Connect with us

Polhukam

Pangkoopsau II Terima kunjungan Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Militer

Published

on

Makassar, Hariansentana.com – Pangkoopsau II Marsda TNI Minggit Tribowo, S.I.P. menerima kunjungan Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Militer (JAMPIDMIL) Laksda TNI Anwar Saadi, S.H. di Ruang Audiensi Makoopsau II, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (16/11/2021).

Pada kesempatan tersebut, Pangkoopsau II didampingi Kas Koopsau II, Pangkosekhanudnas II, Komandan Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin, Para Asisten, Kepala Hukum, dan Komandan Polisi Militer Koopsau II menyampaikan ucapan terima kasih kepada Jampidmil beserta rombongan yang telah meluangkan waktu untuk berkunjung di Koopsau II.

“Ini momen yang tepat bagi kami di Koopsau II beserta Kosekhanudnas II, dan jajaran kami Lanud Sultan Hasanuddin untuk mengetahui secara mendalam akan keberadaan Jampidmil ini”, ujar Pangkoopsau II.

“Terima kasih atas kesempatan yang diberikan, dengan secara langsung berkunjung di Koopsau II ini, dengan momen ini, kita semua berharap akan memberikan pemahaman dalam mewujudkan kebijakan kesatuan penuntutan dan persamaan kedudukan di hadapan hukum di Indonesia melalui mekanisme koneksitas”, tambahnya.

Sementara Jampidmil Laksda TNI Anwar Saadi, S.H. pada kesempatan tersebut mengungkapkan maksud dan tujuan kedatangannya dalam rangka silahturahmi dan mensosialisasikan keberadaan Jampidmil sebagai unsur pembantu pimpinan dalam melaksanakan tugas dan wewenang kejaksaan di bidang koordinasi teknis penuntutan yang dilakukan oleh oditurat dan penanganan perkara koneksitas, bertanggung jawab kepada Jaksa Agung.

Dijelaskannya, bahwa di wilayah Sulawesi Selatan nantinya akan terdapat Aspidmil (Asisten Pidana Militer) yang merupakan penugasan di bawah Mabes TNI, yang nantinya berada di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.

“Dalam konteks organisasi hukum, selain Kaotmilti Makassar dan Kalemasmil, nanti akan ada tambahan Aspidmil,” lanjutnya.

“Melalui momen seperti ini dapat terjalin hubungan yang baik antara Koopsau II dan juga Jampidmil khususnya kerjasama dalam bidang hukum sehingga mampu mengoptimalkan peran dan fungsi instansi masing-masing”, harap Jampidmil.

Dalam kunjunganya, Jampidmil didampingi oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel R. Febritrianto, S.H., M.H., Kabag TU Jam Pidmil Agung Mardiwibowo, S.H., M.H., As. Intelijen Dr. Josia Koni, S.H., M.H., PLT As. PidMil Andi Darmawangsa, S.H., M.H., Kasi Penindakan PidMil Sulsel Fakhrul Faisal, S.H., M.H., dan Kasubag Protkam Fadly, S.E.(Red)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Polhukam

Aktivis Mahasiswa Pakuan Bogor Mengutuk Keras Tindakan Provokasi dan Anarkis Kelompok Penyusup Ditengah Aksi Massa

Published

on

By

Bogor, Hariansentana.com — Menjelang Peringatan Hari HAM yang jatuh pada 10 Desember, Pemerintah melalui DPR secara resmi telah menyetujui dan mengesahkan Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas UU No.8 Tahun 1981 tentang hukum Acara Pidana (RUU KUHAP) menjadi Undang-Undang. Pengesahan dilakukan dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-8 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025-2026, pada Selasa (18/11/2025) di gedung DPR MPR RI Senayan Jakarta.

Pemerintah menjelaskan bahwa, urgensi pengesahan RUU KUHAP dan penyusunannya melibatkan berbagai stakeholder, akademisi, praktisi hukum, aparat penegak hukum, organisasi profesi, lembaga bantuan hukum, masyarakat sipil dan kelompok rentan, sehingga KUHAP dapat menjadi lebih berkeadilan, menjadi jadi lebih responsif terhadap tantangan zaman, lebih adil terhadap warga negara dan tegas terhadap penyalahgunaan kewenangan.

Sejalan dengan dinamika sosial dan politik yang terus berkembang, momen tersebut akan terus disuarakan oleh para mahasiswa pada saat memperingati hari HAM sedunia yang jatuh pada tanggal 10 Desember 2025. Dalam aksinya mereka senantiasa menuntut Pemerintah Indonesia untuk menuntaskan kasus-kasus HAM terdahulu dan bertanggungjawab dalam Upaya melindungi, menhormati dan memenuhi HAM Masyarakat yang masih banyak belum terpenuhi. Karena sejatinya HAM sebagai seperangkat yang melekat pada diri manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa harus dilindungi dan dihargai oleh negara.

