Connect with us

Polhukam

Kasad Lantik 1.000 Perwira Lulusan Diktukpa Khusus TNI AD

Published

on

Bandung, Hariansentana.com – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa melantik 1. 000 Perwira baru lulusan Sekolah Calon Perwira (Secapa), yang terdiri dari 966 prajurit pria dan 34 prajurit Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) pada Upacara Prasetya Perwira Pendidikan Pembentukan Perwira Khusus (Diktukpasus) TNI AD TA. 2019, bertempat di lapangan Wiradhika Secapa Angkatan Darat, Bandung, Jawa Barat, Rabu (27/11/2019).

Demikian disampaikan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Candra Wijaya dalam rilisnya di Bandung.

Dijelaskan Kadispenad bahwa Upacara Prasetya Perwira yang dilaksanakan hari ini merupakan acara puncak proses pendidikan pembentukan Perwira TNI AD yang bersumber dari Bintara selama 3 bulan di lembaga pendidikan Secapa AD.

“Sebelum Upacara Prasetya Perwira yang dipimpin Kasad, Komandan Secapaad. Brigjen TNI Urip Wahyudi, S.I.P. telah menutup pendidikan Diktukpasus TNI AD TA 2019 pada Sabtu, (23/11/2019) lalu,” ungkap Candra .

Ditambahkan oleh Candra, bahwa dalam pelantikan tersebut, Kasad juga memberikan penghargaan kepada 2 (dua) Perwira lulusan terbaik atau berprestasi yaitu atas nama Letda Inf Doni Christian, S.H. yang berasal dari satuan Kodam V/Brawijaya dan Letda Ckm (K) Emiliana Tris Handayani yang berasal dari satuan Kesdam XIV/Hasanudin.

Para Perwira ini, sambung Candra nantinya akan diproyeksikan untuk mengisi jabatan golongan IX dalam pola pembinaan karier Perwira TNI AD yaitu jabatan Komandan Peleton atau jabatan setingkat di Satuan Tempur, Satuan Bantuan Tempur, dan Satuan Bantuan Aministrasi.

”Namun, sebelumnya mereka terlebih dahulu akan mengikuti pendidikan lanjutan sesuai kecabangan masing-masing,” ungkap Candra.

Upacara Prasetya Perwira yang berlangsung dengan khidmat tersebut ditandai dengan pengambilan Sumpah Perwira oleh Kasad dan penandatanganan naskah berita acara penyumpahan Perwira.

Usai Upacara Prasetya Perwira Diktukpasus TNI AD TA 2019, Kasad dan tamu undangan lainnya, menyaksikan display Drumband Canka Panorama, dari anggota organik Secapa AD.

Dalam kesempatan tersebut, Kasad didampingi Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana Ny. Hetty Andika Perkasa juga memberikan pembekalan kepada para Perwira yang baru dilantik beserta istri dan keluarga, untuk senantiasa menjaga kesehatan dengan senantiasa berolahraga, dan punya target harus sehat, dengan olahraga setiap hari, minimal jalan kaki 1 jam.

“TNI Angkatan Darat akan lebih bagus dan produktif, kalau perwira saya sehat semua,” ungkap Andika.

Kasad juga berpesan kepada para Perwira agar menjadi kepala keluarga yang sukses dan bertanggung jawab.

“Utamakan pembinaan keluarga, jangan pernah lupakan keluarga dan kecewakan mereka,” pungkasnya.

Hadir pada upacara tersebut Pangkostrad Letjen TNI Besar Harto Karyawan, Dankodiklatad Letjen TNI A.M. Putranto, S.Sos, Irjenad, para Asisten Kasad, para Pangkotama, para Komandan/Direktur/Kepala Balakpus jajaran TNI AD, Ketua Umum Persit Kartika Candra Kirana, Ny. Hetty Andika Perkasa beserta para Pengurus Pusat, para Danpusdik jajaran Kodiklatad, orang tua dan keluarga para Perwira Muda serta tamu undangan lainnya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Polhukam

Mantan Staf Desa Dilaporkan Polisi Terkait Dugaan Penipuan

Published

on

By

Bogor, Hriansentana.com – Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor ( PRB ) M Johan Pakpahan S.H telah mengajukan laporan kepada Kapolda DKI Jakarta terkait “dugaan penipuan “ yang dilakukan oleh mantan staf desa di Desa Susukan.

