Connect with us

Hiburan

Kuatkan Peran Strategi Organisasi Dalam Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara, DPN Sehaty Gelar Family Ghatring Sehaty

Published

on

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Sahabat Selalu di Haty (DPN Sehaty) Erwin H. Al- Jakartaty mengakui kegiatan Family Ghatring Sehaty Entertainment merupakan penguatan peran strategi organisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dalam menjalin silaturahmi Secara majemuk.

Demikian hal itu dikatakannya dalam Acara Family Ghatring Sehaty Entertainment dan Syuting Video Klip Simponi Rindu, di Villa Taman Hati, Cisarua, Puncak Bogor, Rabu 10 November 2021.

Menurutnya, dinamika sosial yang terjadi hingga saat ini tidak menurunkan semangat para Seniman muda untuk terus menjaga dan memelihara amanah dari leluhur Untuk seni dan budaya. Apalagi organisasi besar seperti Sehaty yang mempunyai tata kelola yang baik menjadi sebuah hal penting supaya tetap berkiprah dan memberikan manfaat.

“Sisi tata kelola akan menjadi fokus dari kegiatan ini peran aktif akan menjadi strategi untuk semakin menguatkan organisasi kemitraan Untuk Membangun kepercayaan ditengah masyarakat,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, sebagai organisasi yang berbasis pada nilai-nilai kebaikan yang bersumber dari berbagai keaktipan anggota, sejatinya dapat berkontribusi atau berperan dalam kehidupan masyarakat melalui aktualisasi nilai-nilai Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

“Dengan kata lain, penghayatan dapat berperan dalam pelestarian dan pengembangan budaya yang semakin luas” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Sehaty Entertainment, Roy Wijaya mengatakan, dalam Ghatring tersebut juga Sehaty Musik membuat Video Klip Simponi Rindu dan yang menarik, dalam pembuatan video klip lagu juga menggunakan teknologi Computer-generated Imagery (CGI) yang mana menampilkan keindahan dengan koreo dancer yang lebih artistik.

Sutradara dan Pencipta lagu Album Simponi Rindu ini mengakui, Konsep video klip lagunya sangat futuristik tanpa menghilangkan sisi Indonesia yang megah dan elegan.

Lagu ini juga menyampaikan semangat positif bagi masyarakat, bahwasanya Indonesia memiliki ketangguhan dan tetap tumbuh bersama ditengah situasi pandemi global yang masih bergulir.

“Sedangkan dari komposisi musiknya, lagu ini memadukan musik modern dengan musik bergenre Pop,” pungkasnya. (Red)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Musik & Film

Didukung Mendikbud AKSI Gelar Kongres Nasional Komposer Indonesia, Ini Hasilnya

Published

on

JAKARTA – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan komitmennya memperkuat ekosistem musik nasional yang sehat dan berkeadilan saat menghadiri Kongres Nasional Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI). Dalam kesempatan itu, para musisi dan komposer menyuarakan pentingnya penguatan perlindungan hak cipta, khususnya dalam praktik pertunjukan musik.

Fadli Zon mengatakan pemerintah berharap berbagai polemik yang muncul antara pencipta lagu, penyanyi, dan pihak-pihak terkait lainnya dapat diselesaikan secara proporsional melalui mekanisme yang telah diatur. Ia menekankan bahwa Kementerian Kebudayaan berperan sebagai fasilitator untuk menjembatani aspirasi para komposer dengan kementerian terkait maupun Badan Legislasi DPR.

“Kita berharap persoalan-persoalan, polemik yang ada terkait antara pencipta, penyanyi, dan pihak lainnya bisa diselesaikan secara proporsional melalui mekanisme yang ada. Kami tentu akan memfasilitasi apa yang menjadi harapan teman-teman dan nanti akan disampaikan kepada pihak-pihak terkait, termasuk di kementerian dan Badan Legislasi DPR,” ujarnya.

Menurut Fadli, ukuran keberhasilan Kementerian Kebudayaan adalah terbangunnya ekosistem musik yang sehat, adil, proporsional, dan menguntungkan semua pihak. Ia juga menegaskan bahwa peran pencipta lagu, komposer, maupun komponis sangat sentral dalam membangun industri musik yang berkelanjutan.

“Yang kita harapkan adalah ekosistem musik yang sehat, adil, proporsional, win-win solution bagi semua pihak, sehingga musik Indonesia terus berkembang pesat dan maju. Pencipta dan komponis menjadi elemen yang sangat penting dalam ekosistem itu,” kata dia.

