Nasional
Menhan RI Terima Kunjungan Kehormatan Dubes Malaysia
Jakarta, Hariansentana.com – Sejak resmi dilantik oleh Presiden RI sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Menhan RI H. Prabowo Subianto telah menerima kunjungan kehormatan beberapa Duta Besar (Dubes) dari negara – negara sahabat.
Kunjungan para Dubes dari negara sahabat ini, selain untuk menyampaikan ucapan selamat sekaligus memperkenalan diri kepada Menhan RI, juga mewakili negaranya menyampaikan harapan dan keinginan masing – masing untuk meningkatkan kerjasama di bidang pertahanan dengan Indonesia.
Hari ini, Rabu (13/11) di kantor Kemhan Jakarta, Menhan RI berkesempatan menerima kunjungan Dubes Malaysia untuk Indonesia H.E. Dato Zaenal Abidin Bakar.
Pada kunjungan ini, Dubes Malaysia saat diterima Menhan RI secara khusus juga menyampaikan ucapan selamat kepada Menhan RI H. Prabowo Subianto atas pelantikannya belum lama ini.
Dibawah kepemimpinan Menhan RI, pihaknya berharap kedepan hubungan persahabatan dan kerja sama Indonesia dan Malaysia khususnya di bidang pertahanan serta juga kerjasama kedua angkatan bersenjata yang telah terjalin baik selama ini akan semakin erat dan meningkat lagi.
Menurutnya, eratnya hubungan kerjasama pertahanan Indonesia dan Malaysia yang merupakan dua negara yang bertetangga dan masih satu rumpun bersaudara sangat penting bagi terwujudnya stabilitas keamanan di kawasan.
Turut mendampingi Menhan RI saat menerima Dubes Malaysia untuk Indonesia pada kesempatan tersebut beberapa pejabat Kemhan antara lain Dirjen Kuathan Kemhan, Kabaranahan Kemhan, Dirkersin Ditjen Kuathan Kemhan dan Karo Humas Setjen Kemhan. Sementara itu, Dubes Malaysia didampingi Athan Malaysia di Jakarta.
Menhan RI Terima Delegasi FSMTC Rusia
Usai menerima Dubes Malaysia, tak berselang lama Menhan RI juga menerima Delegasi The Federal Service for Military-Technical Cooperation (FSMTC) Rusia yang dipimpin oleh Deputy Director of FSMTC Chairman of The Russian Party of the Commission, Mr. Michael Petukhor.

Kunjungan Delegasi FSMTC Rusia kepada Menhan dilakukan disela-sela kunjungannya ke Indonesia dalam rangka mengikuti pertemuan tahunan Military Technical Cooperation (MTC) Ke-15 Indonesia – Rusia merupakan pertemuan rutin yang dilakukan kedua negara membahas kerjasama teknis militer. Pertemuan tersebut berlangsung selama dua hari di Jakarta pada tanggal 12 sampai dengan 13 November 2019.
Masih pada hari yang sama, Menhan RI juga dijadwalkan menerima kunjungan Dubes India Untuk Indonesia H.E. Mr. Pradeep Kumar Rawat.
Ibukota
Senam Primadona Jakarta Utara di Warnai dengan, Fun Walk, Lomba Masak dan Donasi Untuk Sumatera Barat
Jakarta, Hariansentana.com – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara kembali menggelar kegiatan Primadona, sebuah agenda rutin yang dilaksanakan setiap bulan sebagai ajang silaturahmi, promosi, dan kolaborasi antar Instansi. Kegiatan berlangsung di Plaza Barat Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Jumat (12/12) pagi, diikuti dengan antusiasme tinggi dari para pegawai, masyarakat, dan berbagai unsur UKPD yang terlibat.
Pada Primadona edisi Desember ini terasa lebih istimewa karena turut dirangkaikan dengan peringatan Hari Ibu 2025, sekaligus menghadirkan aksi kepedulian bertajuk “Cinta Utara untuk Sumatera”, yaitu penggalangan dana bagi korban bencana di Sumatera dan Aceh.
