Connect with us

Nasional

TNI AL Kerahkan KRI Rigel – 933 Dalam Operasi SAR Tenggelamnya KMP Yunicee Di Selat Bali

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com – TNI AL mengerahkan KRI Rigel-933 dalam operasi SAR tenggelamnya KMP Yunicee yang tenggelam di pelabuhan Gilimanuk, Selasa, 29 Juni 2021 pukul 19.20 WITA saat hendak menuju tempat sandar.

KMP Yunicee diduga mengalami kecelakaan laut akibat terseret arus ke selatan dari pelabuhan Gilimanuk pada pukul 19.10 WITA. Berdasarkan kejadian tersebut, pada pukul 21.30 WIB, Pemimpin TNI AL memerintahkan KRI Rigel – 933 yang sedang berada di Dermaga Kapal Selam PT PAL Banyuwangi agar melaksanakan bantuan SAR terhadap KMP Yunice disekitar Dermaga Gilimanuk.

KRI Rigel–933 dengan komandan Letkol Laut (P) Jaenal Mutakim dibantu oleh personel Lanal Banyuwangi kemudian bertolak dari Dermaga Kapal Selam PT. PAL Banyuwangi menuju titik lokasi tenggelamnya kapal pada pukul 22.30 WIB. Pada Hari Rabu, 30 Juni 2021 pukul 00.16 WITA,KRI Rigel menemukan Life raft dengan kelengkapannya selanjutnya diangkat menggunakan crane KRI Rigel-933 dengan assistansi 2 sekoci karet KRI Soputan.

Pada pukul 02.50 WITA, KRI Rigel yang berada di bawah komando Pushidrosal ini melaksanakan investigasi posisi tenggelamnya KMP Yunice. kemudian KRI Rigel-933 melaksanakan pencarian ke-2, di posisi tenggelamnya KMP Yunice menggunakan Multibeam Echosounder Mbes 2040 (Shallow Water).

Dari hasil analisa Bathimetri dan Backscatter oleh KRI Rigel-933 dipastikan posisi kerangka KMP Yunice pada Posisi 08 10 31.864S – 114 25 42.986T dengan kedalaman 72 s.d 78 meter, Lebih kurang 300 meter daratan terdekat .
Sampai saat berita ini di terbitkan KRI Rigel-933 belum menemukan korban, dan masih terus melaksanakan dukungan pencarian di lokasi dan sekitarnya dibawah Komando Lanal Banyuwangi.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ibukota

Lebaran Betawi 2026, Tradisi Budaya dan Identitas Kota Jakarta

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com.- Lebaran Betawi 2026 yang diadakan di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11/4), bukan sekadar seremoni akhir Idulfitri 1447.H, setiap tahun, tapi juga pengingat bagi warga untuk menjaga dan melestarikan budaya betawi sebagai bagian dari identitas kota Jakarta.

Hal ini ditegaskan Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi sekaligus Gubernur DKI Jakarta (periode 2007–2012),Dr.ing.H. Fauzi Bowo.Msi saat memberikan sambutan dalam acara ini.

Menurut pria yang akrab disapa Bang Foke ini, Lebaran Betawi sebagai bagian pelestarian tradisi budaya dan Identitas kota Jakarta.

“Di tengah perkembangan kota yang kian modern dan dinamis, nilai silaturahmi, kebersamaan, penghormatan kepada orang tua serta gotong royong harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus. Karena itu, kami secara khusus melibatkan generasi muda dalam penyelenggaraan kegiatan ini,” ujar Foke.

Simbol penghormatan kepada yang lebih tua, jelas Foke, dalam Lebaran Betawi dipertunjukan dalam tradisi antaran. Ini juga selaras dengan tema “Lebaran Betawi untuk Jakarta: Memperkokoh Persatuan dalam Merawat Tradisi Menuju Kota Global”.

“Tradisi antaran merupakan unsur elemen khas tidak boleh dilupakan sebagai bentuk ekspresi dari takzim dan hormat anak kepada orang tua, yang muda kepada lebih tua, murid kepada guru-guru, lurah kepada camat, camat kepada walikota dan bupati, dan walikota beserta bupati kepada gubernur. Saya garisbawahi ini bukan gratifikasi, tapi budayanya orang Betawi,” ungkapnya.

