Connect with us

Daerah

Pangdam XVII/Cenderawasih Tutup TMMD ke-110 Kodim Boven Digoel

Published

on

Boven Digoel, Hariansentana.com – Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono, M.A. menutup secara resmi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-110 Tahun 2021 di Distrik Kawagit, Kabupaten Boven Digoel, Papua, Rabu (31/03/2021).

Pangdam XVII/Cenderawasih dalam sambutannya mengatakan bahwa Presiden Republik Indonesia telah menetapkan visi Pemerintah yaitu Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong dengan misi yang digelar Nawacita II. Dalam upaya mewujudkan visi dan misi pembangunan nasional tersebut, TNI berkewajiban untuk mendukung tercapainya sasaran strategis dan prioritas nasional sesuai dengan fungsinya.

Selain itu, TNI juga berkewajiban untuk menjaga stabilitas keamanan nasional dalam rangka menjamin pembangunan nasional salah satunya program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh TNI dalam bidang teritorial tahun 2021 diantaranya adalah TMMD yang bertemakan “TMMD Wujud Sinergi Membangun Negeri”.

Selanjutnya Pangdam menjelaskan bahwa Panglima TNI telah menyampaikan untuk memperkuat kerjasama lintas sektoral sebagai upaya untuk mengendalikan pandemi, selalu disiplin melaksanakan protokol kesehatan, kreativitas dan pemanfaatan teknologi sederhana menjadi kunci agar masyarakat produktif dan aman dari Covid-19. Menyikapi hal tersebut, sesuai kebijakan pimpinan dengan bekerja sama lintas sektoral yang intens dan tetap memperhatikan protokol kesehatan, program TNI Manunggal Membangun Desa ke-110 tetap dilaksanakan.

Tepat pada hari ini, tanggal 31 Maret 2021, kegiatan TMMD  ke-110 Kodim 1702/Jayawijaya dan Kodim 1711/Boven Digoel telah diselesaikan dengan baik. Adapun sasaran fisik berupa pembangunan 8 unit rumah layak huni, 1 unit barak masyarakat dan 2 unit rumah tipe 36 serta sasaran non fisik seperti penyuluhan bela negara, hukum dan Kamtibmas, bahaya stunting pada anak, peran posbindu, wawasan kebangsaan, pendidikan, pertanian/Hanpangan, keagamaan, bahaya terorisme, penyuluhan tentang TNI, kesehatan, peternakan dan penyuluhan posyandu.

Pada kesempatan tersebut, Pangdam XVII/Cendrawasih mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pemerintah Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Boven digoel yang telah mendukung anggaran kegiatan TMMD ke-110.

Pangdam juga menyampaikan terima kasih kepada Polri, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda dan seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan dan kerjasamanya termasuk juga kepada seluruh personel yang tergabung dalam Satgas TMMD ke-110.

Turut hadir pada acara tersebut diantaranya Danrem 174 Merauke Brigjen TNI Bangun Nawoko, Ketua Persit KCK PD XVII/Cenderawasih Ny. Natalia Yogo Triyono, Ketua Persit KCK Koorcab Korem 174/ATW, Asintel Kasdam XVII/Cen Kolonel Inf Ardian Triwasana, Aster Kasdam XVII/Cen Kolonel Inf Teddy Arifiyanto, Kabintaldam XVII/Cen Letkol Arh Andre Wira Kurniawan, Kasiter Korem 174/ATW Letkol Inf Ganiahardi dan Pabandyaops Sopsdam XVII/Cen Mayor Inf Johnny Nofriady.

(Penrem 174 Merauke).

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Dihadapan Kapolres dan Dandim, Mantan Napiter Nyatakan Kesetian ke NKRI

Published

on

CIAMIS, HARIANSENRANA.COM — Siska Nur Azizah alias Teteh (28), seorang perempuan mantan Narapidana Teroris (Napiter), warga Desa Indragiri, Kecamatan Panawangan, menyatakan kesetiaanya kepada NKRI dengan mengucapkan janjinya di hadapan Kapolres Ciamis dan jajarannya, Dandim Ciamis, unsur Kesbangpol, Kementerian Agama dan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) dan Densus 88 di Mapolres Ciamis, Rabu (03/07/2024).

