Connect with us

Seni Budaya

Peringati Hari Ibu, PIA AG Lanud Halim Gelar Lomba Senam Tobelo

Published

on

Jakarta, Hariansentana com –  Memperingati Hari Ibu, PIA Ardhya garini cabang 2/D.I Lanud Halim Perdanakusuma menggelar perlombaan Senam Tobelo yang berlangsung di Hanggar Skadron udara 17 Lanud Halim Perdanakusuma, Kamis (23/12/2021).

Perlombaan ini diikuti oleh 11 tim dari seluruh satuan kerja yang ada di Lanud halim Perdanakusuma dengan tetap menerapkan protocol Kesehatan yang berlaku.

Sesaat sebelum perlombaan dimulai, Ketua PIA AG Cab.2/D.I Lanud Halim Perdanakusuma Ny. Mala Bambang Gunarto mengatakan perlombaan ini digelar dalam rangka peringatan Hari Ibu yang diperingati pada tanggal 22 Desember.

“Mari kita meriahkan peringatan Hari Ibu ini dengan senam Tobelo, dengan senam Tobelo pula kita akan mengenal tarian daerah, selain itu juga bermanfaat untuk menjaga kebugaran tubuh, khususnya dapat melatih kelenturan otot kaki,” ujarnya.

Perlombaan yang disaksikan langsung oleh Danlanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI Bambang Gunarto, S.T., M.M., M.Sc., para pejabat Lanud dan pengurus PIA AG Cab. 2/D.I Lanud Halim P., ini sendiri berjalan dengan meriah, ditandai tepuk tangan dan sorak sorai dukungan dari masing-masing pendukung tim yang berlomba

Tampil sebagai juara pertama dalam lomba ini adalah tim dari Dinas Personel, disusul oleh tim Staf Khusus sebagai juara kedua dan tim dari Skadron Udara 17 sebagai juara ketiga.

Seni Budaya

LOCGame Bermitra Damiano Clemente Dari Dsquared2

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com – Setelah mengadakan kemitraan dengan desainer Prada dan Blueberry, LOCG mini melakukan kerja sama dengan Damiano Clemente dari Dsquared2!

Ini adalah kelanjutan dari rangkaian panjang kemitraan yang bermanfaat dengan seniman terkenal di dunia untuk membantu menciptakan koleksi “The Wolves of Crypto” LOCG.

Damiano Clemente adalah Desainer Grafis dan Illustrator di Dsquared2. Dia dibesarkan di Italia dan cara kerjanya di industri mode dan seni, membuat jalannya ke puncak tiang totem.

Karya seninya telah muncul di beberapa panggung paling terkenal di dunia, mendandani beberapa bintang dan selebriti internasional dengan merek pakaiannya.

Gayanya menggabungkan subjek yang sangat visual, termasuk Yunani kuno hingga seni modern, dia tertarik pada banyak subkultur yang berbeda di dunia dan karena itu mencoba memasukkan ini ke dalam karya seninya sebanyak mungkin. Selain itu, ia menargetkan penelitiannya tentang cara meningkatkan keselarasan tubuh pada kain yang berbeda.

Ada 2 kartu cantik yang dirancang Damiano untuk LOCGame di bawah ini:

-NFT Artist
– Whale

Selain dengan Clemento, LOCG sebelumnya telah mengumumkan kolaborasi dengan Alessandro De Vita adalah Desainer Grafis di kantor Visual Merchandising Prada dan menghabiskan waktunya untuk mengerjakan pameran perusahaan di seluruh dunia dan memfasilitasi acara.

Pengalamannya mencakup total 10 tahun di dunia seni dia juga banyak terlibat dalam mendukung studio dan proyek seni terkenal.

Mengenai karya seninya sendiri, ia berfokus pada gaya klasik dan meneliti cahaya dan bentuk. Ia mencoba untuk menekankan dan menyampaikan berita dan teknologi global dalam seninya dan mencoba menciptakan ketidakseimbangan saat melakukannya.

Informasi terbaru mengenai game LOCG bisa didapatkan di grup telegram LOCG Indonesia.

Tentang LOCG
LOCGame adalah permainan kartu strategi tertagih di blockchain dengan fitur play-to-earn dan metaverse.
Metaverse genesis sepenuhnya didedikasikan untuk budaya pop industri crypto dan sejarah cryptocurrency, dengan karakter yang dapat dimainkan seperti Whale, Market Make, Bitboy, Pendiri DEX, dan banyak lagi.

Metaverse masa depan akan diumumkan pada tahun 2022. Game ini dikembangkan oleh Rbl Labs, studio game NFT dari Amsterdam.

Continue Reading

Seni Budaya

Dewan Kesenian Kabupaten Bogor ( DKKB ) Buka Pameran Lukisan di Jakarta

Published

on

Bogor, Hariansentana com – Dewan Kesenian Kabupaten Bogor (DKKB) resmi membuka “Pameran Lukisan Kabogoh Bogor Herang” selama enam hari dimulai sejak 17 Desember 2021 hingga 22 Desember mendatang di Balai Budaya, Jalan Gereja Theresia, Jakarta Pusat.

Pameran yang menghadirkan tujuh perupa Bogor antara lain, Achmad Syahri, Dara Sinta, Denok Retno Indah, Marwan, Putra Gara, Tomy Faisal Alim, dan Yaqub Elka itu menampilkan berbagai lukisan kontemporer hingga futuristik masa depan.

