Connect with us

Uncategorized

Dugaan Gratifikasi di Kantor BPN Kabupaten Bogor Mulai Dikritisi Aktivis

Published

on

Bogor, HarianSentana.com – Dugaan gratifikasi dalam pelayanan di Kantor Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang disinyalir dilakukan oleh kepala kantor (Kakan) ATR/BPN, kini mulai mendapat kritikan pedas dari sebagian kalangan aktivis.

Hal itu seperti disampaikan Direktur Lembaga Pemerhati Kebijakan Pemerintah (LPKP) Bogor Raya, Rahmatullah.

Menurut dia jika benar ada indikasi perbuatan melawan hukum yaitu dugaan gratifikasi yang terindikasi dilakukan oleh seorang Kakan BPN kepada masyarakat Bumi Tegar Beriman selaku pihak pemohon mska mesti ada tindakan dari pihak yang berwenang.

“Dugaan gratifikasi ini mesti ditindak, jangan sampai ada pembiaran. Untuk itu pihak terkait maupun berwenang mesti segera memanggil Kakan ATR/BPN Kabupaten Bogor tersebut,” tegas Rahmatullah kepada wartawan, Selasa (16/2/2021).

Menurut pria yang akrap disapa Along itu, apabila tidak ada tindakan yang nyata dari aparat penegak hukum setempat hingga pusat, dugaan gratifikasi ini akan terus terjadi tanpa ada kepastian hukum yang berlaku.

“Sehingga masyarakatlah yang akan kembali menjadi korban oknum-oknum tersebut, yang semata-mata hanya mencari keuntungan bagi pribadinya sendiri maupun kelompok,” jelasnya.

Untuk itu, sambungnya, bilamana dari APH terkait sampai akhir bulan Februari 2021 ini tidak ada tindakan nyata, dirinya berjanji akan mengerahkan massa dari aktivitas Bogor Raya untuk melakukan demontrasi di depan markas kompi (Mako) Polres Bogor dan kantor ATR/BPN Kabupaten Bogor.

“Saya akan kembali turun ke jalan untuk berdemo dengan rekan-rekan aktivis Bogor Raya, demi menuntut adanya kepastian hukum yang nyata dalam membongkar dugaan gratifikasi di tubuh Kantor ATR/BPN tersebut,” tegasnya.

Diketahui sebelumnya, Kepemimpinan kepala kantor Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (Kakan ATR/BPN) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, disoal.

Pasalnya, ia berjanji ingin memperbaiki pelayanan tapi malah sebaliknya pelayanan yang lambat dan terkesan jalan di tempat bagi masyarakat Tegar Beriman.

Hal itu seperti diutarakan salah satu pemohon sertifikat, Deddy yang mengatakan bahwa, pelayanan yang dipimpin oleh Kakan BPN Kabupaten Bogor, Sepyo Achanto yang dinilai sangat lambat dan terkesan jalan di tempat.

“Pelayanan BPN Kabupaten Bogor itu sangat bobrok sejak dipimpin pak Sepyo. Alih-alih ingin memperbaiki pelayanan,malah tambah ruwet semberawut dan terkesan mengada-ada,” kata Deddy saat ditemui di kawasan Cibinong, Kamis (11/02/21).

Deddy menjelaskan, kebobrokan dan kesemrawutan dalam pengurusan sertifikat dimana, banyak berkas yang mengada-ada dan jalan di tempat. Contohnya, pengurusan tentang Penetapan Hak (PH) selalu naik turun dengan alasan yang tidak jelas.

Ditambah lagi, sambungnya, di bidang Sub Seksi (Subsi) Penetapan Hak yang persyaratannya tidak masuk akal.
“Masa SK kepala kantor sendiri diragukan alias terkesan nelan ludah sendiri. Masa iya, di pendaftaran setiap pemohon diwajibkan harus melengkapi SPH. Padahal semua sudah di bidang penetapan,” ketusnya.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi, Kepala Kantor BPN Kabupaten Bogor, Sepyo Achanto menuturkan, bahwa dirinya sedang rapat di Bandung. “Saya sedang meeting mas, iya saya tahu kalau mas ingin mengkonfirmasi tapi kan saya lagi meeting,” elaknya.
Penulis: Dedy Firdaus

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Danrem Merauke Pimpin Upacara Penyambutan Satgas Pamtas Yonif 122 dan Yonmek 611

Published

on

Merauke, Hariansentana.com – Danrem Merauke Brigjen TNI Bangun Nawoko selaku  Komandan Komando Pelaksana Operasi (Dankolakops) Korem 174 Merauke, memimpin langsung upacara kedatangan pasukan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG di Dermaga Pelabuhan Laut Yos Sudarso Merauke, Kel. Maro, Distrik Merauke, Kab. Merauke, Selasa (2/2/2021).

