Nasional
Cegah Covid-19, Pertamina Foundation dan HOPE Luncurkan Wastafel Keliling
Jakarta, HarianSentana.com – World Health Organization (WHO) pada 29 Maret 2020 mengumumkan bahwa sebanyak 677,648 kasus yang terkonfirmasi positif terinfeksi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) dan sebanyak 31,737 jiwa meninggal setelah terkena virus tersebut.
Oleh karena itu, WHO menetapkan COVID-19 sebagai penyakit pandemik yang sangat mudah dan cepat menyebar. Diperkirakan angka kasus COVID-19 akan terus bertambah mengingat kasus tersebut mulai menyebar hampir diseluruh negara di dunia termasuk Indonesia.
Sementara di indonesia, kasus COVID-19 mulai muncul pada tanggal 2 Maret 2020. Terhitung hingga tanggal 29 Maret 2020, Kementrian Kesehatan Indonesia (Kemenkes) telah mengonfirmasi sebanyak 1,285 orang positif terkena virus COVID-19 dan sejumlah 114 orang diantaranya telah dinyatakan meninggal. Oleh karena itu, berbagai upaya terus dilakukan oleh Pemerintah Indonesia dan berbagai pihak untuk mencegah kenaikan drastis jumlah kasus COVID-19.
Terkait hal ini, Pertamina Foundation (PF) memiliki kepedulian dalam mencegah penyebaran virus COVID-19. Salah satu upaya yang dilakukan PF bekerja sama dengan HOPE Worldwide Indonesia adalah menggiatkan program cuci tangan menggunakan sabun di tempat umum dengan jarak antrian 1 meter melalui penyediaan layanan Wastafel Keliling (MK)” atau disebut juga “Mobile Handwashing Unit (MHU).
Penyediaan MHU dilakukan dalam upaya mendukung Pemerintah Provinsi (PemProv) DKI, Satuan petugas (Satgas) COVID-19, dan Kemenkes dalam mencegah penyebaran virus COVID-19. Pada tanggal 30 Maret 2020, MHU telah resmi digerakkan.

Lokasi peresmian MHU dilakukan di pintu masuk RS Wisma Atlet dan dihadiri oleh Unggul Putranto (Direktur Operasional) Pertamina Foundation, Charles M. Ham (Senior Advisor) HOPE Worldwide Indonesia, staf khusus perwakilan Kemenkes, dan Saiful Anwar (Kepala Kepolisian Sektor) Kemayoran.
Presiden Direktur Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, menyatakan bahwa Upaya Pertamina Foundation merupakan bagian kecil kontribusi dari seluruh elemen masyarakat yang bahu membahu saling mendukung untuk melawan wabah COVID-19. Energi positif ini harus terus digerakkan menjadi sebuah energi Indonesia yang besar dan tidak ada habisnya hingga wabah ini berakhir.
“Salah satu cara pencegahan dan pengendalian COVID-19 dengan cuci tangan pakai sabun. Penyedian Wastafel Keliling ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk selalu mencuci tangan pakai sabun dan menjaga kebersihan dimanapun berada, terlebih di tempat umum. Terimakasih kepada HOPE Worldwide Indonesia yang telah bekerja sama untuk menyediakan wastafel keliling ini, dan juga kepada Kemenkes, Puskes TNI, Satgas COVID-19 dan semua pihak yang turut membantu program ini. Mari kita bersama-sama kita bisa #lawancovid-19 demi kesehatan dan keberlangsungan kita bersama,” papar Agus.
Menurut dia, cuci tangan dengan sabun adalah intervensi pencegahan paling penting dalam memutus rantai penyebaran. Walaupun masyarakat dihimbau bekerja dari rumah, sebagian petugas kesehatan, kebersihan, polisi, tentara, dll tetap harus bertugas dengan resiko tinggi.
“Kami berharap Wastafel Keliling ini bisa memberikan akses bagi cuci tangan dengan sabun bagi yang tetap harus berkegiatan, apalagi disekitar RS Darurat COVID19 wisma atlet ini. Terima kasih untuk Kemenkes dan Puskes TNI yang bekerja ekstra keras dalam melayani para pasien,” pungkasnya.(sl)
Polhukam
Pembangunan Padel di Meruya Utara Jakbar, Disegel, CKTRP Pastikan Tak Ada Aktivitas
Jakarta, Hariansentana.com.- Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP) pemerintahan kota administrasi jakarta Barat memastikan tidak ada aktivitas pembangunan lapangan padel di RW 10, Kelurahan Meruya Utara, sebelum seluruh proses perizinan, termasuk Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) secara resmi selesai.
