Ibukota
PMI Jakut Semprot Disinfektan lokasi keramaian di Kelapa Gading Jakarta.
Jakarta, Hariansentana.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Utara melakukan penyemprotan disinfektan di wilayah Kelapa Gading, Kamis (4/6). Targetnya adalah fasilitas umum yang berpotensi sebagai lokasi keramaian.

Sekretaris PMI Kota Jakarta Utara Endang K mengatakan pada Sentana, yang dilakukan pihaknya adalah sebagai salah satu upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayah Kelapa Gading. “Kita kerahkan sebanyak 5 mobil Grand Max dan 4 gunner ditambah 39 orang personel PMI untuk membersihkan Kelapa Gading dari Covid-19,” katanya.
Endang juga menambahkan jika PMI melakukan penyemprotan, khususnya di wilayah yang diduga sebagai lokasi tempat berkerumun masyarakat.
“Semua tempat tanpa terkecuali, mulai dari sekolah, lokasi keramaian, jalan-jalan utama sampai dengan wilayah yang dirasakan sebagai zona merah di Kelapa Gading,” tambahnya.
Dengan penyemprotan disinfektan ini, Endang berharap apa yang dilakukan PMI Jakarta Utara dapat membantu mempercepat Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara memerangi penyebaran Covid-19. “Namun kami juga memberikan himbauan kepada masyarakat Jakarta Utara agar selalu menjaga pola hidup sehat di tengah pandemi Covid-19 untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti selalu rajin mencuci tangan, menjaga jarak, sampai dengan menggunakan masker saat beraktifitas di luar ruangan.
Karena melawan Covid-19 ini dibutuhkan kerjasama dari semua pihak, bukan hanya unsur pemerintah saja, tapi juga butuh bantuan masyarakat,” tuturnya.
Turut hadir dalam kegiatan penyemprotan disinfektan di wilayah Kelapa Gading, Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Utara Ali Maulana Hakim dan Camat Kelapa Gading Muhammad Harmawan.
(Penulis : Sutarno)
Ibukota
BPN Jakut Serahkan 60 Sertifikat PTSL Gratis
Jakarta, Hariansentana.com.- Sebanyak 60 warga Jakarta Utara dan kabupaten Kepulauan seribu menerima sertifikat tanah melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap pada Rabu (15/7/2026).
Penyerahan dilakukan oleh Hendra Hidayat Walikota administrasi Jakarta Utara, Hj.ida Mahmudah, H.Ramli anggota DPRD DKI Jakarta, Uunk Din Parunggi kepala kantor BPN, serta di hadiri oleh H.Muhammad Andri Asisten Pemerintahan Seko Jakarta Utara, H.Dali Mahdali Tokmas, Efri Dewan kota, RT/RW, LMK, dan Opung Chairul Hasibuan Tokoh Wartawan.
Anggota DPRD DKI Jakarta Hj.Ida Mahmudah yang juga tergabung dalam Pansus menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada para penerima.” Puji syukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala hari ini kita masih dalam keadaan sehat. Saya mewakili DPRD mengucapkan selamat kepada Jakarta Utara yang hari ini bisa menyerahkan sertifikat kepada 60 warga,” ujarnya.
Ia berpesan agar warga menjaga sertifikat dengan baik, memfotokopi untuk arsip, dan segera mengganti patok batas dari kayu ke bahan yang lebih permanen seperti beton, besi, atau tembok.
“Pergunakan dengan bijak. Bisa untuk modal usaha, tapi jangan untuk hal-hal konsumtif,” pesannya.
Dalam laporan yang disampaikan, Uunk Din Parunggi Kepala kantor BPN Jakarta Utara dan kepulauan seribu mencatat masih ada 1.086 berkas PTSL dan BTSLR yang dalam proses penyelesaian. Rinciannya, 126 berkas masuk kategori T1 dan 338 berkas kategori T2.
“Kendala terbesar ada di T2. Masih ada pimpinan-pimpinan dulu, pejabat-pejabat dulu yang belum tanda tangan. Sekarang sudah dimutasi atau sudah pensiun sehingga kita perlu repot meminta tanda tangan tersebut,” jelas Uunk Din Parunggi.
