Connect with us

Peristiwa

Polisi Tangkap 5 Pelaku Spesialis Pencurian Sepeda Motor dan 4 Pengedar Shabu di Pademangan Jakut.

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com – Polsek Pademangan menangkap lima pelaku spesialis pencurian sepeda motor dalam rangka Operasi Nila Jaya 2024. Kelima pelaku yakni MS alias Ambon, AB alias B, K, PR dan LMT.

Kapolsek Pademangan Kompol Binsar Harotongan menjelaskan pencurian sepeda motor ini terjadi di wilayah Pademangan Timur, Jakarta Utara. Kejadian ini terjadi sejak Juni hingga Juli 2024.

Kompol Binsar mengungkap pada 19 Juni 2024 pukul 15.51 WIB telah terjadi pencurian sepeda motor di wilayah Jalan Pesanggrahan 2, RT 3/RW 12, Pademangan. Kejadian serupa terjadi pada 22 Juni 2024 di Jalan Pesanggrahan 3.(Kasus ketiga) pada Rabu tanggal 10 Juli 2024 sekira Pukul 06.00 WIB. Jalan Trembesi RT 17 RW 05,” kata Binsar kepada wartawan, Jumat (26/7/2024).

Binsar menyebut para pelaku biasanya melancarkan aksinya saat sepeda motor korban dalam kondisi terparkir. “Pelaku mencuri sepeda motor yang terparkir di TKP, dengan cara merusak kunci,” ucapnya.

Adapun tiga motor yang dicuri merupakan milik Engkus, Muhammad Aman dan Mega Rohmah yang merupakan warga Pademangan. Sementara terhadap para pelaku dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Polsek Pademangan juga menangkap 4 orang tersangka TI (40), TF (24), YP alias ACE (48) dan R alias DADO (43) selaku pengedar Sabu. Hasilnya, sebanyak 40,09 gram sabu berhasil diamankan.
Kapolsek Pademangan, Kompol Binsar Hatorangan mengungkap dari tangan TI, pihaknya berhasil mengamankan barang bukti Sabu sebanyak 4,51 gram yang dikemas dalam 13 paket klip kecil. Sementara dari TF, Binsar menyebut mendapati 2 paket Sabu dengan total berat 3,68 gram.

Kemudian dari tangan YP alias ACE juga ditemukan 3 paket klip kecil berisi sabu. Lalu dari tersangka R alias DADO memiliki satu paket klip besar dengan berat 29,71 gram

“Total keseluruhan dengan berat bruto 40,09 gram,” kata Binsar Harotangan kepada wartawan, Jumat (26/7/2024).

Dia juga menyebut keempat pelaku ditangkap di lokasi yang berbeda-beda. Hanya saja, untuk tersangka TI dan TF ditangkap di dua lokasi yang saling berdekatan di wilayah Kampung Bandan, Jakarta Utara.

Sementara untuk tersangka YP alias ACE diamankan di TKP Jalan Budi Mulia, Jakut. Sedangkan tersangka R alias DADO ditangkap di Jalan Ampera VII, Jakut.

Selanjutnya para pelaku ini pun dibawa ke markas Polsek Pademangan untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Terhadap para pelaku dijerat dengan pasal 114 ayat 1 Subsidair pasal 112 ayat 1 undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Selanjutnya tersangka dan barang bukti di bawa ke Polsek Pademangan guna pengusutan dan penyidikan lebih lanjut,” pungkasnya.(Sutarno)

Peristiwa

Pelapor Nilai Pernyataan Feri Amsari Menyinggung Perasaan Petani

Published

on

By

JAKARTA, SENTANA – Pengamat sekaligus akademisi Feri Amsari dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Ini buntut pernyataannya yang mengkritik swasembada pangan yang dicapai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan Feri dinilai merupakan berita bohong atau hoaks.

Ada dua laporan terhadap Feri, salah satunya dibuat Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Tani Nusantara. Menindaklanjuti laporan tersebut, pada hari ini Polda Metro Jaya memeriksa pihak LBH Tani Nusantara.

“Terkait laporan kami kemarin jadi ini dapat surat panggilan untuk di-BAP sebagai pelapor, LBH Tani Nusantara,” ujar Ketua Umum LBH Tani Nusantara, Minta ito Simamora, Kamis, 23 April 2026.

Dalam pemeriksaan tersebut, Minta dicecar sejumlah pertanyaan oleh penyelidik. Pertanyaan ini kurang-lebih sekitar 20-an. “Pertanyaannya seputar siapa yang dilapor, di mana kejadian perkaranya,” ucapnya.

Tak ada bukti baru yang disertakan pihaknya dalam pemeriksaan tersebut. Lebih lanjut, LBH Tani Nusantara berharap, proses pemeriksaan ini terus berjalan. Sebab, kata Minta hukum haruslah ditegakkan.

“Harapan kami agar ini berlanjut ke tahap berikutnya, untuk diverifikasi dengan data yang dimiliki Feri Amsari dengan data yang kami punya,” tuturnya.

Bidang Advokasi, Litigasi dan Hubungan Antar Lembaga LBH Tani Nusantara, Jeffri Mangapul Simanjuntak, menambahkan bahwa narasi yang dibuat Feri Amsari bukan sebatas kritik kepada pemerintah. Tapi pernyataan yang melukai hati para petani.

