Connect with us

Nasional

Pengamat Nilai 99,9 Pidato Kenegaraan Prabowo, Capaian 21 Bulan Pemerintahan Dinilai Terukur

Published

on

JAKARTA – Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, memberikan nilai 99,9 terhadap Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Iwan menilai pidato Prabowo tidak sekadar mengedepankan retorika, tetapi juga menyajikan sejumlah capaian pemerintahan selama 21 bulan yang disertai angka, target, serta arah kebijakan yang dapat diukur.

“Saya memberikan nilai 99,9. Ini bukan karena pidatonya bagus secara retorika saja, tetapi karena Presiden mampu menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah mulai menghasilkan angka-angka yang terukur. Ada output, ada outcome, dan ada arah yang jelas,” ujar Iwan dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Menurut Iwan, pidato tersebut juga dapat dipandang sebagai bentuk penyampaian capaian politik pemerintah kepada masyarakat. Pemerintah dinilai berupaya menunjukkan hasil dari berbagai program yang telah berjalan sekaligus target yang ingin dicapai.

Dalam pidatonya, Prabowo memaparkan sejumlah capaian selama 21 bulan pemerintahannya. Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah pendidikan melalui pengembangan program Sekolah Rakyat.

Berdasarkan data yang dipaparkan, terdapat 93 Sekolah Rakyat permanen, 81 Sekolah Rakyat rintisan tetap, dan delapan rintisan baru. Program tersebut telah menjangkau sekitar 43.344 siswa serta melibatkan sekitar 5.398 tenaga pendidik.

Pemerintah juga melakukan revitalisasi sekolah. Sekitar 16.167 sekolah telah direvitalisasi dan 288.865 papan interaktif telah didistribusikan untuk mendukung transformasi pembelajaran. Pemerintah menargetkan sekitar 71.590 sekolah direvitalisasi sepanjang 2026.

MBG Jangkau 56,9 Juta Penerima

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut menjadi salah satu capaian utama yang disampaikan Prabowo.

Data pemerintah mencatat sekitar 56,9 juta penerima manfaat, dengan dukungan 27.485 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi serta sekitar 1,3 juta tenaga kerja.

Di sektor ketahanan pangan, pemerintah menyampaikan proyeksi surplus beras sekitar 3.665.324 ton dan jagung sekitar 1.562.695 ton. Daging ayam dan telur juga diproyeksikan mengalami surplus.

Pemerintah juga menetapkan kebijakan penurunan harga pupuk sebesar 20 persen untuk mendukung sektor pertanian.

KDMP, B50 hingga Penataan BUMN

Penguatan ekonomi masyarakat desa dilakukan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).

Sekitar 3.300 gerai disebut telah beroperasi optimal dan 20.654 gerai telah selesai dibangun. Pemerintah menargetkan sekitar 30 ribu gerai beroperasi optimal pada 2026, menuju target nasional 80 ribu KDMP.

Di sektor energi, pemerintah mendorong implementasi B50 yang diproyeksikan menghasilkan nilai tambah industri sawit sekitar Rp23,49 triliun.

Program tersebut juga berkaitan dengan sekitar 2,1 juta tenaga kerja, berpotensi menghemat devisa hingga Rp170 triliun, serta menurunkan emisi sekitar 44,46 juta ton CO₂.

Sementara di sektor BUMN, pemerintah mendorong penyederhanaan jumlah perusahaan negara dari lebih dari 1.000 entitas menjadi sekitar 200-300 BUMN. Kebijakan tersebut diproyeksikan menghasilkan efisiensi sekitar Rp50 triliun.

Investasi Tembus Rp1.010 Triliun

Dari sisi investasi, realisasi investasi sepanjang 2025 tercatat mencapai Rp1.931 triliun.

Pada Januari hingga Juni 2026, realisasi investasi kembali mencapai sekitar Rp1.010 triliun dan disebut turut menciptakan jutaan lapangan kerja.

Prabowo menegaskan berbagai capaian tersebut tidak terlepas dari keberanian pemerintah dalam mengambil keputusan, kerja keras, serta orientasi kebijakan kepada kepentingan rakyat.