Selain itu, sebagian berkas juga terindikasi tumpang tindih dengan aset, kawasan, atau hak yang sudah terbit sehingga belum bisa disertifikatkan.
Untuk mempermudah, BPN Jakarta Utara dan kepulauan seribu telah membentuk tim khusus dan membuka posko konsultasi di depan masjid. Ruang ber-AC disediakan agar masyarakat yang pernah mengajukan PTSL bisa langsung berkonsultasi.
“Ini untuk mempermudah penyelesaian BTSLR. Mudah-mudahan sedikit demi sedikit bisa kita selesaikan,” ujarnya.
Ia juga merinci beban biaya yang harus ditanggung warga.kepulauan seribu kalau datang ke Kantor BPN.jika harus mengurus ke kantor pusat. “Kalau masyarakat pergi ke darat, PP bisa butuh anggaran 300 ribu. Harus nginap 2 malam, total bisa 600 ribu. Ditambah makan bisa sampai 1 juta,” katanya.
H.Ramli Anggota DPRD DKI Jakarta menyoroti masih adanya warga penerima yang tidak hadir saat penyerahan. Ia meminta pengurus RT/RW dan pendamping untuk mengedukasi warga agar meluangkan waktu mengambil sertifikat secara langsung.
“Jangan sampai nanti kami diuber-uber warga. Sudah ngurus PTSL tapi suratnya tidak keluar-keluar. Begitu keluar ternyata warganya tidak antusias untuk menerima,” katanya.
Ia juga menyinggung kendala anggaran. Menurutnya, BPN tidak bisa bekerja maksimal tanpa adanya hibah dari pemerintah daerah maupun pusat.
“Kita sama-sama tahu kondisi keuangan sedang tidak baik-baik saja. Kami di DPRD juga sedang berjuang ke DPR RI agar pemerintah pusat yang menganggarkan. Semoga Menteri Keuangan segera mencairkan Dana Bagi Hasil agar program PTSL tahun depan bisa kembali berjalan,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Walikota administrasi Jakarta Utara Hendra juga mendapat apresiasi karena dinilai konsisten memperjuangkan legalitas aset warga.
“Pak Hendra Hidayat.S.Ap.Msi Walikota administrasi Jakarta Utara yang memprakarsai sejak awal. Mudah-mudahan dengan cara ini anggaran bisa turun,” ujar H.Ramli perwakilan DPRD.
Ia mengimbau warga agar tidak menggunakan jasa calo dalam pengurusan sertifikat. “Di luar sana orang pakai notaris. Ada yang tanya ini buat PPN, ini buat ini. Padahal program PTSL ini gratis dari pemerintah,” tegasnya.
BPN Jakarta Utara dan kabupaten Kepulauan seribu menargetkan seluruh berkas yang belum tuntas dapat diselesaikan secara bertahap dengan dukungan anggaran dan koordinasi lintas instansi.(Sutarno)
Ibukota
Bang Doel Wagub DKI Dorong Jurnalis Ikuti Anugerah MHT 2026
Jakarta, Hariansentana.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta H. Rano Karno.(Bang Doel) menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Anugerah Jurnalistik Mohammad Hoesni Thamrin (MHT) 2026. Dukungan tersebut disampaikan saat menerima audiensi Pengurus Harian Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Rano Karno menyambut baik penyelenggaraan Anugerah Jurnalistik MHT yang selama lebih dari lima dekade menjadi ajang apresiasi bagi karya-karya jurnalistik terbaik tentang Jakarta.
Ia juga mengajak para insan pers memanfaatkan sisa waktu pendaftaran dengan mengirimkan karya terbaik, khususnya pada dua kategori istimewa, yakni “Menyongsong 5 Abad Jakarta” dan “Literasi Bank Jakarta”.
“Saya mengajak rekan-rekan jurnalis untuk ikut berpartisipasi dalam Anugerah Jurnalistik MHT 2026. Masih ada waktu hingga 31 Juli 2026 untuk mengirimkan karya terbaik. Jadikan momentum menuju lima abad Jakarta ini sebagai inspirasi menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Rano Karno.