Kegiatan dimulai dengan senam bugar, disusul lomba fun walk serta kompetisi memasak khas Jakarta Utara, bebek oblok, yang diikuti penuh semangat oleh para peserta. Selain itu, tersedia bazar UMKM, hiburan dari Sudin Kebudayaan, serta layanan publik seperti pembuatan paspor dari Imigrasi dan pemeriksaan kesehatan gratis dari tenaga medis dan para peserta juga berkesempatan membawa pulang berbagai hadiah melalui pembagian doorprize.
Nama PRIMADONA sendiri merupakan akronim dari Korpri Bergema dalam Olahraga dan Nada, yang menurut penyelenggara, melambangkan semangat sehat, kreatif, dan kolaboratif, khususnya bagi keluarga besar Pemerintah Kota Jakarta Utara.
Selain menghadirkan kegiatan rekreatif, Primadona kali ini juga mengusung misi sosial. Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara membuka donasi kemanusiaan untuk korban banjir bandang di Sumatera, sebagai wujud kepedulian bersama.
“Primadona selalu menjadi ruang bagi kita untuk bergerak bersama—berolahraga, berkolaborasi, dan berbagi. Hari ini istimewa karena selain memperingati Hari Ibu, kita juga membuka donasi Cinta Utara untuk Sumatera sebagai bentuk kepedulian kita terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana,” kata Wali administrasi Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat.di dampingin Muhammad Andri Asisten Kesra dan A.Syarif Kabag Umum dan Protokol,Agung Kabag Kesra,Ruky Kasi Humas.
Di sela kegiatan, turut disampaikan doa dan empati mendalam atas musibah kecelakaan yang menimpa murid-murid SDN 01 Kalibaru. Pemerintah kota berharap keluarga para korban diberi kekuatan menghadapi ujian tersebut.
“Kami juga menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa anak-anak SDN 01 Kalibaru. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan. Solidaritas kita tidak berhenti pada kata-kata, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata.” ujar Hendra.
Pemerintah Kota administrasi Jakarta Utara menegaskan bahwa Primadona akan terus menjadi wadah penguatan hubungan antarinstansi, pengembangan potensi UMKM, sekaligus memperluas peran sosial bagi masyarakat. Selain menyuguhkan layanan dan hiburan, kegiatan ini diharapkan menumbuhkan budaya hidup sehat dan kepekaan terhadap sesama.
Acara ditutup dengan ajakan bersama: mengolahragakan masyarakat, memasyarakatkan olahraga, serta memperkuat kepedulian sosial demi Jakarta Utara yang sehat, tangguh, dan bermartabat.(Sutarno )
Ibukota
Himbauan Menjaga Stabilitas Keamanan Jelang Perayaan Natal dan Tahun Baru
Jakarta, Hariansentana.com –– Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah bersama berbagai elemen masyarakat terus memperkuat langkah-langkah pengamanan di seluruh wilayah Indonesia. Peningkatan mobilitas warga, ramainya ruang-ruang publik, serta berbagai dinamika sosial menjadi perhatian penting agar seluruh rangkaian perayaan dapat berlangsung aman, tertib dan penuh suka cita.
Pantauan di berbagai daerah menunjukkan meningkatnya aktivitas masyarakat di pusat keramaian, tempat ibadah, terminal, pusat perbelanjaan, hingga destinasi wisata.
Menyikapi hal tersebut, aparat keamanan memperketat patroli, meningkatkan pengawasan dan memperkuat koordinasi lintas sektor untuk meminimalkan potensi kerawanan, mulai dari tindakan kriminal hingga gangguan ketertiban umum. Semua upaya ini dilakukan demi memberi rasa aman dan nyaman bagi masyarakat sepanjang masa libur Nataru.
Melalui keterangannya, Sabtu (13/12), KH. Ahmad Nurul Huda Haem (Kiyai Enha), Wakil Sekretaris Lembaga Da’wah PBNU, menyampaikan pentingnya kewaspadaan kolektif selama perayaan akhir tahun.
Menurutnya, situasi di lapangan saat ini masih tertib dan terkendali. “Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga ketertiban, saling menghormati dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Stabilitas keamanan hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen masyarakat berperan aktif menciptakan suasana yang rukun dan damai, dengan cara warga menjaga warganya,” ujarnya.
Beliau juga mengingatkan, agar masyarakat tetap berhati-hati terhadap berbagai potensi kejahatan maupun kondisi alam yang tak terduga. “Kita perlu waspada terhadap kemungkinan bencana alam. Pastikan rumah yang ditinggalkan untuk mudik atau berlibur dalam keadaan aman,” pesannya.
