Ibukota
Parkir Liar Danau Sunter Selatan Diduga Dikelola Premanisme, Aparat Dinilai Tutup Mata.
Jakarta, Hariansentana.com.- Kawasan Danau Sunter Selatan.1 dan 2, Kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok kota administrasi Jakarta Utara salah satu wisata olahraga Air dari 12 Destinasi Wisata Pesisir kebanggan Jakarta Utara yang sempat menjadi ikon kebersihan dan penataan ruang publik, kini justru tercoreng oleh maraknya praktik parkir liar di kelola premanisme yang meresahkan masyarakat. Minggu (03/05/2026).

Publik masih mengingat momen Festival Danau Sunter 2018 yang menjadi sorotan nasional saat Sandiaga Uno, yang saat itu menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta, berenang beradu cepat dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pada 25 Februari 2018. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga simbol keberhasilan revitalisasi dan pembersihan Danau Sunter Selatan sebagai percontohan pengelolaan danau urban yang bersih serta kampanye pelestarian lingkungan perairan.
Namun, kondisi terkini di lapangan menunjukkan ironi. Praktik premanisme parkir liar berlangsung terang-terangan di sepanjang bahu jalan Danau Selatan area yang seharusnya steril dari kendaraan. Padahal, larangan parkir telah dipasang melalui banner resmi, dan pengunjung diarahkan menggunakan fasilitas parkir yang tersedia di dalam GOR Sunter.
Faktanya, kendaraan roda dua justru berjajar di bahu jalan, mempersempit akses dan meningkatkan risiko kemacetan hingga kecelakaan.
Praktik ilegal ini diduga melibatkan oknum aparat aktif. Berdasarkan keterangan yang dihimpun Harian sentana.com yang sedang menyaksikan wisata air, mereka mengaku menyetorkan hasil pungutan kepada oknum berinisial M dan S yang disebut sebagai anggota TNI aktif. Tarif parkir yang dipungut berkisar antara Rp 5.000 hingga Rp10.000 per kendaraan.
mengaku hanya menjalankan perintah.
“Kalau kami di lapangan cuma kerja saja, Bang. Setiap hari ada setoran, sudah ada yang ngatur. Kami juga tidak berani melawan karena takut,” ujarnya.
Ia juga menyebut praktik tersebut sudah berlangsung lama dan terorganisir.
“Sudah lama seperti ini, bukan baru. Semua sudah tahu, tapi ya begitu, kami ikut saja aturan yang ada di sini,” tambahnya.
Sementara Yanto warga Kartini Jakarta pusat bersama keluarganya yang sedang liburan menyaksikan jetski mengatakan, petugas parkir di sini seram, kalau minta bayaran. sepertinya Aparat tutup mata dan takut.” katanya.
Tak hanya parkir liar, keberadaan UMKM ilegal di sekitar lokasi turut membuat kumuh dan memperburuk situasi. Para pedagang disebut juga memberikan setoran kepada oknum yang menjadi Backing, mengindikasikan adanya dugaan praktik pungutan liar yang sistematis.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan ketegasan Aparatur. Peraturan daerah yang jelas dilanggar seolah tidak memiliki daya, sementara aparat yang seharusnya menjadi garda terdepan penegakan hukum justru dinilai tidak berdaya.
Posko Tiga Pilar yang ada di lokasipun sepertinya tidak berguna, ketika hal tersebut di tanyakan salah satu petugas menggatakan.
“Kita sudah sering sekali mediasi, namun tidak membuahkan hasil. Belum lagi anggota kita sedikit. Kalau kita tertibkan, sama saja bunuh diri,” ujar salah satu anggota Satpol PP saat dikonfirmasi.
Pernyataan ini menggambarkan adanya tekanan di lapangan, sekaligus memperkuat bahwa Premanisme lebih kuat, dugaan bahwa praktik parkir liar tersebut memiliki “beking” kuat yang menghambat penindakan.
Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta Utara juga dinilai belum menunjukkan langkah konkret. Bahkan muncul dugaan adanya aliran dana dari praktik ilegal tersebut yang membuat penanganan terkesan mandek.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya ketertiban yang terganggu, tetapi juga kepercayaan publik terhadap aparat dan pemerintah akan semakin menurun.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Instansi terkait TNI/Polri didesak segera melakukan investigasi menyeluruh serta menindak tegas pihak-pihak yang terlibat tanpa pandang bulu.
