Ibukota
Seniman Betawi: Jangan Kaburkan Pokok Soal Pergub LAM, MKB Fokus Bangun Konsensus
JAKARTA, Harian sentana.com. – Polemik terkait Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Lembaga Adat Masyarakat (LAM) Betawi dan kedudukan Majelis Kaum Betawi (MKB) terus bergulir. Pelukis Betawi sekaligus alumni LPKJ–IKJ, Iwan Aswan, meminta semua pihak tidak mengaburkan pokok persoalan yang menurutnya lebih mendasar, yakni soal konsolidasi dan legitimasi sosial masyarakat Betawi.
Saat dihubungi di Jakarta, Selasa (16/2/2026), Iwan menegaskan bahwa MKB tidak sedang berhadapan dengan LAM Betawi maupun organisasi kemasyarakatan lain.
“MKB tidak sedang melawan LAM. MKB tidak sedang melawan ormas lain. MKB sedang membangun konsensus besar,” kata Iwan.
Menurut dia, persoalan yang terjadi saat ini bukan sekadar masalah administratif seperti Surat Keterangan Terdaftar (SKT) atau urusan pendaftaran di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), melainkan menyangkut legitimasi sosial dan moral dalam membangun konsolidasi masyarakat Betawi di era Undang-Undang Daerah Khusus Jakarta (DKJ).
Iwan menjelaskan, secara hukum MKB telah memiliki legal standing sebagai organisasi kemasyarakatan karena telah memperoleh pengesahan badan hukum dari Kementerian Hukum Republik Indonesia. Sementara itu, SKT di tingkat daerah merupakan bagian dari prosedur administratif.
“SKT adalah instrumen administratif untuk pendataan dan fasilitasi, bukan penentu eksistensi hukum organisasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Iwan menilai pentingnya membedakan antara organisasi sosial hasil konsensus masyarakat dengan lembaga adat yang dibentuk melalui regulasi pemerintah daerah.
Menurutnya, keberadaan lembaga adat yang kuat harus didukung oleh konsolidasi sosial yang solid di internal masyarakatnya.
“Tanpa konsolidasi payung, Pergub LAM berpotensi hanya melahirkan lembaga administratif yang legitimasi sosialnya dipertanyakan,” ucapnya.
Ia juga menyoroti perbedaan antara legalitas formal dan legitimasi sosial. Legalitas, kata dia, diberikan oleh negara melalui pengesahan badan hukum, sedangkan legitimasi lahir dari dukungan nyata masyarakat.
Karena itu, ia berharap polemik yang terjadi tidak berkembang menjadi konflik antarorganisasi, melainkan menjadi momentum memperkuat persatuan masyarakat Betawi.
“Yang dibutuhkan saat ini adalah konsensus besar untuk masa depan Betawi, bukan sekadar perdebatan administratif,” kata Iwan.(Sutarno)
Ibukota
Gong Xi Fa Cai! Jakarta Utara Pastikan Perayaan Imlek 2577/2026 Aman, Nyaman, dan Penuh Sukacita
Jakarta, Hariansentana.com.- Wali Kota Kota Administrasi Jakarta Utara, Hendra Hidayat, bersama Forkopimko (Forum Komunikasi Pimpinan Kota Jakarta Utara) melaksanakan kegiatan monitoring pengamanan perayaan Tahun Baru Imlek di Vihara Satya Dharma, Kecamatan Penjaringan,kota administrasi Jakarta Utara, Selasa (17/2/2026).
Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan rangkaian ibadah dan perayaan Imlek.2577. berlangsung aman, tertib, dan kondusif bagi umat yang merayakan. Hasil pemantauan menunjukkan situasi wilayah dalam kondisi terkendali, dengan dukungan pengamanan dari aparat gabungan.
Saat peninjauan, Hendra Hidayat bersama, Kolonel.Dony.G.Dandim.0502.JU, Kombes Erick Kapolres Metro,.Jakarta Utara AKBP Yonk Kapolsek Metro Penjaringan, Darmawan AP, Msi.