Diketahui, Siska divonis bersalah melakukan penyerangan Mako Brimob pada 2018 lalu.

Melalui keterangannya, Rabu (3/7), Siska mengakui, deklarasi yang dilakukannya bukan darting dari orang lain, namun atas kesadaran sendiri.

“Bukan karena sering dikasih pencerahan oleh BPNT, Densus atau yang lain. Saya hanya sering berdiskusi dengan suami dan mendapat kesimpulan yang baik sampai saya ingin berikrar,” katanya.

Siska juga mengakui, sebetulnya sudah satu tahun lalu dirinya akan berikrar, tapi momennya baru terlaksanakan hari ini.

“Teman teman yang lain mungkin sekrang sudah berbeda pemikiran, saya berharap suatu saat nanti bisa menyadari bahwa islam itu sangat luas jadi jangan sampai kita hanya memandang satu sisi, saya harap kita bisa lebih berpikir kritis jangan sampai terjebak, sehingga kita jadi susah sendiri, semoga teman teman bisa mengikuti jejak saya. Jika ingin tahu harus banyak berkomunikasi jangan tertutup,” ungkapnya.

Sementara itu menurut Kapolres Ciamis, AKBP Akmal, Teteh tidak hanya mendeklarasikan diri setia terhadap NKRI namun dia juga mengajak kepada rekan-rekannya sesama teroris untuk kembali ke jalan yang lurus sesuai undang-undang.

“Dia sudah menjalani hukuman selama 3,5 tahun, akhirnya menyadari bahwa hal-hal yang dilakukannya ternyata keliru dan bertentangan dengan asas negara kita Pancasila dan NKRI,” kata Kapolres melalui keterangannya, Rabu (3/7).

Dijelaskannya, pihaknya akan tetap melakukan pemantauan dan bekerjasama dengan BNPT, Densus 88, termasuk Kodim.

“Dari intelejen kami bergerak memantau mereka sekaligus komunikasi sehingga pada hari ini yang bersangkutan berikrar untuk NKRI, yang bersangkutan juga sudah mengajak teman-temannya untuk kembali ke pangkuan NKRI,” jelasnya.

Pihaknya juga mengakui akan terus berkomunikasi, karena mereka butuh kembali diterima dengan baik di masyarakat, pihaknya juga akan bekerjasama dengan Kamtibmas, Babinsa akan saling membantu bagaimana yang bersangkutan bisa diterima dengan baik di masyarakat dan bisa membaur kembali. (Red).

Continue Reading

Daerah

Brigjen TNI (Purn) I Made Riawan, S.Psi, M.I.P Kembali Tepilih Sebagai Ketua PHDI Jawa Barat Masa Bhakti 2024-2029

Published

on

BANDUNG , HARIANSENTANA.COM — Brigjen TNI (Purn) I Made Riawan, S.Psi, M.I.P kembali terpilih secara aklamasi untuk memimpin PHDI Provinsi Jawa Barat Masa Bhakti 2024-2029, pada acara Lokasabha IX Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Jawa Barat Tahun 2024, bertempat di Sari Ater Hotel dan Resort No.7, Bandung, Jawa Barat, Minggu (09/6/2024).

Pada Awal kegiatan acara ini di tampilkan dengan sebuah pertunjukan tari Penyambutan yaitu Tari Rebong, Ketua Panitia Penyelenggara, Bapak AKBP Pol Purn I Nengah Merta, S.H, M.H, M.Si.

Dalam sambutannya menyampaikan Pertama, kami secara pribadi mengucapkan rasa terima kasih atas kehadirannya Bapak/ibu dalam memenuhi undangan pada acara ini. Kedua, hari ini akan menjadi salah satu momen yang berkesan karena akan acara Lokasabha PHDI Provinsi Jawabarat Tahun 2024.

