Connect with us

Nasional

Viral!! Didoakan Umat Kristiani, Pendeta Lorens: Anis Muslim yang Taat

Published

on

Jakarta, HarianSentana.com – Komunitas pendeta dan tokoh antarumat beragama mengajukan permintaan kepada calon presiden Anies Baswedan agar dapat menginspirasi kesuksesannya dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di Jakarta dan menerapkannya di seluruh penjuru Indonesia.

Ketua Umum DPP Badan Persaudaraan Antariman (Berani), Lorens Manuputty, mengungkapkan harapannya ini dalam sebuah pertemuan di Jakarta pada Sabtu (16/9). “Saya berharap Pak Anies dapat mengambil keberhasilannya dalam memelihara kerukunan umat beragama di Jakarta ke tingkat nasional,” katanya.

Sebelumnya, pada Jumat (15/9), Lorens dan sekitar 20 perwakilan pendeta dan tokoh antaragama bertemu dengan Anies Baswedan, calon presiden dari Koalisi Perubahan. Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Pdt. Gilbert Lumoindong dan Pdt. Shepard Supit.

Lorens mengungkapkan tujuan pertemuan ini adalah untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut tentang Anies Baswedan. Mereka menyadari bahwa pasca-pemilihan gubernur, Anies menghadapi berbagai stigma, seperti dituduh mendukung intoleransi dan politik identitas. Namun, setelah berbicara dan berbagi gagasan, mereka menyadari bahwa banyak stigma tersebut hanyalah prasangka semata.

“Kami mendapatkan informasi yang lengkap. Pak Anies bahkan adalah satu-satunya gubernur yang kami ketahui yang telah menerapkan kebijakan yang mendukung komunitas non-Muslim,” kata Lorens.

Dia menyebutkan beberapa contoh kebijakan yang mendukung beragam komunitas beragama, seperti pemberian dana Bantuan Operasional Tempat Ibadah (BOTI) dan kemudahan dalam proses perizinan pembangunan tempat ibadah.

Dalam pertemuan tersebut, mereka menyepakati untuk bersama-sama menentang narasi yang dapat memecah belah persatuan bangsa. Lorens menegaskan bahwa pasangan calon presiden Anies Baswedan dan calon wakil presiden Muhaimin Iskandari dari Koalisi Perubahan adalah perpaduan tokoh nasionalis, pemeluk kebhinekaan, dan pendukung Pancasila. Dia mengajak semua orang untuk mendukung koalisi ini.

Selama pertemuan dengan Anies Baswedan, mereka menyoroti tiga aspek penting yang sangat dihargai oleh kedua calon tersebut, yaitu persaudaraan sesama muslim (ukhuwah islamiyah), persaudaraan antar umat (ukhuwah insaniyah), dan persaudaraan antar manusia (ukuwah al-insan). Ketiganya dianggap sebagai dasar kuat untuk mendorong Indonesia maju ke depan.(s)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ibukota

Kapolres Metro Jakarta Utara Tinjau Langsung Pengamanan Nobar Persija vs Persib di Pademangan

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com.- Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendriz meninjau langsung pengamanan kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Persija Jakarta melawan Persib Bandung di halaman Kantor Kelurahan Pademangan Timur, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, Minggu (10/5/2026).

Acara diselenggarakan oleh Koordinator The Jakmania Pademangan, Hendrik, bekerja sama dengan Pelaksana Tugas (Plt.) Lurah Pademangan Timur, Husniyati Handayani Rusni.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolres didampingi Dandim 0502/Jakarta Utara Kolonel Inf Mohammad Syaifuddin Fanany, Wakapolres Metro Jakarta Utara AKBP Rohman Yonky Dilatha, serta sejumlah pejabat utama Polres Metro Jakarta Utara.

Pengamanan kegiatan nonton bareng (Nobar) dipimpin Kapolsek Pademangan AKP Daniel Dirgala dengan melibatkan personel gabungan dari Polres Metro Jakarta Utara, Polsek Pademangan, TNI, dan unsur pemerintah kecamatan.
Selain menempatkan personel di lokasi nobar, petugas juga disiagakan di sejumlah titik strategis seperti Jalan Benyamin Sueb dan kawasan Springhill untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan kepadatan lalu lintas.

Kapolres dan rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 15.25 WIB dan turut menyaksikan pertandingan bersama warga. Dalam kesempatan itu, Kapolres juga membagikan sejumlah hadiah kepada penonton, antara lain kaus jersey, bola, dan sepeda.Pertandingan bertajuk klasik Liga 1 Indonesia tersebut berakhir dengan kemenangan Persib Bandung atas Persija Jakarta dengan skor 2-1. Gol Persija dicetak A. Ajaraie pada menit ke-20, sementara dua gol Persib diborong Adam Alis pada menit ke-28 dan 38.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendriz mengatakan, kegiatan nonton bareng Persija Jakarta melawan Persib Bandung di Pademangan merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus memastikan situasi keamanan tetap kondusif.

“Sepak bola adalah olahraga yang mampu menyatukan masyarakat. Melalui kegiatan nonton bareng ini, kami ingin menghadirkan suasana yang aman, nyaman, dan penuh kebersamaan bagi para suporter,” ujar Erick Frendriz di Pademangan, Minggu (10/5/2026).

Ia mengapresiasi warga, The Jakmania, serta seluruh unsur TNI, pemerintah daerah, dan personel kepolisian yang telah menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah menunjukkan sikap tertib dan dewasa dalam mendukung tim kesayangannya. Perbedaan dukungan tidak boleh memecah persaudaraan,” katanya.

