Connect with us

Sepakbola

Detasemen Polisi Meliter Divisi Infanteri 1 Kostrad TNI AD, Gelar Ajang Silahturahmi Sepak Bola

Published

on

Bogor, HarianSentana.com – Banyak cara dilakukan untuk terus mempererat tali silaturahmi. Seperti yang dilakukan Detasemen Polisi Meliter Divisi Infanteri 1/ Kostrad Polisi Meliter TNI AD (POMAD) yang mengadakan pertandingan sepak bola persahabatan dengan Persipa Cibinong di lapangan Denpom Divisi Infanteri 1 Kostrad Sukaraja Kabupaten Bogor, Jumat (28/10/22).

Letkol CPM Tri Bagja Saptapatriad, SH Komandan Detasemen Polisi Militer Divisi Infanteri 1 Kostrad mengatakan, dalam pertandingan sepak bola persahabatan tersebut, bukan mencari menang dan kalah. Akan tetapi yang dicari adalah sarana untuk mempererat tali silaturahmi dan menjalin kedekatan dengan komponen masyarakat” jelas nya.

Ajang silaturahmi sepak bola Detasemen Polisi Meliter melawan Persipa Cibinong, Dalam kegiatan rutin olahraga sepak bola agar para satuan anggota selalu menjaga stamina fisik yang kuat dalam berlatih dan mejalankan tugas Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).tambah nya

Pihaknya menjadikan ajang sepak bola persahabatan ini sebagai sarana ‘refreshing’ sejenak dari penat rutinitas kedinasan .

Lebih lanjut ia juga mengucapkan terima kasih tak terhingga saya ucapkan kepada rekan rekan anggota telah hadir dan bermain sepak bola persahabatan bersama. mari kita junjung sportifitas karena menang dan kalah hanyalah bagian dari permainan. Namun tujuan utama yang ingin diraih adalah kebersamaan, kekompakan dan sehat bersama, walupun hasil pertandingan skor 4-2 untuk kemenangan Persipa Cibinong ,” ungkapnya Tri.

Untuk itu kedepan nya kita lebih giatkan lagi untuk berolahraga bersama guna menjaga stamina tubuh agar tetap bugar sehingga kita selalu sehat,” papar nya.

( Subur / Tabrani / Dedy F )

Opini

INDONESIA vs UZBEKISTAN
“Timnas Indonesia akan ke Final”

Published

on

By

ABU ABDULLAH MUHAMMAD bin Ismail Al-Bukhari. Pernahkan mendengar nama panjang ini? Sulit mengingatnya. Nama ini lebih mudah diingat, bila kita gandeng menjadi Bukhari & Muslim. Ahli ‘hadist’ dan ulama gigih paling terkenal dan ‘sahih’, di Asia Tengah. Tepatnya, dari Kota Bukhara (Uzbekistan), 3.400-an kilometer menuju Kota Makkah. Imam Bukhari menjelajah, mencari jejak Islam, yang kemudian dikumpulkan dalam satu risalah, yang disebut ‘hadist’.

“Hadist’ secara harfiah bisa di terminologikan: kumpulan kata, perbuatan, dan sikap Rasulullah. Bukhari yang lahir 20 Juli tahun 810 (1 Syawal 256 H), telah mengelilingi Irak (Mesopotamia), Aljazair, Mekkah, Madinah, dan Bukhara (Uzbekistan). Secara gigih, dia dengan standard tinggi meriwayatkan, dan menyimpulkan jejak itu. akhirnya Bukhari, atau di Indonesia sering kita sebut Imam Bukhari. Mengumpulkan “segala perkataan” Rasulullah, dan sekaligus mendokumentasikannya, dalam satu buku yang disebut “Sahih Al Bukhari”. Setelah meninggal 1 September tahun 870 M, buku ‘hadist’ Imam Bukhari, menjadi “benchmarking” bagi para Pemeluk Islam di dunia.

Masih di Uzbekistan. Islam masuk ke negara berpenduduk 32 juta dan luas 447 ribu Kilometer ini di abad ke-8. Negara yang baru merdeka 1991 ini, kaya akan jejak-jejak Islam. Bahkan seorang sepupu Rasulullah, memulai dakwahnya, di luar Jazirah Arab, di seluruh negara Asia Tengah: Kazakhstan, Tajikistan, Turkmenistan, Kyrgistan, dan Uzbekistan.
Qatsam Ibnu Abbas Bin Abdul Muthalib, dialah sahabat, dan sekaligus sepupu Rasulullah SAW itu.