Menurut Rano Karno, tema “Menyongsong 5 Abad Jakarta” merupakan momentum penting untuk merekam perjalanan, transformasi, dan harapan terhadap Jakarta yang akan memasuki usia 500 tahun pada 2027. Sementara kategori “Literasi Bank Jakarta” diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap transformasi dan peran Bank Jakarta dalam memperkuat ekosistem ekonomi daerah.
Wakil Gubernur juga menyatakan dukungannya terhadap rencana PWI Jaya untuk menyelenggarakan Anugerah Jurnalistik MHT dalam skala yang lebih besar pada 2027, bertepatan dengan rangkaian peringatan 5 Abad Kota Jakarta.
“Saya mendukung agar penyelenggaraan MHT tahun depan dibuat lebih besar dan lebih semarak sebagai bagian dari peringatan lima abad Jakarta. Pers memiliki peran penting dalam mendokumentasikan sejarah sekaligus mengawal pembangunan Jakarta ke depan,” katanya.
Audiensi tersebut turut dihadiri Kepala Biro Media Massa Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta Sandy Adam bersama Ied Sabila.
Sementara dari PWI Jaya hadir Ketua PWI Jaya Kesit Budi Handoyo, Ketua Panitia Anugerah Jurnalistik MHT 2026 Arman Suparman, Tb Adi, Ronny Kusumah, dan Bagus Sudarmanto, ketua Dewan Juri MHT 52-2026.
Ketua PWI Jaya Kesit Budi Handoyo menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap penyelenggaraan Anugerah Jurnalistik MHT 2026. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi motivasi bagi PWI Jaya untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan ajang penghargaan jurnalistik yang telah menjadi tradisi di Jakarta.
“Anugerah Jurnalistik MHT bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga bentuk penghargaan kepada para jurnalis yang menghadirkan karya-karya berkualitas untuk masyarakat sekaligus merekam perjalanan pembangunan Jakarta,” ujar Kesit.
Ketua Panitia Anugerah Jurnalistik MHT 2026 Arman Suparman menambahkan, panitia masih membuka kesempatan bagi seluruh jurnalis dari media cetak, siber, televisi, radio, dan pewarta foto untuk mengikuti kompetisi tersebut.
“Kami mengundang seluruh jurnalis untuk mengirimkan karya terbaiknya. Batas akhir pengiriman masih 31 Juli 2026, sehingga masih ada kesempatan untuk mengikuti seluruh kategori, termasuk kategori khusus ‘Menyongsong 5 Abad Jakarta’ dan ‘Literasi Bank Jakarta’. Kami berharap lahir karya-karya jurnalistik yang berkualitas, inspiratif, dan mampu memperkaya narasi pembangunan Jakarta,” kata Arman.
Karya peserta dapat dikirimkan melalui email mhtaward2026@gmail.com sesuai ketentuan yang telah ditetapkan panitia. Informasi mengenai persyaratan dan kategori lomba juga dapat diperoleh melalui Sekretariat PWI Jaya.
Anugerah Jurnalistik Mohammad Hoesni Thamrin (MHT) merupakan penghargaan jurnalistik tahunan yang diselenggarakan PWI Jaya sebagai bentuk apresiasi terhadap karya-karya jurnalistik terbaik tentang Jakarta. Penyelenggaraan tahun 2026 menghadirkan dua kategori khusus, yakni “Menyongsong 5 Abad Jakarta” dan “Literasi Bank Jakarta”, sebagai bagian dari upaya menyemarakkan peringatan lima abad Jakarta serta meningkatkan literasi publik mengenai transformasi Bank Jakarta.(Sutarno)
Ibukota
Rayakan HLUN Ke-30, Dr.H.Pramono Anung Ajak Lansia Jakarta Tetap Sehat, Produktif, dan Bahagia
Jakarta, Hariansentana.com – Suasana penuh keceriaan mewarnai peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 yang diikuti sekitar 500 warga lanjut usia (lansia) di Jakarta Bird Land, Gelanggang Samudera Ancol, Jakarta Utara, Selasa (14/7).
