Pendidikan
Danjen Akademi TNI Buka Pendidikan Dasar Integratif Tahap-II Prajurit Taruna Tingkat-1 Tahun Pendidikan 2020/2021
Magelang, Hariansentana.com -Komandan Jenderal Akademi TNI Marsekal Madya TNI Tamsil Malik, S.E., membuka pendidikan dasar Integratif tahap II Prajurit Taruna Tingkat I Akademi TNI Tahun pendidikan 2020/2021, di lapangan Taruna Bhakti, Resimen candradimuka Akademi TNI, Magelang, Senin (30/11/2020).
Dalam amanatnya Danjen Akademi TNI menyampaikan, Akademi TNI adalah Badan Pelaksana Pusat di tingkat Mabes TNI yang berkedudukan langsung di bawah Panglima TNI, dengan tugas pokok menyelenggarakan pendidikan pertama perwira TNI yang bersumber dari Taruna Akademi TNI dari matra darat, laut dan udara, yang bersifat integratif dalam rangka menyiapkan kader Pimpinan TNI.
Adapun tugas yang dilaksanakan adalah menyelenggarakan pendidikan integratif Taruna Tingkat-1 Akademi TNI. Pendidikan Integratif Taruna Tingkat-1 Akademi TNI merupakan pendidikan dasar tahap awal dari bagian pendidikan Pertama Perwira TNI, dengan tujuan untuk membentuk, menanamkan dan menumbuh-kembangkan sikap, semangat dan jiwa keparjuritan bagi calon Prajurit Taruna (Capratar) Akademi TNI.
“Mengingat mereka sebelumnya adalah masyarakat sipil. Pendidikan Dasar integratif dilaksanakan selama 6 bulan yang dibagi dalam 2 tahap di Menchandra Akademi TNI, Magelang,” ujarnya.
Pendidikan integratif tahap-1 Taruna Akademi TNI diikuti oleh 672 Calon Prajurit Taruna atau Capratar (Taruna Darat 425 orang, Taruna Laut 230 orang dan Taruna Udara 117) dan dilaksanakan bersama dengan Calon Bhayangkara Taruna Akpol sebanyak 251 orang, sehingga pendidikan tersebut dinamakan Pendidikan Dasar Integrasi Kemitraan Akademi TNI dan Akpol Tp. 2020/2021.
Pendidikan Dasar Integrasi Kemitraan Taruna Akademi TNI dan Akpol Tahun 2020 ini adalah pelaksanaan pendidikan yang keenam dalam satu wadah lembaga pendidikan yang sama, yaitu di Menchandra Akademi TNI yang dibuka pada tanggal 1 September 2020. Adapun maksud dan tujuan dari pendidikan dasar kemitraan ini adalah untuk membangun dan mewujudkan sinergitas dan soliditas bagi calon-calon generasi pemimpin TNI-Polri di masa datang.
Pendidikan dasar Integrasi Kemitraan Taruna Akademi TNI dan Akpol pada tanggal 27 November 2020 yang lalu telah selesai dan ditutup melalui upacara Wisuda Prajurit dan Bhayangkara Taruna Akademi TNI dan Akpol (Wisuda Prabhatar) dengan Inspektur Upacara Panglima TNI secara virtual melalui vicon di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta.
Setelah pendidikan dasar integrasi kemitraan selesai, selanjutnya sebanyak 251 Taruna Akpol akan diserahkan kepada Gubernur Akpol guna mengikuti pendidikan lanjutan di Akpol Semarang. Sedangkan Prajurit Taruna Akademi TNI akan mengikuti pendidikan lanjutan tahap ke-2 selama 3 bulan kedepan di Menchandra Akademi TNI.
Pendidikan integratif tahap-2 ini diikuti oleh 672 Taruna Tingkat-1 Akademi TNI dan akan berlangsung selama 3 bulan kedepan. Setelah pendidikan integratif tahap-2 selesai dan para Taruna dinyatakan lulus serta dilantik menjadi Kopral Taruna, selanjutnya para Taruna Akademi TNI akan diserahkan ke Akademi Angkatan masing-masing guna melanjutkan pendidikan kematraan di Akmil, AAL dan AAU selama 3.5 tahun hingga Taruna dilantik menjadi seorang Perwira TNI dengan pangkat Letnan Dua.
