Ibukota
Kwarcab Gerakan Pramuka Jakbar dan PWI Koordinatoriat Jakbar Jalin MoU
Jakarta, Hariansentana.com. —
Pengurus Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Jakarta Barat bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Koordinatoriat Jakarta Barat melaksanakan Memorandum of Understanding (MoU) dengan ruang lingkup peliputan, pemberitaan, dan publikasi kegiatan kepramukaan.
Penandatanganan MoU dilaksanakan di Balai Wartawan atau Sekretariat PWI Koordinatoriat Jakbar, di Lantai Dasar Gedung C Kantor Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat, Selasa (1/11). MoU itu dilakukan langsung oleh Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Jakarta Barat DR. Agus Ramdani S.Sos., MAP dan Ketua PWI Koordinatoriat Jakarta Barat Kornelius Naibaho SH. Penandatanganan itu juga disaksikan oleh Kasudis Pendidikan Wilayah II Kota Administrasi Jakbar, Junaedi, para pengurus Kwarcab Gerakan Pramuka Jakbar dan Pengurus PWI Koordinatoriat Jakarta Barat.

Agus Ramdani mengatakan bahwa sisi lain dari tujuan MoU itu untuk menambah keilmuan anak-anak pramuka di bidang jurnalistik serta tata cara menulis berita.
“Pramuka selalu menanamkan bahwa setiap pramuka ada pewarta. Wartawannya pramuka. Tapi teknis jurnalistik belum dapat dari expert-nya, yakni teman-teman wartawan yang setiap hari menulis dan meliput berita,” ujar Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Jakarta itu.
Agus Ramdani yang juga mantan Kasudis Pendidikan Wilayah I Kota Administrasi Jakbar menambahkan, anak pramuka juga ada kegiatan reportase pada saat menjelang Hari Raya Idul Fitri. Reportase itu dilakukan langsung di tiap posko-posko Lebaran.
“Selama ini reportase mereka itu sebisa mereka aja, jadi belum pernah diajarkan pelatihan. Dengan adanya kerjasama ini diharapkan dapat menambah ilmu bagi anak-anak pramuka, dan meningkatkan minat ilmu serta bakat tentang profesionalitas wartawan,” ujar mantan Camat Kembangan itu.
Dalam MoU ini, Agus juga membuka peluang kolaborasi kepada para Pembina Pramuka-anggota dewasa, terkait hal-hal jurnalistik seperti seminar.
“Mungkin kita juga bisa menggelar giat “Kemah Jurnalistik”. Suatu waktu kita kemping, dan anak-anak pramuka mengisi kegiatan itu dengan pengetahuan tentang jurnalistik, pelaporan, reportase, dan investigasi. Anak-anak pramuka harus serba bisa, karena di Gerakan Pramuka ini juga diajarkan tentang pendidikan karakter dan kepemimpinan. Kegiatan jurnalistik merupakan bagian dari soft skill yang kita kembangkan, siapa tahu anak-anak kita banyak yang berbakat di bidang jurnalistik. Termasuk memberikan pembinaan kepada anak-anak didik tentang UU ITE, serta menangkal hoax berantai,” ujarnya.
Menanggapi kerjasama ini, Kasudis Pendidikan Wilayah II Kota Administrasi Jakarta Barat, Junaedi, menyatakan bahwa MoU ini adalah momen yang bagus dan banyak manfaat.
“Banyak agenda kedepan yang memungkinkan untuk kolaborasi di dunia jurnalistrik, dunia yang indah dan dinamikanya begitu tinggi. Adik-adik pramuka bisa kita up skill salah satu keterampilannya dari sisi jurnalistik. Dan sangat mungkin diantara mereka punya talenta dalam bidang jurnalistik,” ujar pria yang akrab di sapa Abah ini.
Junaedi mengungkapkan bahwa kerjasama ini merupakan dinamika positif untuk mengantisipasi situasi yang berkembang dalam perkembangan teknologi artificial intelligence (teknologi yang akan mengubah kehidupan manusia).
Selanjutnya, Ketua PWI Koordinatoriat Jakarta Barat Kornelius Naibaho, menyatakan bahwa kerjasama ini merupakan agenda yang harus dikawal oleh seluruh anggota PWI Koordinatoriat Jakbar, dan seluruh wartawan yang meliput di Kota Jakarta Barat.
“Mari kita kawal, kita dukung setiap kegiatan positif yang tujuannya edukasi kepada anak didik, sehingga kegiatan ini mampu membangun karakter positif bagi anak-anak pramuka maupun anak didik lainnya,” ungkap Kornel.(Ahmad Hariri/Sutarno)
Ibukota
Pramono: Jakarta Tetap Ibu Kota Hingga Terbitnya Keppres NKRI.