Alkisah menyebutkan, semuanya bermula di Kota Samarkand (Uzbekistan). Sebelum penaklukan kota-kota di Uzbekistan oleh Pasukan Arab, Qatsam Ibnu Abbas telah tiba terlebih dahulu di salah satu Kota sejarah “ahli hadist” ini. Yaitu Samarkand. Lewat sepupu Rasulullah inilah, Islam kemudian berkembang pesat. Qatsam Ibnu Abbas tidak pernah kembali lagi ke Kota Mekkah-Madinah. Dakwahnya makin sukses. Memasuki abad-abad berikutnya, lahirlah kemudian para Ilmuwan dan Filsuf Islam dari Asia Tengah.

Ulasan di atas, semata untuk memberi pemahaman pada pembaca. Karena, mungkin banyak yang sudah mendengar nama Uzbekistan. Namun, banyak sekali yang belum tahu. Apa dan bagaimana ‘sich’ Uzbekistan itu.

Negara pecahan Uni Soviet ini, adalah lawan Timnas Indonesia, Senin (29 April 2024) di babak semifinal Piala Asia, U-23. Setelah secara meyakinkan menggusur Timnas Arab Saudi 2-0, 26 April semalam. Uzbekistan terakhir meraih juara pada gelaran “Asian Cup” edisi 2018. Rangking 63 dunia ini, mengobrak-abrik pertahanan juara Asia U-23 tahun 2022, Arab Saudi.

Melawan Tim berjuluk “White Wolves” atau “Serigala Putih” ini, tentu bukanlah hal yang mudah bagi Rizky Ridho dkk. Menurut catatan, pertemuan dengan Timnas Uzbekistan, di berbagai kelompok umur (termasuk Timnas Senior), Timnas Indonesia, sangat sulit mengalahkannya. Bagi Timnas U-23, ini adalah pertemuan pertamanya dengan Uzbekistan U-23.

Di level Timnas Senior, Indonesia baru dua kali bertemu dengan Uzbekistan. Hasilnya, sekali ‘draw’, dan sekali kalah. Dalam Kualifikasi Piala Dunia 1998 itu, skor pertandingan Timnas Indonesia versus Uzbekistan: 1-1, dan 0-3. Sementara dalam Piala Asia U-20 yang berlangsung di Uzbekistan, Timnas U-20 Indonesia bermain draw 1-1.

Timnas Indonesia, memang “jarang bertemu” dengan Timnas Uzbekistan. Wajar, karena Negeri tempat banyaknya “gadis cantik” ini, baru merdeka 31 Agustus 1991.
Saya punya keyakinan. Melihat kemampuan Pemain Timnas yang merata. Stamina tinggi, akurasi serangan, serta kemampuan mengorganisasi pertahanan. Plus kiper yang sangat “responsif”, rasanya. Mengalahkan Uzbekistan bukanlah “halusinasi’. Sama seperti mengalahkan Korea 11-10 (adu pinalti), Australia 1-0, dan Yordania 4-1. Partai ini, adalah yang tersulit bagi Timnas.

Dalam pandangan saya.
Setiap hasil pertandingan dan prestasi, pasti punya “harga”. Tidak ada yang “gratis”. Pembinaan oleh Pelatih Shin Tae Yong, bersama Choi In-choi dan Nova Arianto, dalam empat tahun terakhir, sejatinya ada “ongkos” yang harus dikeluarkan. Pembinaan optimal, tak akan efektif. Tanpa “finansial” yang optimal pula.

Buah pembinaan itu telah terlihat di Piala Asia 2024 ini. Setelah Australia dan Yordania kita libas. Dua hari ke depan Justin Hubner dkk, akan menghadapi “White Wolves” yang diperkuat bintang-bintangnya: Umarali Rahmonaliyev, Khusayin Norchaev, Abbosbek Fayzullsev dkk.

Apa yang saya saksikan “match'” antara para juara: Uzbekistan (2018) dan Arab Saudi (2013) Jumat semalam, keduanya tidaklah istimewa. Itu bila saya boleh menganalisa jalannya pertandingan. Sekalipun Uzbekistan menang 2-0, sekali lagi itu tidaklah istimewa. Melihat skema permainan Indonesia.

