Polhukam
Panglima TNI Terima Laporan Kenaikan Pangkat 56 Perwira Tinggi
Jakarta, Hariansentana.com – Sebanyak 56 Perwira Tinggi TNI menerima kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi dari pangkat semula. Kenaikan pangkat ini berdasarkan Surat Perintah Panglima TNI Nomor Sprin/1070/V/2021, tanggal 10 Mei 2021. Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P. menerima Laporan Korps Kenaikan Pangkat 56 Perwira Tinggi (Pati) TNI terdiri dari 33 Pati TNI AD,14 Pati TNI AL dan 9 Pati TNI AU, bertempat di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (11/5/2021).
Adapun 56 Pati TNI yang naik pangkat terdiri dari 33 Pati TNI AD yaitu Letjen TNI Tiopan Aritonang, S.I.P. (Dankodiklat TNI), Mayjen TNI Basuki Nugroho (Pa Sahli Tk. III Bid. Polkamnas Panglima TNI), Mayjen TNI Rukman Ahmad, S.I.P., M.S.S. (Staf Ahli Bid. SDM dan Teknologi Kemenko Polhukam), Mayjen TNI Sunarto Setia Budi, S.I.P. (Pa Sahli Tk. III Bid. Jahpers Panglima TNI), Mayjen TNI R. Agus Abdurrauf, S.I.P., M.Tr.(Han) (TA Pengkaji Bid. Kepemimpinan Nasional Lemhannas), Mayjen TNI Prantara Santosa, S.Sos., M.Si., M.Tr.(Han) (Kapuspen TNI), Mayjen TNI Dwi Mastono, S.E., M.M. (Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjamin Mutu (LP3M) Unhan), Mayjen TNI Fajar Setyawan, S.I.P. (TA Pengkaji Bid. Padnas Lemhannas), Mayjen TNI Hilman Hadi, S.I.P., M.B.A., M.Han. (Deputi Bid. Koordinasi Pertahanan Negara Kemenko Polhukam), Mayjen TNI Dr. dr. Catur Suzantra Sutisna, Sp.B., Sp.BA. (Kakommed RSPAD Gatot Soebroto), Mayjen TNI dr. Purwo Setyanto, Sp.B., M.A.R.S. (Kapoksahli Ka RSPAD Gatot Soebroto), Mayjen TNI Lismer Lumban Siantar, S.I.P. (Kas Kogabwilhan I), Brigjen TNI Yovensius Rosarindarta (Kapoksahli Pangdam Jaya), Brigjen TNI Darmanto (Pa Sahli Tk. II Kasad Bid. Siber), Brigjen TNI Sudi Prihatin, S.Sos. (Irter Itum Itjenad), Brigjen TNI Pribadi Jatmiko (Kapoksahli Pangdam IX/Udy).
Brigjen TNI Wasono, S.Sos., M.Hum. (Widyaiswara Bid. Min Akmil), Brigjen TNI Achmad Adipati Karnawidjaja, PSCJ., M.M. (Kepala Biro SDM pada Sekretariat Utama BIN), Brigjen TNI Dwi Surjatmodjo, S.H. (Kabinda Sulawesi Selatan pada Deputi Bid. Intelijen Dalam Negeri BIN), Brigjen TNI Ario Prawiseso (Kepala Biro Logistik pada Sekretariat Utama BIN), Brigjen TNI Armansyah, S.H. (Kabinda Sumatera Selatan pada Deputi Bid. Intelijen Dalam Negeri BIN), Brigjen TNI Dwi Endrosasongko, S.Sos. (Dirjianbang Seskoad), Brigjen TNI Triwahyu Mutaqin Akbar, S.Sos. (Kapusjarah TNI), Brigjen TNI Mushadi (Pa. Sahli Tk. II LH Sahli Bid. Wassus dan LH Panglima TNI), Brigjen TNI Agustinus Purboyo, S.I.P., M.Tr.(Han) (Dirdok Kodiklatad), Brigjen TNI Vincentius Satiawan Bayu Sasetiyo, S.I.P., M.Si.(Han) (Kabinda Papua Barat pada Deputi Bid. Intelijen Dalam Negeri BIN), Brigjen TNI Made Aryawan Winaya (Ir Pushubad), Brigjen TNI Akhmad Zainul Arifin, S.T. (Direktur Telematika pada Deputi Bidang Intelijen Teknologi BIN), Brigjen TNI dr. Moch Hasyim, Sp.An., K.I.C. (Dirum Puskesad), Brigjen TNI Dr. dr. Dian Andriani R.D., Sp.KK., M.Biomed., M.A.R.S., FINSDV. (Komite Etik Perumahsakitan RSPAD Gatot Soebroto), Brigjen TNI Eep Subana, S.E., M.M. (Pa Sahli Tk. II Kamteror Sahli Bid. Polkamnas Panglima TNI), Brigjen TNI Gatot Murdiyantoro, S.E. (Ir I Itjen Kemhan) dan Brigjen TNI Teguh Bangun Martoto, S.Sos., M.H. (Dirajenad).