“Dengan keberanian mengambil keputusan, dengan kerja keras, dengan hati yang tulus, kehendak yang jelas, orientasi kepada rakyat, dan gotong royong seluruh unsur bangsa,” kata Prabowo.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Polhukam

Kongkow dan Cooling, Menghindari Cara “Pokoknya” dan Pamer Pekoknya

Published

on

By

Oleh: Komjen Pol. Prof. Dr. Cryshnanda Dwilaksana (Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian)

JAKARTA, SENTANA – Kongkow istilah duduk duduk santai tetapi ada sesuatu yang menarik dan membuat suasana cair untuk mencari solusi. Yang ikut kongkow maupun dari hasil kongkow ada pencerahan. Tercerahkan menjadi padhang jingglang atau terang benderang fresh dalam pikir dan hati yang tidak lagi merasa paling dan ingin menghakimi tetap waras dan hati gembira. Tercerahkan dalam konteks hati dan pikiran gembira inilah suatu kecerdasan keluar dari berbagai upaya memanaskan suasana akibat perbedaan pilihan. Orang yang tercerahkan akan penuh rasa gembira tidak baperan. Orang yang tercerahkan selalu mengandalkan akalnya bukan okolnya. Tidak main gegabah, main ancam dan serudak seruduk. Apa yang dilakukan dengan memaksakan melalui pokoknya sejatinya sedang pamer pekoknya.

Kongkow walaupun santai penduh canda tawa hati gembira, ada ide baru dan terbarukan secara proaktif mampu mendialogkan untuk menemukan solusi yang diterima dan didukung semua pihak. Seni merupakan kebutuhan adab yang didialogkan bukan disuapkan tetapi untuk diserap dan dikunyah dalam dialog yang diimplementasikan melalui kongkow tadi. Kongkow seni menjadi model dialog peradaban untuk menyelesaikan masalah, yang ada inspirasi atau stimuli walau setetes yang dapat memberi suatu kesegaran jiwa. Setidaknya dengan canda tawa tadi bisa mencairkan suasana. Gembira itu sederhana yaitu ada tanda tawa. Tertawa yang sebebas bebasnya namun tetap dalam kontrol logika. Tertawa demgan logika itu membuat bahagia melepaskan dahaga atas duka. Sebaliknya tertapa tanpa logika sama saja menggiring ke rumah sakit jiwa. Beda pendapat, beda pilihan itu biasa dan tetap dalam konteks satu keluarga anak bangsa. Rukun agawe santosa, cerah agawe bubrah.

Kalau kita mengingat lagu keroncong Jawa yang dinyanyikan Waljinah “Ayo Ngguyu” (Mari tertawa dan jangan mudah marah). Kongkow seni dapat memberdayakan kartun dan karikatur mengajak kita bergembira dan memberi pencerahan dalam rupa kata garis dan warna. Tema yang digambarkan bisa berupa kehidupan sosial atau masalah kebijakan yanh berkaitan dengan politik maupun pemili. Kecerdasan di dalam menggambarkan dan mengungkapkan isi pikiran dalam gambar kadang hanya rupa tanpa kata orang dapat memahami makna di baliknya. Kepiawaian mengolah berbagai ungkapan dalam rupa yang mengajak kita semua unyuk tidak lupa bahagia.

Karya seni menjebatani atas perbedaan untuk tidak saling melabel atau tidak saling membenci. Kongkow seni melalui kartun dan karikatur walau kritis tetap mencerahkan dan menggembirakan. Kekritisannya bukan untuk membunuh atau menyerang atau atas dasar kebencian atau membabi buta menjelek jelekkan, melainkan ada sesuatu pesan moral yang mencerahkam. Kongkow seni yang mampu menjadi cooling system merupakan suatu kecerdasan dan kepiawaian mengolah rasa dalam rupa walau kadang tanpa kata, namun mampu mengajak bercanda dan menghasilkan tawa. ***

Continue Reading

Polhukam

Konsep Dasar Dalam Memahami dan Mengimplementasikan UULLAJ

Published

on

By

Komjen Pol. Prof. Dr. Cryshnanda Dwilaksana (Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian)

JAKARTA , SENTANA – Didalam melihat, memahami dan mengimplementasikan keutamaan UULLAJ adalah apa amanat UULLAJ. Keutamaan UULL AJ berkaitan dengan: Kemanusiaan,
Keteraturan sosial dan, Peradaban.

Secara konseptual yang dijabarkan secara pragmatis amanat UULLAJ adalah Mewujudkan dan memelihara keamanan keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas, Meningkatkan kualitas keselamatan dalam berlalu lintas, Menurunkanbtingkat fatalitas korban kecelakaan, Membangun budaya tertib berlalu lintas, dan Memberikan pelayanan prima di bidang LLAJ.

Di dalam mengimplementasikan LLAJ ada paradigma atau pendekatan yang mencakup: Flosofis, Geo politik dan geo strategis, Sosiologis, Yuridis, Globalisasi, Modernisasi, Operasional, dan Pelayanan publik.