Para lansia tampil penuh semangat dengan mempertunjukkan permainan angklung, tari Betawi, senam bersama, serta memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan yang disediakan.
Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Pramono Anung, hadir langsung menyapa para lansia dan menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memberikan perlindungan serta pelayanan terbaik bagi warga lanjut usia.
Pramono mengatakan, saat ini sekitar 10 persen dari total penduduk Jakarta merupakan lansia atau mencapai kurang lebih 1,1 juta jiwa. Menurutnya, kelompok lansia menjadi salah satu prioritas pemerintah melalui berbagai program yang mendukung mobilitas, kesehatan, hingga peningkatan kualitas hidup.
“Seluruh lansia di Jakarta telah mendapatkan berbagai kemudahan, mulai dari layanan transportasi publik seperti Transjakarta, MRT, LRT, hingga Mikrotrans dengan tarif khusus. Di bidang kesehatan, mereka juga dapat memanfaatkan fasilitas yang dimiliki Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, mulai dari rumah sakit, puskesmas hingga puskesmas pembantu,” ujarnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini sebanyak 168.497 lansia telah memanfaatkan Kartu Lansia Jakarta. Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah menghadirkan 78 Sekolah Lansia yang diikuti sekitar 2.278 peserta sebagai wadah pembelajaran dan pemberdayaan agar lansia tetap aktif dan produktif.
“Yang paling penting bagi para lansia adalah tetap produktif, bahagia, dan yang utama tetap mendapatkan kasih sayang dari keluarga. Itulah yang akan membuat kualitas hidup lansia semakin baik,” ungkapnya.
Pramono menegaskan, penyaluran Kartu Lansia Jakarta dilakukan berdasarkan kebutuhan masyarakat. Pemerintah terus menggunakan data sebagai dasar dalam menentukan penerima manfaat sehingga bantuan tepat sasaran.
“Kami tetap membuka kesempatan bagi lansia yang memenuhi persyaratan untuk mendapatkan Kartu Lansia Jakarta. Namun bagi lansia yang secara ekonomi masih mampu dan ditanggung keluarganya mohon maaf belum bisa mendapatkan kartu lansia tetapi yang membutuhkan akan kami prioritaskan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Lanjut Usia (FKLU) Provinsi DKI Jakarta, Maria Ulfani, mengaku terharu atas perhatian yang diberikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada para lansia. Ia menyampaikan rasa bangganya melihat hampir 500 lansia hadir dan tetap aktif mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari pertunjukan seni hingga pemeriksaan kesehatan.
“Kami sangat bahagia dan bangga mendapatkan perhatian yang luar biasa dari Bapak Gubernur. Kami ingin terus sehat, aktif, mandiri, serta tidak menjadi beban bagi anak dan cucu. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan karena menjadi momen yang sangat berarti bagi kami,” tuturnya.
Peringatan HLUN ke-30 ini menjadi momentum untuk menguatkan komitmen bersama dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota yang ramah lansia, sekaligus mendorong para lansia agar tetap sehat, aktif, produktif, dan bahagia menyongsong lima abad Kota Jakarta pada tahun mendatang.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim.(Mantan walikota Jakut),Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi DKI Jakarta, Marulina Dewi, Kepala Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, Iqbal Akbarudin, Wali Kota Kota Administrasi Jakarta Utara, Hendra Hidayat, serta jajaran terkait.(Sutarno)
-
Ibukota6 days agoCamat Pasar Rebo Jaktim Gencar Sosialisasi Pilah Sampah Ke Warga
-
Polhukam6 days agoHeikal Safar Sekjen DPP PROPINDO Dukung TNI Tolak Backing Koruptor.!! Saat Polisi Geledah 12 Lokasi Terkait 3 Kasus Korupsi Raksasa
-
Polhukam3 days agoPartai Umat Menuju Pemilu 2029, Bersinergi Dengan Tokoh – Tokoh Muda
-
Polhukam6 days agoPenegakan Hukum dan Keadilan, Demi Kemanusiaan