14 Pati TNI AL yaitu Laksda TNI Catur Sudarsono, S.AP., M.M., M.Si.(Han) (Pa. Sahli Tk. III Bid. Banusia Sahli Panglima TNI), Laksda TNI Suratno, S.H., M.H. (TA Pengkaji Bid. Wawasan Nusantara Lemhannas), Laksda TNI Budi Kalimantoro (TA Pengajar Bid. Geopol dan Wawasan Nusantara Lemhannas), Laksda TNI Bambang Irwanto, M.Tr.(Han)., CHRMP. (Staf Ahli Bid. Keamanan Kemhan), Mayjen TNI (Mar) Nur Alamsyah, S.E., M.M., M.Tr.(Han). (Gubernur AAL), Laksma TNI Octavianus Budi Susanto, S.H., M.Si. (Dankodikopsla Kodiklatal), Laksma TNI Bambang Irawan, S.E., M.Tr.Opsla. (Direktur Kerjasama Bakamla), Laksma TNI Edi Krisna Murti (Danlatamal XIII/Trk Koarmada II), Laksma TNI Supriatno, M.Tr.(Han) (Kepala Biro Sarana dan Prasarana pada Settama Bakamla), Laksma TNI Sumardi, S.E., M.M., M.Si.(Han) (Kapok Sahli Koarmada I), Brigjen TNI (Mar) Imam Sopingi, M.M. (Kabinda Maluku Utara pada Deputi Bidang Intelijen dalam Negeri BIN), Brigjen TNI (Mar) Nana Rukmana, S.E. (TA Pengkaji Madya Bid. Politik Lemhannas), Brigjen TNI (Mar) Ludi Prastyono (Karo Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan Setmilpres Kemensetneg) dan Brigjen TNI (Mar) Suwandi, S.A.P., M.M. (Aspotwil Kaskogabwilhan II).
9 Pati TNI AU yaitu Marsda TNI Trusta Yuniarta (Pa Sahli Tk. III Bid. Ekkudag Panglima TNI), Marsda TNI R. Agung Handoko, S.H., M.M., M.H. (Orjen TNI Babinkum TNI), Marsma TNI M. Veronica Tig, S.E., M.M. (Kapoksahli Kodiklatau), Marsma TNI Bayu G. H. Kusuma (Dirum Kodiklatau), Marsma TNI Yostariza, S.E. (Karo Pengamanan Setmilpres Kemensetneg), Marsma TNI Djoko Hadipurwanto, S.E., M.M. (Dirum Sesko TNI), Marsma TNI Danang Sulistiyanto (Danpuspomau) Marsma TNI Saefullah, S.E., M.Sc. (TA Pengkaji Madya Bidang Wawasan Nusantara Lemhannas) dan Marsma TNI Soegeng Ryady, S.T. (Askomlek Kaskogabwilhan I).
