Uncategorized
Puluhan Anak Di Bawah Umur Direkrut Jaringan Teroris
Jakarta, Sentana – Kombes Pol Aswin Siregar SIK selaku Kepala Bagian Bantuan Operasional Densus 88 melalui keterangan tertulis, menjabarkan secara garis besar potensi ancaman teror dari Jaringan NII Sumatera Barat. Mereka memiliki keinginan mengubah ideologi Pancasila dengan syariat Islam secara kaffa, dan untuk menggulingkan pemerintahan yang sah apabila NKRI sedang dalam keadaan kacau.
Lebih lanjut ujar Aswin, Anggota Densus 88 telah menemukan Dokumen tertulis Visi misi jaringan NII di Sumatra Barat serupa dengan NII (Negara Islam Indonesia) Kartosuwiryo.
Karena itu pula, Aswin menyampaikan penegakan hukum terhadap seluruh Anggota jaringan NII di Provinsi Sumatra Barat dilakukan sebagai salah satu upaya mengungkap struktur dan menekan perkembangan jaringan NII baik di tingkat kewilayahan hingga ke Pusat.
Hal ini penting dilakukan mengingat perkembangan jaringan NII sudah tersebar masif di berbagai wilayah Indonesia, antara lain Jakarta, Tangerang, Jawa Barat, Bali, Sulawesi, Maluku, hampir semua Sumatra.
Khususnya di Sumatra Barat kata Aswin, para tersangka yang sudah tertangkap memberikan keterangan bahwa struktur NII mereka setingkat cabang/kecamatan/ CV (istilah NII) lV/ Padang dengan jumlah anggota 1,125 orang. Anggota.
“Dimana sekitar 400 anggota merupakan personil aktif, selebihnya berbai’at namun belum aktif dilibatkan dalam kegiatan NII dan sewaktu-waktu bisa diaktifkan apabila perlu.”
Dalam keterangannya ini, Aswin juga membeberkan pola rekrutmen anggota teroris NII yang tersebar di Sumatra Barat. Aswin mengatakan dari pola perekrutan berjenjang NII Cabang lV padang yang terbagi dalam 5 ranting/ UD yang masing masing berhasil merekrut Anggota sekitar 200 Orang.
Adapun dari jumlah total di Sumatra Barat, tercatat 843 orang yang tersebar di Kabupaten Dharmasraya dan 292 orang berada di Kabupaten tanah Datar.
Proses perekrutan anggota NII juga di gelar secara terstruktur dan sistematis, untuk bergabung menjadi ‘warga’ NII, seseorang harus melalui 4 tahap perekrutan yang di sebut ‘pencorakan’ yaitu P1(pencorakan 1),P2, PL/P3, dan P4″ tuturnya,
Pada keempat tahap tersebut secara berjenjang tiap calon ‘warga’ akan di beri materi dan nilai-nilai terkait menghafal Sapta supaya pemahaman sari’at Islam dan ibadahnya, sejarah perjuangan Umat Islam, ma’rifatul insan, siroh nabawi,dan berbagai nilai-nilai keislaman persiapan NII, ke setiap calon warga harus mengikuti bai’at NII/ kenegaraan dan bai’at perjuangan, terkhusus bagi yang akan diangkat menjadi pengurus/ pejabat dan ada bai’at kepengurusan,
Selama perekrutan anggota NII kata Aswin mereka melakukan tanpa memandang jenis kelamin dan usia dengan adanya sejumlah anak di bawah umur yang tercatat sebagai anggota.
“Hal ini terbukti dengan ditemukannya 77 orang di bawah umur 17 tahun yang dicuci otaknya dibai’at untuk sumpah setia kepada NII,” sebutnya. Bahkan Aswin mengatakan bahwa dari jumlah itu tercatat 126 orang yang kini sudah dewasa namun dulu juga direkrut saat usia di bawah umur.
Oleh karna itu sekarang Densus 88 telah bekerja sama dengan KPAI untuk mengembangkan kasus ini terkait perekrutan anak di bawah umur,
“Terkait hal ini, KPAI telah meminta Polri untuk mengembangkan pengungkapan jaringan NII di seluruh Indonesia khususnya Sumatra Barat untuk mencegah perekrutan anggota NII, hal ini perlu dilakukan ke seluruh wilayah Indonesia demi anak bangsa dan negara tidak bisa kalah terhadap teroris. NKRI Harga mati,” ujar Aswin.
