Nasional
Kakorlantas Akan Evaluasi Sirine Patwal, Cari Suara yang Tidak Mengganggu
JAKARTA – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryo Nugroho akan mengevaluasi terhadap penggunaan sirene di kendaraan patroli pengawalan (patwal).
Sebab, sirene patwal kerap dikeluhkan pengguna jalan lain. Agus mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat.
Agus menyoroti penggunaan sirene patwal yang dianggap mengganggu. Terutama, saat kondisi jalan sedang padat. Ia meminta Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Raden Slamet Santoso untuk segera mengevaluasi penggunaan sirene tersebut.
“Ini jadi kontribusi negatif ketika pada saat kemacetan ada suara-suara yang mengawal dan lain sebagainya,” ujar Agus, Jumat, 7 Maret 2025.
Menurutnya, jika memungkinkan penggunaan sirene panjang sebaiknya dihilangkan. Sirene panjang yang mengganggu itu sebaiknya diganti dengan alternatif yang lebih tepat serta tidak mengganggu pengguna jalan lain.
“Ini banyak sekali saran-saran dan masukan dari masyarakat dan bahkan ini bagian dari orang tidak suka. Saya terus terang saja, secara pribadi tidak begitu suka dikawal. Ini mungkin bisa kita koreksi,” katanya.
Meski begitu, perubahan sirene itu perlu dikaji lebih lanjut dengan melibatkan tim Korlantas Polri. Evaluasi akan dilakukan agar kebijakan yang diambil tetap mempertimbangkan aspek keamanan dan efektivitas tugas pengawalan.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah menyoroti penggunaan sirene di jalan. Menurut Sigit, suara sirene dari patwal sebaiknya diganti dengan cara yang lebih diterima masyarakat.
Selain itu, untuk pengawalan juga diharapkan lebih selektif. Bila keperluan tak mendesak tidak perlu memberikan prioritas yang justru berujung melanggar peraturan lalu lintas.
“Jadi mungkin gunakan suaranya yang lebih pas lah, misalkan dim kah, suara-suara yang membuat masyarakat bisa di satu sisi ‘oke nih ada kegiatan pengawalan’, namun di sisi lain juga tidak terlalu mengusik,” kata Sigit sebelumnya.
Ibukota
Bakal Calon Ketua Pokja PWI Polres Metro Jakarta Utara, Cardi Santoso Silaturahmi Perkuat Sinergitas dengan Institusi Polri
Jakarta, Hariansentana.com.– Dalam rangka mempererat tali silaturahmi, Bakal Calon (Balon) Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cardi Santoso melakukan kunjungan ke Polres Metro Jakarta Utara, Selasa (7/7/2026).
Dalam kunjungannya ke Markas Kepolisian (Mako) Polres Metro Jakarta Utara ini di sambut baik oleh Kasi Humas Polres Metro Jakarta Utara, Ibu Iptu Pol. Maryati Jonggi.
“Terima kasih banyak atas sambutan baiknya Ibu Jonggi,” kata Cardi, panggilan akrabnya, dalam keterangannya di Mapolres Jakarta Utara, Selasa (7/7/2026).
Cardi mengatakan, bahwa kunjungan tersebut selain mempererat silaturahmi, juga diupayakan sebagai penguat sinergitas antara kepolisian dengan insan pers, khususnya yang tergabung dalam PWI Pokja Polres Jakarta Utara.
“Tentunya kami silaturahmi agar semakin dekat. Sinergitas yang sudah terjalin sejak lama, dan InsyaAllah kolaborasi ini lebik baik lagi ke depannya,” ujarnya.
Menurutnya, menjalin hubungan yang baik antara kepolisian dengan media memiliki peran penting dalam penyampaian informasi yang akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Komunikasi dengan Ibu Jonggi terjalin lama. Jadi hubungan emosionalnya sudah baik,” ucapnya.
Sementara itu, Kasi Humas Iptu Maryati Jonggi mengucapkan terima kasih atas kunjungan Cardi Santoso, sebagai kandidat bakal calon Ketua PWI Pokja Polres Jakarta Utara.
Selain itu, kami juga menyambut baik dan siap berkolaborasi dengan PWI Pokja Polres Jakarta Utara dalam menyebarluaskan informasi positif di tengah masyarakat” pungkasnya. (Sutarno)
Ibukota
Tokoh Masyarakat Jakut, Prihatin atas Kelakuan Kontraktor yang Bikin Gaduh di Sudin Perumahan.
Jakarta, Hariansentana.com.- Tokoh masyarakat Jakarta Utara Opung Chairul Hasibuan (71th) sangat prihatin dengan kelakuan para kontraktor yang bikin gaduh di lantai 12.Ruang Suku dinas Perumahan.
Hal tersebut dikatakannnya di kantor Walikota administrasi Jakarta Utara usai mengikuti seminar Senin (6/7/3026).
Dijelaskannya bahwa kegaduhan yang dipicu oleh proses pengadaan pekerjaan di Jakarta Utara yang menurut mereka, dalam beberapa waktu terakhir terjadi perubahan pola pelayanan yang dinilai semakin tertutup.
Oleh karena itu, Opung mengajak kepada keluarga besar khususnya wartawan Jakarta Utara untuk jaga kebersamaan, kekompakan dan kekeluargaan.
“Mari kita jaga kebersamaan, kekompakan dan kekeluargaan. Kita keluarga besar wartawan Jakarta Utara harus waspada dari oknum yang mau memecah belah.” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama Walikota administrasi Jakarta Utara Hendra Hidayat mengatakan kepada media yang sedang mengikuti acara seminar bahwa, Sudin Perumahan yang ada di lantai 12. kantor walikota administrasi Jakarta Utara untuk mempermudah dalam pelayanan masyarakat.
