Pendidikan
Pushidrosal Serahkan Alins dan Alongin Kepada Siswa Dikspespa Hidros Pusdikhidros
Jakarta, Hariansentana.com –Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) menyerahkan alins dan alongins berupa laptop kepada siswa Pendidikan Spesialisasi Hidro-Oseanografi (Dikspespa Hidros) Pusdikhidros, Kodiklatal.

Komandan Pushidrosal Laksamana Madya TNI Dr. Agung Prasetiawan, M.A.P secara simbolis menyerahkan 21 unit laptop tersebut kepada Pusdikhidros yang diterima Komandan Pusdikhidros Letkol Laut (P) Jazim Aziz di ruang Serba Guna Pushidrosal, Jalan Pantai Kuta V/1 Ancol Timur, Jakarta Utara, Kamis (27/05/2021).
Hadir dalam kegiatan tersebut Komandan Kodiklatal Laksamana Madya TNI Nurhidayat, beserta segenap pejabat utama Kodiklatal di Surabaya melalui Video Conference (Vicon).
Komandan Pushidrosal Laksamana Madya TNI Dr. Agung Prasetiawan, M.A.P dalam sambutannya antara lain menyampaikan bahwa penyerahan alins dan alongin ini merupakan wujud perhatian Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono , S.E., M.M., yang diimplementasikan oleh Pushidrosal guna pemenuhan prasarana untuk membantu proses belajar mengajar selama pendidikan berlangsung di Pusdikhidros.
Perubahan dunia survei pemetaan terus berlangsung secara dinamis yang sejalan dengan perkembangan teknologi dimana memerlukan akuisisi data untuk mengambil, mengumpulkan, mengolah dan menyiapkan data hingga memprosesnya sehingga menghasilkan data yang dikehendaki secara cepat dan akurat.
Danpushidrosal mengharapkan dengan adanya penyerahan laptop ini dapat membantu program pendidikan pengembangan profesi bidang hidros dalam mencetak dan menyiapkan SDM surveyor guna mendukung kebijakan pembangunan nasional sektor kelautan.
Sementara itu Komandan Kodiklatal, Laksamana Madya TNI Nurhidayat, S.H., M.A.P dalam sambutannya antara lain menyampaikan terima kasih kepada Danpushidrosal penyerahan alins yang dapat membantu proses belajar dengan baik sehingga dapat membantu pelaksanaan pendidikan.
Ditambahkannya, hidrografi sangat dibutuhkan baik untuk kepentingan nasional maupun internasional. Data-data hidrografi yang akurat sangat dibutuhkan untuk pembangunan pelabuhan maupun untuk kepentingan militer seperti pertempuran laut.
Pendidikan
Mahasiswa UI: Kecerdasan Buatan Harus Jadi Alat Pemersatu
JAKARTA – Pada ajang Asia Youth International Model United Nations
(AYIMUN), di Bangkok 21-24 November lalu, Mohamad Rasyid Alkautsar (20) Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) menyampaikan gagasan strategis mengenai ketimpangan global dalam pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di sektor pendidikan.
Dalam pidato ilmiahnya itu, pemuda asal Jakarta tersebut mengambil tema sidang “Embracing AI Assistance in Education without Compromising Academic
Integrity”.
Dalam keterangan tertulis, Jumat (28/11/2025), Rasyid menjelaskan bahwa AI memang menjadi alat penting yang mampu mendukung aktivitas manusia sehari-hari, termasuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
”AI telah memunculkan tantangan serius bagi negara-negara anggota UNESCO yang berjumlah 194 Member States dan 12 Associate Members,” ungkapnya.
Dalam acara tersebut, Rasyid menekankan bahwa meskipun UNESCO telah menerbitkan sejumlah
pedoman global—antara lain; Beijing Consensus on Artificial Intelligence and Education (2019), UNESCO Recommendation on the Ethics of Artificial Intelligence (2021), UNESCO Guidance for Generative AI in Education and Research (2023), AI and Education: Guidance for Policy-makers (2021), dan AI and the Futures of Learning – UNESCO Reports, dokumen-dokumen tersebut bersifat non-legally binding sehingga implementasinya masih timpang
antarnegara.
Akibatnya, menurut dia berbagai masalah tetap terjadi di negara-negara anggota, termasuk:
● Regulasi AI global yang lemah dan tidak mengikat