Lokasabha merupakan pengambilan Keputusan Tertinggi untuk Memilih pimpinan umat di Provinsi, Menyusun Program Kerja Strategis, mengeluarkan keputusan lainnya, sehingga dapat dijabarkan dalam bentuk Pelayanan kepada umat Hindu di Seluruh Jawa Barat.

Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan AD/ART Organisasi, memilih pimpinan dalam organisasi PHDI Provinsi harus melalui penyelenggaraan Lokasabha dan di hadiri oleh pemberi suara sah yaitu PHDI Kota dan Kabupaten, Pada hari ini perwakilan dari 14 PHDI Kota dan Kabupaten se-Jawa Barat berkenan hadir semua dengan penuh semangat.

Nengah, Juga berharap, agar peserta dapat mengikuti acara ini dengan aktif, Jangan ragu ataupun segan untuk menyampaikan pendapatnya serta aspirasinya kata Nengah.

Perwakilan PHDI Kota dan Kabupaten yang hadir mengikuti acara Lokasabha yang berlangsung pada hari minggu, tanggal 09 Juni 2024 di Sari Ater Hotel dan Resort No.7, Bandung, Jawa Barat adalah:

  1. Kota Bandung
  2. Kabupaten Bandung
  3. Kabupaten Bandung Barat
  4. Kota Cimahi
  5. Kota Depok
  6. Kota Bekasi
  7. Kabupaten Bekasi
  8. Kota Bogor
  9. Kabupaten Bogor
  10. Kabupaten Cianjur
  11. Kabupaten Cirebon
  12. Kabupaten Purwakarta
  13. Kabupaten Sukabumi dan
  14. Kabupaten Kerawang.

Dalam kesempatan yang sama, AKBP Pol M. Amin Taufan yang mewakili Kapolda Jawa Barat, memberikan apresiasi kepada PHDI Provinsi Jawa Barat, dibawah kepemimpinan Brigjen TNI. Purn. I Made Riawan, telah memberikan kontribusi dan kolaborasi yang luar biasa mewujudkan keamanan, keharmonisan dan kedamaian di Jawa Barat.

Ketua Umum PHDI Pusat Mayjen TNI Purn Wisnu Bawa Tenaya hadir dan memberi sambutan serta sekaligus membuka secara resmi acara Loka Sabha IX Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Jawa Barat Tahun 2024 ditandai dengan Pemukulan Gong.

Selesai acara pembukaan, dilanjutkan dengan Sidang-sidang Lokhasabha dimulai Sidang Paripurna I sampai dengan Sidang Paripurna VI berjalan maraton namun di sana-sini muncul suasana keakraban, teduh dan penuh dengan rasa keguyuban.

Kebahagiaan setiap peserta semakin menghujam tatkala pada Sidang Paripurna dan Pandangan serta Laporan perwakilan dari 14 PHDI Kota dan Kabupaten dimunculkannya calon ketua, Brigjen TNI (Purn) I Made Riawan, S.Psi, M.I.P yang akhirnya terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Pengurus Harian PHDI Provinsi Jawa Barat Masa Bhakti 2024-2029.

Dengan lancarnya pelaksanaan Lokasabha IX PHDI Provinsi Jawa Barat, sudah sepatutnya Panitia penyelenggara dan kami umat Hindu Jawa Barat menyampaikan rasa terima kasih kepada Ketua Umum PHDI Pusat, Para Sesepuh sebagai peninjau, Tamu Undangan dan semua pihak yang telah mendukung acara ini berupa saran, pendapat, pikiran semoga semangat kebersamaan yang penuh harmoni ini membawa umat hindu di Jawa Barat hidup rukun, guyub, damai untuk intern dan antar umat beragama. (Red).

