Ibukota
Fasum di Perumahan Ex Pelindo II Harus Diserahkan ke Pemprov DKI
Jakarta, HarianSentana.com – Fasilitas Umum (Fasum)/Lahan Fasum di Perumahan Ex Pelindo II, Kelurahan Sukapura, Jakarta Utara, hingga saat ini belum diserahkan pihak PT Pelindo II sebagai pengembang/pemegang SIPPT kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Menurut Sofyano Zakaria, salah seorang warga perumahan tersebut, seharusnya pihak Pelindo II sebagai pengembang berkewajiban menyerahkan Fasum tersebut kepada Pemprov DKI, apalagi proses untuk penyerahannya sudah diupayakan belasan tahun lalu.
Untuk itu, pihaknya berharap agar PT Pelindo II sebagai pengembang/pemegang SIPPT bisa segera melakukan serah terima Fasum/lahan Fasum yang ada di perumahan tersebut kepada pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Sebagai warga kami minta pihak Pelindo menyerahkan Fasumnya ke pihak Pemprov. Karena sudah belasan tahun proses penyerahannya tapi sampai sekarang belum terwujud,” kata Sofyano Zakaria kepada HarianSentana.com di Jakarta, Selasa (14/1/2020).
“Jika hal ini tidak dilakukan maka Pemprov DKI tidak dapat melakukan pembangunan/perawatan Fasum yang ada di lingkungan kami. Dan itu berarti kami sebagai penghuni/pemilik lahan yang ada di lokasi perumahan inilah yang dirugikan,” tukasnya.
Lebih jauh ia mengungkapkan, dulu para pemilik kavling perumahan Pelindo II Sukapura juga sudah membayar kewajiban pembangunan Fasum yang ada kepada pihak Pelindo II.
“Namun hingga saat ini Fasum yang ada di perumahan ini secara hukum masih merupakan tanggung jawab pihak Pelindo II selaku pengembang/pemegang SIPPT karena belum ada proses penyerahannya kepada Pemprov DKI Jakarta,” papar Sofyano

Karenanya pula pihak Pemprov DKI Jakarta tidak bisa melakukan perawatan terhadap fasum yang ada dan pada akhirnya hal ini berdampak menjadi masalah bagi para warga yang menghuni perumahan. “Untuk itu sekali lagi kami berharap Direksi PT Pelindo II berkenan memproses penyerahan Fasum ini kepada pihak Pemprov DKI,” tutup pria yang juga dikenal sebagai pengamat kebijakan publik ini.
Senada dengan Sofyano, Ketua RT 09/RW 08 Kelurahan Sukapura, Alfan juga menyampaikan hal yang sama. Ia mengaku bersama para warga terus mendorong Pelindo II untuk secepatnya menyerahkan Fasum tersebut ke Pemprov DKI.
“Apalagi setiap kali rembuk RW untuk bahan Musrembang Kelurahan, kami pengurus RT telah mengajukan lokasi dan lahan Fasum untuk dibuatkan sarana olah raga, taman, pengecoran jalan, perbaikan PJU, normalisasi selokan dan lain-lain tapi belum bisa terwujud bila Fasum kami belum diserahkan ke Pemprov DKI. Kami miris mas, komplek kami salah satu yang terdampak banjir kemarin karena akses jalan terkepung banjir hingga 70cm,” papar Alfan.
Alfan juga mengungkapkan, bahwa dirinya sudah menempati rumah di kawasan tersebut sejak tahun 2009, bahkan ada warga yang sudah tinggal di sana sejak 2006 sebelum terbentuknya RT.
“Sekarang sudah terbentuk 2 RT, yakni RT 008 & 009 RW 08 tapi sampai saat ini Fasum kami belum diserahkan pihak Pelindo II ke Pemprov DKI. Kami dengar katanya mau diserahkan di awal tahun 2019, tapi ditunda karena ada Pilpres, kemudian ada lagi kabar akan diserahkan di akhir tahun 2019 kemarin tapi sampai saat ini belum juga,” tutup Alfan(sl)
Ibukota
Fraser Residence Sudirman, Setiabudi Gandeng PMI Jakarta Selatan Peduli Kemanusiaan dengan Donor Darah
JAKARTA, SENTANA – Fraser Residence Sudirman, Setiabudi, Jakarta Selatan bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Selatan menyelenggarakan kegiatan sosial donor darah pada Senin (27/7/2026).