● Bias algoritmik yang memperburuk ketidaksetaraan
● Lemahnya perlindungan data pribadi
● Kesenjangan infrastruktur digital dan AI
● Kurangnya talenta dan kapasitas institusi
● Standar kualitas yang belum terintegrasi
● Lemahnya kerja sama akademik lintas negara
● Overdependence pada AI yang mengurangi kemampuan berpikir kritis
“Ketidakmerataan pemanfaatan AI bukan hanya persoalan teknologi, tetapi persoalan keadilan global. Tidak semua negara memiliki infrastruktur, kapasitas, dan kesiapan yang sama,” ujar pemuda anggota Partai Bulan Bintang tersebut.
Untuk menjawab kesenjangan tersebut, cucu Ahmad Sumargono anggota DPR RI periode 2004-2009 itu, mengusulkan program inovatif bertajuk Global AI Sandbox Mechanism (GASM).
Dia menerangkan, GASM merupakan kerangka internasional sukarela yang menghormati
kedaulatan negara, memungkinkan setiap negara:
● menguji, menilai, dan menerapkan teknologi AI di lingkungan yang aman,
● mendapatkan bimbingan teknis dan protokol keselamatan, serta
● tetap mempertahankan kontrol penuh atas data, kebijakan, dan arah pengembangan teknologi AI nasional.
Rasyid juga mengajukan struktur tiga tingkat:
• Tier 1 – National AI Sandboxes
Fasilitas bagi setiap negara untuk mengatur dan menguji AI sesuai konteks hukum, budaya, dan
ekonominya.
• Tier 2 – Regional AI Sandbox Hubs
Untuk mendorong kolaborasi, standardisasi, dan interoperabilitas antarnegara dalam satu kawasan.
• Tier 3 – Global AI Sandbox Council
Dikoordinasikan badan-badan PBB relevan untuk menetapkmenetapkan protokol keselamatan minimum,
prinsip transparansi, dan pedoman etika.
Guna memastikan mekanisme ini berjalan inklusif, Rasyid juga mengusulkan Cross-Funding
Framework, meliputi:
● Kontribusi negara maju untuk mendukung kesiapan negara berkembang
● Matching funds dari lembaga multilateral seperti World Bank, UNESCO, dan ITU
● Pendanaan publik–swasta dari developer AI, institusi riset, dan industri
● Pembentukan Komite Internasional Independen untuk mengawasi perkembangan kurikulum AI negara berkembang dan implementasi program pendidikan berbasis AI.
Menurutnya, pendekatan pendanaan yang kolaboratif ini penting agar negara-negara yang tertinggal
dalam infrastruktur maupun SDM tidak semakin tersisih dalam era teknologi masa depan.
Dia menambahkan, bahwa GASM adalah langkah tegas untuk memastikan penggunaan AI yang aman, adil, dan merata di seluruh dunia.
“Kita tidak boleh membiarkan kesenjangan digital berubah menjadi kesenjangan peradaban. AI harus menjadi alat pemersatu, bukan pemecah kesenjangan,” tegasnya.
”Global AI Sandbox Mechanism
dapat menjadi jembatan menuju masa depan pendidikan yang inklusif bagi seluruh bangsa,” pungkasnya.
Dia mengakui, usulannya mendapat perhatian dari berbagai delegasi muda yang hadir, dan dinilai sebagai salah satu kontribusi paling progresif dalam perumusan solusi AI di bidang pendidikan.***
Pendidikan
Sekolah Baptis Elim Jalin Kerja Sama dengan IRIS Initiative Ajarkan Siswa Sadar Lingkungan
JAKARTA, Sentana – Sekolah Baptis Elim Grogol Jakarta Barat menggandeng dua remaja Putri yakni Chrystabelle Keilana Adianca dan Janessa A. Sasmito yang memiliki program mengenai lingkungan hidup melalui berkesenian.
Bidang Humas dan Kewiraushaan Yayasan Pendidikan Baptis Indonesia, Debbie Rembeth mengatakan meski masih duduk di bangku SMA keduanya mampu menginiasi kelompok dan membentuk IRIS Initiative mengajak semua pihak untuk peduli lingkungan hidup.
“Dan Pada hari ini, sekolah Baptis Elim bersama keduanya melakukan kolaborasi dan mengadakan berbagai macam kegiatan seru dan bermakna melalui ‘School Cleaning Day’ di SD/SMP Baptis Elim,” kata Debbie, Sabtu (15/11).
Dalam kegiatan ini, puluhan Siswa-siswi SD & SMP diajak untuk membersihkan kelas, lingkungan sekolah dan menghias kelas. “Mereka menghias lingkungan sekolah dengan tanaman hidup dan akan dipilih Kelas terbaik,” ucapnya