Turut hadir dalam acara tersebut, Kasal Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., Kasau Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.M., Kasum TNI Letjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M., Wakasad Letjen TNI Bakti Agus Fadjari, S.I.P., M.Si., Irjen TNI Letjen TNI (Mar) Bambang Suswantono, S.H., M.H., M.Tr.(Han), para Asisten Panglima TNI dan Angkatan serta Pejabat Utama Mabes TNI.
Polhukam
THMP Ungkap Kekecewaan Jokowi: Kasus di Polda Metro Disebut Diintervensi Pihak Berkepentingan
JAKARTA — Tim Hukum Merah Putih (THMP) belum lama ini diterima bersilaturahmi dengan Presiden RI ke-7 Joko Widodo di kediamannya di Jalan Kutai Utara, Sumber, Solo, Kamis (21/5/2026).
Dalam pertemuan tersebut, hanya rombongan THMP yang diterima langsung oleh Jokowi tanpa kehadiran relawan lainnya. Hal itu sekaligus membantah rumor yang menyebut Jokowi mengumpulkan relawan di Hotel Sunan, Solo, Jawa Tengah.
Rombongan THMP terdiri dari C. Suhadi, M. Eddy Gozali, M. Kunang, Weldi, dan sejumlah anggota lainnya dengan total delapan orang. Pertemuan berlangsung sekitar satu jam lima menit.
“Dalam pertemuan itu fokus pembicaraan tidak membahas politik yang berat. Kami lebih banyak berbincang santai, termasuk menanyakan kondisi kesehatan Pak Jokowi yang terus membaik,” ujar Koordinator THMP, C. Suhadi, dalam keterangan persnya, Senin (25/5/2026).
Menurut Suhadi, Jokowi juga menjelaskan bahwa kunjungannya ke berbagai daerah bukan semata-mata terkait kepentingan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), melainkan karena adanya undangan langsung dari masyarakat.
“Pak Jokowi menyampaikan sudah banyak daerah yang meminta beliau hadir. Mungkin itu bentuk kerinduan masyarakat kepada sosok yang pernah memimpin bangsa ini selama dua periode,” katanya.
Suhadi menilai, di era kepemimpinan Jokowi, stigma pembangunan yang Jawa-sentris berhasil dihapus melalui pemerataan pembangunan hingga ke wilayah terluar Indonesia, termasuk Papua.
“Bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga pemerataan daya beli seperti kebijakan BBM satu harga. Langkah berani seperti itu jarang dilakukan presiden sebelumnya,” ujarnya.
Di sela perbincangan, kata Suhadi, pembahasan kemudian mengarah pada perkembangan kasus laporan pidana yang ditangani Polda Metro Jaya. Menurutnya, Jokowi mengaku kecewa karena kasus tersebut telah berjalan hampir satu tahun tanpa perkembangan signifikan.
“Menurut beliau, lambatnya penanganan kasus bukan karena penyidik Polda Metro tidak bekerja, tetapi karena adanya campur tangan pihak-pihak tertentu yang tidak ingin kasus ini sampai ke persidangan,” tutur Suhadi.
Ia mengatakan Jokowi justru mengapresiasi kerja penyidik karena telah mengumpulkan banyak barang bukti, termasuk dokumen lama seperti resi pembayaran masuk Universitas Gadjah Mada (UGM).
“Pak Jokowi menyebut penyidik bekerja sangat detail. Bahkan bukti-bukti yang sebelumnya tidak terpikirkan ternyata dimiliki penyidik,” lanjutnya.
Suhadi juga mengungkapkan bahwa menurut Jokowi, perkara tersebut sebenarnya telah berstatus P-21. Namun hingga kini belum diumumkan secara resmi.
“Beliau menduga ada kepentingan dari orang-orang besar yang berupaya menghambat agar kasus ini tidak berlanjut ke pengadilan,” katanya.
Dalam pertemuan itu, Jokowi disebut ingin perkara tersebut tetap diproses hingga persidangan agar dapat menjadi ruang pembuktian atas tuduhan terhadap dirinya.
“Pak Jokowi ingin menunjukkan langsung ijazah SD, SMP, SMA hingga perguruan tingginya di pengadilan agar masyarakat mendapat kepastian bahwa ijazah tersebut asli,” ujar Suhadi.