Saat di hubungi melalui telepon seluler nya 10 / Maret 2026 Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor mengatakan Kasus ini berkaitan dengan klaim tanah yang diduga tidak memiliki dasar hukum, di mana pelaku diduga telah menjual tanah melalui Akta Jual Beli (AJB) dari PPAT Minarti padahal tanah tersebut sudah memiliki pemilik sah dengan surat bukti, bangunan, dan PBB.” Terang Johan.

Pelaku juga diduga menerima uang sekitar 300 juta rupiah pada tahun 2015 silam. Meskipun Desa Susukan telah menjelaskan bahwa tanah tersebut tidak dapat diklaim karena milik pihak lain, pemeriksaan terhadap laporan tersebut belum dilakukan meskipun berkas dan bukti pengiriman telah disampaikan melalui surat bernomor.

LSM PRB meminta agar kasus ini diselidiki tuntas oleh Kapolda DKI untuk menciptakan rasa keadilan dan mencegah keresahan di kalangan masyarakat Desa Susukan .” Pintanya…..(Ron)

Continue Reading

Polhukam

Johan : KPK Jangan Tebang Pilih dalam Menangani Harta Pejabat yang Naik tidak Wajar

Published

on

By

M Johan Pakpahan S.H Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor ( PRB )

Bogor, Hariansentana.com – Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM )Perlindungan Rakyat Bogor ( PRB ) mengungkapkan kekhawatiran terkait penanganan kasus dugaan korupsi di Kabupaten Bogor.

Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor M Johan Pakpahan S.H saat di konfirmasi Minggu ( 8/3/2026) menyatakan, Komisi Pemberantasan Korupsi tampaknya tebang pilih dalam menangani harta pejabat yang mengalami kenaikan kekayaan yang signifikan, dan belum melakukan proses penyelidikan secara menyeluruh. Hal ini dinilai berbeda dengan penanganan kasus di daerah lain di Indonesia.” ucapnya.

“Menurut Johan terdapat pejabat di Kabupaten Bogor yang mengalami kenaikan kekayaan hingga 1200 persen. Ia menegaskan, kasus ini harus diselidiki secara mendalam untuk memperjelas sumber dana, dan jangan sampai terjadi pembentukan opini bahwa KPK bersikap tidak adil.

“Giliran Kabupaten Bogor sekarang sepertinya mandul dalam penanganan kasus ini.” imbuhnya.

Meskipun data Laporan Harta dan Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) menunjukkan Rudy Susmanto yang kini menjabat Bupati Bogor periode 2025-2030, ketika masih sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bogor periode 2019-2024 mengalami kenaikan kekayaan sebesar sekitar Rp2,3 miliar (dari Rp 4,48 miliar menjadi Rp 6,85 miliar) pada tahun 2022, Johan menekankan perlunya penyelidikan lebih lanjut terkait klaim kenaikan yang jauh lebih besar.

Selain itu pernah di laporkan “dugaan mark up anggaran sebesar Rp 26 miliar di Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor terkait proyek pengadaan alat Asesmen Nasional Berbasis Kompetensi (ANBK) tahun 2022, namun belum ada tindak lanjut yang terlihat hingga akhir tahun 2024.”jelas nya.

Johan juga menyatakan, dalam penanganan kasus kenaikan kekayaan pejabat yang dianggap lambat, muncul fenomena pengalihan persoalan berupa kasus “KPK gadungan”. Ia mengklaim, ada sumber dana yang berasal dari patungan untuk diberikan kepada orang yang mengaku sebagai pegawai KPK. Kasus ini perlu diselidiki, terutama terkait pejabat diduga menyuap “yang tidak hanya tidak dihukum, bahkan dikabarkan mendapat promosi.”terang nya.

“Kita minta KPK jangan diskriminatif, harus menjalankan hukum dengan keadilan. Pejabat yang katanya ikut urunan menyediakan dana kepada KPK gadungan harus diteliti tuntas, jangan sampai besok muncul alasan bahwa mereka siap sama pejabat sehingga kasus terabaikan.”

Menurutnya, hal yang menarik adalah penyuap tampaknya berhasil mengecoh proses hukum dan tetap menjabat sebagai pejabat.

Johan juga mengajak Kejaksaan Agung untuk lebih berani menangani kasus kenaikan kekayaan pejabat yang tidak jelas di Kabupaten Bogor.

