Nasional
Peduli Kabut Asap, Rumah Zakat Kerahkan 7 Mobil Oksigen Dan 100 Relawan
Jakarta, Sentana – Peduli Kabut Asap (Karhutla), Rumah Zakat kembali berangkatkan 7 Mobil Oksigen, 100 relawan dan Armada logistik ke 4 Provinsi yang terkena dampak asap Karhutla.
CEO Rumah Zakat, Nur Efendi mengatakan, hari ini kita tambahkan lagi bantuan kemanusiaan berupa 7 Mobil Oksigen dan Armada logistik yang membawa oksigen, obat – obatan dan Masker N-95 untuk melakukan Aksi Peduli Bencana ke lokasi terdampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
“Sebelumnya 8 Unit Mobil Oksigen dan 50 relawan telah berada di titik – titik terdampak di 4 Provinsi tersebut,” ujarnya di Jakarta Rabu (25/9/2919).
“Kami akan terus berupaya memberikan penanganan terbaik bagi masyarakat yang terpapar asap. Penanggulangan bencana ini bukan hanya pemerintah yang bertanggung jawah. Tapi kita juga mempunyai kewajiban untuk memberikan solusi atas bancana asap yang terjadi ini,” tambahnya.
Efendi menuturkan, selain memberikan bantuan peralatan dan menerjukan relawan, Rumah Zakat juga menyediakan pos darurat kabut asap, pos segar, peralatan logistik. ambulance, mobil oksigen, layanan kesehatan yang telah mendistribusikan 15.200 di Pontianak, Pekanbaru, Palembang, Palangkaraya, Banjarmasin, Medan dan Padang.
Efendi menambahkan, kualitas udara semakin memburuk, maka Rumah Zakat juga menyediakan Safe House bagi warga yang terdampak kabut asap di 5 lokasi, yaitu 2 Safe House di Pekanbaru, 1 Safe House di Pontianak dan 1 Safe House di Jambi. Warga yang tinggal di Safe House Rumah Zakat akan mendapatkan fasilitas tim medis, obat-obatan, masker, dan ambulan antar jemput.
“Selain itu, mereka juga diberikan makan selama tiga kali sehari. SaIah satu penghuni Safe House Rumah Zakat adalah anak-anak dan santri Darul Quran,” jelasnya.
Dalam kesempatan ini Efendi mendorong dan menghimbau agar umat Islam melaksanan sholat Istisqa atau sholat meminta hujan. Karena hujan yang turun di titik rawan asap sangat membantu mengurangi kabut asap yang berdampak pada kesehatan. Selain itu, Efendi juga meminta agar ada tindakan tegas terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan terutama yang dilakukan korporasi.
“Perlu juga dibangun semacam kanal di titik-titik rawan kebakaran. Karena provinsi yang terkena kebakaran hutan itu- itu saja seperti Riau, Jambi dan Kalimantan. Kita juga perlu mengedukasi masyarakat. ” Ayo jaga lingkungan kita dengan antisipasi kebakaran hutan,” tegasnya.
Sementara itu Chief Program Officer Rumah Zakat, Murni Alit Baginda mengungkapkan, Safe House merupakan tempat tinggal sementara bagi warga yang terpapar kabut asap. Safe House berupa ruangan kedap udara dan ada pendingin ruangan.Kebutuhan mendesak saat ini yang dibutuhkan warga di antaranya Pos Kesehatan, oxygen. masker No 95, siap siaga ambulans, dan alat pemadam kebakaran.
Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi udara di Kota Pekanbaru, sampit, dan Palembang sudah memasuki status berbahaya. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data lnformasl dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan, dari Februari hingga September 2019, jumlah penderita lnfeksi Saluran Pemapasan Akut (ISPA) akibat kebakaran hutan dan lahan (Karbutla) hingga September mencapai 919.516 orang.
Masyarakat yang terdampak ISPA akibat KarhutIa tersebut tersebar di enam provinsi, yaitu Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kallmantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Selain berdampak pada kesehatan dan aktivitas masyarakat, kebakaran hutan tersebut telah merusak tanaman dan terbunuhnya satwa liar yang terdapat di dalamnya.
Ibukota
Tingkatkan Kualitas Layanan ke Warga, Empat Kantor Kelurahan Diresmikan
Jakarta, Hariansentana.com.- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung didampingi, Asisten Pemerintahan Sekda DKI Jakarta Dr Sigit Wijatmoko Arifin walikota administrasi Jakarta Pusat dan Hendra Hidayat walikota administrasi Jakarta Utara meresmikan empat kantor kelurahan yang telah rampung direnovasi, di Kantor Kelurahan Senen,kecamatan Senen, kota administrasi Jakarta Pusat, Senin (4/5/6)
Keempat kantor kelurahan yang diresmikan yakni Kelurahan Senen kecamatan Senen dan Kelurahan Tanah Tinggi kecamatan Johar baru di Jakarta Pusat, serta Kelurahan Semper Barat kecamatan Cilincing dan Kelurahan Sunter Jaya kecamatan Tanjung Priok di Jakarta Utara.
Renovasi ini dilakukan mengingat beberapa kantor kelurahan tersebut tidak pernah direhabilitasi total sejak 1990. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk terus melakukan transformasi dan akselerasi peningkatan layanan kepada warga Jakarta
“Baru saja kami meresmikan empat (kantor) kelurahan yang ada di Jakarta dari 267. Karena ini memang kita programkan setiap tahun, kita anggarkan untuk melakukan pembenahan kantor-kantor kelurahan,” ujar Pramono.

Renovasi kantor kelurahan ini dilakukan dengan menonjolkan unsur budaya Betawi sebagai identitas Jakarta. Ia mengingatkan agar proses pembangunannya dilaksanakan secara transparan dan akuntabel sehingga tidak menyisakan masalah di kemudian hari.