Foke mengajak warga Jakarta memanfaatkan momentum Lebaran Betawi untuk saling memaafkan dan mempererat hubungan antar sesama, sekaligus memperkuat persatuan dan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Jakarta.

Ia juga berharap melalui perayaan Lebaran Betawi ini, seluruh warga dapat lebih berkontribusi dalam menjaga keharmonisan, memperkuat rasa turut memiliki, kemudian bersama dengan Pemprov DKI membangun, menumbuhkembangkan dan merawat Jakarta sebagai kota global yang tetap berakar pada nilai-nilai lokal.

“Betawi bersatu, Jakarta maju, Insya Allah Indonesia baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” tandasnya.

Dari pengamatan Hariansentana.com.di lokasi para walikota dan Bupati Kepulauan seribu membangun STAN Rumah adat dan ciri khas makanan

Sekadar informasi, Lebaran Betawi merupakan kegiatan rutin yang digagas Majelis Kaum Betawi dan Badan Musyawarah (Bamus) Betawi sejak 2008. Dalam kegiatan ini ditampilkan berbagai tradisi khas Betawi dari mulai kuliner, kesenian dan pentas seni budaya.(Sutarno)

Continue Reading

Ibukota

Pemkot Administrasi Jakut Tegas, Segera Tertibkan Pool Truk Trailer di Permukiman

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com – Pemerintah Kota administrasi Jakarta Utara bersiap menertibkan keberadaan pool truk trailer atau kontainer yang masih beroperasi di kawasan permukiman. Langkah ini diambil untuk meningkatkan keselamatan warga sekaligus mengembalikan fungsi ruang kota sesuai peruntukannya.

Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Fredy Setiawan mengatakan, aktivitas pool truk trailer di zona perumahan pada dasarnya tidak diperbolehkan, terlebih jika tidak sesuai aturan zonasi dan tidak mengantongi izin usaha.

“Selain melanggar aturan, aktivitas ini juga mengganggu masyarakat, mulai dari kebisingan hingga cepatnya kerusakan infrastruktur jalan,” ujarnya, Rabu (8/4).

Fredy menjelaskan, penataan tidak dapat dilakukan secara terburu-buru. Sebab, Pemkot Jakarta Utara terlebih dahulu perlu memperkuat data dan dasar hukum dengan melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), seperti Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (CKTRP), Dinas Perhubungan, Dinas Bina Marga, Satpol PP, serta unsur perekonomian dan hukum.

“Semua bergerak sesuai kewenangan, tapi tidak berjalan sendiri-sendiri. Penanganannya terpadu agar kuat dari sisi aturan,” terangnya.

Menurutnya, sejumlah titik sudah masuk dalam perhatian, di antaranya kawasan Jalan Bisma, Tanjung Priok, serta beberapa lokasi di Kecamatan Koja yang masih ditemukan aktivitas kendaraan kontainer di tengah lingkungan hunian.

Setelah tahap pendataan dan verifikasi rampung, Pemkot Jakarta Utara akan melanjutkan dengan sosialisasi kepada para pemilik atau operator pool truk trailer. Selain penertiban, pemerintah juga menyiapkan solusi berupa relokasi ke kawasan yang sesuai peruntukan.

“Relokasi menjadi jalan keluar. Mungkin ada kendala jarak atau biaya, tapi kepatuhan terhadap aturan tetap jadi prioritas,” ungkapnya.

Ia memastikan kebijakan ini bukan untuk menghambat aktivitas usaha, melainkan agar kegiatan ekonomi berjalan tertib dan tidak merugikan masyarakat.

“Target penataan ditetapkan dapat mulai berjalan dalam waktu satu hingga dua bulan, menyesuaikan kesiapan di lapangan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara, Rudy Saptari menambahkan, daftar ruas jalan yang akan dibatasi bagi kendaraan berat sedang disusun.

“Dalam satu pekan ke depan, kami siapkan daftar jalan yang tidak boleh dilalui kendaraan berat sesuai kelas jalan. Setelah itu, rambu larangan akan dipasang di titik-titik permukiman,” bebernya.

