Hiburan
Jelita Callebaut Lanjutkan Estafet Inem Pelayan Sexy
Jakarta, Sentana
Aktris cantik Jelita Callebaut, memperoleh kesempatan untuk memerankan sosok Inem yang legendaris dalam film Inem Pelayan Sexy New. Film garapan sutradara Hasto Broto ini merupakan remake dari film Inem Pelayan Sexy, karya sutradara Nya’ Abbas Akub yang fenomenal pada 1976.
Inem dalam Inem Pelayan Sexy merupakan asisten rumah tangga yang berstatus janda. Inem merupakan sosok cantik, seksi, dan polos. Inem Pelayan Sexy New pun menjadi film drama komedi pertama yang diperankan Jelita Callebaut. Dalam dua film sebelumnya, putri kandung aktris legendaris Doris Callebaut itu membintangi film horor Gentayangan dan Mata Batin.
Membintangi film yang jauh berbeda, Jelita merasa sangat senang sekaligus tertantang, apalagi dia harus melanjutkan tongkat estafet dari sang ibu, yang merupakan pemeran Inem dalam Inem Pelayan Sexy (1976).
Kendati demikian, Jelita juga memiliki kekhawatiran saat memerankan sosok Inem yang sudah begitu dikenal. “Kekhawatiran sih pasti ada ya. Bisa enggak nih kira-kira saya meneruskan ibu saya,” ujar Jelita usai press screnning di, Jakarta, Rabu (2/10/2019) malam. “Ternyata, kalau untuk menirukan ‘plek’ seperti ibu saya sangat sulit. Ya, aku kerja keras untuk mendapatkan karakter Inem dengan melihat film. Mungkin aku bisa membawakan dengan gaya aku, tapi dengan benang merahnya Inem itu sendiri,” tambah aktris 27 tahun itu.
Film Inem Pelayan Sexy New, bercerita tentang betapa kacaunya rumah tangga bila tidak memiliki pelayan rumah tangga, seperti yang dialami pasangan, Pak Moko (diperankan Mathias Muchus) dan Bu Moko (diperankan oleh Marriam Bellina) yang memiliki dua orang anak.
Banyak kekacauan yang muncul dalam keluarga ini, Pak Moko jadi sering terlambat masuk kantor, sehingga mendapat teguran dari bos Maromi (diperankan Beddu Amang), begitupun dengan Bu Moko, yang tak lagi bisa bebas berkumpul bersama teman-temannya sesama sosialita.
Dengan kehadiran Inem sebagai pelayan di rumah mereka, membuat kondisi rumah tangga pasangan ini tak kesulitan lagi, namun karena status janda, masih muda, cantik dan seksi, kerap membuat mata majikan tergoda. Doris Callebaut mengaku sangat berdebar melihat akting putrinya di film Inem Pelayan Sexy. Melihat anak saya dapat peran Inem ini hati saya berdebar, waswas, apakah dia bisa gitu. Tetapi saya memang selalu bertanya, apakah kamu sanggup? Berarti, dia menjaga nama saya,” ujarnya.
Seni Budaya
Pameran Lukisan, Akan Terus Melahirkan Para Seniman yang Terus Berkarya
JAKARTA, SENTANA – Irjend Pol Dr Susilo Teguh Raharjo, M.Si, Kepala Satuan Tugas Pusat Studi Kepolisian, membuka pameran Lukisan bertema “Li Bi Do re mi fa sol la sido”, Karya Pelukis terkenal Anwar Rosyid di Balai Budaya Jakarta Pusat, pada hari Jum’at (22 Mei 2026) kemarin.
Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi dari Community Policing, yang bermitra dengan komunitas Seniman. “Bahwa komunitas para seniman turut serta mengambil peran bagaimana membangun keteraturan sosial yang diekspresikan melalui hasil Karya seni,” ujar Irjend Pol Dr Susilo Teguh Raharjo, melalui keterangannya, Minggu (24/5).
Hadir pada acara tersebut, Komjend Pol Prof Dr Cryshnanda DL, Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian dan beberapa Seniman senior Jakarta.
Pada kesempatan tersebut, Irjend Pol Dr Susilo Teguh Raharjo, selain memberikan Apresiasi atas karya yang di Pamerkan. Juga menyatakan bahwa, Karya ini menyoroti ketimpangan ekonomi melalui kontras warna dan garis tegas; pesan yang jelas dan menggugah dalam bentuk Gambar Kartun. Kartun ini menyinggung berbagai permasalahan sosial dengan humor efektif menyentuh isu serius. Menggunakan simbol-simbol sosial secara terpadu, membuat narasi tentang polarisasi yang mengajak penonton merenung.