General Manager Fraser Residence Sudirman Jakarta Wita Junifah mengatakan, kegiatan donor darah ini merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR).tahunan yang terus dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan stok darah sekaligus kontribusi perusahaan bagi masyarakat,” ujarnya.
Wita menambahkan, bahwa kegiatan ini diikuti oleh 75 pendonor dari target 100 kantong darah yang ditargetkan. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah karena bakti sosial itu masih berlangsung hingga batas waktu yang telah ditetapkan oleh PMI.
Menurut Wita, peserta donor darah tidak hanya berasal dari penghuni Fraser Residence Sudirman dan The Peak at Sudirman, tetapi juga masyarakat di sekitar kawasan Sudirman. Tingginya antusiasme masyarakat dinilai menunjukkan meningkatnya kesadaran akan pentingnya donor darah sebagai aksi kemanusiaan.
Meski demikian, tidak semua pendaftar dapat mendonorkan darahnya. PMI tetap menerapkan proses skrining kesehatan, meliputi pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb), tekanan darah, serta kondisi kesehatan lainnya guna memastikan keamanan pendonor dan kualitas darah yang dikumpulkan.
Wita menegaskan, kegiatan donor darah akan terus menjadi program CSR tahunan Fraser Residence Sudirman. Selain donor darah, Fraser Residence Sudirman juga menjalankan sejumlah program keberlanjutan lainnya, seperti penanaman mangrove, pembinaan panti asuhan di sekitar kawasan Sudirman, serta dukungan terhadap berbagai kegiatan sosial yang diselenggarakan pemerintah kelurahan dan kecamatan.
“Fraser Residence Sudirman tetap optimistis menjaga pertumbuhan bisnis dengan terus menghadirkan layanan terbaik sekaligus menjalankan program-program sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkas Wita.
Ibukota
DPRD Kota Denpasar Kunker ke Pemkot Jakarta Utara
Jakarta, Hariansentana.com.- Pemerintah Kota administrasi Jakarta Utara menerima kunjungan kerja studi banding Pimpinan dan Anggota Komisi I hingga Komisi IV DPRD Kota Denpasar di Kantor Wali Kota setempat. Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergitas sekaligus bertukar pengalaman terkait tata kelola pemerintahan dan pembangunan daerah.
Sekretaris Kota Jakarta Utara, Iyan Sopian Hadi di dampingi Muhammad Andri Asisten Pemerintahan Seko memaparkan karakteristik wilayah kerjanya serta berbagai program pembangunan yang dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, pemerintah pusat, dan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Pelindo.
“Sebagian program memang berhubungan langsung dengan pemerintah pusat dan berbagai mitra strategis. Untuk itu, koordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat terus dilakukan agar pembangunan dapat berjalan optimal,” ujarnya, Selasa (21/7).
Iyan menjelaskan, kunjungan kerja tersebut menjadi momentum untuk saling bertukar informasi dan berbagi praktik baik antardaerah. Sebab, setiap daerah memiliki tantangan dan keunggulan masing-masing yang dapat menjadi pembelajaran bersama.
Ia menambahkan, pembangunan sebuah kota tidak hanya membutuhkan sumber daya, tetapi juga kolaborasi dan kebersamaan dari seluruh pemangku kepentingan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan DPRD Kota Denpasar ke Jakarta Utara. Semoga informasi yang diperoleh dapat menjadi referensi dan diterapkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah mengapresiasi sambutan yang diberikan Pemkot Jakarta Utara.
Ia menuturkan, kunjungan kerja tersebut diikuti 45 anggota DPRD Kota Denpasar yang berasal dari tujuh partai politik dan terbagi dalam empat fraksi.
“Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan yang sangat baik. Perekonomian Kota Denpasar sebagian besar bertumpu pada sektor pariwisata. Namun, masih banyak hal yang perlu terus dibenahi agar kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” ucapnya.
Ia berharap, kunjungan kerja tersebut dapat mempererat hubungan antardaerah sekaligus membuka peluang kerja sama dan pertukaran pengalaman dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik serta pembangunan daerah.