Gubernur pun meminta agar perbaikan kantor kelurahan terus dilanjutkan setiap tahun. Sebab kantor kelurahan harus bertransformasi dari sekadar pelayanan administratif, menjadi layanan terdepan dalam berinteraksi langsung dengan warga.
Karena itu, ia meminta kantor kelurahan untuk membuka diri seluas-luasnya terhadap keluhan warga dan memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.
Selain itu, seiring dengan visi Jakarta sebagai kota global, Pramono juga meminta agar cara berpikir aparat kelurahan harus berubah dalam memberikan layanannya. Ia pun memastikan semua layanan kelurahan yang diberikan kepada masyarakat tidak dipungut biaya atau gratis.
“Semoga fasilitas ini memberikan manfaat sebesar-besarnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, demi mewujudkan Jakarta sebagai kota global, dan sekaligus pusat perekonomian nasional, inklusif, berkelanjutan, dan menyejahterakan warganya,” tandas Pramono.(Sutarno)
Ibukota
Pramono Teken Ingub Pemilahan Sampah: Percontohan Sudah Dimulai di Kelurahan Rorotan
Jakarta, Hariansentana.com.- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menandatangani Instruksi Gubernur (Ingub) terkait pemilahan sampah. Dia mengatakan kebijakan ini akan dilakukan bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Republik Indonesia.
“Saya sudah menandatangani Instruksi Gubernur untuk proses pemilahan. Dalam waktu dekat kami akan bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk deklarasi pemilahan sampah di Jakarta,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (4/5/2026).
Dia mengatakan pemilahan sampah merupakan gerakan bersama. Dia mengatakan langkah tersebut akan melibatkan masyarakat.
“Ini akan menjadi gerakan bersama. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa dilakukan secara masif di seluruh kota administrasi,” ujarnya.
Pramono mengatakan pemilahan sampah sudah mulai diterapkan di Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara. Pemprov DKI Jakarta menargetkan pemilahan sampah diperluas.
“Sebagai percontohan sebenarnya sudah dimulai di Rorotan, di Cilincing, dan sebagainya,” ujarnya.
Pemprov DKI Jakarta juga mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Pramono mengatakan Jakarta akan memiliki tiga pembangkit listrik tenaga sampah.
“Sehingga dengan demikian, DKI Jakarta akan ada tiga pembangkit listrik tenaga sampah, ditambah dengan RDF Rorotan yang sekarang ini sebenarnya sudah beroperasi,” ujarnya.(Sutarno)
Ibukota
Polisi Bongkar Peredaran Obat Terlarang Daftar G, di Tanjung Priok, Penjual Ditangkap
Jakarta, Hariansentana.com.– Setelah Polsek Pademangan yang menangkap pelaku penjualan secara online dengan menyita ribuan pil setan.
Satuan Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok berhasil mengungkap kasus peredaran obat-obatan berbahaya (Daftar G) tanpa izin di wilayah Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan seorang pelaku yang diduga berperan sebagai penjual.
Kasus ini terungkap berawal dari informasi masyarakat pada Kamis terkait adanya aktivitas peredaran obat-obatan berbahaya di kawasan Tanjung Priok dan sekitarnya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Operasional Satresnarkoba langsung melakukan observasi di sejumlah titik, di antaranya Kelurahan Rawa Badak, Tugu Utara, dan Kebon Bawang.
Dalam penyelidikan, petugas menemukan sebuah toko kosmetik bernama Toko Bahari yang berlokasi di Jalan Bakti Raya, Kebon Bawang, Tanjung Priok. Dari lokasi itu, polisi mendapati ratusan butir obat-obatan berbahaya yang dijual tanpa izin resmi.
Pelaku yang diamankan diketahui berinisial AW (27), seorang pria asal Aceh Utara, yang diduga berperan sebagai penjual obat-obatan tersebut.
Dari hasil penggerebekan, petugas menyita sejumlah barang bukti berupa 272 butir obat jenis Excimer, 209 butir Tramadol, 121 butir Trihexyphenidyl, serta 121 butir Alprazolam dan sejenisnya. Selain itu, turut diamankan barang bukti non-narkotika berupa satu unit telepon genggam dan uang tunai sebesar Rp1.500.000.
Selanjutnya, pelaku beserta seluruh barang bukti dibawa ke Polres Pelabuhan Tanjung Priok untuk menjalani proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.
Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Habibie, menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap peredaran obat-obatan berbahaya yang tidak sesuai dengan peruntukan dan ketentuan hukum.
“Pengungkapan ini merupakan komitmen Polri dalam memberantas peredaran obat-obatan ilegal yang dapat membahayakan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu H.Slamet Sugoro ketua MUI kecamatan Pademangan. menggatakan pada Hariansentana.com minggu (3/5/2026).
“Kami sangat mengaspresiasi gebrakan polisi yang tidak kendor dalam pemberantasan penyakit masyarakat khususnya pil setan merusak generasi muda, contoh demo may day yang tertangkap pada minum pil tramadol.” tegasnya.(Sutarno)
-
Ibukota6 days agoDKI Jakarta Kembali Sabet Gelar Pemerintahan Terbaik Tahun 2025
-
Opini5 days agoMelawan “Senyapnya Narasi”: Jiwa Kirana dan Kebangkitan Tradisi Magelang di Panggung Digital Dunia
-
Ibukota4 days agoHendra Hidayat Pimpin Gerakan Menanam di Jakarta Utara
-
Ibukota4 days agoPramono Siap Tindak Lanjuti Pergantian Ketua DPRD DKI Jakarta.