Sementara itu, gitaris Padi sekaligus Ketua Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI) Satrio Yudi Wahono alias Piyu, menyampaikan bahwa kongres tersebut mendeklarasikan kedaulatan pencipta lagu atas karya mereka. Ia menegaskan bahwa hak atas karya merupakan hak privat yang tidak boleh diambil alih atau direduksi oleh pihak mana pun.

“Hari ini kami mendeklarasikan kedaulatan pencipta. Pencipta lagu memiliki hak privat atas karya-karyanya dan itu tidak boleh diambil alih, direduksi, atau dipaksa secara sewenang-wenang oleh pihak manapun, termasuk lembaga-lembaga lain,” tegasnya.

Piyu juga menyoroti pentingnya pengembalian mandat Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta sebagai dasar perlindungan hukum bagi para kreator. Menurutnya, undang-undang tersebut sudah secara jelas mengatur bahwa penggunaan karya harus mendapatkan izin dari pencipta.

“Undang-Undang Hak Cipta Nomor 28 Tahun 2014 sebenarnya sudah melindungi pencipta lagu dan hak-haknya. Untuk menggunakan karya, harus mendapatkan izin dari pencipta. Dan ini bukan hanya soal lagu, tapi juga buku, karya seni rupa, film, dan karya kreatif lainnya,” ujarnya.

Selain itu, ia mengusulkan pembentukan LMK (Lembaga Manajemen Kolektif) khusus pertunjukan musik. Hal tersebut dinilai mendesak karena masih banyak konser atau pertunjukan musik yang menggunakan karya tanpa izin serta pembayaran royalti yang tidak berjalan lancar.

“Kami menganggap pembentukan LMK pertunjukan musik ini sangat urgen. Selama ini banyak pertunjukan musik yang menggunakan karya tanpa izin dan pembayaran hak berupa royalti juga tidak lancar,” kata Piyu.

Pandangan serupa disampaikan musisi sekaligus komposer Ahmad Dhani. Ia menegaskan bahwa para komposer tidak pernah lelah memperjuangkan hak-haknya, khususnya terkait perizinan penggunaan lagu dalam konser.

“Para komposer tidak pernah lelah dan tidak pernah capek untuk terus memperjuangkan hak-hak komposer dalam sebuah konser yang belum terakomodir dengan baik. Kita memperjuangkan konser yang mendapatkan izin dari para pencipta,” ujar Dhani.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan pemerintah dan para musisi senior sebagai kekuatan moral dalam perjuangan hak cipta. Dhani berharap, dengan dukungan tersebut, perlindungan terhadap hak komposer dapat semakin kuat dan dijalankan secara konsisten di industri musik nasional.

Kongres Nasional tersebut menjadi momentum penting bagi para komposer untuk menegaskan kembali hak-haknya sekaligus mendorong terwujudnya tata kelola pertunjukan musik yang lebih tertib, transparan, dan berpihak pada pencipta karya.

Tak hanya itu Kongres tersebut juga Menunjuk Indra Lesmana, Fariz RM dan Lilo Kla Project sebagai dewan Pembina mendampingi Ahmad Dhani.

Continue Reading

Musik & Film

Usai Hiatus Hampir Satu Dasawarsa, Ikaputri Resmi Comeback Lewat Remake “Sadis”

Published

on

JAKARTA – Setelah hampir satu dasawarsa vakum dari industri musik, Ikaputri resmi menandai comeback-nya lewat peluncuran single remake berjudul “Sadis.” Lagu ini menjadi titik balik perjalanan musikalnya sekaligus penegasan bahwa ia tetap setia pada pop balada yang matang dan penuh kedalaman rasa.

Dalam lanskap musik Indonesia yang semakin dinamis dan digital, Ikaputri kembali dengan identitas yang tak berubah: vokal lembut, artikulasi jernih, dan ekspresi emosional yang intim. Ia tak memilih sensasi, melainkan konsistensi. Kariernya sejak awal dikenal tumbuh pelan namun berakar kuat melalui karya-karya bertema cinta, luka batin, kesetiaan, dan perenungan personal.

Single “Sadis” menjadi simbol kebangkitan tersebut. Lagu ciptaan Bebi Romeo ini mengangkat tema kekerasan emosional dalam relasi—tentang pengkhianatan yang diam-diam, janji yang membusuk, dan luka yang tak terucap. Dengan aransemen yang bersih dan elegan, produksi dari BHS Productions memberi ruang bagi narasi lirik untuk berbicara kuat.