“Semoga hubungan baik ini terus terjalin. Kami juga mengundang Pemkot Jakarta Utara untuk berkunjung ke Kota Denpasar agar silaturahmi dan pertukaran informasi dapat terus berlanjut,” tandasnya.(Sutarno)
Ibukota
Pasangan Farhan dan Cinta, Terpilih Jadi Abnon Jakarta Utara Tahun 2026
Jakarta, Hariansentana.com.- Pasangan Farhan dan Cinta resmi dinobatkan sebagai Abang dan None (Abnon) Jakarta Utara Tahun 2026. Keduanya berhasil menjadi yang terbaik pada Malam Final Pemilihan Abang None Jakarta Utara yang berlangsung di North Jakarta Intercultural School (NJIS), Jalan Boulevard Bukit Gading Raya, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Kota administrasi Jakarta Utara.
Wali Kota administrasi Jakarta Utara, Hendra Hidayat menyampaikan apresiasi kepada para pemenang maupun seluruh finalis yang telah mengikuti seluruh rangkaian seleksi hingga malam puncak.
Menurutnya, ajang Abang None bukan sekadar kompetisi penampilan, tetapi menjadi sarana pembinaan generasi muda sebagai duta pembangunan.
“Kegiatan ini bukan sekadar memilih figur yang mampu tampil di atas panggung, melainkan menyiapkan generasi muda sebagai penghubung antara masyarakat, budaya, pariwisata, dan masa depan Jakarta,” ujarnya, Jumat (17/7).
Hendra menjelaskan, Jakarta Utara memiliki karakteristik yang khas sebagai kawasan kaya akan sejarah dan keberagaman budaya. Kondisi tersebut menjadi modal penting dalam membangun karakter kota di tengah transformasi Jakarta menuju kota global.
Untuk itu, lanjut Hendra, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas utama. Peran Abang dan None diharapkan mampu memperkenalkan potensi Jakarta kepada masyarakat luas, termasuk di tingkat internasional.
“Abang dan None adalah garda terdepan yang akan menunjukkan kepada dunia bahwa Jakarta memiliki talenta muda yang mampu bersaing di tingkat internasional,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Utara, Restuning Dyah Widyanti menambahkan, seluruh finalis sudah mengikuti masa karantina dan pembekalan selama satu bulan.
Mereka mendapatkan materi kepemimpinan, wawasan global, serta kemampuan komunikasi untuk membentuk karakter dan meningkatkan kapasitas diri.
“Pemilihan Abang None merupakan bagian dari upaya pembinaan generasi muda agar mampu menjadi representasi pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif Jakarta Utara,” ungkapnya.
Restuning berharap, semangat Bermula di Utara dapat terus menjadi landasan bagi para finalis untuk berkontribusi dalam melestarikan budaya sekaligus mempromosikan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif Jakarta Utara.
Ia menuturkan, malam final tahun ini menjadi momentum bersejarah karena dihadiri secara lengkap oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Plus Jakarta Utara.
“Kehadiran para pimpinan daerah ini menjadi bentuk nyata dukungan terhadap pengembangan generasi muda serta promosi pariwisata dan ekonomi kreatif di Jakarta Utara,” tandasnya.
Untuk diketahui, dalam ajang tersebut, pasangan Jaedan dan Celta berhasil meraih gelar Wakil I Abang dan None Jakarta Utara 2026. Adapun pasangan Aria dan Isyana dinobatkan sebagai Wakil II. Ketiga pasangan terbaik selanjutnya akan mewakili Jakarta Utara pada ajang Pemilihan Abang None Tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026.(Sutarno)
-
Polhukam7 days agoLSM PRB Soroti Penetapan Tersangka Kasus Korupsi RSUD Parung: Desak Kejaksaan Periksa Pejabat Eselon II dan III
-
Ibukota6 days agoDPRD Kota Denpasar Kunker ke Pemkot Jakarta Utara
-
Polhukam6 days agoIJP Dr Susilo Teguh R M. M.Si, Membuka Pameran Kartun Bertajuk Indonesia Ha Ha Hi Hi
-
Polhukam6 days agoInsan Pers Laporkan Hotman Paris ke DPN, Sirait & Co Minta Penegakan Kode Etik