Ia menambahkan, Jokowi juga meminta agar proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk terhadap para pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
“Beliau menegaskan ini murni kasus pribadi, bukan menyangkut negara. Karena itu beliau meminta keadilan dan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya,” ucapnya.
Suhadi menilai sikap Jokowi dalam menghadapi persoalan tersebut menunjukkan komitmen terhadap penegakan hukum tanpa menggunakan pengaruh kekuasaan.
“Kami justru terperangah karena Pak Jokowi tidak menggunakan cawe-cawe kekuasaan dalam menghadapi kasus ini. Beliau memilih tetap menempuh mekanisme hukum yang berlaku,” pungkasnya.
Polhukam
LSM Peduli Rakyat Bogor ( PRB ) Kecam Pernyataan Menteri Desa, Minta Klarifikasi dan Permintaan Maaf Publik
Bogor, Hariansentana.com – Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor ( PRB ) mengecam pernyataan Menteri Desa yang dinilai tidak proporsional dan merusak nama baik lembaga swadaya masyarakat serta profesi wartawan.
Ketika di hubungi telephon seluler nya Senin 25 ,Mei 2026 ,M Johan Pakpahan S.H menilai Menteri Desa terlalu menggeneralisir ketika menyebut ada LSM dan wartawan yang sering meminta dana ke Desa. Menurutnya, pernyataan tanpa menyebut nama lembaga maupun oknum justru menimbulkan fitnah terhadap LSM dan pers yang menjalankan fungsi kontrol sosial.
“Kalau legislatif dan yudikatif bungkam, harapan rakyat Indonesia ada pada LSM, pers, akademisi, aktivis, dan profesor yang berani membuka tabir di negeri ini. “Pernyataan Menteri itu merusak kenyamanan kerja LSM dan wartawan,” ujar M Johan Pakpahan S.H selaku Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor ( PRB ).
Ia mendesak Menteri Desa segera melakukan klarifikasi dan meminta maaf kepada publik. juga meminta Menteri menyebut secara spesifik LSM mana, oknum siapa, daerah, provinsi, hingga desa mana yang dimaksud.
“Jangan asal bunyi. Kalau memang ada oknum, sebut namanya. Kami akan konsolidasi dengan LSM se-Indonesia. Kami menunggu, LSM mana yang dimaksud Pak Menteri,” tegasnya.
Johan menegaskan LSM berdiri berdasarkan badan hukum dan terdaftar di Kemenkumham serta Kesbangpol sesuai domisili. Menurutnya, anggaran dasar LSM mengatur fungsi kontrol sosial terhadap publik maupun instansi pemerintah dan dapat dipertanggung jawabkan .
“Bantuan untuk LSM itu sifatnya dukungan untuk menunjang kinerja, bukan pungli. Kalau ada oknum yang menggunakan nama LSM untuk kepentingan pribadi, itu bukan LSM, tapi oknum,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pernyataan Menteri yang meminta aparat hukum menangkap LSM dan wartawan. Menurutnya, hal itu bertentangan dengan hukum dan UUD 1945 Pasal 28 tentang kebebasan berpendapat sebagai bagian dari demokrasi.
“Kalau sudah membungkam dan menyuruh aparat menangkap LSM tanpa menyebut nama dan orangnya, ini sudah merusak. Kami minta Pak Menteri meluruskan pernyataan ini. Dalam waktu dekat kami akan melaporkan jika tidak ada klarifikasi,” kata Ketua LSM Pesuli Rakyat Bogor ( PRB ) M Johan Pakpahan S.H.
LSM Peduli Rakyat Bogor ( PRB ) menyatakan akan menggalang konsolidasi LSM se-Indonesia agar persoalan ini tidak menjadi bola liar politik yang merugikan gerakan kontrol sosial.” Papar nya…..Ron
Polhukam
Anak Muda Merupakan Estafet Kepemimpinan Bangsa, Ini Pesan Founder Rumah Saraswati
BANDUNG, SENTANA – Organisasi Rumah Saraswati menggelar seminar bertajuk “Generasi Muda: Obor Perjuangan, Bukan Api Kerusuhan”, dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional di Gedung Indonesia Menggugat, Kota Bandung, Kamis (21/5/2026).