Selain itu kegiatan bersih sekolah, dilakukan juga lomba foto bertema kebersihan dan lomba Pilah Pilih sampah. Yang tak kalah menariknya, sebelum kegiatan ini IRIS Initiative telah melakukan pelatihan membuat video mini untuk siswa-siswi SMP Baptis Elim.
“Ini dilakukan agar mereka dapat membuat mini video liputan kegiatan School Cleaning ini dan menjadikannya sebagai salah satu kampanye kebersihan dan keberlangsungan lingkungan hidup,” ujarnya.
Dilokasi yang sama, Chrystabelle Keilana menyatakan bahwa gerakan menjaga kebersihan lingkungan hidup berhubungan erat dengan keberlangsungan lingkungan hidup.
“Kebersihan lingkungan menjadi prasyarat penting untuk menciptakan lingkungan hidup yang sehat dan berkelanjutan bagi semua mahluk hidup,” jelasnya.
Keilana juga menjelaskan alasan dirinya bersama Janessa memasukan pemahaman lingkungan hidup melalui seni dikarenakan di lingkungan sekolah mereka terbiasa dengan belajar buku.
“Belajar melalui seni anak bisa lebih kreatif dan mengingat hasil karya dan ini lebih mudah diingat dibanding dengan teori buku,” jelasnya.
Dilokask yang sama Janessa mengatakan dia bersama Keilana berusaha konsisten menggunakan pendekatan ‘fun learning’ dan ‘art’ untuk kampanye keberlangsungan lingkungan hidup yang telah mereka lakukan di berbagai sekolah, komunitas anak, panti asuhan di Bali dan Jakarta sejak tahun 2024.
“Sebelumnya telah dilakukan lomba-lomba kreasi seni dari materi daur ulang. Untuk kegiatan kali ini, pendekatan seni dilakukan melalui kreativitas menghias kelas (tanpa materi plastik) dan pembuatan foto serta mini video. Melalui lomba Pilah Pilih sampah,mereka menerapkan ‘fun learning’ yang lebih mudah diingat daripada sekedar mendengarkan pengajaran teoritis,” kata Janessa.
Kedua remaja puteri ini membuat wadah IRIS Initiative (Instagram: Irisintiative.id) dan bahkan merancang mini kurikulum untuk memastikan agar keberlangsungan lingkungan hidup dapat ditularkan sejak usia dini dengan cara yang menyenangkan.
Bahkan mereka juga telah memikirkan program pembekalan agar dapat mempersiapkan para ‘agen’ muda yang memiliki kemapuan meng-kampanye-kan keberlangsungan lingkungan hidup sesuai dengan minat, bakat dan tren pengembangan teknologi.
Keilana dan Janessa telah membuktikan bahwa di usia muda mereka dapat melakukan hal-hal kecil yang berdampak besar dan berguna untuk Jangka Panjang.
Pendidikan
Publikasi Kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Tahun 2025.
Kepala Dinas
Dr. Rusliandy, S.STP, M.Si, M,E.
Hariansentana.com – Sebagai perpanjangan tangan Bupati Bogor melalui Peraturan Bupati Bogor Nomor 129 Tahun 2021 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja Dinas Pendidikan. Bersama ini disampaikan capaian kinerja dan perencanaan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2025.
RATA-RATA LAMA SEKOLAH.
Dalam peningkatan kualitas layanan pendidikan dalam capaian Rata-Rata Lama Sekolah. Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pendidikan menorehkan prestasi peningkatan capaian yang segnifikan pada tahun 2025. Dimana serangkaian program telah dilaksanakan yang diantaranya ;
1.Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) di 40 Kecamatan. Program Penanganan ATS merupakan salah satu program unggulan dari Dinas Pendidikan yang mana melibatkan unsur Stakeholder Kecamatan, Desa hingga RW/RT. Dimana mulai dari data satuan pendidikan yang melakukan verifikasi ATS pada aplikasi Kemendikdasmen, dan hasil data tersebut akan ditindaklanjuti oleh pihak Kecamatan, Desa hingga RW/RT untuk melakukan door to door ke data warga yang terdata sebagai ATS. Dimana bagi warga ATS yang berumur usia pendidikan formal akan diarahkan mengikuti kegiatan belajar di lembaga pendidikan formal negeri terdekat, dan bagi warga ATS yang berumur diatas pendidikan formal, akan diarahkan ke Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