Penegasan tersebut disampaikan setelah sudis CKTRP Jakarta Barat menggelar rapat bersama pemilik bangunan lapangan padel di RW 10 Meruya Utara.
Rapat turut dihadiri Unit Pengelola Jakarta Aset Management Center (JAMC) BPAD DKI Jakarta dan Suku Badan Pengelolaan Aset Daerah (Suban PAD) Kota Jakarta Barat.
“ Kami menindaklanjuti pengaduan masyarakat dengan memanggil pemilik bangunan padel untuk membahas permohonan PBG,” ujar Plh Kepala Sudin CKTRP Jakarta Barat, Ridwan Arafah, saat dikonfirmasi, Rabu (2/9).
Ridwan menjelaskan, terdapat enam poin yang disepakati dalam rapat tersebut. Pertama, Perjanjian Kerja Sama (PKS) tertanggal 22 Desember 2025 mencakup lahan seluas sekitar 1.860 meter persegi. Namun, hasil peninjauan menunjukkan pemanfaatan atau bangunan di lokasi melebihi luasan yang tercantum dalam PKS.
Kedua, penambahan luasan telah diajukan dan proses penyempurnaan PKS atau adendum sedang berjalan, termasuk kebutuhan penilaian atas tambahan luasan. Ketiga, pihak JAMC tengah melakukan penilaian tambahan luasan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Hasil penilaian tersebut akan dilanjutkan ke proses persetujuan adendum hingga PKS selesai.
Keempat, dengan adanya perubahan luasan lapangan, pemilik diarahkan mengurus kembali rekomendasi teknis dari Dinas Pemuda dan Olahraga sebagai salah satu syarat pengurusan PBG lapangan padel. Kelima, pemilik bangunan diarahkan tidak melakukan kegiatan apa pun sampai proses perizinan dan PBG selesai. Dan keenam, Sudis/Sektor CKTRP akan melakukan monitoring secara berkala untuk memastikan tidak ada aktivitas pembangunan di lokasi.
“Kami pasang segel merah sebagai bentuk penghentian sementara. Monitoring akan terus kami lakukan agar tidak ada aktivitas sampai semua izin lengkap,” tegas Ridwan.
Sebelumnya diberitakan, pembangunan lapangan padel di RW 10 Meruya Utara menjadi sorotan masyarakat karena diduga belum mengantongi dokumen perizinan yang berlaku. (Sutarno)
Ibukota
Kelurahan Pademangan Barat Bersama PT KAI Daop I Bersihkan Tumpukan Sampah di Rel KA Pademangan Barat dan Timur
Jakarta, Hariansentana.com – Tumpukan sampah di sepanjang Jalan Waspada raya dan Pademangan V Raya, tepatnya di bantaran rel kereta api Pademangan Barat dan Timur, dibersihkan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Pademangan Barat dan Timur, Rabu (3/9/2026).
Sebanyak 45 petugas PPSU dan karyawan PT KAI Daop I dikerahkan untuk membersihkan tempat tersebut.
Kasie Ekbang kelurahan Pademangan Barat Teguh Suprihatin di dampingi Ustadz Robby Ketua LMK mengatakan, pembersihan sampah di lakukan karena sampah di lokasi tersebut kembali menumpuk dan mengganggu serta adanya kereta api kontainer yang anjlok.
“Sampah di lokasi tersebut merupakan sampah rumah tangga yang sengaja dibuang warga. Tumpukan sampah sudah membuat wilayah tersebut jadi tampak kumuh dan kotor,” ujar Teguh

Sebanyak dua truk sampah diangkut dari lokasi tersebut. Selanjutnya, agar kawasan tersebut tidak menjadi tempat pembuangan sampah liar, akan dipasang spanduk larangan membuang sampah.
“Tapi, yang paling utama agar kawasan tersebut bersih dari sampah. Diminta kesadaran warga untuk tidak membuang sampah sembarangan,” tegas Teguh.(Sutarno)
Nasional
Lukman Edy di Balik Konsolidasi Gus Kikin hingga Terpilih sebagai Ketum PBNU
JOMBANG, Sentana — Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Jombang telah melahirkan kepemimpinan baru. KH Miftachul Akhyar dipercaya sebagai Rais ‘Aam PBNU, sementara KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum PBNU.
