Connect with us

Polhukam

Panglima TNI Kembali Mutasi Sejumlah 75 Pati TNI

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. kembali melakukan mutasi jabatan di lingkungan TNI dalam rangka memenuhi kebutuhan organisasi dan pembinaan karier, serta mengoptimalkan pelaksanaan tugas-tugas TNI yang semakin kompleks dan dinamis.

Berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1038/XII/2020 tanggal 28 Desember 2020 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia, telah ditetapkan mutasi dan promosi jabatan 75 Perwira Tinggi (Pati) TNI terdiri dari 26 Pati TNI AD, 18 Pati TNI AL dan 31 Pati TNI AU.

26 Pati TNI AD yaitu,  Letjen TNI M. Herindra, M.A., M.Sc. dari Kasum TNI menjadi Wakil Menteri Pertahanan, Mayjen TNI Agus Dhani Mandaladikari, S.H., M.M., M.Hum. dari Kadilmiltama Mahkamah Agung menjadi Pa Sahli Tk. III Bid. Polkamnas Panglima TNI, Kolonel Inf Ade Prasetya Nurdin dari Inspektur Danpaspampres menjadi Pa Sahli Tk. II Was Eropa dan AS Sahli Bid. Hubint Panglima TNI, Brigjen TNI Kuat Budiman, S.I.P. dari Athan RI Beijing, Tiongkok menjadi Staf Khusus Kasad, Brigjen TNI Dr. Eri Radityawara Hidayat, M.B.A., MHRMC. dari Kadispsiad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Kolonel Caj Drs. Bambang Sutisna, M.Psi. dari Kasubdisbinfungpsi Dispsiad menjadi Kadispsiad, Brigjen TNI Taufik Budilukito, S.H. dari Kadisinfolatad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Kolonel Arm Drs. Winarto, M.Hum. dari Dirjian Olahyudha Pusjianstra TNI menjadi Kadisinfolatad, Brigjen TNI P. Gunung Sarasmoro dari Kadislaikad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Kolonel Inf Yusep Sudrajat, S.I.P., M.Si. dari Paban Sahli Kasad Bid. Narkoba menjadi Kadislaikad.

Brigjen TNI Sidhi Purnomo, C.Fr.A.  dari Wair Kostrad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Kolonel Inf Bagus Suryadi Tayo dari Pamen Denmabesad menjadi Wair Kostrad, Brigjen TNI Panca Iswandaru, S.E. dari Pa Sahli Tk. II Kasad Bid. Indag menjadi Staf Khusus Kasad, Kolonel Inf Amrizar dari Ses Dislitbangad menjadi Pa Sahli Tk. II Kasad Bid. Indang,  Mayjen TNI Harizon, M.M. dari  TA Pengkaji  Bid. Kewaspadaan Nasional Lemhannas menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Brigjen TNI Sugeng Santoso, S.I.P. dari Karo Humas Settama Lemhannas menjadi TA Pengkaji Bid. Kewaspadaan Nasional Lemhannas, Brigjen TNI Agus Arif Fadila, S.I.P dari TA Pengkaji Madya Bid. Demografi Lemhannas menjadi Karo Humas Settama Lemhannas, Kolonel Inf Iwan Ma’rup Zainudin, S.E. dari Pamen Denmabesad menjadi TA Pengkaji Madya Bid. Demografi Lemhannas.

Letjen TNI Herman Asaribab dari Wakasad menjadi Pati Mabes TNI AD (meninggal dunia), Mayjen TNI Kasim Genawi, S.I.P., M.Tr.(Han), C.Fr.A., dari Pa Sahli Tk. III Bid. Jahpers Panglima TNI menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Brigjen TNI Herman Waluyo dari Staf Khusus Kasad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Brigjen TNI Beriman Purba, S.E., M.Si.(Han) dari Direktur Penanggulangan dan Pemulihan Pemerintahan BSSN menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Brigjen TNI Wahyu Sapto Nugroho dari Ir Pusterad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Brigjen TNI Victor Prihatino Tobing, S.M. dari Direkrur Penanggulangan dan Pemulihan Ekonomi Digital Pada Deputi Bid. Penanggulangan dan Pemulihan BSSN menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Brigjen TNI Eko Prayitno dari Asintel Kaskogabwilhan III  menjadi  Pati  Mabes TNI AD (meninggal dunia) dan Brigjen TNI Sudjari, S.I.P., M.Si. dari Dirlitbang Pusterad menjadi Pati Mabes TNI AD (meninggal dunia).