Kritikannya terhadap berbagai komponen terasa lugas, namun tidak menggurui dan dengan bebas memberi ruang bagi refleksi publik untuk menafsirkan dan menggerakkan batin seninya.
Teknik campuran yang dipakai memperkuat narasi, seolah realitas pecah Yang menjadi fragmen yang saling bertabrakan.
“Karya ini mengajak kita melihat sisi tersembunyi isu urban, terutama bagaimana informasi dibentuk dan dikonsumsi. Kritikan terhadap komponen terasa lugas namun tidak menggurui, memberi ruang bagi refleksi publik,” imbuhnya.
Harapan Teguh, Pameran ini dapat menggugah para pihak yang dikritik untuk memahami isu sosial. Dan Ke depan, Pameran ini akan terus melahirkan seniman seniman yang terus berkarya, sehingga menambah hasanah budaya bangsa, namun tetap kuat menjembatani suara rakyat, pungkasnya. (Red).
Hiburan
“Hapika” Bikin Heboh! Pokémon Pilih Happy Asmara dan Dangdut untuk Dekat dengan Warga Indonesia
JAKARTA — Fenomena kolaborasi antara penyanyi dangdut koplo Happy Asmara dan The Pokémon Company sukses mencuri perhatian publik. Di balik kolaborasi unik tersebut, ternyata ada alasan khusus mengapa Pokémon memilih Happy Asmara sebagai ikon kolaborasi mereka di Indonesia.
Corporate Officer Pokémon, Susumu Fukunaga, mengungkapkan bahwa sejak awal pihaknya memang ingin menghadirkan kolaborasi yang dekat dengan identitas musik Indonesia.
“Dari rencana awal kami memang ingin berkolaborasi dengan dangdut yang merupakan soul music Indonesia. Dan sebagai perwakilan dangdut, artis besar yang kami pilih adalah Happy Asmara,” ujar Fukunaga dalam sesi wawancara.
Tak hanya memilih artis dangdut populer, Pokémon juga secara khusus memilih lagu “Kopi Dangdut” sebagai bagian utama kolaborasi. Menariknya, lagu legendaris tersebut ternyata sudah cukup dikenal di Jepang dengan sebutan “Kopi Rumba”.
“‘Kopi Dangdut’ juga terkenal di Jepang dengan title ‘Kopi Rumba’. Kami tahu lagu ini sangat disayangi oleh masyarakat Indonesia,” katanya.
Menurut Fukunaga, nuansa dangdut dipilih karena dianggap paling cocok dengan konsep anime Pokémon yang identik dengan petualangan seru dan penuh keceriaan.
“Untuk anime itu kan melakukan perjalanan yang seru. Jadi tema yang cocok kami pilih dangdut, karena saat didengar juga jadi seru sendiri dan cocok dengan feel animenya,” lanjutnya.
Kolaborasi yang memadukan budaya pop Jepang dengan dangdut Indonesia itu ternyata tidak dibuat secara instan. Pokémon membutuhkan waktu sekitar enam bulan untuk mempersiapkan proyek tersebut.
Salah satu tantangan terbesar selama proses produksi adalah menyesuaikan karakter Pikachu agar terasa dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia sehari-hari.
“Bagian yang cukup sulit adalah menyesuaikan image Pikachu dengan kehidupan sehari-hari warga Indonesia,” ungkap Fukunaga.
Karena itu, dalam video musik kolaborasi tersebut, Pokémon mencoba menampilkan suasana yang akrab bagi masyarakat Indonesia. Pikachu digambarkan hadir di tengah aktivitas santai seperti nongkrong, berbincang, hingga menikmati suasana khas lokal bersama warga.
“Tujuan terbesar kami adalah menampilkan image bahwa Pikachu dan Pokémon merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Meski Pokémon memiliki banyak karakter ikonik, pihaknya sengaja hanya menonjolkan Pikachu dalam proyek kali ini. Selain karena paling populer, pemilihan itu juga berkaitan dengan konsep nama kolaborasi “Hapika” yang menggabungkan unsur Happy dan Pikachu.
“Kalau ada Pokémon lain, kesannya jadi tidak fokus. Jadi kami fokus di Pikachu sendiri,” katanya.
Fukunaga menegaskan, tujuan utama Pokémon melalui kolaborasi ini adalah membuat masyarakat Indonesia semakin dekat dan menikmati dunia Pokémon dengan cara yang lebih menyenangkan dan relevan dengan budaya lokal.