Segangkan didalam mewujudkan amanat UULLAJ, tugas dan tanggung jawab para stake holder dalam mengimplementasikan UULLAJ terfokus pada Keselamatan, Keamanan, Ketertiban, Kelancaran, dan Pelayanan kepada publik secara prima yang mencakup pelayanan di bidang, Keamanan, Keselamatan, Hukum, Administrasi, Informasi dan Kemanusiaan.

Dalam mengimplementasikan amanat UULLLAJ secara dinamis yang mengikuti disrupsi yang begitu cepat setidaknya mencakup Edukasi yang didukung dan diperkuat dengan literasi, Membangun dan memberdayakan IT for Road Safety (model pelayanan prima di bidang LLAJ di era digital/revolusi industri Perkuatan Korlantas menjadi Badan Lalu Lintas (dalam struktural Polri), Penanganan angkutan umum daring dalam sistem terpadu yang memenuhi standar: Administrasi, Hukum, Manajerial, Operasional Keamanan, Keselamatan, dsb.

Pola pola implementasi amanat UULLAJ secara on line berbasis elektronik sebagai perkuatan dalam mendukung program SPBE (sistem pemerintahan berbasis elektronik), Pola penanganan sistem sentra antar moda transportasi angkutan umum (terminal, stasiun, bandara, pelabuhan dsb), Membangun sistem birokrasi yang rasional dalam pengambilan keputusan bagi: pembangunan, perbaikan, rekayasa dan penegakan hukum berbasis hasil kajian dan riset LLAJ . Sistem peningkatan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan melalui sistem belajar berlalu lintas, sistem uji SIM, sistem penerbitan SIM, catatan perilaku berlalu lintas, merit system untuk perpanjangan SIM, Sistem penegakan hukum secara konvensional, semi elektronik, elektronik maupun hybrid untuk mendukung smart city pada smart mobility dan smart living, Perkembangan kendaraan bermotor listrik, Perkembangan sistem operasional angkutan umum orang maupun barang (dengan awak atau tanpa awak) juga melalui drone,
Sistem kontrol atau pengawasan dan pertanggungjawaban dapat dilakukan secara on line melalui back office maupun algoritma yang berupa info grafis, info statistik dan info virtual lainnya yang real time, dapat di akses any time dan on time,
Perkuatan wadah bagi sinergitas para stake holder yang menjadi pilar LLAJ,
Pembangunan big data system sebagai basis one stop service system, Cyber security, Bisa ditambahkan sesuai kebutuhan dan perubahan yang dinamis.

Tingkat keberhasilan pengimplementasian amanat UULLAJ dilihat dari: “Index Keamanan Keselamatan Kelancaran dan Ketertiban Lalu lintas”. Yang ditunjukan dari: Tingkat kualitas keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas, Tingkat kualitas keamanan dan keselamatannya, Tingkat penurunan fatalitas korban kecelakaan, Tingkat budaya tertib berlalu lintas, dan Tingkat kualitas pelayanan prima di bidang LLAJ. ***

Continue Reading

Nasional

Pemprov DKI Jakarta dan TNI- Polri Kerahkan 3.550 Personel Bersihkan Sungai Kalijodo Jelang HUT ke-81 RI

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com.– Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama TNI -Polri menggelar aksi bersih-bersih Sungai Kalijodo, kelurahan Pejagalan kecamatan penjaringan kota administrasi Jakarta Utara, pada Sabtu.(15/8/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.Ribuan personel gabungan diterjunkan untuk membersihkan aliran sungai dari sampah, tanaman liar, serta berbagai material yang menumpuk di badan maupun tepian sungai.

Petugas dari unsur TNI, Polri, hingga Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) tampak turun langsung melakukan pembersihan. Sejumlah peralatan juga dikerahkan untuk mendukung kegiatan tersebut. Salah satunya ekskavator amfibi yang dioperasikan di tengah aliran Sungai Kalijodo untuk mengangkat sampah dan material yang sulit dijangkau secara manual.

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri, Pangdam Jaya Letjend. TNI Deddy Suryadi, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta Uus Kuswanto, Asisten Pemerintahan DKI Jakarta Dr.Sigit Wijatmoko, Hendra Hidayat, walikota administrasi Jakarta Utara,Darmawan Camat Penjaringan,Wisnu lurah Pejagalan serta jajaran TNI, Polri dan Pemprov DKI Jakarta.

Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri mengatakan kegiatan pembersihan sungai merupakan bagian dari upaya bersama untuk menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan di wilayah Jakarta.