Pendidikan
Pemprov DKI Jakarta Bakal Tambah 63 Sekolah Swasta Gratis
Jakarta, Hariansentana.com.- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen untuk terus memperluas akses pendidikan berkualitas bagi warganya. Hal ini ditunjukkan dengan rencana penambahan jumlah sekolah swasta yang menjalankan program pendidikan gratis di ibu kota.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, Nahdiana menyampaikan, akan menambah 63 sekolah swasta untuk program pendidikan gratis. Sebelumnya, program ini telah berjalan di 40 sekolah pada 2025.
“63 (sekolah) kita akan tambah, sekarang ini kan 2026 jadi 103 jumlahnya. Kan yang 40 yang awal. Kalau yang 40 itu sudah tahun 2025,” ujar Nahdiana, di Kantor Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Jakarta Selatan, Kamis (26/2/2026).
Dengan rencana penambahan ini, maka total terdapat 103 sekolah swasta yang akan menjalankan program pendidikan gratis bagi siswa Jakarta pada Juli 2026.
“Jadi 103 (sekolah swasta yang menjalankan program pendidikan gratis) ini akan mulai di Juli 2026,” katanya.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung di dampingin Dr.Ali Maulana hakim Asisten Kesra Sekda DKI Jakarta menegaskan, peran penting pendidikan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen untuk memprioritaskan sektor pendidikan bagi anak-anak Jakarta melalui berbagai program bantuan yang disiapkan, seperti KJP, KJMU, dan pemutihan ijazah.
“Bahwa kata kunci dalam keluarga kalau ingin ada perubahan, maka yang paling utama adalah pendidikan. Sekali lagi, pendidikan,” ucap Pramono.(Sutarno)
Pendidikan
Catatan Akhir Sekolah Gelar Do’a Bersama Pelajar se-Bogor, Perkuat Komitmen Tolak Tawuran dan Narkoba
Perkuat Komitmen Tolak Tawuran dan Narkoba, Pelajar se-Kota Bogor Hadiri Do’a Bersama yang Diadakan Catatan Akhir Sekolah
BOGOR, SENTANA – Catatan Akhir Sekolah (C.A.S) menggelar kegiatan pembinaan sekaligus silaturahmi pelajar bertajuk “Do’a Bersama Catatan Akhir Sekolah dan Pelajar se-Bogor”, pada Jum’at (6 Februari 2025).
Kegiatan tersebut berlangsung di Markas C.A.S, Jalan Letjen Ibrahim Adjie, Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat.
Kegiatan ini diikuti pelajar tingkat SMP dan SMA/sederajat se-Kota Bogor, serta perwakilan komunitas pelajar dan kepemudaan. Selain menjadi ruang pertemuan antarpelajar, acara tersebut juga diisi dengan program “Jum’at Berkah” berupa pembagian makanan gratis untuk pelajar dan masyarakat, serta pembacaan do’a dan salawat bersama.

Melalui keterangannya, Jum’at (6/2), Ustadz Bayu Candra Bahari menyampaikan tausyiah kepada peserta. Ia mengajak para pelajar untuk menyadari bahwa masa depan yang cerah hanya dapat diraih melalui konsistensi, do’a dan kerja keras, dengan menjauhi perilaku negatif seperti tawuran, narkoba, anarkisme, radikalisme dan bullying, serta fokus pada belajar dan pengembangan diri, karena kekuatan sejati bukan terletak pada fisik atau kekuasaan, melainkan pada kemampuan mengendalikan emosi dan hawa nafsu, menjaga hati dari kebencian, memilih jalan damai, menghargai sesama, dan mengamalkan nilai-nilai Islam yang menekankan kedamaian, kasih sayang dan tanggung jawab terhadap diri sendiri maupun lingkungan.