Camat Penjaringan menyampaikan rasa syukur atas kelancaran perayaan serta apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pengamanan. “Bersama Forkopimko Jakarta Utara, kami melakukan monitoring pengamanan Hari Raya Imlek. Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar, aman, dan kondusif,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada umat yang merayakan. “Selamat Hari Raya Imlek.2577/2026.Tahun Kuda Api “Gong Xi Fa Cai.”. Semoga semua umat berbahagia, selalu sehat, serta diberikan berkah kebahagiaan, keberuntungan, dan kesuksesan.”
Pelaksanaan kegiatan monitoring ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara dalam menjaga kerukunan umat beragama serta memastikan setiap perayaan keagamaan dapat berlangsung dengan aman dan penuh kedamaian.(Sutarno).
Ibukota
Gondoruwo hingga Tuyul Meriahkan Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 H, di RW 02 Pademangan Barat Jakut
Jakarta, Hariansentana.com.,- Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah yang diperkirakan jatuh pada 18/19 Februari 2026 ini, warga RW 02 Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, kota administrasi Jakarta Utara, menggelar pawai obor pada Senin (16/2/2026) malam.
Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan guyub, serta dihadiri oleh Brigadir pol Iron Babinkantibmas, Satpol PP, LMK, Ketua RT/RW, PKK, Dawis, Jumantik, Limas, Majelis Taklim dan ratusan warga mulai dari anak-anak hingga orang dewasa Jama’ah pengajian dari Mushallah Al-Jasanah Masjid Alhayatul Jadidah dan Warga turun ke jalan membawa obor sambil berkeliling wilayah permukiman.
Tak hanya itu, suasana semakin semarak karena sejumlah peserta mengenakan kostum unik seperti tuyul, pocong, hingga kuntilanak yang merupakan inisiatif Remaja Masjid/Mussalah dan pemuda karang taruna setempat.
Pateng ketua Karang taruna unit RW.02 bersama Imam Seketaris masjid Alhayatul Jadidah Menjelaskan rute yang akan di lalui pawai obor Star di mulai di Lapangan Futsal mini Jalan Hidup baru V terus ke Jalan Hidup baru IV rw 04-05 Jalan Budi Mulia 06-03 dan Finishnya di kantor RW.02.” Kami mengucapkan terima kasih pada Waroeng Bang Anto dan Donatur yang tidak bisa saya sebutkan sehingga terselanggaranya acara Pawai obor.’Katanya.
Ketua RW 02 kelurahan Pademangan Barat, Tri Krisna Mukti mengatakan, pawai obor ini digelar sebagai bentuk kebersamaan warga dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan.1447 H
“Pada malam hari ini kita melaksanakan kegiatan pawai obor dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 H,” kata Krisna.
“Ini bentuk kebersamaan warga, di mana kita berkeliling wilayah untuk memeriahkan dan menyambut Ramadan dengan penuh suka cita,” ujar Krisna.
Krisna yang sempat viral sebagai Ketua RW Gen Z di Jakarta karena usianya yang masih 20 tahun itu menyebut, meski persiapan dilakukan dalam waktu singkat, antusiasme warga sangat tinggi.
Ia memperkirakan jumlah peserta yang ikut dalam kegiatan tersebut mencapai 200 hingga 300 orang.
Menurutnya, kehadiran kostum-kostum seperti pocong, kuntilanak, Gondoruwo, pampir dan tuyul sengaja dihadirkan untuk menambah kemeriahan sekaligus menarik perhatian warga agar suasana semakin hidup.(Sutarno)
Ibukota
Camat Pademangan Hadir di Puncak HUT RPTRA Budi Mulia Ke – 9 Tahun.