Perhelatan Muktamar NU ke-35 juga mendapat perhatian langsung dari pemerintah. Presiden Prabowo Subianto hadir dalam pembukaan Muktamar pada 27 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, dan kembali hadir pada acara penutupan pada 31 Agustus 2026.
Kehadiran Presiden tersebut menunjukkan posisi strategis NU sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia sekaligus mitra penting pemerintah dalam berbagai agenda kebangsaan.
Di balik proses konsolidasi yang mengantarkan Gus Kikin ke pucuk kepemimpinan PBNU, terdapat sejumlah tokoh yang bekerja di belakang layar. Salah satunya adalah Dr. Ir. H. Muhammad Lukman Edy, M.Si.
Lukman Edy disebut memiliki peran penting dalam mengonsolidasikan dukungan bagi Gus Kikin menjelang Muktamar NU ke-35. Pengalamannya di lingkungan politik dan jaringan Nahdlatul Ulama menjadi salah satu modal dalam membangun komunikasi dengan para tokoh serta struktur NU di berbagai daerah.
Lukman Edy lahir di Teluk Pinang, Indragiri Hilir, Riau, pada 26 November 1970. Ia menempuh pendidikan Teknik Sipil di Universitas Brawijaya.
Kiprahnya di lingkungan NU dan politik nasional bukan hal baru. Ia pernah memimpin PKB Riau dan menjadi anggota DPRD Riau. Lukman Edy juga dikenal sebagai salah satu tokoh Melayu yang turut membangun kekuatan NU di Sumatera untuk bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang ketika itu dipimpin KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Pada 2005, Lukman Edy dipercaya Muhaimin Iskandar sebagai Sekretaris Jenderal DPP PKB. Dua tahun kemudian, ia mendapat kepercayaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal periode 2007-2009.
Konsolidasi Dua Pekan
Juru Bicara Tim Qanun Asasi, Abi Rekso, mengatakan kontribusi Lukman Edy dalam proses konsolidasi dukungan terhadap Gus Kikin cukup signifikan.
Menurut Abi, dukungan terhadap Gus Kikin mencapai 472 dukungan dari pengurus wilayah dan cabang NU di berbagai daerah di Indonesia.
Ia menyebut capaian tersebut tidak terlepas dari pengalaman dan jaringan Lukman Edy yang selama bertahun-tahun berinteraksi dengan tokoh-tokoh NU di berbagai wilayah.
“Kalau boleh jujur, persiapan ini hanya dua minggu setelah Yai Kikin mantap untuk maju. Di bawah koordinasi Pak Lukman Edy seluruh tim bersinergi secara paralel. Alhamdulillah hasil dukungan 472 karena kerja cerdas yang solid,” kata Abi Rekso.
Menurutnya, waktu konsolidasi yang relatif singkat menjadi tantangan tersendiri. Namun, koordinasi yang dilakukan secara paralel membuat proses penggalangan dukungan dapat berjalan efektif.
Peran tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa keberhasilan sebuah kontestasi di lingkungan organisasi sebesar NU tidak hanya ditentukan oleh figur yang tampil di depan publik, tetapi juga oleh kerja konsolidasi dan komunikasi yang berlangsung di belakang layar.
Kini, setelah Muktamar NU ke-35 menetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU, tantangan berikutnya adalah memastikan kepemimpinan baru tersebut mampu menyatukan seluruh elemen NU dan menjalankan agenda organisasi untuk lima tahun ke depan.
-
Peristiwa6 days agoPLN Akui Abaikan Hak Hidup Warga Dalam Pembangunan SUTET 500 Kv Tg.Priok-Muara Tawar
-
Polhukam6 days agoPremanisme dan Calo Marak di ATR/BPN Jakarta Utara, Ruang Kerja Pers Dipertanyakan
-
Polhukam6 days agoKetua Umum DPP GMNI, Mengajak Seluruh Elemen Bangsa untuk Jaga Indonesia
-
Nasional7 days agoKomut Pertamina Sambangi Korban Gempa di Reok, Hibur Anak-anak hingga Dengarkan Keluhan Pengungsi

