Connect with us

Nasional

Silaturahmi PT. Sentul City Tbk, Bersama Media

Published

on

Bogor, Hariansentana.com – Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) II PWI Jawa Barat, Raden Mas Danang Donoroso mengaku senang dan bangga atas diselenggarakannya silaturahmi antara PT. Sentul City Tbk, bersama media yang biasa meliput di wilayah Bogor Raya dan sekitarnya.

Danang mengatakan, setelah sekian lamanya silaturahmi antara rekan-rekan wartawan dengan management Sentul City Tbk, yang sempat vakum beberapa tahun belakangan ini , kini akhirnya jalinan silaturahim tersebut kembali tersambung seperti sebelumnya.

“Saya ucapkan terima kasih atas undangan di acara silaturahmi yang diinisiasi PT. Sentul City Tbk beserta jajaran, bersama rekan-rekan media pada hari ini,” kata Danang dalam sambutannya, bertempat di Hotel Neo+ Kawasan Sentul City, Babakan Madang, Senin (22/5/23).

Ia menambahkan, dengan terbangunnya kembali sinergitas antara awak wartawan yang tergabung di Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bogor, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Bogor Raya, dan PWI Kota Bogor tersebut dengan manajemen PT. Sentul City Tbk, moment ini diharapakan bisa terus berkesinambungan.

“Sehingga, hubungan emosional antara rekan-rekan wartawan dan PT. Sentul City Tbk, yang dulu sempat terbina namun terputus hingga sekian lamanya, kini bisa dibangun kembali sejak digelarnya acara silaturahmi pada saat ini,” paparnya.

“Lebih lanjut , antara manajemen PT. Sentul City Tbk dan wartawan bisa jalan seirama demi mewujudkan satu misi yaitu membangun Kabupaten Bogor sebagai Kabupaten penyangga Ibu Kota Negara termaju di Indonesia,” jelas Danang.

ditempat sama, ketua PWI Kabupaten Bogor, Subagiyo mengaku sangat sepakat atas sambutan dan penyampaian yang dilontarkan seorang ketua Korwil II PWI Jawa Barat, untuk terus membangun hubungan baik antara rekan-rekan wartawan khususnya yang tergabung di PWI Kabupaten Bogor dengan manajemen PT. Sentul City, Tbk.

“Mari bersinergi dengan PWI Kabupaten Bogor, untuk mewujudkan Bumi Tegar Beriman termaju se-Indonesia. Moment seperti ini juga kiranya, sebagai awak media dalam menjalin hubungan silaturahmi yang lebih erat antara manajemen PT. Sentul City, Tbk dengan insan pers wilayah Bogor Raya,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur PT. Sentul City Tbk, Iwan Budiharsana mengatakan atas harapan dan keinginan para ketua organisasi keprofesian tersebut, untuk jajarannya itu agar bisa lebih meningkatkan sinergitas yang saat ini sudah kembali terbangun melalui acara Silaturahmi PT. Sentul City Tbk, bersama media.

“Apa yang disampaikan tadi betul, kira sangat menghargai dan juga akan menyampaikan kepada dewan direksi PT. Sentul City Tbk terkait aspirasi-aspirasi tersebut,” papar nya.

Untuk diketahui, PT. Sentul City Tbk, bersama Media menggelar acara silaturahmi dengan mengundang beberapa organisasi keprofesian kewartawanan. Misalnya turut hadir, ketua PWI Kabupaten Bogor beserta pengurus dan anggota yang dikomandoi H. Subagiyo, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Bogor Raya dan anggota yang ketuai Niko Zulfikar, Kelompok Wartawan (Pokwan) DPRD Kabupaten Bogor, dan Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bogor Raya, Piyarso Hadi, dan tak ketinggalan ketua Korwil II PWI Jabar, H Raden Mas Danang Donoroso…..( Tabrani / Subur / Dedi F )

Ibukota

Perjuangan Ibu Pedagang Sayur: Tarmah Berangkat Haji Setelah Puluhan Tahun Menabung

Published

on

BEKASI, SENTANA – Kisah inspiratif datang dari Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Seorang ibu pedagang sayur, Tarmah, akhirnya berkesempatan menunaikan ibadah haji pada tahun 2026 setelah menabung selama puluhan tahun dari hasil usaha sederhananya.

Sehari-hari, Ibu Tarmah berjualan sayur di Kampung Pamahan, Jatiasih, Bekasi. Dari gerobak kecil yang ia kelola, ia tidak hanya memenuhi kebutuhan hidup keluarga, tetapi juga secara disiplin menyisihkan sebagian penghasilannya untuk mewujudkan niat berangkat ke Tanah Suci.