Danau Sunter Selatan yang dahulu menjadi simbol keberhasilan penataan kota, kini terancam kehilangan wibawanya akibat praktik Premanisme ilegal yang terus dibiarkan. Tanpa langkah tegas, hukum hanya akan menjadi formalitas yang kalah oleh kepentingan di lapangan. (Sutarno)
Ibukota
Perjuangan Ibu Pedagang Sayur: Tarmah Berangkat Haji Setelah Puluhan Tahun Menabung
BEKASI, SENTANA – Kisah inspiratif datang dari Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Seorang ibu pedagang sayur, Tarmah, akhirnya berkesempatan menunaikan ibadah haji pada tahun 2026 setelah menabung selama puluhan tahun dari hasil usaha sederhananya.
Sehari-hari, Ibu Tarmah berjualan sayur di Kampung Pamahan, Jatiasih, Bekasi. Dari gerobak kecil yang ia kelola, ia tidak hanya memenuhi kebutuhan hidup keluarga, tetapi juga secara disiplin menyisihkan sebagian penghasilannya untuk mewujudkan niat berangkat ke Tanah Suci.
Upaya tersebut dimulai sejak 2005. Dengan konsistensi tinggi, Ibu Tarmah menyisihkan penghasilan setiap hari. Tabungan itu kemudian cukup untuk mendaftar haji pada tahun 2014.
“Sejak tahun 2006 saya sudah mulai menabung dari hasil jualan sayur. Sedikit demi sedikit saya kumpulkan supaya bisa berangkat haji,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).
Perjalanan panjang pun harus dilalui setelah pendaftaran. Ia menunggu selama 12 tahun hingga akhirnya mendapat panggilan berangkat pada musim haji 2026.
Kabar tersebut disambut haru oleh Ibu Tarmah setelah penantian yang tidak singkat. Menjelang keberangkatan, berbagai persiapan telah dilakukan, mulai dari melengkapi dokumen, pemeriksaan kesehatan, hingga mengikuti manasik haji.
Ibu Tarmah bersama Puri dan Ahmad berangkat pada 3 Mei 2026 dalam Kloter 10 Embarkasi Bekasi, bersama ratusan calon jemaah lainnya.
Ibukota
Hendra Wali Kota Jakut: May Day 2026 Momentum Perkuat Kebersamaan Tripartit
Jakarta, Hariansentana.com.- Wali Kota administrasi Jakarta Utara, Hendra Hidayat menginginkan agar peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) Tahun 2026 dapat menjadi momentum memperkuat sinergisitas unsur pemerintah, pengusaha, dan pekerja.
Hal tersebut diungkapkannya pada peringatan May Daya yang dihadiri sekitar 600 buruh di Kantor Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Nakertransgi) Jakarta Utara, Jalan Plumpang Semper, Kelurahan Tugu Selatan, Kecamatan Koja Sabtu (2/5/2026).
Hendra mengatakan, peringatan May Day tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial tahunan. Momentum ini harus dimanfaatkan sebagai ajang refleksi bersama untuk mendorong peningkatan kesejahteraan para pekerja.
“May Day menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antara pemerintah, pekerja, dan pengusaha atau tripartit, sekaligus memperkuat sinergisitas dalam menghadapi berbagai tantangan ketenagakerjaan ke depan,” ujarnya.
Hendra menjelaskan, dunia kerja saat ini menghadapi tantangan global yang dinamis, mulai dari ketidakpastian ekonomi, transformasi digital, hingga perubahan pola kerja. Kondisi tersebut, kata dia, menuntut kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan.
Pada tahun ini, May Day mengusung tema “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja” dengan slogan “Satu Tekad, Satu Tujuan, Sejahtera Bersama”. Tema tersebut menekankan bahwa kemajuan industri harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan buruh.
“Penguatan hubungan industrial merupakan kunci untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif, sekaligus memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi tenaga kerja,” terangnya.
Ia menambahkan, peringatan May Day di Jakarta Utara diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan hiburan, seperti santunan kepada anak yatim, pemberian bantuan sosial bagi pekerja, serta panggung hiburan untuk masyarakat. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat mempererat solidaritas dan kepedulian sosial di lingkungan kerja.
“Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan, partisipasi aktif, serta kerja sama dari semua pihak yang telah berkontribusi sehingga kegiatan ini dapat berjalan lancar,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana May Day 2026 dari Aliansi Serikat Buruh Jakarta Utara, Muhammad Hori menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota administrasi Jakarta Utara, TNI, Polri, Satpol-PP, Dishub serta instansi terkait lainnya atas dukungan yang diberikan.