Ketua DKKB, Putra Gara menggatakan, pegelaran Pameran Lukisan Kabogoh Bogor Herang diharapkan menjadi ruang kreatif untuk seniman Bogor untuk terus berkarya dan bukan saja hanya ruang coba-coba.

“Kita berharap, kegiatan ini bukan ajang coba-coba pagelaran seni rupa semata, tapi juga harus menjadi semangat berkarya bagi seniman Bogor,” ungkap dia.

Ketua Balai Budaya, Syahnagra mengatakan terus mendorong para seniman di Bogor untuk menampilkan karya di Balai Budaya. Pihaknya mengaku bahagia atas pagelaran Kabogoh Bogor Herang.

“Meski diselenggarakan dalam keadaan pandemi Covid-19, tapi semangat kita jangan pernah turun. Pandemi harus menjadi semangat untuk para seniman untuk bertumbuh dan bertukar gagasan lewat pameran lukisan,” tutur nya.

Sementara, pelukis senior Mas Padhik mengajak seluruh perupa agar terus berkarya. Dia mengatakan lukisan setiap seniman nantinya punya jalannya masing-masing, tanpa harus berhenti melukis.

“Jadi tantangan kita saat ini adalah, terlalu banyak memikirkan apa yang hendak kita lukis. Sementara teman-teman ototitak terus melukis tanpa memikirkan tiori, ini yang membuat kita terus tertinggal,” sebut dia.

Olehnya dia mengajak para pelukis untuk tetap berada pada jalurnya, tidak memiliki profesi ganda yang akan membuat para pelukis stagnan dan tertinggal karena punya dua tanggung jawab.

Dalam pembukaan pameran itu, tampil pula pemusik etnik, Ki Ahok – dari Komite Budaya DKKB. Selain itu terlihat pula sejumlah sastrawa seperti Nanang R. Supriyatin, Eddy Pramduane dan sastrawan Pilo Poly yang datang sebagai undangan..(Tabrani / Dedi Firdaus)

Continue Reading

Seni Budaya

Original Soundtrack Film Kadet 1947 Diluncurkan

Published

on

Jakarta, Hariansentana com –  TNI Angkatan Udara bekerjasama dengan Temata Studios meluncurkan Original Soundtrack (Ost) Film Kadet 1947 yang dibawakan Anneth Delliecia Nasution ciptaan Melly Goeslaw dan aransemen musik Anto Hoed dengan judul “Bakti” di plaza Senayan Jakarta Pusat, Rabu (22/9/2021).

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bapak Erick Thohir pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Kementerian BUMN sangat mendukung film Kadet 1947 ini karena film tersebut mengandung peristiwa bersejarah dan human interest dimana anak-anak muda Indonesia menantang keterbatasan dan mampu mengalahkan keterbatasan itu.

Lebih lanjut dikatakan, lagu berjudul Bakti ini diciptakan dengan harapkan dapat membuat generasi muda Indonesia untuk semakin mencintai bangsanya.

Sementara Produser Film Kadet 1947 Celerina Judisari menyatakan, terdapat pesan besar yang ingin disampaikan kepada masyarakat dalam film ini, sehingga perlu didukung lagu yang tepat untuk mewakili tujuan tersebut.

“Lagu Bakti ini menjadi nafas perjuangan para Kadet dalam mengejar mimpinya,” jelas Celerina Judisari.

Sedangkan Melly Goeslaw mengungkapkan, dirinya mendapatkan panggilan untuk menjadikan lagu Bakti sebagai media pesan bagi masyarakat, mengingat film ini mempunyai kekuatan untuk mengajak masyarakat lebih mencintai Indonesia.

Kadet 1947 sediri merupakan film drama aksi menceritakan perjuangan heroik tujuh pemuda yang terdiri dari empat Kadet TNI Angkatan Udara dan tiga Air Gunner dengan semangat dan keberaniannya menyerang markas Belanda pada tahun 1947.

Ketujuh pemuda yang diperankan oleh Kevin Julio sebagai Mulyono, Bisma Karisma sebagai Sutarjo Sigit, Omara Esteghlal sebagai Suharnoko Harbani, Marthino Lio sebagai Bambang Saptoadji, Wafda sebagai Sutarjo, Fajar Nugrah sebagai Kaput, dan Chicco Kurniawan sebagai Dulrachman melakukan operasi pengeboman di Semarang, Salatiga, dan Ambarawa, dimana pada saat itu perang Dunia II baru saja berakhir dan Belanda kembali berusaha untuk merebut kekuasaan dari Indonesia.

Diceritakan pada saat tahun 1947, pesawat udara Belanda mulai membombardir beberapa sarana publik vital milik Indonesia yang langsung direspon oleh TNI AU dengan segera melancarkan aksi balasan melalui operasi udara di Semarang, Salatiga, dan Ambarawa menggunakan satu pesawat tempur guntai dan dua pesawat cureng dengan membawa 300 kg bom.

Pada rencana serangan balasan tersebut, ketujuh anak muda itu saling bahu-membahu untuk mempertahankan sebuah pangkalan udara yang saat itu mau direbut oleh Belanda.

Peluncuran Ost Kadet 1947 ini memunculkan dukungan dan semangat yang tinggi dari berbagai lapisan masyarakat, hal tersebut terlihat dari antusias publik yang sudah tidak sabar menunggu Film garapan Temata Studio yang bekerjasama dengan TNI Angkatan Udara tayang di seluruh bioskop Indonesia.(Red)

Continue Reading
Advertisement

Trending

Copyright © 2019 HarianSentana.com. Theme by PT. Ciptamedia Kreasi.