Lebih lanjut, Kiyai Enha menegaskan bahwa, kebersamaan dan keharmonisan antarsesama merupakan modal utama dalam menjaga stabilitas keamanan selama libur akhir tahun. Situasi yang aman tidak semata bergantung pada aparat, tetapi juga pada kesadaran serta partisipasi aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang damai dan kondusif.
“Dengan menjaga ketertiban, saling menghormati, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kerawanan, diharapkan momentum Natal dan Tahun Baru 2025 dapat berjalan dalam suasana aman, damai dan penuh kebersamaan. Seluruh elemen masyarakat diimbau terus bergandeng tangan untuk memastikan keamanan publik tetap terjaga selama masa libur ini,” pungkasnya. (Red).
Peristiwa
Meski Sudah Jadi Tersangka, Pelaku Penipuan Ini Tak Juga Ditahan
JAKARTA – Penyidik Kepolisian Subdit Harda Polda Metro Jaya dinilai tak tegas dalam menangani kasus penipuan dan penggelapan. Bagaimana tidak meski sudah menetapkan FE sebagai tersangka namun FE masih berkeliaran dan melaksanakan kegiatan sehari-hari secara normal.
Menanggapi hal tersebut Ketua Forum Masyarakat Pengamat Kebijakan Publik (FMPKP) Hari Supriyanto menilai meski hukuman penipuan dan penggelapan tak lebih dari lima tahun tetap perlu ada efek jera bagi pelaku.
“Bisa saja memang pelaku tidak ditahan, tapi apa polisi bisa menjamin pelaku tidak mengulangi kejahatannya lahi dan merusak barang bukti,” kata Hari dalam keterangannya.
Hari menilai perlakuan terhadap pelaku kriminal harus sama. Kalau memang sudah terbukti sebagai tersangka polisi harus bisa melakukan penahanan.
“Jangan hanya karena suatu hal, penyidik kepolisian justru memberikan perlakuan khusus terhadap pelaku kriminal,” tegasnya.
Diketahui FE dilaporkan ke Polda Metro Jaya dalam kasus dugaan penipuan dengan nomor LP/B/1201/III/2024/SPKT/POLDA METRO JAYA pada tanggal 1 Maret 2024 oleh seorang pelapor.
Berjalannya penyidikan, Penyidik Harda Dirreskrimum Polda Metro Jaya mengeluarkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan dengan Nomor SPDP/552/VII/RES.1.11/2024/Ditreskrimum pada tanggal 23 Juli 2024.
Setelah melakukan tahapan penyidikan, penyidik Harda akhirnya menetapkan FE sebagai tersangka dalam surat nomor S.Tap/S-4/4/I/2025/Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada tanggal 6 Januari 2025.
Dan terhadap tersangka FE penyidik Harda juga sempat memanggil untuk dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka pada 13 Januari 2025.
Namun sepanjang hampir satu tahun, penyidik Harda tidak juga menahan tersangka FE bahkan kasusnya juga seperti tak terjangkau oleh polisi.
Berdasar informasi yang ada di Lapangan, Diketahui FE masih melakukan kegiatannya seperti biasa. Bahkan dirinya terus mengecek beberapa proyek yang tengah dia pegang saat ini baik di Bekasi maupun di Tangerang.
Diketahui FE menjadi tersangka dalam kasus penipuan atau penggelapan dengan dasar jual beli lahan di wilayah Pluit, Jakarta Utara. Kasus ini terjadi pada Januari 2022 di Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Pasal yang dikenakan adalah Pasal 378 KUHP (penipuan) dan/atau Pasal 372 KUHP (penggelapan) dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.
-
Peristiwa3 days agoMobil Operasional MBG Seruduk Siswa SDN 01 Kali Baru, yang Sedang Berbaris di Lapangan
-
Polhukam3 days agoKodam Jaya Blokir 66 Hektare Tanah di 7 RW Kel Sunter Jaya, BPN Pastikan Sertifikat Asli
-
Ibukota6 days agoTinjau Tanggul Pengaman Pantai, Pramono Pastikan Penanganan Rob Jadi Prioritas
-
Travelling3 days agoRamai-ramai Kawal Pembangunan Marina Bay City di Lombok