Pihak Catatan Akhir Sekolah menegaskan bahwa, kegiatan tersebut digelar untuk memperkuat ikatan silaturahmi antar pelajar, sekaligus mencegah potensi tawuran dan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja.
Selain itu, kegiatan ini juga ditujukan untuk menanamkan nilai disiplin, sportivitas, serta menyediakan ruang positif bagi pelajar agar dapat menyalurkan minat dan bakatnya melalui aktivitas yang edukatif dan konstruktif.
Dalam kesempatan yang sama, para pelajar turut menyampaikan Deklarasi Catatan Akhir Sekolah Bersama Pelajar se-Bogor Raya sebagai bentuk komitmen bersama menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, damai dan berintegritas.
Deklarasi tersebut memuat enam poin utama, yakni:
- Menolak segala bentuk aksi tawuran antar pelajar.
- Menjauhi narkoba dan obat-obatan terlarang.
- Tidak melakukan aksi anarkis dan vandalisme serta mengedepankan dialog dalam penyelesaian konflik.
- Melawan segala bentuk bullying yang dapat merusak mental dan masa depan pelajar.
- Menghindari praktik judi online yang merusak masa depan pelajar.
- Menolak paham radikalisme serta menjunjung tinggi toleransi dan keberagaman di lingkungan pendidikan.
Melalui kegiatan tersebut, Yayasan Catatan Akhir Sekolah berharap, dapat menghadirkan contoh nyata kolaborasi pelajar dan komunitas dalam membangun iklim pendidikan yang sehat dan aman. “Dengan komitmen bersama ini, pelajar diharapkan mampu mempersiapkan diri menjadi generasi berkarakter, berprestasi, serta memberikan manfaat bagi bangsa dan negara,” pungkasnya. (Red).
Pendidikan
Lantaran Tidak Ikut Les, Orang Tua Murid SDN 01 Pajeleran Keberatan dengan Perlakuan Diskriminatif Terhadap Siswanya
Bogor, Hriansentana.com — Dunia pendidikan kembali tercoreng akibat perbuatan oknum guru SDN 01 Pajeleran .”Diduga melakukan kegiatan Les yang biayanya mencapai Rp 250 .000.’
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Rusliandy, menonaktifkan seorang guru berinisial S setelah yang bersangkutan diduga melakukan tindakan diskriminatif terhadap siswa di SDN Pajeleran 01.
Sebelumnya, Sejumlah orang tua siswa SDN Pajeleran 01 mendatangi pihak sekolah guna meminta penjelasan mengenai dugaan adanya perlakuan diskriminatif dalam penilaian.
Persoalan tersebut berawal dari adanya perbedaan nilai siswa kelas IV antara murid yang mengikuti les dan yang tidak, para orang tua menyebutkan bahwa kegiatan les itu dipungut biaya sebesar Rp250 ribu.
Salah satu sumber berinisial S perwakilan wali murid, menyebutkan bahwa siswa yang mengikuti les sering kali mendapatkan perlakuan berbeda, seperti diberi arahan oleh guru untuk memperbaiki jawaban saat ulangan.
Sementara itu Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor ( PRB ) M Johan Pakpahan S.H ketika di hub melalui tlp seluler nya rabu 17 /12 / 2025 meminta kepada Bupati Rudy Susmanto agar Kepala sekolah dan Kadisdik Kabupaten Bogor agar dapat di ganti ,” papar nya. (Ron)
-
Daerah4 days agoBudi Karya Sumadi Absen di Sidang Suap DJKA Medan, Jaksa Sebut Sedang Jalani Perawatan
-
Ibukota5 days agoTunggu Proses Administrasi, THR ASN DKI Jakarta Belum Cair, Pemprov Jakarta Dahulukan PJLP
-
Hiburan3 days agoKemeriahan Lebaran 2026, Ancol Persembahkan Festival Raya Kemenangan
-
Ibukota4 days agoASN Pemprov DKI Viral dalam Konten @sekitaran_jakut, Sedang Dalam Pengobatan