Penulis : Albero Simbolon
Uncategorized
Gus Lutfi dan Lisa Lidia, Resmikan Sekretariat HISMINU Jakarta
Jakarta, Hariansentana.com – Ketua Himpunan Sekolah dan Madrasah Islam Nusantara (HISMINU) DKI Jakarta, Lutfi Hakim Wahid, MM meresmikan sekretariat HISMINU DKI Jakarta di Gd Samboja Lt 2 Jatinegara, Jakarta, pada Rabu (15/10/2025).
Peresmian ditandai dengan pemotongan pita dan do’a bersama yang dipimpin langsung oleh Gus Lutfi.
Melalui keterangannya, Rabu (15/10), Gus Luthfi berpesan, agar para pengurus HISMINU Jakarta selalu sungguh-sungguh dalam berkhidmah.
“Sekretariat ini hendaknya dimanfaatkan dan dikembangkan untuk kemaslahatan umat dan dapat menambah semangat musyawarah para guru untuk meningkatkan mutu pendidikan,” pesannya.

Sementara itu, Sekretaris HISMINU DKI Jakarta, Dr Lisa Lidia mengatakan, kegiatan ini sangat spesial dan terhormat karena bisa dihadiri Ketua PC HISMINU se-DKI Jakarta.
“Alhamdulillah, kami benar-benar merasakan karunia besar dari Allah SWT. Semua ini bisa terwujud berkat do’a, dukungan dan partisipasi sahabat semua,” ujarnya. (Red).
Kesehatan
APAAACI dan ISAI Gelar Kongres APAAACI 2025, pada 9-12 Oktober 2025 di Fairmont, Jakarta, Indonesia.
Jakarta, Hariansentana.com – Asosiasi Alergi, Asma, dan Imunologi Klinis Asia Pasifik (APAAACI), bekerja sama dengan Perhimpunan Alergi dan Imunologi Indonesia (ISAI), menyelenggarakan Kongres APAAACI 2025 pada 9-12 Oktober 2025 di Fairmont, Jakarta, Indonesia.
Dengan mengusung tema “Kesatuan dalam Keberagaman: Memajukan Sains dan Inovasi dalam Alergi, Asma, dan Imunologi – Dari Genetika hingga Terapi Berbasis Sel,” kongres ini dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno., Deputy of Tourism RI Vinsensius Jemadu., Prof. Ruby Pawankar, Executive Director and Past President, APAAACI., Ketua Kongres IPAAACI Prof Amir HA Latif., Prof Iris Rengganis serta para pejabat lain.

Kongres ini bertujuan untuk memadukan kemajuan ilmiah mutakhir dengan wawasan klinis praktis, yang ditujukan bagi para klinisi dan peneliti. Dengan partisipasi para pakar internasional dan regional.
Executive Director and Past President, APAAACI. Prof. Ruby Pawankar, mengatakan saat ini penyakit alergi, yang mencakup kondisi serius seperti anafilaksis, alergi makanan, beberapa jenis asma, rinitis, konjungtivitis, angioedema, urtikaria, eksim, serta alergi terhadap obat dan serangga, kini menjadi perhatian utama kesehatan global.
Di seluruh dunia, diperkirakan 300 juta orang menderita asma, 200 hingga 250 juta orang mengalami alergi makanan, dan 400 juta orang hidup dengan rinitis. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa asma saja menyebabkan sekitar 250.000 kematian setiap tahun. Angka prevalensi penyakit alergi, terutama dalam bentuk yang lebih parah, terus menunjukkan tren peningkatan.

Kawasan Asia Pasifik, yang merupakan rumah bagi dua pertiga populasi dunia, menanggung beben yang sangat besar dari penyakit-penyakit ini.
Faktor lingkungan seperti perubahan iklim, yang dipicu oleh pemanasan global akibat akumulasi gas rumah kaca dari aktivitas manusia, polusi udara, dan penurunan keanekaragaman hayati, menjadi ancaman serius bagi kesehatan manusia. Dampak buruknya terasa pada berbagai penyakit tidak menular (PTM) atau penyakit gaya hidup, dengan penyakit alergi menjadi yang paling umum di antaranya.
Indonesia seperti negara-negara Asia lainnya, juga menghadapi peningkatan prevalensi asma serta bentuk alergi makanan yang lebih parah dan anafilaksis. Srtuasi ini diperburuk oleh faktor lingkungan, termasuk masalah kabut asap lintas batas yang telah terjadi dalam beberapa dekade terakhir.
Untuk itu melalui kongres ini APAAACI menyerukan beberapa aksi penting diantaranya:
Perlunya tindakan segera untuk Mengatasi perubahan iklim di seluruh sektor ekonomi dan sosial di semua tingkatan.