Serangan seperti “batu cadas”, tajam. Pertahanan bagai tembok “puzzle” yang terserak dan ada di semua sudut. Lalu lapangan tengah seperti “banjir bandang”, deras mengumpan bola. Dan, kiper seperti “lem tajin” yang lengket. Indonesia, asumsi saya akan melaju ke final mengalahkan Uzbekistan, pada semifinal, Senin. Modal kita untuk itu, sudah cukup. “Vini, Vidi, Vici”. Semoga.()

OLEH: Sabpri Piliang
WARTAWAN SENIOR

Continue Reading

Sepakbola

Jelang FIFA World Cup U17, PLN Tinjau Langsung Kesiapan Kelistrikan JIS

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com – FIFA World Cup U17 akan berlangsung di Indonesia mulai tanggal 11-24 November 2023 mendatang. Beberapa stadion di Indonesia terpilih sebagai tempat bertandingnya laga internasional tersebut, salah satunya Jakarta International Stadium (JIS) yang berada di kawasan Tanjung Priok. Menyusul telah diumumkannya lokasi pertandingan FIFA World Cup U17, PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya siapkan pasokan listrik untuk memastikan pertandingan tersebut berlangsung lancar.

General Manager PLN UID Jakarta Raya bersama Executive Vice President Operasi Distribusi Jamali (EVP ODJ) PT PLN (Persero) melakukan inspeksi kesiapan kelistrikan jelang pertandingan. Inspeksi dilakukan mulai dari pengecekan gardu distribusi, panel instalasi JIS, hingga suplai listrik ke dalam stadion.

JIS sendiri akan disuplai dengan pengamanan kelistrikan 4 lapis untuk memastikan listrik yang andal selama pertandingan. Tidak hanya JIS, PLN juga telah menyiapkan kesiapan kelistrikan untuk 4 lokasi lain yang menjadi tempat latihan para atlet, diantaranya Stadion Madya Gelora Bung Karno (GBK), Lapangan ABC GBK, Gelanggang Olahraga Soemantri Brodjonegoro, dan juga Lapangan Banteng.

General Manager PLN UID Jakarta Raya, Lasiran menyatakan PLN telah menyiapkan personel dan peralatan untuk mendukung keandalan pasokan listrik.

“PLN siap menjadi yang terdepan untuk mendukung suksesnya gelaran FIFA World Cup 2023 U-17 yang akan berlangsung di JIS nanti,” terang Lasiran.

Sebanyak 276 personel disiapkan, 7  unit Uninterruptible Power Supply (UPS) total daya 2.500 kVA, 4 Unit Gardu Bergerak (UG ) total daya 3.400 kVA, 1 unit tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB), 1 unit mobil crane, 5 unit mobil pelayanan teknik (yantek), serta 30 motor yantek disiagakan untuk mengamankan pasokan listrik ke JIS.

“PLN juga terus berkoordinasi dengan pihak JIS untuk memastikan kebutuhan listrik selama acara dapat disuplai penuh dari PLN,” tutup Lasiran.()

Continue Reading

Sepakbola

Persipa Cup Gelar Turnamen Sepak Bola Liga Kocok, Dalam Rangka Memeriahkan HUT RI Ke- 78

Published

on

By

Bogor, Hariansentana.com — Turnamen Sepak Bola liga kocok dalam rangka memperingati  HUT kemerdekaan RI ke-78 tingkat Kelurahan Sukahati, kembali digelar pekan ini, di lapangan bola Persipa Pajeleran, Kelurahan Sukahati kecamatan Cibinong kabupaten Bogor, Rabu (03/10/23).

Turnamen sepak bola liga kocok persipa kali ini,diikuti 8 club’, setiap club akan menggunakan nama Club liga Inggris dan liga Itali, Spanyol dan Jerman.

Turnamen ini, merupakan wadah untuk mengasah kemampuan bagi setiap tim, untuk bisa menampilkan permainan terbaiknya. Sekaligus untuk menjalin silahturahmi antar warga. 

Berikut daftar peserta liga kocok. Manchester United,- Dortmund, Inter, Manchester city, Chelsea, Juventus, Real Madrid, Barcelona…( Subur / Tabrani / Dedi F )

Continue Reading
Advertisement

Trending