“Kami menghimbau agar selalu jaga kenyamanan dan jangan mudah terprovokasi,” pungkasnya (Sutarno).
Ibukota
PWI Pokja Jakarta Utara adakan ” Sharing Session Jurnalis Perkotaan & Pengaruh Media Sosial.”
Jakarta, Hariansentana.com.– Pokja Persatuan Wartawan Indonesia Jakarta Utara bekolaborasi dengan Pemerintah Kota administrasi Jakarta Utara, Sudin Kominfotik, Polres Metro Jakarta Utara, Kodim 0502/JU, Kolinlamil, Yayasan Rumah Pena Nusantara, bersama stakeholder lainnya , melakukan.” Sharing Session Jurnalistik, yang bertemakan Jurnalis Perkotaan dan Pengaruh Media Sosial,” Senin.(6/07/2026).di lantai 14 Ruang Bahari Kantor Walikota Jakarta Utara di Jalan.Laksamana Yos Sudarso.kelurahan Kebon Bawang kecamatan Tanjung Priok kota administrasi Jakarta Utara.
Hadiri dalam acara tersebut kesit ketua PWI DKI Jakarta,Hendra Hidayat Walikota, Rudi Kasudin perhubungan, Ruky kasie Humas, Kapten Prima perwakilan Kololamil, Kapten Adam perwakilan Dandim 0502.JU.Tri Krisna Mukti RW Gen.Z, Opung Chairul Hasibuan tokoh wartawan Senior jakarta Utara.dan lainnya.

Ketua Pokja PWI Jakarta Utara Sunarno menyampaikan, bahwa kegiatan sharing sesion ini melibatkan lintas stakeholder sebagai sarana penting pemahaman jurnalistik profesional, etika dan bertanggung jawab.
“Kegiatan ini untuk memperkuat kolaborasi pemerintah, masyarakat, insan pers, konten kreator dan lainnya, bersinergi informasi dan berita yang akurat ditengah masyarakat, khususnya di Jakarta Utara,” sebut Sunarno dalam sambutannya di Sharing Session Jurnalistik.
Sementara itu, Walikota administrasi Jakarta Utara Hendra Hidayat menyampaikan bahwa platform digital ini bisa membuat 2 fenomena sekaligus.
“Disatu sisi media sosial bisa membawa memberikan kesempatan untuk warga dalam bagian penyebaran informasi dan memperkenalkan potensi daerah, mengangkat budaya lokal daerah, promosi UMKM dan media sosial juga bisa membuat pemerintah menyampaikan program-program pemerintah. Namun disisi lain, derasnya informasi di platform digital bisa menghadirkan tantangan yang tidak ringan, adanya konten AI, disinformasi, provokasi, penyebaran informasi yang belum terverikasi itu menjadi tantangan nyata yang kita hadapi bersama, ” tutur Walikota Jakarta Utara Hendra Hidayat.
Hendra Hidayat menyampaikan, bahwa kegiatan seperti ini penting membangun kesadaran bahwa setiap orang yang aktif di media sosial memiliki tanggung jawab moral atas informasi yang disampaikan melalui platform digital.
“Media sosial yang menjadi bagian ekosistem komunikasi publik, dan apa yang dipublikasi di media sosial bisa mempengaruhi persepsi publik, membentuk opini publik dan lainnya,:” sambung Walikota Jakarta Utara Hendra Hidayat.
Hendra Hidayat berharap agar kolaborasi ini terus dikuatkan dan menjadi tanggung jawab bersama untuk gotong royong menangkal informasi hoax atau informasi bohong.
“Semakin banyak informasi positif / konten positif terkait keberhasilan pembangunan di Jakarta mulai dari pembangunan infrastruktur, layanan publik, pemberdayaan masyarakat dan inovasi pelayanan lainnya yang dapat diangkat informasi positif secara terverikasi untuk disebarkan ke masyarakat dengan menjaga akurasi dan independensi informasi.
Kegiatan ini juga sebagai langkah nyata memperkuat sinergi pemerintah, insan pers komunitas masyarkaat dan seluruh elemen masyarakat,” pungkas Hendra Hidayat.
Selain itu, Salah satu insan pers Habibah memberikan support positif terhadap kegiatan. ” Ini yang membuka transparansi informasi terhadap insan pers. Insan pers dan pemerintah terus bersinergi dalam menciptakan ekosistem informasi yang sehat.” Tegasnya
Sementara itu Opung Chairul Hasibuan sangat mengaspresiasi kegiatan ini. Insan pers sambut baik langkah Pemerintah Kota Jakarta Utara & seluruh stakeholder yang membuka pintu transparansi dalam membangun komunikasi untuk kebutuhan informasi masyarakat, ” Agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan pemberitaan disajikan secara cover both side,” terang Chairul Hasibuan.(Sutarno)
-
Polhukam6 days agoPengurus Koperasi Bahana Lintas Nusantara Laporkan Sejumlah Direksi dan Pengelola Unit Usaha ke Bareskrim Polri
-
Hiburan7 days agoKeluarga Besar H. Yarni Hasan Hamid dan Hj Makenun Hasanah, Gelar Tasyakuran 50 Th Pernikahan Emas
-
Ibukota6 days agoKegiatan Gebyar PSN Jumantik Di RW 02 Kelurahan Pademangan Barat
-
Ibukota6 days agoPembangunan 11 Rusun Baru, Marunda dan Rorotan Jadi Prioritas