Upaya tersebut dimulai sejak 2005. Dengan konsistensi tinggi, Ibu Tarmah menyisihkan penghasilan setiap hari. Tabungan itu kemudian cukup untuk mendaftar haji pada tahun 2014.

“Sejak tahun 2006 saya sudah mulai menabung dari hasil jualan sayur. Sedikit demi sedikit saya kumpulkan supaya bisa berangkat haji,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).

Perjalanan panjang pun harus dilalui setelah pendaftaran. Ia menunggu selama 12 tahun hingga akhirnya mendapat panggilan berangkat pada musim haji 2026.

Kabar tersebut disambut haru oleh Ibu Tarmah setelah penantian yang tidak singkat. Menjelang keberangkatan, berbagai persiapan telah dilakukan, mulai dari melengkapi dokumen, pemeriksaan kesehatan, hingga mengikuti manasik haji.

Ibu Tarmah bersama Puri dan Ahmad berangkat pada 3 Mei 2026 dalam Kloter 10 Embarkasi Bekasi, bersama ratusan calon jemaah lainnya.

Continue Reading

Ibukota

Parkir Liar Danau Sunter Selatan Diduga Dikelola Premanisme, Aparat Dinilai Tutup Mata.

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com.- Kawasan Danau Sunter Selatan.1 dan 2, Kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok kota administrasi Jakarta Utara salah satu wisata olahraga Air dari 12 Destinasi Wisata Pesisir kebanggan Jakarta Utara yang sempat menjadi ikon kebersihan dan penataan ruang publik, kini justru tercoreng oleh maraknya praktik parkir liar di kelola premanisme yang meresahkan masyarakat. Minggu (03/05/2026).

Publik masih mengingat momen Festival Danau Sunter 2018 yang menjadi sorotan nasional saat Sandiaga Uno, yang saat itu menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta, berenang beradu cepat dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pada 25 Februari 2018. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga simbol keberhasilan revitalisasi dan pembersihan Danau Sunter Selatan sebagai percontohan pengelolaan danau urban yang bersih serta kampanye pelestarian lingkungan perairan.

Namun, kondisi terkini di lapangan menunjukkan ironi. Praktik premanisme parkir liar berlangsung terang-terangan di sepanjang bahu jalan Danau Selatan area yang seharusnya steril dari kendaraan. Padahal, larangan parkir telah dipasang melalui banner resmi, dan pengunjung diarahkan menggunakan fasilitas parkir yang tersedia di dalam GOR Sunter.

Faktanya, kendaraan roda dua justru berjajar di bahu jalan, mempersempit akses dan meningkatkan risiko kemacetan hingga kecelakaan.

Praktik ilegal ini diduga melibatkan oknum aparat aktif. Berdasarkan keterangan yang dihimpun Harian sentana.com yang sedang menyaksikan wisata air, mereka mengaku menyetorkan hasil pungutan kepada oknum berinisial M dan S yang disebut sebagai anggota TNI aktif. Tarif parkir yang dipungut berkisar antara Rp 5.000 hingga Rp10.000 per kendaraan.

mengaku hanya menjalankan perintah.

“Kalau kami di lapangan cuma kerja saja, Bang. Setiap hari ada setoran, sudah ada yang ngatur. Kami juga tidak berani melawan karena takut,” ujarnya.

Ia juga menyebut praktik tersebut sudah berlangsung lama dan terorganisir.

“Sudah lama seperti ini, bukan baru. Semua sudah tahu, tapi ya begitu, kami ikut saja aturan yang ada di sini,” tambahnya.

Sementara Yanto warga Kartini Jakarta pusat bersama keluarganya yang sedang liburan menyaksikan jetski mengatakan, petugas parkir di sini seram, kalau minta bayaran. sepertinya Aparat tutup mata dan takut.” katanya.

Tak hanya parkir liar, keberadaan UMKM ilegal di sekitar lokasi turut membuat kumuh dan memperburuk situasi. Para pedagang disebut juga memberikan setoran kepada oknum yang menjadi Backing, mengindikasikan adanya dugaan praktik pungutan liar yang sistematis.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan ketegasan Aparatur. Peraturan daerah yang jelas dilanggar seolah tidak memiliki daya, sementara aparat yang seharusnya menjadi garda terdepan penegakan hukum justru dinilai tidak berdaya.

Posko Tiga Pilar yang ada di lokasipun sepertinya tidak berguna, ketika hal tersebut di tanyakan salah satu petugas menggatakan.