18 Pati TNI AL yaitu, Mayjen TNI (Mar) Budi Purnama, S.Pi., M.Agr. dari Pa Sahli Tk. III Bid. Banusia Panglima TNI menjadi Staf Khusus Kasal, Laksma TNI Nur S. Prihartono, S.E., M.Tr.(Han) dari Kadiskomlekal menjadi Pa Sahli Tk. III Bid. Banusia Panglima TNI, Kolonel Laut (E) Joko Edi Supriyanto, S.Sos. dari Sekdislitbangal menjadi Kadiskomlekal, Laksma TNI Drs. Asep Wawan Winandi, M.H., M.Tr.Opsla dari Pa Sahli Tk. II Was Eropa dan AS Sahli Bid. Hubint Panglima TNI menjadi Staf Khusus Kasal, Kolonel Laut (E) Saiful Basri dari Pamen Sahli Kersin Sahli Kasal Bid. Wilnas menjadi Pa Sahli Tk. II Lingkungan Hidup Sahli Bid. Wassus dan Lingkungan Hidup Panglima TNI, Laksda TNI Dr. Drs. Ir. S. Thamrin, M.Eng.Sc., CIQaR dari Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan Unhan menjadi Koorsahli Kasal, Laksma TNI Dr. Kasih Prihantoro, S.E., M.M., M.Tr.(Han) dari Kadislitbangal menjadi Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan Unhan, Laksma TNI Agus Karminto, S.E. dari Kadisbekal menjadi Kadislitbangal, Kolonel Laut (S) Eko Purwanto, S.E., M.A.P., C.Fr.A. dari Paban IV Bek Slogal menjadi Kadisbekal.

Laksma TNI Ir. Nur Fahrudin, M.M. dari Wairjenal menjadi Pati Sahli Kasal Bid. Iptek, Laksma TNI Sunaryo, C.Fr.A. dari Ir II Itjen Kemhan menjadi Wairjenal, Laksma TNI Yos Sumiarso, S.E., M.Si. dari Kapuskod Baranahan Kemhan menjadi Ir II Itjen Kemhan, Laksma TNI Janter Elias M., M.Si.(Han)., C.Fr.A. dari Pati Sahli Kasal Bid. Iptek menjadi Kapuskod Baranahan Kemhan, Brigjen TNI (Mar) Purnomo dari Waaster Panglima TNI menjadi Asdep Koordinasi Kewaspadaan Nasional Kemenko Polhukam, Brigjen TNI (Mar) Agus Sulistyo dari Asdep Koordinasi Kewaspadaan Nasional Kemenko Polhukam menjadi Waaster Panglima TNI, Laksma TNI Imam Suprayitno, S.E., M.Tr. (Han) dari Karo Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan Setmilpres Kemensetneg menjadi Pa Sahli Tk. III Bid. Hubint Panglima TNI, Laksma TNI Ir. Yunus Subekti, M.A.P. dari Pati Sahli Kasal Bid. Soskumdang menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun) dan Laksma TNI Bambang Pramushinto, M.A., Dipl.War College dari Waasops Kasal menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun).

