANDATANGANAN MoU-Datuk K.H. Rudi Mhafud, Ketua PCI Malaysia bersama K.H. Zaenul Muttaqin, S.E, M.Pd, Ketua HEBITREN Jakarta Timur, saat melakukan Penandatanganan MoU. (Foto Ist).
Kerja sama tersebut merupakan bagian dari visi besar Roadmap Qurrota A’yun 2030, yaitu membangun pesantren yang unggul dalam ilmu keislaman, berkarakter, menguasai teknologi, memiliki wawasan global, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi peradaban Islam dan kemajuan bangsa.
Melalui keterangannya, Jum’at (7/8), Pengasuh Pondok Pesantren Qurrota A’yun, K.H. Zaenul Muttaqin, S.E, M.Pd, menyampaikan bahwa, era globalisasi menuntut pesantren untuk mampu membangun kolaborasi lintas negara tanpa meninggalkan jati diri sebagai lembaga pendidikan yang berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah.
“Pesantren tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perkembangan dunia. Pesantren harus hadir sebagai pusat lahirnya generasi berakhlak mulia, berwawasan internasional, menguasai bahasa, teknologi, kewirausahaan dan siap membangun peradaban Islam yang membawa rahmat bagi seluruh alam,” ungkapnya.

Menurutnya, melalui kerja sama dengan PCI Malaysia, Pondok Pesantren Qurrota A’yun akan mengembangkan berbagai program strategis, antara lain pertukaran wawasan pendidikan pesantren, peningkatan kompetensi guru dan santri, penguatan dakwah internasional, pengembangan ekonomi pesantren, bisnis halal, ekspor-impor produk unggulan pesantren, hingga pengembangan jejaring investasi dan kewirausahaan berbasis syariah.
Sementara itu, Datuk K.H. Rudi Mahfudz, menyambut baik sinergi ini sebagai bentuk penguatan ukhuwah Islamiyah antara Indonesia dan Malaysia. Menurutnya, pesantren memiliki potensi besar menjadi pusat lahirnya pemimpin masa depan yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga mampu menjawab tantangan global melalui inovasi, ekonomi dan pendidikan.
“Kerja sama ini diharapkan menjadi awal lahirnya berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara. Selain memperkuat hubungan antarlembaga, sinergi ini juga membuka peluang bagi santri untuk memiliki pengalaman internasional, memperluas jejaring keilmuan, serta mengenal praktik terbaik dalam pengelolaan pendidikan, ekonomi, dan dakwah di tingkat regional,” ujarnya.
Dengan semangat “Think Globally, Act Locally, and Serve Universally”, Pondok Pesantren Qurrota A’yun optimistis mampu melahirkan generasi santri yang tidak hanya menjadi penjaga nilai-nilai keislaman, tetapi juga menjadi inovator, entrepreneur, pendidik dan pemimpin yang mampu bersaing di tingkat global.
Langkah menuju “Qurrota A’yun Go Internasional”, bukan sekadar slogan, melainkan ikhtiar nyata untuk menjadikan pesantren sebagai pusat pendidikan Islam modern yang mengintegrasikan keunggulan tahfiz Al-Qur’an, penguasaan bahasa Arab dan Inggris, teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), kewirausahaan, serta diplomasi pendidikan internasional.
“Melalui kolaborasi dengan PCI Malaysia, diharapkan akan lahir generasi santri yang siap menjadi duta Islam yang moderat, berilmu, mandiri, dan mampu membangun peradaban yang membawa kemaslahatan bagi umat di tingkat regional maupun global,” pungkas Zaenul. (Red).
Pendidikan
Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tingkat SMP Negeri di Kabupaten Bogor Kembali Menuai Sorotan.
Bogor, Hariansentana.com – Sistem Penerimaan Murid Baru ( SPMB ) tingkat SMP Negeri di Kabupaten Bogor tahun ini kembali menuai sorotan. Banyak siswa tidak tertampung, termasuk siswa berprestasi dan dengan nilai rapor tinggi yang justru terdampak sistem yang dinilai tidak transparan.
Hal itu disampaikan Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor ( PRB ) MJohan Pakpahan S.H kepada sentana Selasa 7 Juli 2026 melalui tlp seluler nya.
Johan menyayangkan adanya dugaan “pengkondisian” siswa sejak proses pendaftaran di tingkat SD asal.
“Diduga ada permainan “, guru SD asal mengumpulkan pendaftaran aplikasi dengan biaya Rp350.000 per siswa. Nah, siswa jalur prestasi ini kan diuji oleh siswa dan pramuka. Ini tidak jelas. Seharusnya diuji oleh guru, bukan siswa,” ujarnya.
Ia menduga kuat adanya praktik “pesanan” dan “titipan aman” karena kedekatan pihak tertentu dengan sekolah tujuan. “Ini sudah langganan tiap tahun. Masuknya melalui Kepsek SMP masing-masing,” tegasnya.