Pentingnya kebijakan pemerintah yang bertujuan Mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, memulihkan.keanekaragaman hayati, serta menekan polusi udara di dalam dan di luar ruangan.
Upaya mitigasi lainnya, seperti meningkatkan efisiensi energi pada kendaraan dan bangunan serta mengurangi paparan terhadap zat-zat beracun.
Peningkatan edukasi dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola makan yang sehat dan seimbang sebagai langkah pencegahan penyakit alergi.
Penerapan pendekatan One Health secara multidisiplin, yang menekankan hubungan erat antara kesehatan manusia, hewan dan Ingkungan. (***)
Uncategorized
HBKB Jakarta Utara, KLH/BPLH Gelar Kampanye Edukatif bertajuk ” Gerakan Aksi Untuk Lingkungan.”
Jakarta, Hariansentana.com – Suasana hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) di jalan Danau Sunter Selatan Kelurahan Sunter Jaya Kecamatan Tanjung Priok kota administrasi Jakarta Utara, Minggu (20/07/2025), terasa istimewa. Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) bersama Generasi Muda Jakarta Utara kampanyekan edukatif, HBKB Bebas Sampah bertajuk Gerakan Aksi Untuk Lingkungan (GAUL): Ayo Pilah Sampahmu.
Hadir sebagai peserta dalam kegiatan tersebut dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari anggota Saka Kalpataru, siswa-siswi sekolah Adiwiyata, Karang Taruna, dunia usaha, hingga petugas kebersihan.
Inspektur Utama KLHK, Winarto, bersama Walikota Hendra Hidayat mengajak warga, khususnya generasi muda dan Saka Kalpataru, untuk mulai memilah sampah dari rumah sebagai langkah nyata menjaga lingkungan.
Sebagai bentuk apresiasi, KLH/BPLH menyerahkan secara simbolis bantuan tempat sampah pilah kepada Wali Kota Jakarta Utara, Wartawan lingkungan, komunitas lokal, serta perwakilan Saka Kalpataru.
“Agenda hari ini mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya Saka Kalpataru sebagai agen perubahan, untuk mengelola sampah dengan baik dan mulai memilahnya dari rumah,” ujar Winarto saat ditemui di Kawasan Danau Sunter, Jakarta Utara, Minggu (20/7/2025).

“Kegiatan ini tidak hanya berdampak hari ini, tapi akan berkelanjutan. Kita ingin membangun komitmen dan membuka wawasan masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, Hendra Hidayat, menyambut positif kolaborasi dengan KLH/BPLH dan berbagai pihak swasta dalam kampanye GAUL. Ia berharap aksi semacam ini bisa memperkuat posisi Jakarta Utara sebagai percontohan dalam pengelolaan sampah di DKI Jakarta.
“Kita bersyukur, CSR dari Agung Podomoro, Pelindo, dan pihak lain mendukung penuh dengan memberikan bantuan tong pilah sampah. Ini langkah konkret dalam mendorong masyarakat berperan aktif mengelola sampah,” kata Hendra.
Ia menambahkan, kegiatan rutin HBKB yang dibarengi dengan kampanye lingkungan menjadi momentum tepat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah secara mandiri dan berkelanjutan.
Tidak ketinggalan Tri krisna mukti.(20th)ketua RW. Gen Z.yang lagi Viral sebagai Duta Anti Narkoba BNN.DKI Jakarta, turut hadir di HBKB tersebut. Kami sangat senang dengan HBKB ini yang terus di selenggarakan oleh Pemkot administrasi Jakarta utara. Lokasi di sini sangat cocok. ” karena ada Danaunya sarana olah raga Jogging track nya bagus tamannya rindang sekali dan yang terpenting UMKM jajan murah meriah.”Jelasnya.(Sutarno)
-
Peristiwa2 days agoMobil Operasional MBG Seruduk Siswa SDN 01 Kali Baru, yang Sedang Berbaris di Lapangan
-
Nasional7 days agoJSI Menjadi Tuan Rumah Dalam Ajang Team Indonesia & Team Europe Bersepeda Bersama Akhiri Kekerasan Digital Terhadap Wanita dan Anak Perempuan.
-
Polhukam2 days agoKodam Jaya Blokir 66 Hektare Tanah di 7 RW Kel Sunter Jaya, BPN Pastikan Sertifikat Asli
-
Ibukota4 days agoTinjau Tanggul Pengaman Pantai, Pramono Pastikan Penanganan Rob Jadi Prioritas