31 Pati TNI AU yaitu, Marsda TNI Kukuh Sudibyanto dari Aslog Panglima TNI menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun), Marsda TNI Dento Priyono dari Pa Sahli Tk. III Bid. Ekkudag Panglima TNI menjadi Aslog Panglima TNI, Marsma TNI Sujatmiko G. S., M.Sc. dari Irbinsumda Itjenau menjadi Pa Sahli Tk. III Bid. Ekkudag Panglima TNI, Kolonel Tek Y. Catur Prasetiyanto Panggih dari Asren Koharmatau menjadi Irbinsumda Itjenau, Marsda TNI Irwan Is. Dunggio, S.Sos. dari Pa Sahli Tk. III Bid. Polkamnas Panglima TNI menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun), Marsma TNI Deny Muis dari Wadan Paspampres menjadi Staf Khusus Kasau, Kolonel Pas Wahyu Hidayat dari Asren Korpaskhas menjadi Wadan Paspampres, Marsma TNI Bayu Hendra Permana, S.E., M.M. dari Pati Sahli Kasau Bid. Kersalem menjadi Athan RI Beijing, Tiongkok, Kolonel Kes dr. Agoes Tino S., Sp.B. dari Pa Ahli Bid. Aeroklinik Lakespra dr. Saryanto menjadi Pati Sahli Kasau Bid. Kersalem, Marsda TNI Irawan Nurhadi dari Aspotdirga Kasau menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun), Marsma TNI Kusworo, S.E., M.M. dari Kadisopslatau menjadi Aspotdirga Kasau.

Marsma TNI Meka Yudanto, S.Sos., M.A.P. dari Pangkosek Hanudnas I Jkt menjadi Kadisopslatau, Kolonel Pnb Djoko Tjahjono, S.E., M.M. dari Pamen Sopsau menjadi Pangkosek Hanudnas I Jkt, Marsma TNI Ronny Irianto Moningka, S.T., M.M. dari Danlanud Rsn menjadi Wadan Seskoau, Marsma TNI Andi Kustoro dari Kas Koopsau II menjadi Danlanud Rsn, Marsma TNI Widyargo Ikoputra, S.E., M.M. dari Danlanud Iwj menjadi Kas Koopsau II, Kolonel Pnb Mochammad Untung Suropati, S.E. dari Pamen Sopsau menjadi Danlanud Iwj, Marsma TNI Agus Pandu Purnama, S.Sos. dari Pati Sahli Kasau Bid. Air Power menjadi Staf Khusus Kasau, Marsma TNI A. Joko Takarianto dari Staf Khusus Kasau menjadi Pati Sahli Kasau Bid. Air Power, Marsma TNI I G. Made Radar P.J., S.T. dari Kadiskonsau menjadi Kadisbtbau, Marsma TNI Ir. Made Mahendra dari Kadisbtbau menjadi Kadiskonsau.

Marsda TNI Bebas Irianto, S.H. dari TA Pengkaji Bid. Diplomasi Lemhannas menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun), Marsma TNI Toto Miarto dari Pa Sahli Tk. II Poldagri Sahli Bid. Polkamnas Panglima TNI menjadi TA Pengkaji Bid. Diplomasi Lemhannas, Marsma TNI Hari Pramono dari Kadisinfolahtaau menjadi Pa Sahli Tk. II Poldagri Sahli Bid. Polkamnas Panglima TNI, Kolonel Lek Joseph Rizki P., S.T., S.I.P. dari Seslem Seskoau menjadi Kadisinfolahtaau.

Marsda TNI I Nyoman Trisantosa, S.I.P., M.Tr.(Han) dari Staf Khusus Panglima TNI menjadi TA. Pengajar Bid. Ilpengtek Lemhannas, Marsda TNI Surya Margono, S.E. dari Pa Sahli Tk. III Bid. Hubint Panglima TNI menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun), Marsma TNI Ronald L. Siregar, S.T., M.M., M.Tr.(Han) dari Karo Pam Setmilpres Kemensetneg menjadi Staf Khusus Kasau, Marsma TNI Wisnu Dewantoko, S.E., M.M., M.Si.(Han) dari Kadisaeroau menjadi Koorsahli Kasau, Kolonel Tek Eddy Supriyono, S.E., M.M. dari Sesdisaeroau menjadi Kadisaeroau dan Marsma TNI Amirullah HZ. dari Kapusdata dan Informasi BNPP (Basarnas) menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun).