Upacara penyambutan Satgas Pamtas RI-PNG yang baru dari Batalyon Infanteri (Yonif) 122/Tombak Sakti dan Batalyon Infanteri Mekanis (Yonmek) 611/Awang Long dilaksanakan hanya melibatkan beberapa perwakilan personel dari masing-masing anggota Satgas dengan tetap mematuhi protokol Covid-19.

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono, M.A. dalam amanatnya yang dibacakan Danrem Brigjen TNI Bangun Nawoko mengucapkan selamat datang kepada prajurit Yonif 122/Tombak Sakti dan Yonmek 611/Awang Long yang tergabung dalam Satgas Pamtas RI-PNG di bumi Animha.

Dalam kesempatan tersebut, Danrem juga menyampaikan bahwa selaku Dankolakops bersama para pejabat dan masyarakat akan memberikan yang terbaik kepada Satgas Pamtas RI-PNG, dan ini telah diwujudkan berupa penyiapan akomodasi dan sarana berupa wisma atlet untuk anggota yang mengalami dampak virus Covid-19.

Danrem Brigjen TNI Bangun Nawoko berharap pasukan Satgas Pamtas yang akan bertugas di wilayah Kolakops Korem 174 Merauke paling lama 9 bulan, mempunyai tujuan untuk mengabdi kepada Ibu Pertiwi dan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menjaga Merah Putih.

“Selain itu, saat menginjakan kaki di bumi Animha ini harus mempunyai satu syarat yaitu harus berani untuk menghormati, menghargai, membela dan melindungi serta menjaga harkat dan martabat Orang Asli Papua (OAP), hal ini harus masuk dalam hati, perbuatan dan ucapan seluruh prajurit,” kata Danrem.

Danrem juga menyampaikan bahwa usai pelaksanaan upacara penerimaan pasukan, selanjutnya akan dilaksanakan pergeseran pasukan menuju pos masing-masing di wilayah Kolakops Korem 174 Merauke dan Marshalling Area Makorem 174/ATW.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danlantamal-XI Merauke, Danlanud J.A. Dimara Merauke, Bupati Merauke, Ketua DPRD Merauke, Jhon Gluba Gebze selaku tokoh masyarakat, Kasrem 174 Merauke, Para Kasi Korem, para Dandim jajaran Korem 174 Merauke, Kapolres Merauke, para Dansat/Balakdisjan jajaran Korem serta para Dansatgas Pamtas RI-PNG. (Penrem 174 Merauke).

Continue Reading

Uncategorized

Setahun Menghilang, Pelaku Pembunuhan Akhirnya Tertangkap Tim Polsek Makasar

Published

on

By

Jakarta, SENTANA – Polsek Makasar, Jakarta Timur akhirnya berhasil menangkap pelaku kasus pembunuhan yang selama setahun terakhir menjadi misteri. Dimana tahun lalu polisi menemukan jenazah Hilda Hidayah (22), seorang ibu hamil yang terkubur separuh badan di Taman Kota KM 00 Tol Jagorawi, Makasar, Jakarta Timur tepatnya pada Minggu (07/04/2019) pukul 07.00 Wib.

“Motif pembunuhan berhasil kita ungkap setelah dua tersangka M Khairul Fauzi alias Unyil dan Hendra Supriyatna alias Indra berhasil kita tangkap,” kata Kapolsek Makasar, Kompol Saiful Anwar, pada Rabu (16/12/2020).

Pengungkapan perkara pembunuhan itu berawal saat polisi menerima laporan dari salah satu warga yang melihat keberadaan tersangka Unyil di kawasan Cawang, Jakarta Timur pada Senin (14/12/2020). “Saat itu juga Tim Rajawali Polrestro Jaktim bersama Unit Reskrim Polsek Makasar menangkap tersangka Unyil,” sambung Saiful.