Ikaputri tampil matang dalam interpretasinya. Ia tidak meledakkan emosi, melainkan menekannya ke dalam—membiarkan setiap kalimat mengalir perlahan namun menghujam. Pendekatan ini mempertegas kualitas artistiknya sebagai penyanyi yang mengedepankan rasa di atas gimmick.

Sambutan publik pun cukup positif. “Sadis” berhasil masuk ke empat official playlist di Spotify, menjadi penanda bahwa musik dengan kedalaman emosi masih memiliki tempat di tengah dominasi tren cepat dan repetitif.

Comeback ini bukan sekadar nostalgia. Bagi Ikaputri, “Sadis” adalah pernyataan artistik bahwa dirinya belum selesai. Ia kembali untuk berdialog dengan generasi pendengar baru yang akrab dengan platform digital, sekaligus mengingatkan bahwa pop balada dewasa tetap relevan di era sekarang.

Ke depan, sejumlah materi lagu telah disiapkan sebagai bagian dari fase baru perjalanan musikalnya. Dengan konsistensi dan karakter yang kuat, Ikaputri menegaskan satu hal: karier musik tak harus riuh untuk bermakna. Terkadang, justru dari suara yang tenang dan jujur, musik menemukan daya tahannya sendiri.

Continue Reading

Seni Budaya

Mushola Al-Hasanah Peringati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com – Mushola Al-Hasanah jalan Hidup Baru IV RT.07/02 Kelurahan Pademangan Barat Kecamatan Pademangan Kota administrasi Jakarta Utara, menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, diikuti Pengurus RW 02 beserta RT dan jamaah Masjid/mushola serta masyarakat sekitar, Rabu,(4/02/ 2026) Malam

Dalam Sambutannya Nuyasin (Seksi Agama RW.02) ketua Panitia isra Miraj Tingkat RW.02 mengucapkan terima kasih terhadap Pengurus RW/RT dan Donatur yang telah membantu terselenggaranya acara ini semoga Allah SWT membalasnya dengan pahala berlimpat ganda” Ungkapnya.

Hadir dalam acara tersebut ketua MUI Kecamatan Pademangan Ustad H.Selamet Sugoro.S.Ag, Ketua DMI Kecamatan Pademangan KH.Drs.Amin Asalam, Ustadz H.Hendra.S.Ag. Ketua DMI Kelurahan Pademangan Barat, Ustad Hasan Bisri. Ketua masjid Alhayatul Jadidah, Hari Firmansyah Lurah Yusuf Barok, Kasatgas Pol PP, Aiptu Dwi Kapospol, Babinsa, Babinkantibmas, LMK dan lainnya

Puncak peringatan diisi dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Ustadz KH.Encep Aang (Ki Balap Muda). Dalam tausiyahnya, ia menegaskan bahwa peristiwa Isra Mi’raj merupakan tonggak diwajibkannya shalat lima waktu bagi umat Islam sebagai pondasi utama keimanan dan ketakwaan.

Ustadz KH.Encep Aang juga mengajak jamaah untuk menjadikan peringatan Isra Mi’raj sebagai momentum meningkatkan kualitas sholat dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, sholat yang terjaga akan membentuk akhlak dan kepribadian seorang muslim. Selain membahas Isra Mi’raj, jamaah turut diajak mengambil hikmah dari kisah isra mi’raj yang di lakukan Nabi Muhammad SAW. Kisah tersebut menjadi pelajaran penting tentang bahaya meninggalkan sholat dan keingkaran terhadap perintah Allah SWT.

“Peristiwa Isra Mi’raj merupakan tonggak diwajibkannya sholat lima waktu yang menjadi pondasi utama keimanan umat Islam. Melalui peringatan Isra Mi’raj ini, kita diharapkan mampu memperbaiki kualitas sholat dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari. mengajarkan kita tentang bahaya kesombongan dan keingkaran terhadap perintah Allah SWT,” ucapnya.

Sebelum ceramah dimulai, panitia menyerahkan hadiah kepada para juara Festival Anak Shaleh yang telah dilaksanakan sebelumnya. Penyerahan hadiah ini menjadi bentuk apresiasi atas semangat anak-anak dalam mengikuti kegiatan keagamaan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan makan bersama setelah pelaksanaan. Kebersamaan tersebut menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah di lingkungan Mushola Al-Hasanah. (Sutarno)

Continue Reading
Advertisement

Trending