Daerah
Curhat Terakhir Bung Harun Sebelum Ditahan Polres Subang Bikin Heboh
SUBANG — Sebuah video berisi curahan hati seorang wartawan mendadak viral di media sosial TikTok. Video yang diunggah melalui akun @mata.subang.news pada 25 Maret 2026 itu merekam pesan emosional Harun, jurnalis Triberita.com, beberapa saat sebelum dirinya ditangkap oleh Polres Subang.
Video tersebut diberi judul “Sebuah Harga untuk Kebenaran, Menjaga Marwah Pers” dan dengan cepat menyebar luas di kalangan masyarakat Subang. Isinya bukan sekadar pernyataan biasa, melainkan pesan perpisahan yang sarat emosi, kritik, sekaligus pembelaan diri atas tuduhan yang dialamatkan kepadanya.
Pesan Menjelang Penangkapan
Dalam video itu, Harun menyampaikan pesan kepada berbagai elemen masyarakat—mulai dari jurnalis, guru, buruh, hingga warga Subang. Ia juga secara khusus menyampaikan kata-kata kepada istri dan anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar.
“Ikhlaskan saya jika harus dipenjara, tapi ketahuilah bahwa saya sedang difitnah,” ucapnya dalam pesan tersebut.
Pernyataan itu menjadi bagian paling kuat yang kemudian memicu simpati publik. Narasi yang dibangun menggambarkan dirinya sebagai pihak yang tengah menghadapi tuduhan yang tidak sesuai dengan fakta.
Bantahan atas Tuduhan
Dalam curahan tersebut, Harun secara rinci membantah berbagai tuduhan yang diarahkan kepadanya. Ia menegaskan tidak pernah menerima uang Rp15 juta sebagaimana dituduhkan dalam kasus dugaan pemerasan.
“Sepeser pun tidak pernah saya terima. Bukti Rp0,” ujarnya.
Ia juga membantah tuduhan melakukan ancaman kekerasan. Menurutnya, satu-satunya alat yang ia gunakan adalah kerja jurnalistik: investigasi, data, dan tulisan.
Selain itu, tuduhan pencemaran nama baik disebutnya sebagai konsekuensi dari tugas jurnalistik yang dijalankannya dalam mengungkap dugaan persoalan pengelolaan pajak daerah.
Dimensi Personal dan Spiritual
Pesan tersebut tidak hanya berisi bantahan hukum, tetapi juga refleksi personal. Harun menegaskan kepada keluarganya bahwa dirinya adalah sosok yang lurus dan tidak melakukan perbuatan yang dituduhkan.
“Istriku, anakku… ayahmu adalah orang baik,” tuturnya.
Ia juga menyisipkan keyakinan religius, menyatakan bahwa kezaliman tidak akan bertahan selamanya dan bahwa setiap ujian memiliki makna.
“Jika Allah menyelamatkan saya, itu adalah mandat untuk terus berdiri sebagai wartawan yang setia pada kebenaran,” katanya.
Simbol Perlawanan Pers
Kalimat penutup dalam video tersebut menjadi simbol perlawanan yang kemudian banyak dikutip publik:
“Satu peluru hanya bisa menembus satu kepala, tapi satu tulisan bisa menembus ribuan kepala.”
Ungkapan itu mencerminkan keyakinannya terhadap kekuatan jurnalisme sebagai alat perubahan sosial.
Respons Publik dan Dampak Viral
Video tersebut dengan cepat menyebar dan menuai beragam respons. Sebagian masyarakat menyatakan dukungan moral kepada Harun, sementara lainnya menunggu proses hukum berjalan untuk memastikan kebenaran.
Viralnya video ini juga memperluas diskursus publik mengenai kebebasan pers dan batas antara kerja jurnalistik dengan dugaan pelanggaran hukum.
Konteks Penangkapan
Beberapa hari setelah video itu diunggah, Harun ditangkap oleh Polres Subang terkait dugaan pemerasan dan/atau pengancaman. Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono menyatakan kasus tersebut merupakan tindak pidana dan bukan bagian dari sengketa pers.
Menurut kepolisian, tersangka berinisial MH (47) diduga melakukan pemerasan terhadap seorang PNS berinisial DA (33) dengan memanfaatkan foto korban yang sedang tertidur di kantor.
“Tersangka meminta uang hingga Rp30 juta yang kemudian diturunkan menjadi Rp15 juta, dengan ancaman akan menyebarluaskan foto atau membuat pemberitaan negatif jika permintaan tidak dipenuhi.” ucapnya pada Konferensi Pers di Mako Polres Subang, (30/03/2026).
Polisi juga menyatakan telah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk telepon genggam, bukti komunikasi, serta menghadirkan ahli dari bidang pers, bahasa forensik, dan hukum pidana.
Kasus ini dijerat menggunakan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara.
Namun, di sisi lain, sejumlah pihak menilai penangkapan tersebut berpotensi menimbulkan persepsi kriminalisasi terhadap jurnalis, terutama karena berkaitan dengan produk pemberitaan investigatif.