Ia menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan ketertiban di kalangan buruh. Suasana yang kondusif sangat diperlukan agar perjuangan dalam menyampaikan aspirasi dan menuntut hak-hak pekerja dapat berlangsung secara efektif.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, sinergi antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah di Jakarta Utara semakin kuat. Semoga ke depan terdapat peningkatan nyata dalam aspek kesejahteraan dan perlindungan tenaga kerja,” tandasnya.
Sementara Sunarno Ketua PWI Pokja Jakut bersama Bang H.Tarno Penasehat, mengaspresiasi kolaborasi antar pimpinan Serikat pekerja/Buruh di wilayah jakarta Utara.” Kami Sangat Bangga kolaborasi Forkopimko dengan Serikat pekerja Jakut sehingga May Day tahun 2026.kondusif dan lancar tidak ada kegaduhan.”Jelasnya.(Sutarno)
Ibukota
Hendra Hidayat Pimpin Gerakan Menanam di Jakarta Utara
Jakarta, Hariansentana.com.- Wali Kota administrasi Jakarta Utara, Hendra Hidayat memimpin Gerakan Menanam Jakarta Utara Tahun 2026 bertema “Mendukung Kemandirian Pangan Keluarga”.
Seremonial pelaksanaan kegiatan dilakukan di area urban farming Walkot Farm, Kantor Wali Kota Jakarta Utara.
Kegiatan ini diinisiasi Tim Penggerak (TP) PKK Jakarta Utara bersama Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP), serta Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas KPKP DKI Jakarta.
Hendra mengatakan, gerakan tersebut merupakan langkah konkret dalam menjaga stabilitas pasokan pangan sekaligus menekan inflasi daerah.
Ia mengajak masyarakat, lurah, dan camat untuk memanfaatkan lahan pekarangan dengan menanam komoditas seperti edamame, semangka, dan cabai.
“Jika setiap rumah tangga mampu menghasilkan bahan pangan sendiri, kebutuhan dapur dapat tercukupi dan ketergantungan pada pasar akan berkurang,” ujarnya, Kamis (30/4).
Ketua TP PKK Jakarta Utara, Fida Hendra mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk Sudin dan Dinas KPKP serta PT East West Seed (Panah Merah), dalam penyediaan sarana dan benih unggul.
“Melalui kolaborasi ini diharapkan ketersediaan dan kemandirian pangan keluarga dapat meningkat, sekaligus mendukung pemenuhan gizi serta menjaga stabilitas harga pangan,” terangnya.
Fida menjelaskan, gerakan menanam tahun ini dilaksanakan di 143 lokasi yang terdiri dari Kantor Wali Kota (satu lokasi), kantor kecamatan (rnam lokasi), kantor kelurahan melalui Taman Hatinya PKK (31 lokasi), RPTRA (75 lokasi), serta 30 lokasi penggiat urban farming.
“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan lahan sempit secara produktif serta menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan. Masyarakat juga telah mendapatkan Bimtek penanaman,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Utara, Novy Christine Palit memaparkan, pihaknya telah menyiapkan berbagai sarana pendukung seperti, 143 sachet benih edamame dan 760 polybag benih cabai.
Kemudian, sebanyak 2.860 polybag ukuran 40×40 sentimeter, 143 kilogram pupuk NPK, 715 karung pupuk kandang sapi, serta 429 karung sekam bakar yang telah didistribusikan ke berbagai lokasi.
“Untuk Benih semangka merupakan dukungan dari PT East West Seed, sedangkan bibit singkong berasal dari Komunitas Lovely Hands,” imbuhnya.
Ia berharap, gerakan ini dapat berjalan berkelanjutan dan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat dalam menciptakan ketahanan pangan sekaligus lingkungan yang lebih hijau di Jakarta Utara.
“Sejak Januari hingga saat ini, urban farming di Jakarta Utara telah dilaksanakan di 51 lokasi. Hal ini menunjukkan masyarakat semakin aktif dalam mendukung ketahanan pangan,” tandasnya. (Sutarno)
-
Polhukam7 days agoJohan : Ada Perbedaan Kebijakan Antara Gubernur Jabar dan Bupati Bogor terkait Izin Usaha di Kabupaten Bogor
-
Ibukota5 days agoDKI Jakarta Kembali Sabet Gelar Pemerintahan Terbaik Tahun 2025
-
Opini4 days agoMelawan “Senyapnya Narasi”: Jiwa Kirana dan Kebangkitan Tradisi Magelang di Panggung Digital Dunia
-
Ibukota3 days agoHendra Hidayat Pimpin Gerakan Menanam di Jakarta Utara