“Namun ini kan desakan para petani. Di mana pemerintah sudah bekerja keras, ada pemberian subsidi pupuk yang sudah berlimpah, beras swasembada pangan, itu kan sudah ada di lapangan dan nyata dirasakan oleh para petani. Desakan ini disampaikan kepada kami di LBH Tani Nusantara,” ujarnya.

Pihaknya membantah bahwa pelaporan ini merupakan wujud sikap kritis terhadap pemerintah yang dikriminalisasi. Apa yang LBH Tani Nusantara lakukan, kata Jeffri justru melindungi Feri dari aksi main hakim sendiri dari pihak-pihak yang kecewa dengan pernyataan pria itu.

“Ini jangan jadi simpang siur di tengah masyarakat. Bahwa laporan ini kami lakukan karena kami ingin menghindar ada upaya-upaya di luar hukum,” kata dia.

Ia pun berharap agar Feri Amsari berhenti menebar hoaks dan membuat keresahan di masyarakat.

“Kalau memang ada data itu gamblang dibuka di media, jangan membuat kerusuhan, kericuhan. Nanti siapa yang mau bertanggung jawab kalau ada demo di luar itu. Kita lihat di rumah Pak Saiful Mujani ada demo,” papar dia.

“Hati-hati, jangan menyinggung perasaan masyarakat, jangan menyinggung perasaan petani,” imbuh Jeffri.

Pemerintah, menurutnya sudah bekerja keras demi rakyat. LBH Tani Nusantara sudah melihat hal itu secara langsung di lapangan. Jeffri pun menegaskan bahwa pihaknya tak antikritik. Namun, kata dia jangan sampai sikap kritis yang disampaikan menyinggung perasaan orang lain.

“Kami menghargai kebebasan berpendapat, kami menghargai kritik dari siapa pun, termasuk kepada pemerintah. Tapi janganlah menyinggung perasaan petani dan pedagang,” tuturnya.

“Saat ini kondisi geopolitik sedang mengkhawatirkan. Orang di negara-negara lain pangan, energi semua sudah kritis. Jangan ditambahkan masalah lagi di negara kita,” lanjut Jeffri.

Continue Reading

Peristiwa

Warga Tangkap Pengedar Narkotika di RW 13 Pademangan Barat.

Published

on

By

Jakarta , Hariansentana.com – warga bersama Babinkantibmas Aipda Iwan, Syekh Sobirin ketua RW.13, Ustad Robby ketua LMK, FKDM dan pengurus RT melakukan penggerebekan salah satu rumah di kawasan Jalan Budimulya RT.09/013 kelurahan Pademangan Barat kecamatan Pademangan kota administrasi Jakarta Utara.

Setelah mendapat informasi dari masyarakat, syekh Sobirin bersama Robby ketua LMK Pademangan Barat langsung telp Aipda Iwan S. Babinkantibmas langsung melakukan penggerebekan.

“Rido ditangkap dan diamankan dengan barang bukti satu plastik klip bening berisi kristal berwarna putih yang merupakan Narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman jenis Sabu, dengan berat 86,39 gram,” ujar Robby Senin (20/4/2026)

Robby mengatakan pihaknya juga menemukan barang bukti non Narkotika, dan dua unit Handphone.

Kemudian tersangka beserta barang bukti dibawa ke Kantor Polsek Pademangan untuk proses hukum. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, tersangka Rido mengaku sudah menjadi pengedar Narkotika.

Kepada tersangka dikenakan hukuman tindak pidana Narkotika golongan I sebagaimana diatur dalam Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009.

Sementara, Ahmad Muklis bersama Maya LSM anti Narkotika Jakarta Utara mengapresiasi kejadian ini.
“Kami sangat mengaspresiasi peran aktif tokoh masyarakat bersama RT/RW yang peka terhadap lingkungan tempat tinggal dari bahaya Narkoba. Lanjutkan jangan sampe kendor demi generasi muda sehat.” pungkasnya.(Sutarno).

Continue Reading

Peristiwa

Bawa 4,68 Gram Sinte, Polisi Amankan Dua Remaja di Jalan Yos Sudarso Jakut

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com.– Tim Patroli Perintis Jaga Jakarta Regu B kembali menunjukkan respons cepat dalam menjaga keamanan wilayah. Pada Minggu 19 April 2026 dini hari sekitar pukul 00.30 WIB, petugas berhasil mengamankan dua orang laki-laki yang diduga membawa narkotika jenis sintetis (sinte) tanpa hak di kawasan Jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara.

Kedua pelaku masing-masing berinisial T (20) dan TY (19). Penangkapan bermula saat tim patroli yang dipimpin Ipda Sinaga tengah melakukan pemantauan rutin di wilayah tersebut. Petugas kemudian mencurigai dua pria yang berboncengan menggunakan sepeda motor.

“Saat dilakukan pengejaran, salah satu terduga pelaku sempat membuang sebuah barang ke jalan. Setelah diperiksa, barang tersebut diketahui merupakan satu klip narkotika jenis sinte dengan berat bruto 4,68 gram,” ujar Kasie Humas Polres Metro Jakarta Utara IPTU Maryati Jonggie dalam keterangannya kepada Indonesiaglobal.

Dari tangan pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Stylo warna merah serta dua unit handphone Android. Kedua pelaku beserta barang bukti langsung dibawa ke Polres Metro Jakarta Utara untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pelaku dijerat Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Narkotika, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif dalam menjaga lingkungan dari peredaran narkotika.(Sutarno)

Continue Reading
Advertisement

Trending