Jakarta, Hariansentana.com.- Menanggapi keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) bahwa Jakarta masih berstatus sebagai ibu kota negara Indonesia. Hal tersebut ditekankan dalam Putusan Nomor 71/PUU-XXIV/2026, yang menolak untuk seluruhnya terhadap uji materiil Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang IKN pada Selasa (12/5).
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dan H.Rano Karno Wakil Gubernur menyambut baik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menegaskan bahwa Jakarta masih berstatus sebagai ibu kota Indonesia .
Menurutnya, langkah administratif yang selama ini dijalankan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sejalan dengan putusan MK tersebut.
“Maka, kenapa sampai dengan hari ini seluruh kegiatan yang ada di DKI Jakarta, penggunaan DKI tetap digunakan sampai dengan kemudian ada Keputusan Presiden untuk pemindahan ibu kota. Sehingga dengan demikian, apa yang menjadi keputusan MK sudah kami jalankan selama ini,” jelas Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (13/5).
Pramono menyampaikan, selama belum ada payung hukum berupa Keputusan Presiden terkait pemindahan ibu kota, maka Jakarta masih akan tetap menjadi ibu kota Indonesia. Ia sendiri mengaku memahami terkait aturan hukum ini.
“Memang saya memahami dan mengetahui sepenuhnya, selama belum ada Keputusan Presiden untuk pemindahan, maka tetap ibu kota itu di DKI Jakarta,” ujarnya.
Pramono juga menegaskan tidak akan ada perubahan signifikan dalam birokrasi pemerintahan Pemprov DKI pascaputusan MK tersebut. Karena Pemprov DKI memang tetap memposisikan diri sebagai pusat pemerintahan nasional.
“Karena selama ini DKI Jakarta itu dalam perspektif Pemerintah DKI Jakarta tetap masih sebagai ibu kota negara, jadi kami memperlakukan apa yang terjadi ya seperti itu. Dengan keputusan MK ini sebagai bagian penegasan dari itu,” kata Pramono.
Hal ini juga selaras dengan pemerintah pusat yang masih menempatkan Jakarta sebagai ibu kota negara hingga adanya Keputusan Presiden terkait pemindahan.(Sutarno)
Ibukota
TP PKK Jakarta Utara Tingkatkan Tertib Administrasi Kuker di Kecamatan Pademangan dan Kelurahan Pademangan Barat.
Jakarta, Hariansentana.com. – Tim Penggerak PKK Kota Administrasi Jakarta Utara melaksanakan kegiatan Supervisi, Monitoring, dan Evaluasi (SME) di wilayah Kecamatan Pademangan, dan Kelurahan Pademangan Barat pada Selasa (12/5/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Lurah Hari Firmansyah, dr.Mutia Khaerani ketua PKK kelurahan Pademangan Barat Andi Noviandri, Dewan kota perwakilan Kecamatan Pademangan, LMK, FKDM, PKK Kecamatan, Kelurahan dan Rw/RT.
Dipimpin langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Administrasi Jakarta Utara, Fida Hendra Hidayat, menjelaskan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan wawasan bagi kader PKK dan pengurus Tim Penggerak PKK Kecamatan serta Kelurahan terkait pengisian buku-buku administrasi PKK.
Kegiatan ini sangat penting untuk memastikan bahwa semua kegiatan yang dilakukan oleh PKK dapat tercatat dengan baik dan dipertanggungjawabkan. “Kami berharap seluruh kader dan pengurus Tim Penggerak PKK se-Jakarta Utara dapat melaksanakan tertib administrasi PKK,” ungkapnya.
Bersama jajarannya, Fida Hendra turut melakukan pengecekan langsung terhadap pengisian buku-buku administrasi PKK mulai dari Pokja I hingga Pokja IV, Sekretariat, dan Pengelola RPTRA. Handayani (mantan lurah Tugu Utara) ketua Pokja III.
Ia menggatakan pada Hariansentana.com,” pentingnya hasil dari kegiatan SME ini untuk segera ditindaklanjuti guna meningkatkan tertib administrasi PKK di wilayah tersebut.”Tuturnya.
Usai melakukan kunjungan di Kecamatan Pademangan, jajaran Tim Penggerak PKK Kota Administrasi Jakarta Utara akan melanjutkan kegiatan SME di wilayah Kecamatan lainnya. Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan program PKK serta pelayanan kepada masyarakat di tingkat kota.