Melalui keterangannya, Selasa (9/12), David yang merupakan salah seorang aktivis Mahasiswa Pakuan dan Pemerhati pergerakan mahasiswa Bogor Raya mengatakan bahwa, sampai saat ini HAM masih di kebiri oleh para penguasa dan banyak kasus pelanggaran HAM yang belum menemui titik terang, sehingga di momen hari HAM internasional ini adalah momen yang tepat untuk terus mendesak pemerintah agar segera menuntaskan kasus – kasus HAM terdahulu.

“Beberapa aksi unjuk rasa dalam memperingati Hari HAM dan moment lainnya masih akan terus dilakukan oleh berbagai elemen pemuda, mahasiswa, kelompok buruh dan masyarakat sipil di wilayah Jawa Barat, membawa berbagai tuntutan dalam seruan aksi diantaranya tuntaskan kasus HAM terdahulu dan adili pelanggar HAM, adili penembakan Aktivis Mahasiswa, serta hentikan tindakan represif Aparat” ujar David.

David juga menyoroti potensi kehadiran pihak ketiga seperti oknum penyusup atau bisa disebut Kelompok Anarko yang kerap memprovokasi, memicu keributan dan merusak fasilitas umum, hingga memperuncing situasi antara massa aksi dan Aparat Keamanan. Dimana Kelompok Anarko tersebut sejatinya telah menyusup pada berbagai moment aksi, salah satunya adalah aksi demo anarkhis dengan penyerangan terhadap Aparat dan pembakaran sporadis fasilitas umum tanggal 25 dan 28 Agustus 2025 lalu di sekitar DPR RI dan tempat lainnya di DKI Jakarta, sehingga menyebabkan Aparat maupun mahasiswa serta masyarakat umum terluka.

“Penyampaian pendapat hendaknya dapat dilakukan dengan cara kreatif, arif dan tertib tanpa mengundang konflik, terutama dalam isu yang sensitif seperti pelanggaran HAM, RUU, dan RKUHP yang masih menjadi polemik,” tandas ujar David.

David mengimbau kepada para elemen pemuda, mahasiswa dan buruh serta masyarakat sipil agar dapat menyampaikan pendapat dimuka umum melaksanakan aksi dengan tertib dan mengutamakan keselamatan. Aksi demonstrasi sejatinya merupakan hak dan kebebasan setiap warga negara yang dijamin oleh undang-undang untuk menyampaikan pendapatnya dimuka umum, namun demikian tetap harus dilakukan sesuai aturan yang berlaku.

“Pemerintah hingga Aparat Keamanan memperbolehkan jalannya aksi, akan tetapi diingatkan agar massa aksi tetap berpedoman dengan aturan dengan tidak bertindak anarkis, apalagi melakukan Tindakan pembakaran fasilitas umum serta waspada terhadap kemungkinan adanya penyusup, khususnya Kelompok Anarko di wilayah Jawa Barat,” imbuhnya.

David juga menambahkan, tentunya perjuangan segenap elemen mahasiswa dan buruh serta elemen Masyarakat sipil dalam menyampaikan aspirasi disampaikan secara santun dengan mempedomani atauran, jangan sampai ternodai dan gagal justru karena adanya aksi-aksi anarkhis yang sengaja diciptakan dari Kelompok Anarko yang kerap memicu timbulnya kericuhan hingga korban di pihak pengunjukrasa dan Masyarakat maupun Aparat yang pada akhirnya merugikan kita semua. “Terlebih beberapa wilayah Indonesia seperti Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara sedang dilanda musibah bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menimbulkan korban jiwa dan materi, perlunya meningkatkan empati dengan membantu Masyarakat yang terkena musibah saat ini,” pungkasnya.

David menyampaikan pernyataan sikap dalam menyikapi dengan adanya beberapa permasalahan pemerintah yang hari sedang terjadi, mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk tetap mengawal persoalan sedang terjadi hari ini dengan beberapa hal atau poin yang perlu di perhatikan dalam pelaksanaanya, sebagai berikut:

  1. Tetap menajalankan aksi dalam prosedur yang semestinya yang aman dan tertib,
  2. Mengkaji ulang pemberitaan yang hari ini sedang ramai untuk lebih teliti, agar tidak terjadi kesalahpahaman agar tidak terjadinya kerugian kepada beberapa pihak yang terlibat,
  3. Mengecam dengan keras segala bentuk yang bersifat anarkis dalam penyampaian pendapat demi menjaga ketertiban dan keamanan masyrakat agar tidak menghilangkan esensi perjuangan yang hari ini sering kita gemborkan. (Red).
Continue Reading

Polhukam

PPP Ajak Kadernya Peduli Terhadap Korban Bencana di Aceh dan Sumatera

Published

on

By

JAKARTA, HARIANSENTANA.COM – Keluarga besar DPC PPP seluruh Indonesia diharapkan mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk korban bencana alam di sejumlah wilayah Sumatera dan Aceh yang terjadi beberapa waktu dan hingga kini masih menyisahkan kepedihan seluruh Korban.