Ke depan, Pokémon juga membuka peluang menghadirkan kolaborasi baru di Indonesia, meski belum memastikan siapa artis berikutnya yang akan diajak bekerja sama.
“Kami akan lihat dulu bagaimana reaksi teman-teman di Indonesia terhadap kolaborasi ini. Setelah itu baru kami pikirkan lagi apa yang bisa dilakukan ke depannya,” tutupnya.
Hiburan
Rayakan Ultah Ke-11, Mimich Perkenalkan Empat Single Baru “Negeri Gemilang Kami Pulang”
JAKARTA, SENTANA – Rayakan Ultah ke-11, Mimich (Michelle Vallerie Kee) memperkenalkan empat single terbarunya yang merefleksikan arah artistik yang semakin terdefinisi, menggabungkan ekspresi personal, nilai inspiratif, serta pendekatan multibahasa yang relevan dengan audiens global.
Empat lagu buah karya pencipta lagu Andrei Aksana tersebut adalah, Negeri Gemilang Kami Pulang, I Wish Upon A Shining Star, Fly Like A Butterfly, dan Im Not Just A Girl.
Andrei Aksana pencipta lagu Negeri Gemilang Kami Pulang menjelaskan bahwa, lagu ini merupakan salah satu lagu golden song dalam film “Timun Mas In Wounderland” yaitu film legenda rakyat Nusantara dengan sentuhan fantasi modern, dengan konsep magical yang bertujuan menembus pasar global, dengan menghadirkan cerita tradisional dalam visual yang segar,” jelas Andrei di Novotel Mangga Dua Square Jakarta Utara Sabtu (18/4/2026).

Menurutnya lagu ini dihadiahkan kepada Mimich, karena Mimich merupakan salah satu anak yang memiliki vokal yang terbaik dalam soundtrack film ini.
“Film Timun Mas In Wounderland ini nantinya juga akan dibawa dalam Film Internasional Festival, agar semua orang diluar sana melihat bahwa, Indonesia memiliki talenta-talenta yang berbakat pada usia dini seperti Mimich ini,” terang Andrei.
“Lagu ini juga akan dipersembahkan untuk Bapak Presiden Prabowo Subianto. Andrei berharap, lagu ini nantinya dapat dinyanyikan di Istana Presiden dalam perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia,” harapnya.

Di usia 11 tahun, Mimich menempati posisi unik sebagai emerging young artist yang tidak hanya mengandalkan performa vokal, tetapi juga kapasitas sebagai multitalenta, meliputi musik, modeling, dan akting.
Kemampuannya membawakan lagu dalam Bahasa Indonesia, Mandarin, dan Inggris memperluas spektrum audiens sekaligus memperkuat positioning sebagai talenta muda dengan orientasi lintas pasar.
“Musik bagi saya adalah cara untuk berbagi semangat dan kebahagiaan. Saya ingin lagu-lagu ini bisa menemani dan memberi inspirasi,” ujar Mimich.
Portofolio Mimich juga diperkuat oleh sejumlah Capaian kompetitif di tingkat regional dan internasional sepanjang 2024, yang menjadi fondasi kredibilitasnya dalam membangun karier jangka panjang di industri hiburan.
Segudang capaian pernah diraihnya antara lain, sebagai Little Miss Tionghoa Favorite Indonesia 2024., Sebagai Gold award YEFF Danang Vietnam 2024. Mimich juga telah meraih Gold award IPSF Indonesia 2024, Silver award ASF Singapore 2024 dan .First place HKYPA Indonesia 2024.
Mimich memiliki belasan single yg bisa didengarkan di berbagai digital flatform. Fasih berbicara/bernyanyi dalam 3 bahasa yaitu bahasa Indonesia, Chinese, dan bahasa Inggris.
Keempat single tersebut kini tersedia di berbagai platform musik digital, menandai langkah lanjutan Mimich dalam mengembangkan identitas artistik yang kompetitif dan relevan di era industri musik yang semakin global. (***).
-
Ibukota6 days agoPramono Anung Lantik 884 Pejabat Pemprov DKI Jakarta,Pastikan Proses Mutasi Berdasarkan Sistem Merit.
-
Polhukam4 days agoLSM PRB Minta Bupati Bogor Evaluasi Putusan PTUN Bandung Soal Kelalaian di Sentul
-
Ibukota6 days agoKelurahan Ancol Lakukan Penataan Kawasan TW II Tahun 2026. di Jalan Ancol Barat VI
-
Polhukam4 days agoAnak Muda Merupakan Estafet Kepemimpinan Bangsa, Ini Pesan Founder Rumah Saraswati