Reaksi keras datang dari Gerakan Pemuda Islam Subang. Ketua umumnya, Diny Khoerudin, menilai langkah tersebut sebagai bentuk kriminalisasi terhadap jurnalis.
“Ini berpotensi menjadi preseden buruk bagi kebebasan pers,” ujarnya.
Ujian Kebebasan Pers di Daerah
Kasus ini memperlihatkan bagaimana media sosial menjadi ruang baru bagi jurnalis untuk menyampaikan narasi personal di tengah tekanan hukum. Video Harun bukan hanya catatan pribadi, melainkan juga dokumen sosial tentang kondisi kebebasan pers di tingkat lokal.
Di satu sisi, aparat penegak hukum menegaskan pentingnya penegakan hukum terhadap dugaan tindak pidana. Di sisi lain, publik mempertanyakan apakah proses tersebut telah mempertimbangkan konteks kerja jurnalistik.
Menunggu Kepastian
Hingga kini, proses hukum terhadap Harun masih berjalan. Video yang diunggah sebelum penangkapannya tetap menjadi referensi penting dalam memahami sudut pandang personal sang jurnalis.
Bagi sebagian masyarakat Subang, pesan tersebut bukan sekadar curahan hati, melainkan simbol bahwa di balik setiap berita, ada risiko yang harus ditanggung.
Dan dalam kasus ini, risiko itu disebut oleh Harun sebagai: harga untuk kebenaran. (***)
Daerah
Kemajuan Sultra Diakui Nasional, Gubernur ASR Raih Sejumlah Penghargaan
SULTRA, SENTANA – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menunjukkan kemajuan signifikan di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sumangerukka. Prestasi ini dibuktikan dengan raihan sejumlah penghargaan bergengsi dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Sulawesi yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.
Acara berlangsung di Hotel Claro, Kendari, Jumat (29/5/2026). Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberikan apresiasi langsung kepada kepala daerah yang berprestasi di empat bidang utama, yaitu penanganan pengangguran, kemiskinan dan stunting, pengendalian inflasi, serta creative financing.
Sulawesi Tenggara berhasil menorehkan catatan gemilang di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sumangerukka.
Provinsi ini berhasil menduduki 5 peringkat terbaik nasional dalam penurunan tingkat pengangguran di tingkat kota dan kabupaten. Selain itu, Sultra juga meraih peringkat 2 terbaik tingkat provinsi dalam kategori Creative Financing.
Keberhasilan ini menunjukkan komitmen kuat Gubernur Andi Sumangerukka dalam mendorong inovasi keuangan daerah dan penciptaan lapangan kerja, sekaligus mempercepat penurunan angka pengangguran di seluruh wilayah Sultra.
Dengan raihan penghargaan ini, Sulawesi Tenggara semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu provinsi yang sedang mengalami akselerasi pembangunan dan kemajuan nyata di era kepemimpinan Gubernur Andi Sumangerukka.
Daerah
PC PMII DIY Dorong Gerakan Literasi bersama Istri Cak Imin
YOGJAKARTA, SENTANA – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PC PMII DIY) kembali menegaskan komitmennya dalam membangun kesadaran literasi di kalangan generasi muda melalui kegiatan Gerakan Literasi Bersama Hj. Rustini Muhaimin Iskandar yang dilaksanakan di MI YAPPI Balong, Kamis (28/5).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Hj. Rustini Muhaimin Iskandar, selaku Pembina Jendela Dunia Kita sekaligus istri dari Muhaimin Iskandar. Agenda ini melibatkan sebanyak 152 siswa-siswi yang mengikuti rangkaian kegiatan literasi dengan penuh antusiasme.

Melalui keterangannya, Jum’at (29/6), Hj. Rustini Muhaimin Iskandar menyampaikan harapannya, agar generasi muda, khususnya para pelajar dan pemuda-pemudi Indonesia, mampu meningkatkan budaya membaca dan kesadaran terhadap pentingnya literasi di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat.
“Literasi bukan hanya soal membaca buku, tetapi bagaimana generasi muda mampu membuka wawasan, berpikir kritis dan membangun masa depan bangsa dengan pengetahuan,” ujar Hj. Rustini Muhaimin Iskandar di hadapan peserta kegiatan.
Sementara Ketua (PC PMII DIY), Moh. Faisal, menyampaikan dukungan penuh terhadap gerakan literasi tersebut. Menurutnya, literasi merupakan fondasi penting dalam mencetak generasi bangsa yang unggul, progresif dan berdaya saing.
“PC PMII DIY siap mendukung dan mewujudkan harapan besar Hj. Rustini Muhaimin Iskandar dalam mencetak putra-putri bangsa yang melek literasi. Gerakan ini harus menjadi langkah bersama dalam membangun masa depan pendidikan yang lebih baik,” ungkap Moh. Faisal.
Ditempat yang sama, Ketua KOPRI PC PMII DIY, Ratna Tiara, turut menyampaikan bahwa gerakan literasi harus menjadi budaya yang terus dirawat oleh generasi muda, khususnya perempuan.