Menurutnya, kegiatan serupa telah dilakukan lebih dari 30 kali dan akan terus ditingkatkan agar dapat berjalan secara rutin. “Yang mana program ini sudah kita lakukan lebih dari 30 kali, dan mungkin hari ini fokus antara Pak Pangdam, ya, memberikan titik beratkan di Sungai Kalijodo,” kata Asep di lokasi, pada (15/8/2026).

Asep menuturkan, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) DKI Jakarta terhadap program ASRI yang merupakan singkatan dari Aman, Sehat, Resik, dan Indah.
Dalam aksi kali ini, sekitar 3.550 personel dilibatkan untuk melakukan pembersihan di sejumlah lokasi.
“Mudah-mudahan ke depan, ya, ini kegiatan rutin yang terus sedang kita tingkatkan,” ujarnya.

Menurut Asep, kebersihan sungai tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat. Peran serta masyarakat diperlukan agar hasil pembersihan dapat dipertahankan dan tidak kembali tercemar oleh sampah.

Pangdam Jaya Letjend.TNI Deddy Suryadi mengatakan aksi bersih-bersih sungai merupakan kegiatan kolaborasi yang telah dilakukan TNI-Polri bersama pemerintah daerah. Kegiatan kali ini menyasar 11 titik di wilayah DKI Jakarta, termasuk kawasan Kepulauan Seribu.

“Kegiatan ini sudah kami lakukan TNI-Polri beserta Pemda tiga bulan yang lalu. Nah, pada kesempatan pagi hari ini, kita melaksanakan kegiatan bersih-bersih di 11 titik, termasuk juga di Kepulauan Seribu,” jelas Deddy.

Dia berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai.

Deddy juga menyoroti kondisi Sungai Kalijodo yang masih terlihat menghitam dan dipenuhi sampah. Karena itu, menurutnya, upaya menjaga kebersihan sungai harus dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya melalui kegiatan bersih-bersih sesaat.

“Kami mohon bantuan juga semuanya karena tempat ini kalau bersih, rapi, mudah-mudahan ini nanti lama-lama airnya menjadi wangi. Ya, ini kalau hitam sekali, sampahnya banyak sekali,” ungkap Deddy.

Dia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah ke sungai. Menurutnya, kebersihan sungai akan sulit dipertahankan apabila kebiasaan membuang sampah sembarangan masih terjadi.

“Yang paling penting setelah dibersihkan, mari kita jaga bersama-sama. Jangan sampai sungai yang sudah dibersihkan kembali dipenuhi sampah,” ujarnya.

Selain membersihkan sungai, kegiatan di kawasan Kalijodo juga diisi dengan penanaman pohon. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperbaiki kualitas lingkungan sekaligus menambah ruang hijau di sekitar kawasan sungai.

Dalam kegiatan yang sama, jajaran TNI-Polri dan Pemprov DKI juga memberikan tali asih kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial kepada warga di sekitar lokasi kegiatan.

Adapun 11 titik yang menjadi sasaran aksi pembersihan antara lain Sungai Kalijodo, Sungai Ciliwung, Sungai Asra di Kepulauan Seribu, Banjir Kanal, Kali Pesanggrahan, Kali Mookervart, Kali Sabi atau Kali Nambo, serta sejumlah saluran irigasi, termasuk di wilayah Kecamatan Bekasi Utara.

Kegiatan tersebut digelar secara serentak sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus memperkuat sinergi antara TNI, Polri dan pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Pembersihan sungai juga menjadi bagian dari langkah mitigasi terhadap berbagai potensi persoalan lingkungan dan dampak perubahan iklim.

Kondisi sungai yang dipenuhi sampah dapat menghambat aliran air dan meningkatkan risiko terjadinya genangan maupun banjir ketika curah hujan tinggi.
Karena itu, pembersihan badan sungai, pengangkutan sampah, penataan bantaran, serta penanaman pohon dinilai penting dilakukan secara berkelanjutan.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari kesiapsiagaan menghadapi perubahan kondisi cuaca dan fenomena iklim, termasuk El Nino yang dapat berdampak terhadap kondisi lingkungan dan ketersediaan air.

Kolaborasi TNI-Polri, Pemprov DKI Jakarta dan masyarakat diharapkan tidak berhenti pada momentum peringatan HUT ke-81 RI. Kebersihan sungai dan lingkungan membutuhkan perawatan rutin serta perubahan perilaku masyarakat agar sungai tetap bersih, aliran air lancar, dan kawasan permukiman di sekitarnya menjadi lebih sehat dan nyaman.( Sutarno)

Continue Reading
Advertisement

Trending