Melalui keterangannya, Jum’at (22/5), Founder Rumah Saraswati, Diah Permata Saraswati mengungkapkan bahwa, kegiatan tersebut untuk mengingatkan generasi muda agar tidak terjebak dalam tindakan anarkis. Juga menjadi wadah penting untuk mengingatkan generasi muda agar tidak terjebak dalam tindakan destruktif. Sebaliknya, mereka diharapkan mampu menyalakan obor perjuangan dengan semangat kebangkitan nasional.
“Kegiatan tersebut lahir dari keprihatinan atas meningkatnya aksi kerusuhan yang menyeret pelajar dan remaja. Generasi muda harus diarahkan menjadi bagian dari solusi, bukan justru terlibat dalam tindakan destruktif yang merugikan diri sendiri maupun lingkungan sekitar,” ujarnya.
Diah menambahkan, momen ini sekaligus mencari tahu akar persoalan yang membuat generasi muda terjebak dalam tindakan anarkis. “Melalui forum edukatif seperti ini, kami berharap anak-anak muda mendapat informasi positif sebagai pembanding dari apa yang mereka temui di luar,” ujar Diah.
Diah menilai, anak muda merupakan estafet kepemimpinan bangsa yang harus dibekali ruang dialog dan pendidikan yang tepat agar mampu tumbuh menjadi pemimpin masa depan.
“Selama ini fokus pada isu perempuan dan anak melalui konsep “Bermain dan Belajar, Sekolah Tanpa Kelas” sebagai bentuk pendidikan alternatif bagi anak usia sekolah. Kami percaya ibu dan anak adalah satu paket yang bisa menjadi efek domino bagi keluarga dan lingkungan sekitar,” katanya.
Sementara itu, anggota Komisi I DPRD Jawa Barat, Rafael Situmorang menegaskan, masa depan bangsa sangat ditentukan kualitas generasi mudanya.
Menurut Rafael, perjuangan anak muda seharusnya diarahkan untuk membangun bangsa tanpa harus mengedepankan tindakan anarkis.
“Kalau anak-anak mudanya kuat, cemerlang, dan mau berjuang, Republik ini akan semakin maju,” ucapnya.
Rafael juga menyinggung perjuangan para pendiri bangsa yang kerap dipandang berbeda pada zamannya.
“Sukarno dulu dianggap pemberontak oleh Belanda, tapi bagi rakyat ia adalah pahlawan. Sama halnya dengan anak muda sekarang, perjuangan mereka bisa dipandang berbeda, namun esensinya tetap untuk kemajuan bangsa tanpa mengedepankan perilaku anarkis,” katanya.
Seminar tersebut diharapkan menjadi ruang refleksi sekaligus titik balik bagi generasi muda untuk membangun kesadaran kolektif di tengah berbagai persoalan sosial yang terjadi saat ini.
Rumah Saraswati bersama DPRD Jawa Barat, Kesbangpol dan DP3AKB Jabar sepakat, generasi muda harus menjadi obor perjuangan yang menerangi masa depan bangsa, bukan menjadi pemicu kerusuhan. (Red).
-
Ibukota5 days agoPramono Anung Lantik 884 Pejabat Pemprov DKI Jakarta,Pastikan Proses Mutasi Berdasarkan Sistem Merit.
-
Polhukam6 days agoKorupsi Mesin Jahit Jaktim Dibongkar, 3 Orang Jadi Tersangka
-
Polhukam3 days agoLSM PRB Minta Bupati Bogor Evaluasi Putusan PTUN Bandung Soal Kelalaian di Sentul
-
Ibukota4 days agoKelurahan Ancol Lakukan Penataan Kawasan TW II Tahun 2026. di Jalan Ancol Barat VI