Continue Reading

Daerah

Pengguna Narkoba Meningkat, Agus Rohmat Ajak Bupati Perangi Narkoba di Kota Wali

Published

on

SEMARANG, HARIANSENTANA.COM — Dalam rangka mewujudkan Demak Bersinar, BNN Provinsi Jawa Tengah bersama forkopimda Kabupaten Demak menyelenggarakan Deklarasi Kabupaten Demak Bersinar (Bersih Narkoba) dalam kegiatan Kunjungan Kerja Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah dan Rapat Koordinasi Evaluasi Produk Hukum Daerah di Lingkungan Pemkab Demak Tahun 2024, pada Rabu (5 Juni 2024), bertempat di Grhadika Bina Praja Setda Demak.

Kegiatan ini dibuka oleh Bupati Demak, dr. Hj. Eisti’anah, S.E, yang turut mengundang Kapolres Demak, AKBP Muhammad Purbaja, S.H, S.I.K, M.T yang diwakili oleh Wakapolres Demak, Komandan Kodim 0716/Demak, Letkol Kav Maryoto, S.E, M.Si, M.M, Ketua DPRD Demak, H.S Fahrudin Bisri Slamet, S.E dan Kepala BNN Kabupaten Kendal, Anna Setiyawati, S.Sos, M.M, dengan harapan akan ada kebijakan politik terkait Pencegahan, Pemberantasan dan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Kabupaten Demak.

“Tentunya kita sebagai warga Demak yang kental dengan religinya, kami sebagai generasi penerus akan terus mempertahankan citra Kabupaten Demak sebagai wilayah yang agamis. Salah satunya dengan mengeluarkan Perda No.1 Tahun 2024 tentang Fasilitasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekusor Narkotika.

Selain itu, secara berkelanjutan kami juga melaksanakan sosialisasi kemudian edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat akan bahaya narkotika,” ujar Bupati Demak dikutip Pers Rilis Humas BNNP Jateng, Rabu (5/6).

Bupati juga menyampaikan bahwa, kerjasama lintas sektoral terus dilaksanakan sebagai komitmen umtuk memutus rantai peredaran gelap narkoba. Bukan suatu perkara yang mudah karena narkoba semakin hari semakin meresahkan kita semua. “Pihaknya menghimbau agar orang tua lebih aware kepada generasi penerus dan meyakini bahwa dari keluarga yang bahagia, dari orang tua yang peduli tentunya akan lahir generasi penerus yang berkualitas dan berdaya saing,” imbuhnya.

Acara dilanjutkan dengan Deklarasi Kabupaten Demak Bersinar yang dipimpin oleh Komandan Kodim 0718/Demak, Letkol Kav Maryoto, S.E, M.Si, M.M, diikuti oleh seluruh peserta dan dilanjutkan dengan penandatanganan Deklarasi.

Selanjutnya, Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah, Brigjen. Pol. Dr. H. Agus Rohmat, S.I.K, S.H, M.Hum berkesempatan untuk menyampaikan sambutan sekaligus materi yang berjudul “Bergerak Bersama Melawan Narkoba”.

“Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh BNN bekerjasama dengan Badan Riset Dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukan bahwa angka prevalensi penyalahgunaan narkoba di Provinsi Jawa Tengah mencapai angka 1,3% atau sekitar 195.000 penduduknya telah terpapar narkoba. Saya berpesan kepada para bandar dan para pengedar narkoba jangan coba-coba mengedarkan di Kabupaten Demak karena akan berhadapan dengan hukum yang sangat berat,” ujar Jenderal bintang satu tersebut kelahiran Demak ini.

Dari paparan yang disampaikan oleh Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah, peringkat pengungkapan Kasus Narkoba di Kabupaten Demak pada tahun 2022 sebanyak 1866 kasus dan pada tahun 2023 meningkat menjadi 1948 kasus, yang artinya meningkat 4,1% yang berarti masih banyak narkotika yang beredar di masyarakat. Ini merupakan tantangan bagi kita semua, bagaimana cara pemerintah Kabupaten Demak dan BNN bersinergi menekan hal tersebut.

Acara diakhiri dengan penyerahan plakat dan berfoto bersama forkopimda dan seluruh peserta. (Red).

Continue Reading
Advertisement

Trending