(Rekapitulasi Progres Penanganan ATS Kabupaten Bogor Tahun 2025).

(Capaian Rata Rata Lama Sekolah dan Harapan Lama Sekolah Kabupaten Bogor Tahun 2025).

(Capaian Indeks Rapor Pendidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Tahun 2025).
STANDAR PELAYANAN MINIMAL ( SPM)
Standar Pelayanan Minimal (SPM) merupakan ketentuan mengenai jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan wajib pemerintah daerah yang berhak diperoleh setiap warga negara secara minimal. Dalam konteks penyelenggaraan pemerintahan daerah, khususnya pada Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, SPM memiliki peran strategis dalam menjamin terpenuhinya hak masyarakat terhadap layanan pendidikan yang bermutu, merata, dan berkeadilan. Oleh karena itu, implementasi SPM tidak hanya berfungsi sebagai instrumen teknokratis, tetapi juga sebagai wujud konkret akuntabilitas dan komitmen pemerintah daerah terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui bidang pendidikan.

(Capaian SPM dan Penyelenggaraan Pelayanan Publik Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Tahun 2022 s.d 2024).
STANDAR MUTU DAN KUALITAS PEMBELAJARAN
Pelaksanaan SULINJAR (Survey Lingkungan Belajar) melalui Asesmen Nasional (AN) sebagai instrumen yang digunakan untuk mengukur kondisi, iklim, dan proses pembelajaran yang dialami oleh peserta didik, guru, dan kepala sekolah di satuan pendidikan.


STANDAR SARANA DAN PRASARANA
Dalam pemenuhan dan pengembangan sarana dan prasarana fisik penunjang mutu kualitas pembelajaran, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor telah melakukan serangkaian pembangunan dan penanganan kondisi fisik bangunan pada satuan pendidikan yang tersebar di 40 Kecamatan se-Kabupaten Bogor dengan data sebagai berikut :


INOVASI
ROADSHOW PELAYANAN PUBLIK
1.Sesuai amanat Bupati Bogor dalam meningkatkan akselerasi dan efektifitas pelayanan publik. Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor menyelenggarakan program Roadshow Pelayanan Publik yang mengarah kepada pelaksanaan pelayanan di 40 Kecamatan, dengan memboyong seluruh tim pelayanan dengan target pengguna layanan dari kalangan tenaga pendidik dan kependidikan.

PENDIDIKAN DALAM DATA ( PENTA)
2. Selaku pemangku kebijakan layanan pendidikan sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 129 Tahun 2021 Tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja Dinas Pendidikan. Dengan dasar tersebut Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor meluncurkan program pengembangan sistem Pendidikan Dalam Data (PENTA) dengan harapan tercapainya pemetaan dan pemerataan penyebaran tenaga pendidik dan kependidikan di seluruh satuan pendidikan dengan tujuan pemaksimalan layanan pendidikan bagi masyarakat Kabupaten Bogor.

3.Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor terus berinovasi dengan memanfaatkan teknologi informasi. Salah satu wujud konkret dari inovasi tersebut adalah peluncuran PEPES Online (Pelayanan Publik Perbaikan Ijazah Siswa Online). Layanan ini dikembangkan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat, khususnya peserta didik, orang tua, dan satuan pendidikan, dalam mengakses informasi tentang layanan perbaikan ijazah rusak, atau terdapat kesalahan penulisan data tanpa harus datang langsung ke kantor dinas.
Inovasi ini lahir dari kebutuhan untuk mengurangi hambatan administratif dan meningkatkan efisiensi pelayanan, sejalan dengan prinsip penyelenggaraan pelayanan publik berbasis digital sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri PANRB Nomor 15 Tahun 2014 tentang Pedoman Standar Pelayanan Publik dan SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik).

PRESTASI PESERTA DIDIK 2025
1. Siswi SMPN 2 Parung berhasil meraih gelar juara tingkat Provinsi, sekaligus mewakili Jawa Barat pada pelaksanaan Olimpiade Penelitian Siswa (OPSI) Tahun 2025.

2. Dafia Fadha Direja, siswa kelas 9E SMP Negeri 1 Jonggol, yang berhasil meraih Juara Kategori Duta Wisata Nasional dalam ajang Grand Final Indonesia Model Competition 2025.

3.Berlaga di Lomba Pidato Kebangsaan Kemendagri tingkat Nasional, dua siswi SMP Negeri 1 Cibinong berhasil membawa pulang gelar juara.

4.Siswi Al-Azhar Syifa Budi Cibinong Meraih Juara 2 Nasional Lomba Menggambar Ekspresi FLS3N 2025 tingkat Nasional jenjang SD/MI.

5. SMP Al Azhar Syifa Budi Cibinong berhasil mengharumkan nama Bangsa Indonesia di Kancah Internasional dengan berhasil meraih mendali emas, dalam World Dance Festival Competition 2025 yang diselenggarakan Sejong University, Seoul, Korea Selatan. ( Tabrani).

-
Ibukota6 days agoLantik Uus Kuswanto sebagai Sekda DKI Jakarta, Pramono: Saya Butuh Administrator Ulung
-
Peristiwa5 days agoPernyataan Resmi: Bantahan atas Dugaan keterlibatan Oknum Berseragam Aktif
-
Ibukota4 days agoJakarta Utara Marak Rokok Ilegal Tampa Cukai, Aparat Tutup Mata.
-
Ibukota5 days agoPembinaan Satlinmas Melalui Forkopimko Jakut