Erick menegaskan, Polres Metro Jakarta Utara akan terus mendukung kegiatan masyarakat yang bersifat positif, selama dilaksanakan dengan tetap menjaga keamanan dan ketertiban umum.

“Kami berharap semangat sportivitas dan kebersamaan seperti ini terus terjaga. Menang atau kalah adalah hal biasa dalam pertandingan, tetapi persatuan dan keamanan masyarakat adalah yang paling utama,” tutur Erick.

Sementara itu, Kapolsek Pademangan AKP Daniel Dirgala mengatakan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman tanpa adanya gangguan kamtibmas. “Alhamdulillah, kegiatan nobar berjalan lancar, masyarakat dapat menikmati pertandingan dengan tertib, dan situasi tetap aman serta kondusif,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kepolisian dan pemerintah setempat untuk menghadirkan ruang kebersamaan yang aman bagi masyarakat dalam menyalurkan dukungan terhadap tim sepak bola kebanggaan mereka.(Sutarno)

Continue Reading

Ibukota

Gubernur DKI Jakarta Canangkan HUT ke-499 Jakarta dan Deklarasi Gerakan Pilah Sampah.

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com.- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung melakukan Pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta sekaligus Deklarasi Gerakan Pilah Sampah pada saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu (10/6/2026).

Pemilihan lokasi pencanangan dan deklarasi tersebut menandai rencana Pemprov DKI untuk menjadikan Jalan HR Rasuna Said sebagai ikon baru kota Jakarta.

“Pencanangan HUT ke-499 sengaja diadakan di tempat ini sebagai bagian untuk menunjukkan kepada masyarakat Jakarta bahwa Jakarta saat ini sedang berbenah. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024, Jakarta menjadi kota global dan pusat perekonomian nasional, serta hingga hari ini masih menyandang status sebagai Ibu Kota Negara Republik Indonesia,” ujar Gubernur Pramono mengawali sambutannya.

Ia menjelaskan, pemilihan koridor Rasuna Said sebagai lokasi pencanangan bukan tanpa alasan. Pembongkaran tiang monorel di Jalan H.R. Rasuna Said yang terbengkalai selama hampir 20 tahun menjadi simbol transformasi Jakarta menuju kota global yang terus berbenah.

“Di jalan ini dulu ada 109 tiang monorel. Monorel itu cukup mengganggu dan hampir 20 tahun tidak tersentuh. Alhamdulillah, berkat dukungan aparat penegak hukum, Pangdam, Kapolda, Kejaksaan, dan KPK, persoalan sengketa monorel terselesaikan. Sekarang kawasan ini dibangun menjadi ikon baru Jakarta,” terangnya.

Penataan kawasan Rasuna Said sejalan dengan perbaikan badan jalan dan saluran air, pembangunan halte, jalur sepeda, pembaruan penerangan jalan umum, serta pelebaran trotoar dengan konsep complete street yang ramah bagi pejalan kaki dan penyandang disabilitas. Gubernur Pramono mentargetkan penataan kawasan Rasuna Said rampung bulan depan.(Sutarno)

Continue Reading

Polhukam

Pengacara Bantah Ahmad Dedi Lari Usai Diterpa Dugaan Isu Suap

Published

on

By

JAKARTA, SENTANA — Baru-baru ini terdapat framing negatif yang beredar di media massa dan media sosial kepada Pemeriksa Fungsional Ahli Madya di Direktorat Jenderal Bea Cukai Ahmad Dedi, lari dari wawancara media. Peristiwa ini membangun framing seolah Ahmad Dedi terlibat di dalam kasus suap importasi di Direktorat Jenderal Bea Cukai. Kuasa Hukum Ahmad Dedi, T.S Hamonangan Daulay.,S.H.,M.H memberikan klarifikasi terkait framing tersebut.

“Di sini perlu diluruskan, karena sudah terjadi framing negatif yang pada akhirnya merugikan klien kami. Seolah-olah takut karena terlibat dalam kasus tersebut,” kata Hamonangan Daulay, kepada media, Sabtu 9 Mei 2026.

Dia menegaskan, setiap orang punya pilihan untuk berkenan atau tidak berkenan diwawancara media, bergantung kepada pertimbangan calon narasumber. Dalam hal ini, Ahmad Dedi punya pertimbangan kuat yaitu menghormati proses hukum yang sedang berlangsung.

“Bagi Ahmad Dedi, berkomentar di media saat itu justru akan menjadi kontraproduktif terhadap penyelidikan kasus tersebut di KPK. Biarlah kita hormati proses hukum yang sedang berlangsung,” kata kuasa hukum tersebut.

Kedua, status Ahmad Dedi adalah saksi sebagai salah satu pegawai di Dirjen Bea Cukai. Dia, sebagai warga negara yang baik, ingin membantu KPK agar penyelidikan kasus ini berlangsung dengan lancar. “Makanya, dia hadir dan memberikan kesaksian berdasarkan apa yang dia ketahui. Sekali lagi, dia sebagai saksi dan bukan tersangka,” tegas Tongku.

Terakhir, sebagai kuasa hukum, dia berharap media massa, terutama media massa mainstream yang menjunjung tinggi asa praduga tidak bersalah sebagai bagian dari kode etik jurnalistik, jangan sampai termakan framing negatif dari pihak-pihak tertentu, yang tidak ingin kasus ini terungkap secara maksimal.

“Saya berharap kepada teman-teman media, jangan mudah termakan framing pihak tertentu. Kasus ini harus kita kawal bersama-sama, agar pengusutannya berlangsung dengan lancar dan tuntas,” tutupnya.

Continue Reading
Advertisement

Trending