“Kita sudah sering sekali mediasi, namun tidak membuahkan hasil. Belum lagi anggota kita sedikit. Kalau kita tertibkan, sama saja bunuh diri,” ujar salah satu anggota Satpol PP saat dikonfirmasi.

Pernyataan ini menggambarkan adanya tekanan di lapangan, sekaligus memperkuat bahwa Premanisme lebih kuat, dugaan bahwa praktik parkir liar tersebut memiliki “beking” kuat yang menghambat penindakan.

Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta Utara juga dinilai belum menunjukkan langkah konkret. Bahkan muncul dugaan adanya aliran dana dari praktik ilegal tersebut yang membuat penanganan terkesan mandek.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya ketertiban yang terganggu, tetapi juga kepercayaan publik terhadap aparat dan pemerintah akan semakin menurun.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Instansi terkait TNI/Polri didesak segera melakukan investigasi menyeluruh serta menindak tegas pihak-pihak yang terlibat tanpa pandang bulu.

Danau Sunter Selatan yang dahulu menjadi simbol keberhasilan penataan kota, kini terancam kehilangan wibawanya akibat praktik Premanisme ilegal yang terus dibiarkan. Tanpa langkah tegas, hukum hanya akan menjadi formalitas yang kalah oleh kepentingan di lapangan. (Sutarno)

Continue Reading

Ibukota

Hendra Wali Kota Jakut: May Day 2026 Momentum Perkuat Kebersamaan Tripartit

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com.- Wali Kota administrasi Jakarta Utara, Hendra Hidayat menginginkan agar peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) Tahun 2026 dapat menjadi momentum memperkuat sinergisitas unsur pemerintah, pengusaha, dan pekerja.

Hal tersebut diungkapkannya pada peringatan May Daya yang dihadiri sekitar 600 buruh di Kantor Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Nakertransgi) Jakarta Utara, Jalan Plumpang Semper, Kelurahan Tugu Selatan, Kecamatan Koja Sabtu (2/5/2026).

Hendra mengatakan, peringatan May Day tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial tahunan. Momentum ini harus dimanfaatkan sebagai ajang refleksi bersama untuk mendorong peningkatan kesejahteraan para pekerja.

“May Day menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antara pemerintah, pekerja, dan pengusaha atau tripartit, sekaligus memperkuat sinergisitas dalam menghadapi berbagai tantangan ketenagakerjaan ke depan,” ujarnya.

Hendra menjelaskan, dunia kerja saat ini menghadapi tantangan global yang dinamis, mulai dari ketidakpastian ekonomi, transformasi digital, hingga perubahan pola kerja. Kondisi tersebut, kata dia, menuntut kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan.

Pada tahun ini, May Day mengusung tema “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja” dengan slogan “Satu Tekad, Satu Tujuan, Sejahtera Bersama”. Tema tersebut menekankan bahwa kemajuan industri harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan buruh.

“Penguatan hubungan industrial merupakan kunci untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif, sekaligus memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi tenaga kerja,” terangnya.

Ia menambahkan, peringatan May Day di Jakarta Utara diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan hiburan, seperti santunan kepada anak yatim, pemberian bantuan sosial bagi pekerja, serta panggung hiburan untuk masyarakat. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat mempererat solidaritas dan kepedulian sosial di lingkungan kerja.

“Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan, partisipasi aktif, serta kerja sama dari semua pihak yang telah berkontribusi sehingga kegiatan ini dapat berjalan lancar,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana May Day 2026 dari Aliansi Serikat Buruh Jakarta Utara, Muhammad Hori menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota administrasi Jakarta Utara, TNI, Polri, Satpol-PP, Dishub serta instansi terkait lainnya atas dukungan yang diberikan.

Ia menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan ketertiban di kalangan buruh. Suasana yang kondusif sangat diperlukan agar perjuangan dalam menyampaikan aspirasi dan menuntut hak-hak pekerja dapat berlangsung secara efektif.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, sinergi antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah di Jakarta Utara semakin kuat. Semoga ke depan terdapat peningkatan nyata dalam aspek kesejahteraan dan perlindungan tenaga kerja,” tandasnya.

Sementara Sunarno Ketua PWI Pokja Jakut bersama Bang H.Tarno Penasehat, mengaspresiasi kolaborasi antar pimpinan Serikat pekerja/Buruh di wilayah jakarta Utara.” Kami Sangat Bangga kolaborasi Forkopimko dengan Serikat pekerja Jakut sehingga May Day tahun 2026.kondusif dan lancar tidak ada kegaduhan.”Jelasnya.(Sutarno)

Continue Reading
Advertisement

Trending