 

Polhukam

BNPB Perkuat Tata Kelola Bencana Papua Barat Daya Melalui Asiatensi Penyusunan Dokumen Perencanaan Daerah.

Published

on

By

 
Sorong, Hariansentana.com – Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, didampingi oleh Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati, secara resmi membuka rangkaian kegiatan Lokakarya Pemaduan Penanggulangan Bencana ke dalam Dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah di Provinsi Papua Barat Daya.

Langkah strategis ini didasari oleh tren peningkatan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor yang tercatat di DIBI BNPB sejak tahun 2016 hingga 2025. Selain faktor cuaca ekstrem, kondisi geologi Papua Barat Daya yang berada di wilayah Kepala Burung juga menyimpan potensi ancaman gempa bumi dan tsunami akibat aktivitas Sesar Sorong, Sesar Koor, dan Zona Lipatan Taminabuan.

Sejarah mencatat setidaknya terdapat 21 gempa dengan kekuatan lebih dari magnitudo 6 sejak tahun 1900, termasuk gempa tahun 2015 yang mengakibatkan kerusakan ratusan rumah di Kota Sorong.

Kegiatan lokakarya ini bertujuan untuk memberikan asistensi teknis dalam menyelaraskan dokumen penanggulangan bencana, seperti Kajian Risiko Bencana Provinsi (KRB) 2024-2028 dan Rencana Penanggulangan Bencana Provinsi (RPB) 2025-2029, ke dalam dokumen perencanaan daerah (RKPD).

Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu dalam sambutannya mengatakan, kehadiran peserta dalam forum ini bukan sekadar kebetulan, melainkan wujud komitmen bersama dalam menghadapi potensi ancaman bencana.

“Ini adalah tanggung jawab kita bersama, bukan hanya secara fisik tetapi juga menyangkut aspek mental dan psikologis masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut Elisa menyampaikan bahwa pembangunan ke depan tidak bisa lagi mengabaikan aspek kebencanaan.

Menurutnya, perencanaan pembangunan harus terintegrasi dengan upaya mitigasi agar mampu memberikan rasa aman dan nyaman, tidak hanya bagi manusia, tetapi juga lingkungan secara keseluruhan.

“Pembangunan tidak hanya berorientasi pada hasil fisik, tetapi juga harus memperhatikan keberlanjutan dan keselamatan seluruh makhluk hidup,” tambahnya.

Gubernur juga mengingatkan seluruh pemerintah daerah kabupaten dan kota agar tidak berhenti pada penyusunan dokumen semata, tetapi benar-benar mengimplementasikannya dalam program kerja nyata.

“Kita tidak hanya berhenti pada dokumen, tetapi harus diaplikasikan dalam kebijakan pembangunan,” pungkas Elisa Kambu.

​Selain ancaman geologi, data DIBI BNPB periode 2016–2025 menunjukkan tren peningkatan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor yang dipicu oleh kerusakan ekologi dan penyumbatan sistem drainase.

Melihat kompleksitas risiko tersebut, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati menekankan bahwa penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan secara sektoral namun harus terintegrasi secara menyeluruh ke dalam perencanaan pembangunan daerah.

“Penanggulangan bencana saat ini telah mengalami pergeseran paradigma dari pendekatan reaktif menuju pengurangan risiko bencana yang preventif. Oleh karena itu, program penanggulangan bencana harus tertuang dalam RPJPD, RPJMD, RKPD, hingga Renja OPD agar mendapatkan dukungan kebijakan dan penganggaran yang memadai.” tegas Raditya.

Salah satu fokus utama dalam agenda ini adalah pemanfaatan dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) 2024-2028 dan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) 2025-2029 sebagai alat koordinasi antar pemangku kepentingan. Pemanfaatan data ini krusial mengingat Indeks Risiko Bencana (IRB) telah menjadi salah satu indikator utama dalam transformasi ketahanan sosial budaya dan ekologi pada RPJPN 2020-2045.