Ia menyampaikan, langkah ini juga menjadi bagian dari mitigasi hukum agar kebijakan yang diambil memiliki dasar kuat jika menghadapi potensi gugatan dari pihak terdampak.

“Tujuannya bukan sekadar penindakan, tapi memastikan warga merasa aman dan lingkungan kembali sesuai fungsinya,” tandasnya. (Sutarno)

Continue Reading

Polhukam

Jaga Anarkisme, M. Aprilyandi: Pelajar dan Pemuda Harus Bersatu Ciptakan Kamtibmas

Published

on

By

TANGSEL, SENTANA – Di tengah sorotan meningkatnya kasus tawuran pelajar dan Pemuda, serta perundungan di kalangan remaja, panggung terbuka itu kini menjelma menjadi semangat kebersamaan dalam ruang dialog lintas sekolah. Para pelajar dan Gen Z yang sebelumnya tak saling mengenal duduk berdampingan, berdiskusi dan menyuarakan komitmen bersama untuk menjaga lingkungan pendidikan dan pergaulan tetap aman.

Diperlukan perhatian serius darilleł berbagai pihak untuk memahami akar permasalahan yang melatar belakanginya, mulai dari faktor lingkungan, keluarga, hingga pengaruh media sosial yang kian masif. Remaja yang berada dalam fase pencarian jati diri sering kali rentan terhadap tekanan sosial dan emosi yang belum stabil, sehingga tanpa bimbingan yang tepat, mereka dapat terjerumus ke dalam perilaku negative yang mengarah pada aksi anarkis.

Oleh karena itu, peran orang tua, sekolah, dan masyarakat menjadi sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, suportif, serta menanamkan nilai empati, toleransi dan penyelesaian konflik secara damai guna mencegah terulangnya kejadian serupa.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Tangsel Bersatu, Muhammad Aprilyandi melalui keterangannya, Jum’at (9/4).

Aprilyandi menegaskan bahwa, kegiatan positif yang pernah dilakukan seperti turnamen Mobile Legend, turnamen futsal dan aksi damai pelajar tanpa anarkis merupakan upaya nyata dalam mengalihkan energi serta perhatian remaja ke arah yang lebih konstruktif, sekaligus menjadi wadah untuk menumbuhkan sportivitas, solidaritas dan semangat kebersamaan di kalangan generasi muda sehingga dapat meminimalisir potensi terjadinya tawuran dan aksi anarkis maupun perundungan.

Menurutnya, imbauan normatif tak lagi cukup untuk meredam konflik remaja. Pendekatan harus diikuti aksi nyata yang menyentuh langsung para siswa maupun alumni pelajar hingga pemuda dan Gen Z.

“Mengimbau saja tidak cukup. Harus ada aksi konkret dan solusi bersama,” tegasnya.

Ketua Tangsel Bersatu menegaskan bahwa, isu stop bullying, stop pelecehan dan stop tawuran serta seruan anti anarkhis adalah persoalan serius yang harus menjadi perhatian bersama, termasuk pemerintah daerah, sehingga diperlukan langkah konkret dan berkelanjutan dalam upaya pencegahan serta penanganannya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah, Aparat Penegak Hukum, institusi pendidikan, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi generasi muda, sekaligus memperkuat edukasi karakter, pengawasan, serta akses terhadap kegiatan positif yang dapat mengarahkan remaja pada hal-hal yang lebih produktif dan bermanfaat.

“Kegiatan positif tersebut, diharapkan menjadi rool model gerakan serupa di berbagai daerah. Di tengah dinamika sosial remaja dan pemuda serta Gen Z yang kian kompleks, inisiatif berbasis komunitas dinilai mampu membuka ruang dialog sekaligus memperkuat solidaritas generasi muda, bahwa perubahan dapat dimulai dari panggung kecil di ruang publik, lalu bergema lebih luas ke seluruh penjuru kota, membangun budaya saling menghargai, kepedulian dan semangat kolaborasi yang berkelanjutan,” pungkasnya. (Red).

Continue Reading
Advertisement

Trending