Unyil yang sehari – hari berprofesi sebagai kondektur Bus Mayasari Bakti berperan mengubur jasad korban. Saat diinterogasi, ia pun membuka identitas tersangka pembunuh Hilda, yakni Indra yang merupakan selingkuhan korban.

“Mereka berhubungan setahun lebih. Tersangka yang sudah berumah tangga sering menginap di kontrakan korban hingga yang bersangkutan hamil sekitar lima hingga enam bulan,” kata Saiful.

Berangkat dari keterangan Unyil, polisi mendeteksi keberadaan Indra di kawasan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

“Kita datangi kontrakannya, tapi ternyata hanya ada istri tersangka. Informasi yang kami peroleh, Indra bekerja di salah satu perusahaan ekspedisi di Cibitung,” katanya.

“Rupanya Indra sedang bekerja mengantar barang menuju Kebawen, Jawa Timur. “Saat itu juga kami mengarah ke sana dan berhasil menangkap tersangka,” kata Saiful.

Terungkap pula motif pembunuhan yakni kekesalan atas sikap korban yang meminta pertanggungjawaban terhadap tersangka karena hamil. “Dia marah-marah terus karena hamil,” kata Indra dalam gelar perkara di Mapolsek Makasar.

Indra yang saat itu berprofesi sebagai sopir selama enam tahun di PO Bus Mayasari, menghabisi nyawa korban di dalam bus lalu meminta bantuan tersangka Unyil untuk mengubur korban di Taman Kota KM 00 Tol Jagorawi.

Saat ini kedua tersangka dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman penjara seumur hidup.

Atas keberhasilan pengungkapan kasus yang sudah berlarut ini, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Imron Ermawan SIK mengapresiasi hasil kinerja tim Polsek Makasar yang dipimpin Iptu M Zein SH.

Penulis : Tubagus Agus Salim

Editor   : Mikhael Sinaga

Continue Reading

Uncategorized

Polda Lampung dan Yayasan Tzu Chi Salurkan Bantuan Sosial COVID 19

Published

on

By

Bandar Lampung, SENTANA – Kapolda Lampung Irjen Pol. Drs. Purwadi Arianto MSi dan Wakapolda Lampung Brigjen Pol. Drs. Subiyanto menghadiri pelaksanaan penyerahan beras bantuan sosial dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia kepada Polda Lampung yang dilanjutkan dengan penyerahan dan pelepasan secara simbolis bantuan sosial ke Polres/ta serta jajaran, Selasa (15/12/2020).

Acara tersebut dilangsungkan di lobby Mapolda Lampung dengan dihadiri oleh Ketua Yayasan Sosial Buddha Tzu Chi Indonesia Suherman Suharsono dan rombongan, PJU Polda Lampung Dan Perwakilan Dari Polres jajaran Polda Lampung.

Adapun rincian bantuan yang akan didistribusikan oleh Polda Lampung melalui Perwakilan Polres dan Jajaran antara lain beras 140 ton bantuan dari yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, gula pasir 2 ton bantuan dari PT HPM dan PT Sugar Group Companies, minyak goreng 1 ton bantuan dari PT Sunoto Agrindo serta masker sebayak 21.000 buah bantuan dari PT Sugar Labinta.

Dalam kesempatan ini, Kapolda Lampung mengucapkan teruma kasih atas dukungan dan kepedulian dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

“Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kepedulian yayasan Buddha Tzu Chi, semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, dan apa yg telah kita laksanakan mendapat pahala dari Tuhan Yang Maha Esa” ucap Kapolda Lampung dalam sambutannya.

Sasaran pendistribusian bantuan ini adalah masyarakat yang terdampak Covid-19. Polda Lampung mengharapkan hal ini dapat meringankan beban mereka.

Acara dilanjutkan penyaluran bantuan secara simbolis dari Yayasan Buddha Tzu Chi, yang diberikan oleh Bpk Suherman Suharsono kepada Kapolda Lampung dan beberapa Kapolres di bawah jajaran Polda Lampung.

Selanjutnya Kapolda Lampung memimpin pelepasan rangkaian kendaraan yang berangkat untuk membawa bantuan sosial ke Polres masing-masing. Acara pun ditutup dengan sesi foto bersama.

Penulis: Tubagus Agus Salim

Continue Reading
Advertisement

Trending

Copyright © 2019 HarianSentana.com. Theme by PT. Ciptamedia Kreasi.