“Perempuan muda hari ini harus hadir sebagai generasi yang cerdas, kritis dan berdaya melalui literasi. Dari membaca, lahir kesadaran; dari pengetahuan, lahir perubahan,” tutur Ratna Tiara.
Melalui kegiatan ini, PC PMII DIY berharap, semangat literasi dapat terus tumbuh di kalangan pelajar serta menjadi gerakan kolektif yang melibatkan berbagai elemen masyarakat demi terciptanya generasi muda yang cerdas, kritis dan berkarakter. (Red).
Daerah
Idul Adha 2026: IKHROM Distribusikan 700 Paket Daging Qurban, Mengalami Peningkatan dari Tahun Lalu
DEMAK, SENTANA – Ikatan Keluarga Besar KH Muchtarom (IKHROM) kembali menyelenggarakan agenda tahunan penyembelihan dan pendistribusian hewan qurban pada Hari Raya Idul Adha, Rabu (27/5/2026), bertempat di area sekitar Kantor Yayasan Ikhrom Hasana Center, Desa Kalikondang.
Kegiatan tahun ini mencatatkan peningkatan signifikan dalam jumlah paket daging yang dibagikan kepada masyarakat.
Pada Idul Adha tahun ini, IKHROM menerima amanah qurban berupa 2 ekor sapi dari H. Nurus Sholichin, serta 2 ekor kambing dari Ina Mariana dan Izzatul Mufty.
Prosesi penyembelihan dimulai sejak pagi hari pukul 08.00 WIB. Disaksikan oleh pihak keluarga besar dan segenap panitia, seluruh proses berjalan khidmat. Semangat gotong-royong tampak kental saat panitia dan warga bahu-bahu melakukan pengulitan hingga pembungkusan daging, yang rampung pada pukul 13.30 WIB, setelah ibadah shalat Dzuhur.
Melalui keterangannya, Rabu (27/5), Pembina IKHROM Pusat, H. Nurus Sholichin, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah ATR/BPN Provinsi Kepulauan Riau, memberikan apresiasi mendalam atas konsistensi organisasi.
Beliau berpesan agar kegiatan mulia ini terus dijaga keberlanjutannya.
”Saya berharap kegiatan qurban di Keluarga IKHROM tetap eksis dan kontinyu dilaksanakan, karena ini merupakan program tahunan yang telah menjadi kesepakatan bersama keluarga. Qurban adalah wujud kepedulian nyata kita kepada sesama di Hari Raya Idul Adha. Semoga pengorbanan kita di jalan Allah mendapatkan pahala, diterima dan membawa keberkahan dalam kehidupan kita semua,” tutur H. Nurus Sholichin.

Sementara itu, Ketua IKHROM sekaligus Ketua Panitia Qurban, Sholichul Hadi, M.Pd, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran acara dan peningkatan volume qurban tahun ini.
”Alhamdulillah, tahun 2026 ini mengalami peningkatan dalam pembagian daging qurban. Jika tahun kemarin kami mendistribusikan 536 bungkus, tahun ini ada 700 bungkus daging yang kami tasyarufkan (distribusikan),” ujar Sholichul Hadi, M.Pd.
Ia menambahkan bahwa, panitia telah membagikan 700 kupon kepada warga Desa Kalikondang, khususnya yang berada di sekitar Kantor Yayasan Ikhrom Hasana Center, serta para jamaah Istighosah Ahad Pon IKHROM. Pengambilan daging qurban dimulai pada pukul 13.40 WIB dan berlangsung tertib hingga selesai.
Kesuksesan acara ini juga tidak lepas dari peran aktif elemen masyarakat setempat. Koordinator Lapangan, H. Ahmad Arifin, menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang terlibat.
”Kami sangat berterima kasih kepada segenap jajaran panitia dan para pemuda RT 04 RW 03 yang ikut nyengkuyung (gotong-royong mendukung) demi suksesnya acara hari ini, mulai dari proses pengulitan hewan, pembungkusan, hingga pembagian daging di Kantor IKHROM,” pungkas H. Ahmad Arifin.
Secara keseluruhan, kegiatan qurban tahunan IKHROM tahun 2026 berjalan dengan sukses, lancar dan sarat akan nilai-nilai kepedulian sosial serta kebersamaan. (Red).
-
Polhukam6 days agoLSM Peduli Rakyat Bogor ( PRB ) Kecam Pernyataan Menteri Desa, Minta Klarifikasi dan Permintaan Maaf Publik
-
Seni Budaya6 days agoPameran Lukisan, Akan Terus Melahirkan Para Seniman yang Terus Berkarya
-
Ibukota3 days agoKelurahan Pademangan Barat potong Kurban, Jalin Tali Silaturrahmi Berbagi di Idul Adha 1447 H.
-
Ibukota5 days agoPT. Astra Internasional Tbk Berikan Bantuan Hewan Kurban Ke Pemkot Administrasi Jakarta Utara