Di Papua Barat Daya sendiri, IRB menjadi indikator capaian dalam misi mewujudkan pembangunan berkesinambungan melalui jalur konektivitas wilayah.  “Risiko bencana di Papua Barat Daya meningkat bukan hanya dari frekuensi, tetapi juga kompleksitas penyebabnya, seperti kerusakan ekologi dan penyumbatan drainase, dimana pada tahun 2025 terjadi banjir di Sorong dan Maybrat, serta longsor di Raja Ampat,” ungkap Raditya Jati.

​Sebagai provinsi otonomi baru, Papua Barat Daya menghadapi tantangan kompleks dalam pemenuhan pelayanan dasar. Namun, terbitnya Permendagri Nomor 18 Tahun 2025 memberikan peluang penguatan kelembagaan BPBD melalui struktur organisasi yang lebih jelas dan kepemimpinan definitif untuk mempercepat pengambilan keputusan.

Berdasarkan data penilaian tahun 2025, nilai IRB Provinsi Papua Barat Daya tercatat sebesar 230,78 dengan rata-rata Indeks Ketahanan Daerah (IKD) sebesar 0,24. Data spesifik menunjukkan Kota Sorong memiliki IRB tertinggi sebesar 253,41, disusul Raja Ampat 245,97, Kabupaten Sorong 240,53, Tambrauw 226,37, Sorong Selatan 221,33, dan Maybrat 197,09.

​Deputi Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati juga mengajak seluruh elemen pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 yang mengusung tema “Siap untuk Selamat”. Puncak kegiatan akan dilaksanakan melalui simulasi evakuasi mandiri secara serentak pada 26 April 2026 pukul 10.00 waktu setempat.

Kegiatan lokakarya ini didukung oleh Pemerintah Australia melalui Program Kemitraan Indonesia -Australia  SIAP SIAGA dan SKALA.

Diharapkan melalui inisiatif pendampingan dapat membantu mendorong penguatan sinergi antar lembaga guna menciptakan sistem penanggulangan bencana yang lebih responsif, terukur, dan berkelanjutan di seluruh wilayah Papua Barat Daya.

Partisipasi kolektif ini diharapkan tidak hanya sekadar menjadi kegiatan administratif, tetapi memberikan perlindungan nyata bagi masyarakat serta memastikan aset pembangunan tetap terlindungi dari ancaman bencana demi mewujudkan pembangunan yang aman dan berkelanjutan di Papua Barat Daya.(***)

Continue Reading

Polhukam

Dugaan Praktik Jual Beli Jabatan dan Penyalahgunaan Wewenang di Pemkab Bogor Libatkan Pejabat

Published

on

By

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Peduli Rakyat Bogor ( PRB ) M Johan Pakpahan S.H

Bogor, Hariansentana.com – Dugaan praktik jual beli jabatan dan penyalahgunaan wewenang di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor kembali menjadi sorotan. Kasus ini harus ditangani secara transparan dan tuntas, serta tidak boleh berhenti di tengah jalan.

Demikian hal tersebut diungkapkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Peduli Rakyat Bogor ( PRB ) M Johan Pakpahan S.H, Kamis (15/4/2026).

Menurut Johan temuan dari Inspektorat Kabupaten Bogor yang mengindikasikan keterlibatan sejumlah pejabat harus segera ditindaklanjuti dengan proses hukum. Ia menilai adanya dugaan penyalahgunaan jabatan yang bertujuan untuk keuntungan pribadi maupun pihak lain, sehingga hal ini sudah memenuhi unsur tindak pidana korupsi.

“Hal ini tidak bisa dianggap sebagai tindak pidana biasa. Ini masuk ranah pidana khusus karena bentuk korupsinya spesifik, dilakukan oleh pejabat atau Aparatur Sipil Negara (ASN) yang digaji dari uang rakyat. Jangan sampai masalah ini hanya dijadikan bahan pencitraan semata,” tutur Ketua LSM PRB.