“Jangan sampai ada pengecualian di Kabupaten Bogor juga harus mengenal hukum. Jika hal ini tidak ditangani dengan baik, rakyat Bogor akan kehilangan kepercayaan pada penegak hukum.” paparnya.

Ia menambahkan, pejabat dengan kenaikan kekayaan yang tidak jelas harus diperiksa, karena penegakkan hukum yang transparan akan membawa perbaikan kinerja pemerintahan.

Sampai saat ini, KPK belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan tebang pilih. Sebelumnya, pada Juli 2024, KPK pernah menangkap seseorang berinisial YS yang mengaku sebagai pegawai KPK dan memeras uang dari pejabat Pemkab Bogor. Kasus tersebut kemudian diserahkan ke Polres Bogor setelah dikonfirmasi bahwa YS bukan pegawai KPK. Kejagung RI sendiri telah menangani beberapa kasus korupsi di Bogor, seperti penyitaan aset tersangka kasus korupsi minyak mentah Pertamina pada Agustus 2025 dan penyitaan harta terkait kasus pajak pada Desember 2025.”Papar Johan. (Ron).

Continue Reading

Polhukam

Fathan Subchi, Silaturahmi dan Buka Bersama di FISIP Universitas Moestopo, Perkuat Kebersamaan Civitas Akademika

Published

on

JAKARTA, SENTANA – Ketua Ikatan Alumni (IKA) Program Pascasarjana FISIP yang juga Anggota VI Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI), Drs. H. Fathan Subchi, hadiri Silaturahmi dan Buka Bersama di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), pada Jumat (6/3/2026).

Dalam sambutannya, Fathan Subchi menyampaikan bahwa, kegiatan tersebut memiliki arti penting dalam membangun komunikasi yang lebih erat antara dosen, karyawan dan alumni.

Menurutnya, kebersamaan seperti ini menjadi sarana untuk memperkuat kontribusi alumni dalam mendukung perkembangan universitas.

“Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi antara dosen, karyawan dan alumni agar terus berkontribusi bagi kemajuan Universitas Moestopo,” ujarnya.

Ia juga menilai, lokasi kampus yang strategis membuka peluang besar bagi pengembangan berbagai kerja sama, baik dengan lembaga pemerintah maupun institusi internasional.

Dalam kesempatan yang sama, Deputy Chief of Mission dari Embassy of Ecuador in Indonesia, Pablo Bonifaz Arboleda, menyampaikan apresiasi atas undangan yang diberikan. Ia berharap hubungan kerja sama antara Kedutaan Besar Ekuador di Indonesia dengan FISIP Universitas Moestopo dapat terus berkembang, khususnya dalam bidang pendidikan dan kolaborasi internasional.

Sementara itu, Ketua Pengawas Yayasan Universitas Moestopo, Sunarto, menekankan bahwa, bulan suci Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan kualitas spiritual dan moral.

Menurutnya, makna puasa tidak hanya sebatas menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga perilaku, ucapan, serta sikap dalam kehidupan sehari-hari.

Di sisi lain, Dekan FISIP Universitas Moestopo, Ryantori, menjelaskan bahwa, FISIP Universitas Moestopo terus mengalami perkembangan signifikan. Ia menyebutkan bahwa, fakultas tersebut kini telah memiliki empat program studi, termasuk Program Magister dan Program Doktor Administrasi Publik.

“Kami berharap kegiatan silaturahmi ini dapat semakin mempererat kebersamaan serta mendorong kemajuan fakultas ke depan,” katanya.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh Solihin.

Dalam ceramahnya, ia menjelaskan bahwa, kata “Moestopo” memiliki makna “pilihan”, sehingga diharapkan universitas ini dapat menjadi pilihan masyarakat dalam menempuh pendidikan serta mampu melahirkan lulusan yang unggul dan bermanfaat bagi bangsa.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, FISIP Universitas Moestopo juga memberikan santunan kepada anak-anak yatim piatu yang hadir dalam kegiatan tersebut. Suasana kebersamaan dan kehangatan pun terasa sepanjang acara, mencerminkan semangat berbagi dan mempererat silaturahmi di bulan suci Ramadan.

Acara yang dihadiri oleh dosen, karyawan, alumni, perwakilan Embassy of Ecuador in Indonesia, serta anak-anak yatim piatu, menjadi momentum untuk mempererat hubungan antar civitas akademika sekaligus memperkuat sinergi antara kampus dengan para alumni serta mitra internasional.
(Red).

Continue Reading
Advertisement

Trending