Lebih lanjut Johan juga menyoroti banyaknya Kepala Sekolah SMP Negeri yang merangkap jabatan atau menjadi Pelaksana Tugas Plt di sekolah lain.
“Contoh nya Kepsek SMPN 2 Cibinong menjadi Plt di SMPN 1 Bojong Gede. Contoh lain, Kepsek SMPN 1 Cibinong merangkap juga di SMP Negeri Citereuf. Nah ini kan sepertinya Kab. Bogor kekurangan Kepsek,” papar nya.
Menurutnya, rangkap jabatan berpotensi membuat pengelolaan sekolah tidak profesional. Apalagi ada dana BOS yang dikelola. “Kami menduga Kepsek ini sibuk urusan uang BOS. Laporannya hanya tulis ‘gonggong’, tidak disebutkan kondisi siswa setiap bulan. Padahal jumlah siswa itu berubah-ubah,” duga Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor ( PRB ) .
Ia menambahkan, jika dana BOS dikelola benar, sekolah mestinya bisa menambah rombel atau kelas baru untuk menampung lonjakan siswa. “Faktanya banyak orang tua tidak sanggup biayai swasta karena mahal. Akibatnya siswa meluber tidak tertampung,” ungkapnya.
Menyikapi persoalan tahunan ini, Johan meminta Bupati Bogor turun tangan dengan menyiapkan sekolah swasta gratis.
“Jangan setiap tahun orang tua hanya mengeluh soal sekolah. Jangan sibuk bangun infrastruktur saja tapi lupa buat sekolah. Minimal ada 4 SMP Swasta Gratis di setiap Dapil. APBD harus dialokasikan ke sana,” desaknya.
Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor ( PRB ) menegaskan akan terus menyuarakan persoalan pendidikan di Kabupaten Bogor agar tidak ada lagi anak berprestasi yang terbuang dari sistem,” terang nya …….Ron
Pendidikan
LSM PRB Desak Disdik Kab Bogor Profesionalkan SPMB, SD-SMP 2026, Usul Sekolah Swasta Digratiskan Lewat APBD
Bogor, Hariansentana .com – Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor ( PRB ) meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor membuat Sistem Penerimaan Murid Baru ( SPMB ) SD dan SMP tahun ajaran 2026 lebih profesional dan berpihak ke masyarakat.
Saat di hubungi tlp seluler nya Kamis 25 ,Juni 2026
Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor ( PRB ) M Johan Pakpahan ,S .H. mengatakan Sistem Penerimaan Murid Baru ( SPMB ) untuk jenjang wajib belajar 9 tahun seharusnya dipermudah. “SD-SMP ini wajib belajar dan sesuai UUD 1945 untuk mencerdaskan kehidupan anak bangsa. Jadi pemerintah wajib memastikan SD-SMP tidak dipersulit sistem. Administrasi harus mudah, jangan bikin orangtua pusing,” terang nya.
Lebih lanjut Johan mendorong Disdik menambah daya tampung dengan menambah kursi/rombongan belajar ( Rombel ) di sekolah negeri. Tujuannya agar siswa yang orangtuanya tidak mampu ke swasta tetap bisa masuk sekolah negeri.
Ia juga mengusulkan terobosan: Pemda Kab. Bogor mengalokasikan anggaran pendidikan lewat APBD untuk menggratiskan sekolah swasta. “Kalau negeri dan swasta sama-sama gratis, masalah pendidikan di Kab. Bogor terjawab. Nggak ada lagi alasan orangtua tidak menyekolahkan anak SD-SMP karena biaya,” tegasnya.
Johan juga meminta Bupati Bogor memberikan arahan ke DPRD Kab. Bogor agar program “sekolah swasta gratis” bisa diwujudkan dengan alokasi APBD yang cukup. Ia juga meminta Kepala Dinas Pendidikan secara teknis menambah kursi di sekolah negeri SD dan SMP supaya daya tampung naik. “Jangan malas bikin terobosan untuk kebaikan masyarakat,” katanya.
Johan juga menyatakan mendukung program Bupati Bogor, khususnya di bidang pendidikan. “Kami paling khusus dukung kalau ada program sekolah swasta gratis. Ini langkah Kab. Bogor berubah, memberitakan pendidikan sebagai program pokok menuju SDM unggul,” pungkasnya………Ron
-
Ekonomi7 days agoPT RBM Logistik Indonesia Perkuat Manajemen dan Siapkan Ekspansi Pasar Jelang RUPS
-
Daerah7 days agoKarhutla Kalimantan Capai 1.487 Hotspot, Alex Indra Lukman Desak Penanganan Jadi Prioritas Nasional
-
Polhukam5 days agoLSM PRB Desak Bupati Bogor Nonaktifkan Pejabat Bappenda yang Diduga Terlibat Kasus Upah Pungut.
-
Ekonomi3 days agoLSM PRB Minta OJK Periksa BCA Finance Bintaro Serpong Damai Terkait Dugaan Kredit Bermasalah