Jakarta, Hariansentana.com – Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 RPTRA Budi Mulia di Jalan BudiMulia Raya berlangsung meriah dan penuh kebersamaan dengan dihadiri jajaran unsur pemerintah, mitra, serta elemen masyarakat di wilayah Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan Kota Administrasi Jakarta Utara Sabtu (14/2/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Arief Wibowo Camat Pademangan, Ginanjar Sekretaris Kecamatan Pademangan, Hari Firmansyah Lurah Pademangan Barat, Husniyati Handayani Rusni, Sekretaris Kelurahan Pademangan Barat, Jhon Kasie Pemerintahan, Teguh Suprihatin Kasie Ekbang dan Nining Kasie Kesejahteraan Rakyat Kelurahan Pademangan Barat, Andi Novi Andri Dewan Kota, perwakilan Dinas Sosial, PTSP Kelurahan Pademangan Barat, Puskesmas Pademangan Barat 1 dan 2, PT Impian Jaya Ancol, Aipda Iwan.S.Bhabinkamtibmas dan Sertu Rambe Babinsa Kelurahan Pademangan Barat, Ketua RW 01 hingga RW 15, LMK Kelurahan Pademangan Barat, Ketua PKK kecamatan, kelurahan dan anggota PKK Kelurahan Pademangan Barat, Dawis, Jumantik, PPSU dan Karang Taruna.

Camat Pademangan Arief Wibowo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas peran aktif pengelola dan masyarakat dalam menjaga serta memanfaatkan RPTRA sebagai ruang publik terpadu yang ramah anak dan inklusif. RPTRA tidak hanya menjadi sarana bermain anak, tetapi juga pusat kegiatan sosial, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.
“Selama sembilan tahun, RPTRA Budi Mulia telah menjadi ruang kolaborasi lintas sektor dan wadah interaksi positif masyarakat. Momentum ini menjadi pengingat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan partisipasi warga.” Ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama Lurah Pademangan Barat Hari Firmansyah menambahkan bahwa keberadaan RPTRA Budi Mulia menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung program pembangunan berbasis masyarakat di tingkat kelurahan. “Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan terus terjalin demi menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan nyaman.” Tegasnya
Sementara Kordinator RPTRA Budi Mulia Imam menjelaskan rangkaian kegiatan hari puncak diisi dengan berbagai acara, di antaranya Lomba Futsal, Senam, Tumpeng, Busana dan penampilan seni dari anak-anak dan warga, pelayanan kesehatan dari Puskesmas, pelayanan Dukcapil serta kegiatan pemberdayaan masyarakat yang melibatkan PKK dan Karang Taruna. Kehadiran PT Impian Jaya Ancol dan unsur mitra lainnya turut memperkuat kolaborasi dalam mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan.
Peringatan HUT ke-9 ini menjadi momentum refleksi atas capaian yang telah diraih sekaligus komitmen bersama untuk terus mengoptimalkan fungsi RPTRA Budi Mulia sebagai pusat kegiatan warga yang inklusif dan berkelanjutan.
Dengan semangat kebersamaan, Pemerintah Kecamatan Pademangan dan Kelurahan Pademangan Barat berharap RPTRA Budi Mulia dapat terus menjadi ruang publik yang produktif, inspiratif, dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.(Sutarno)
-
Ibukota7 days agoSatpol PP Jakut Sisir 6 Kecamatan, 65 PKL dan Parkir Liar Di Tindak
-
Polhukam6 days agoWagub Sulsel Diadukan ke Bareskrim Polri, Diduga Ganjal Putri Dakka ke Senayan dengan Pengaduan Palsu
-
Peristiwa1 day agoCalon Mantu Bobol Rumah Candra Catering di Pademangan, Uang dan Emas Digondol Buat Lebaran
-
Nasional7 days agoImlek 2026, KetuaBISMA: “Selaras Dengan Keinginan Presiden. Shin Nian Kuaile, Gong Xi Fat Cai, Wanshin Ruyi, Shanti Jiankan”