Hal tersebut sesuai intruksi Sekjen DPP PPP, Gus Taj Yasin yang disampaikan Siti Aisah yang akrab dipanggil Neng Ais, selaku koordinator Penggalangan donasi, melalui keterangannya kepada media, Senin (8/12).

Neng Ais menyebut, bantuan paket disalurkan ke Provinsi terdampak, yakni Aceh dan Sumatera. Setiap wilayah kita bagikan paket sembako untuk Provinsi yang terdampak bencana alam. Untuk di Sumatera Utara di wakili oleh DPC Kota Medan dengan Koordinator Abdul Rani langsung membagikan paket sembako ke masyarakat terdampak bencana banjir di wilayah Medan,” ujarnya.

Dikatakan Neng Ais, sebelumnya juga memberikan bantuan uang tunai di wilayah Aceh melalui sekretaris DPC PPP Kabupaten Bener Meriah, jelasnya.

Sementara itu, Ma’mun, Sekretaris DPC Kota Depok mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar DPC PPP seluruh Indonesia yang telah membantu saudara saudara kita yang terdampak bencana banjir bandang.

“Kita semua sebagai manusia memiliki tanggung jawab untuk mengulurkan tangan membantu saudara-saudari kita yang terdampak bencana,” kata Ma’mun.

Neng Ais menyampaikan pesan dari Gus Taj Yasin dan H. Agus Suparmanto, untuk seluruh korban bencana alam di Sumatera dan Aceh, rintikan air hujan akan berhenti dan lumpurpun mengering, akan tetapi solidaritas dan persaudaraan kita akan tetap abadi.

“Kita bersamai saudaraku semuanya dalam pemulihan kembali,” imbuhnya.

“Sekjend PPP juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama membantu korban bencana,” pungkasnya. (Red).

Continue Reading

Polhukam

Bawa Salam Rindu Presiden, Menko Polkam Djamari Chaniago Tinjau Percepatan Pembangunan di Wamena

Published

on

 
Wamena, Hariansentana.com – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, melaksanakan kunjungan kerja ke Provinsi Papua Pegunungan, Selasa (2/12/2025), dengan membawa pesan khusus dari Presiden Republik Indonesia. Kunjungan ini bertujuan meninjau langsung progres percepatan pembangunan, sekaligus menyerap informasi yang akan dibawa ke tingkat pusat.
 
Menko Djamari beserta rombongan tiba di Bandara Wamena dan disambut secara adat oleh Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo, dan jajaran Forkopimda. Penyambutan ditandai dengan tarian tradisional dan prosesi pengalungan noken. Dalam keterangannya kepada wartawan, Menko Polkam menyampaikan inti dari kunjungannya.
 
“Kedatangan kami ke sini ingin menyampaikan salam rindu Bapak Presiden Prabowo Subianto pada masyarakat di Papua Pegunungan. Sekaligus saya mengumpulkan sejumlah informasi yang saya dapat di sini ke Jakarta agar menjadi perhatian,” ujar Menko Djamari Chaniago.
 
Soroti Jalan Trans Papua dan Aspirasi Pendidikan
 
Menko Polkam meninjau sejumlah isu penting di Wamena yang menjadi perhatian pemerintah pusat, terutama yang berkaitan dengan konektivitas dan akses pendidikan.

Dalam hal transportasi, Menko Djamari menyadari bahwa masyarakat di Wamena, Jayawijaya, dan sekitarnya masih sangat mengandalkan jalur udara untuk pergerakan manusia maupun barang. Merespons hal tersebut, Menko Polkam memaparkan progres pembangunan jalur darat Trans Papua.
 
“Pemerintah sudah sangat mengusahakan hal tersebut. Jalur darat yang akan menghubungkan antara Jayapura dengan Wamena sepanjang kira-kira 700 kilometer, saat ini tinggal menyisakan sekitar 50 kilometer untuk rampung,” ungkapnya.
 
Ia menegaskan komitmennya untuk segera menyelesaikan infrastruktur tersebut.
 
“Ini salah satu upaya dalam rangka membuka daerah ini lewat darat. Ini akan saya bicarakan dengan Menteri Pekerjaan Umum,” tambahnya.
 
Selain itu, isu pendidikan juga menjadi catatan Menko Polkam, di mana terdapat aspirasi masyarakat untuk memiliki perguruan tinggi, spesifiknya kehadiran cabang Universitas Cenderawasih (UNCEN) di Papua Pegunungan.
 
Kunjungan kerja ini turut didampingi oleh Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) yang menunjukkan koordinasi kuat antara pusat dan daerah dalam upaya percepatan pembangunan.(***)

Continue Reading
Advertisement

Trending