Dengan semangat untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme dalam pengelolaan administrasi PKK, Tim Penggerak PKK Kota Administrasi Jakarta Utara berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala guna memastikan tercapainya tujuan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Jakarta Utara. (Sutarno)
Ibukota
Komunitas LAI Bersama Komunitas Driver Ambulace, Dorong Literaai untk Kamtibmas dan Cegah Anarkis
JAKARTA, SENTANA – Di tengah sorotan meningkatnya berbagai permasalahan Ambulance yang viral di Medsos baru-baru ini, diantaranya kasus terakhir ambulance digunakan untuk membantu demo pada moment tertentu, membawa Narkoba dan yang sedang membawa pasien merasa dihalang-halangi oleh pemotor di Depok hingga berujung pelaporan ke Kepolisian.
Ketua Divisi Driver Lembaga Ambulan Indonesia (LAI), Sandy menyuarakan komitmen bersama dengan Komunitas Ambulance untuk saling toleran dijalan dan menjaga Kamtibmas tetap aman, suportif, serta menanamkan nilai empati, toleransi dan penyelesaian konflik secara damai guna mencegah terulangnya kejadian serupa. Selain itu diperlukan perhatian serius dari berbagai pihak untuk memahami akar permasalahan yang melatar belakanginya, hingga pengaruh media sosial yang kian masif.
Lembaga Ambulan Indonesia (LAI) merupakan salah satu wadah Komunitas dan memiliki peran positif bagi pembinaan yang beranggotakan para driver Ambulance, Tim relawan, tenaga medis, maupun masyarakat umum yang memiliki kepedulian terhadap kegiatan sosial dan pasien gawat darurat yang membutuhkan penanganan medis.
Selain sebagai penunjang perekonomian, sekaligus mengemban misi kemanusiaan membantu korban bencana alam maupun laka lantas. Sejak berdiri di tahun 2020, kini LAI terus berkembang hingga memiliki perwakilan yang luas di berbagai daerah, memiliki jumlah anggota cukup besar di masing-masing koordinator wilayah (Korwil) yang tersebar di seluruh Indonesia serta terhubung kerjasama dengan Komunitas Ambulance lain yang bergerak di bidang pelayanan medis.
“Adanya kasus ambulance viral akibat berbagai permasalahan yang dihadapi dijalan hingga terjadi pelanggaran hukum akibat tidak dipergunakan sesuai peruntukan, komunitas ambulance yang sudah berorganisasi, sangat menyayangkan dan menolak keras tindakan tersebut. Apabila driver LAI melakukan pelanggaran etika dan hukum maka akan diberikan sangksi tegas hingga pencabutan keanggotaan sesuai dengan AD ART Organisasi, Selasa,” ungkap Ketua Divisi Driver LAI, Sandy, melalui keterangannya, Selasa (12/5/2026) di Jakarta

Menanggapi penggunaan mobil ambulance yang disewa oleh kelompok tertentu untuk membawa peralatan demo untuk aksi anarkis dan stand by medis, Sandy menyatakan sangat tidak setuju dan bertolak belakang dengan hal tersebut, tetapi apabila ada teman-teman ada yang ikut berpartisipasi mengaku sebagai Relawan, yang penting sesuai dengan Tupoksinya sebagai Medis. “Jangan sampai ambulance yang seharusnya hanya untuk kebutuhan Medis diperuntukan untuk hal-hal yang lain,” tandasnya.
Sandy menyampaikan tentang Himbauan Kamtibmas, berharap kepada seluruh rekan-rekan driver ambulance bukan saja dari LAI maupun Komunitas Ambulance lainnya baik yang berperan di bidang Medis maupun Jenazah, agar Komunitas bisa mengikuti arahan-arahan yang diberikan dari Pengurus Organisasi dan Instansi Terkait yaitu Ditlantas POLRI. Ikutilah aturan-aturan yang berlaku baik aturan Lalu Lintas juga aturan dari Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial.
“Kami Pengurus LAI bersama Pemerintah saling mendukung terciptanya Situasi Kamtibmas yang aman kondusif, kedepan bisa berkolaboratif dengan komunitas ambulance, ada beberapa hal yang harus dibahas bersama terkait berbagai permasalahan ambulance yang terjadi, berharap kita bisa terus mendukung terciptanya Program Kamtibmas bagi Masyarakat Jakarta,” pungkasnya. (Red).
-
Ibukota5 days agoGubernur DKI Jakarta Canangkan HUT ke-499 Jakarta dan Deklarasi Gerakan Pilah Sampah.
-
Polhukam6 days agoPengacara Bantah Ahmad Dedi Lari Usai Diterpa Dugaan Isu Suap
-
Ibukota5 days agoKapolres Metro Jakarta Utara Tinjau Langsung Pengamanan Nobar Persija vs Persib di Pademangan
-
Pendidikan5 days agoIKA SPS UNNES, Menjadi Jembatan Kebutuhan Almamater dan Kiprah Profesional Alumni