Lebih lanjut Johan juga menyoroti dugaan sejumlah pejabat merasa memiliki perlindungan karena dianggap sebagai bagian dari tim pendukung saat pemilihan kepala daerah. Padahal, menurutnya, Bupati Bogor telah menyatakan sikap tegas untuk menindak tegas oknum yang menyimpang.

“Jangan sampai kasus serupa terus terulang setiap kali ada pergantian pemimpin. Pernyataan tegas untuk memberantas korupsi harus dibuktikan dengan tindakan nyata. Berikan hukuman yang berat dan sita aset hasil tindak pidana, jangan biarkan mereka bergerak bebas seolah tidak bersalah,” tambahnya.

Oleh karena itu, Johan meminta aparat penegak hukum untuk menjalankan proses penyidikan secara terbuka dan akuntabel. Ia juga meminta supaya perkara iniq disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), bukan di jalur pidana umum, mengingat beratnya dampak yang ditimbulkan bagi keuangan negara dan kepercayaan publik.”Papar nya …(Ron)

Continue Reading

Polhukam

Diduga adanya Penyalahgunaan Wewenang pada Satpol PP Kota Bogor, Johan : Minta Penegak Hukum Usut Tuntas.

Published

on

By

M Johan Pakpahan S.H Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor ( PRB )

Bogor, Hariansentana.com – Dugaan penyalahgunaan wewenang dan pemalsuan dokumen di lingkungan Satpol PP Kota Bogor, M Johan Pakpahan S.H Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor ( PRB ) Minta Penegak Hukum Usut Tuntas.

“Dugaan pelanggaran hukum di lingkungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor menjadi sorotan publik. Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Peduli Rakyat Bogor ( PRB ) saat dihubungi sentana Rabu 15 April 2026, menyampaikan laporan adanya dugaan penyalahgunaan wewenang, korupsi, hingga pemalsuan dokumen yang dilakukan oleh oknum pejabat.

Menurut pernyataan Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor ( PRB ) M Johan Pakpahan S.H kasus ini bermula dari ditemukannya penggunaan Surat Keputusan (SK) milik staf oleh atasan langsung tanpa sepengetahuan dan izin pemiliknya. Lebih lanjut, diketahui bahwa dokumen tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi, termasuk dalam proses pengajuan kredit di lembaga keuangan.

“Hal ini sangat aneh dan meresahkan. SK milik anak buah digadaikan oleh atasan tanpa diketahui pemiliknya. Bahkan, diduga terdapat tanda tangan yang dipalsukan, dan bank memberikan kredit berdasarkan dokumen yang tidak asli,” papar Johan.

Pihaknya menilai tindakan tersebut telah melanggar hukum dan masuk dalam ranah pidana, antara lain dugaan korupsi, penyalahgunaan jabatan, dan pemalsuan dokumen. Oleh karena itu, Johan meminta aparat penegak hukum mulai dari tingkat kota hingga provinsi untuk turun tangan menyikapi permasalahan ini.”terang nya.

Kepada Kepolisian Kota Bogor dan Kejaksaan Negeri Kota Bogor, Johan meminta agar berani memeriksa kasus ini hingga ke pengadilan. Selain itu, pihaknya juga meminta Kepolisian Daerah Jawa Barat dan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat untuk mengawasi dan mengusut tuntas kasus dugaan pemalsuan tanda tangan serta penyalahgunaan dokumen tersebut.

“Kami minta kasus ini diusut tuntas. Jangan sampai terjadi praktik kredit dengan dokumen palsu. Ini harus dijaring habis agar tidak terulang di masa mendatang,” tegasnya.

Selain kepada aparat penegak hukum, Johan juga meminta kepada Pemerintah Kota Bogor, khususnya Walikota Bogor, untuk tidak menutupi kasus ini. Pihaknya membiarkan penegak hukum bekerja secara profesional dan transparan, mengingat kasus ini melibatkan pejabat pemerintah di lingkungan dinas terkait.

Lebih lanjut Johan berharap proses hukum berjalan adil dan transparan demi menegakkan aturan yang berlaku.”Papar nya. (Ron)

Continue Reading
Advertisement

Trending