Connect with us

Ekonomi

Kompetisi Sobat Bumi Pertamina Lahirkan Inovator EBT

Published

on

Jakarta, HarianSentana.com – Sejak diluncurkan pada Juli 2020, kini Kompetisi Sobat Bumi telah memasuki tahap akhir dan melahirkan sejumlah pemenang. Para pemenang yang telah melampaui sejumlah seleksi ketat ini merupakan bibit unggul dalam pengembangan Energi Baru dan Terbarukan.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman menjelaskan, kompetisi ini merupakan bagian dari rangkaian HUT 63 Pertamina sekaligus upaya perusahaan dalam mendorong pengembangan energi terbarukan.

“Di usia ke-63 tahun, Pertamina secara proaktif terlibat dalam pengembangan energi terbarukan. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk memastikan bisnis yang berkelanjutan dalam jangka Panjang dengan memberi perhatian khusus pada aspek lingkungan, sosial dan tata kelola perusahaan,” ujarnya saat jumpa pers virtual, Selasa (08/12/2020) sore.

Ia menjelaskan, Kompetisi Sobat Bumi terdiri dari dua kategori, yaitu kategori proyek inovasi energi baru & terbarukan dan kategori teori sains. Untuk pelaksanaan kategori Proyek Inovasi Energi Baru dan Terbarukan (EBT), Pertamina bekerja sama dengan Pertamina Foundation. Kategori ini diperuntukkan bagi peneliti, dosen, praktisi, penggiat energi serta pengabdi masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap energi baru terbarukan.

Kategori ini, kata dia, telah menghasilkan 3 tim terbaik dari total 360 tim pendaftar yang akan memperoleh hadiah berupa dana pengembangan proyek sebesar Rp 500 juta, piala Menteri Riset dan Teknologi, serta kesempatan untuk mengimplementasikan proyek EBT bersama Pertamina dan Pertamina Foundation.

“Sementara untuk kategori Teori Sains, Pertamina bekerja sama dengan Fakultas MIPA Universitas Indonesia yang saat ini telah memasuki babak Seleksi Nasional untuk menghasilkan empat pemenang. Para pemenangnya akan diumumkan pada tanggal 10 Desember 2020, bertepatan dengan HUT Pertamina ke-63,” tukasnya.

Menurut Fajriyah, kategori ini dibuka untuk seluruh mahasiswa perguruan tinggi negeri maupun swasta dari semua program studi atau jurusan. Total pendaftar untuk kategori ini meraih animo yang luar biasa, yaitu sebanyak 12.799 mahasiswa dari 134 Universitas dan Sekolah Tinggi di Indonesia yang telah mendaftar ke dalam 4 (empat) bidang kompetisi, yaitu Kimia, Fisika, Matematika, dan Biologi.

“Melalui Kompetisi Sobat Bumi, Pertamina ingin menghasilkan calon SDM unggul untuk menjadi calon inovator energi baru dan terbarukan, demi keberlangsungan energi bangsa. Kompetisi Sobat Bumi merupakan bentuk nyata penerapan SDGs Goal 4, yaitu Quality Education, yang bertujuan untuk peningkatan kualitas Pendidikan; dan juga SDGs Goal 7, yaitu Affordable & Clean Energy,” paparnya.

Pada saat yang bersamaan, lanjut Fajriyah, kegiatan ini merupakan program untuk mengimplementasikan ISO 26000 yang juga memiliki nilai strategis untuk memenuhi kebutuhan energi di daerah terisolir.

“Harapannya, berangkat dari kompetisi ini akan muncul prototype yang mampu dikembangkan di R&D Pertamina untuk dapat diimplementasikan secara komersil namun tetap memberikan manfaat optimal di masyarakat,” tambahnya.

Sementar Vice President CSR & SMEPP Pertamina Arya Dwi Paramita mengatakan, melalui Kompetisi Sobat Bumi, ingin menghasilkan calon SDM unggul untuk menjadi calon inovator dengan memberikan kualitas pendidikan dan pelatihan yang berkualitas.

“Kompetisi Sobat Bumi juga memiliki nilai strategis mengingat implementasi inovasi energi dari pemenang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi di daerah terisolir,” ujar Arya.

Menurut Arya, berangkat dari kompetisi ini diharapkan akan muncul prototype yang mampu dikembangkan di R&D Pertamina untuk bisa diimplementasikan secara komersil namun tetap memberikan manfaat optimal di masyarakat.

“Dengan pelaksanaan kompetisi sobat bumi kami juga mendorong semua lapisan masyarakat untuk dapat menyalurkan ide-ide kreatifnya yang dapat memberikan kontribusi positif atau peningkatan di masyarakat, lingkungan, dan alam,” imbuh Arya.

“Ke depannya, Pertamina akan terus mengembangkan Kompetisi Sobat Bumi agar dapat menjadi wadah bagi masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda, untuk dapat mengeksplorasi daya pikir atau logikanya dalam menciptakan inovasi energi baru dan terbarukan, yang manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia dan dunia,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, pejabat Dekan FMIPA UI, Dr. Rokhmatuloh, M. Eng. menuturkan bahwa pada seleksi tingkat nasional ini kompetensi peserta menuju babak final lebih teruji dan persaingan antar peserta semakin kompetitif, tantangan yang dihadapi para peserta pun semakin besar melalui penyelesaian soal-soal yang bersifat analitik. “Peserta yang belum berhasil lolos ke babak final jangan berkecil hati karena peluang untuk membuktikan kompetensi di bidang sains masih terbuka lebar di Kompetisi Sobat Bumi selanjutnya,“ kata dia.

Penyelenggaraan Kompetisi Sobat Bumi 2020 ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, diantaranya Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kementerian Energi dan Sumber daya Mineral (ESDM), Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (RISTEK/BRIN).

Berikut para pemenang Kompetisi Sobat Bumi 2020 yang akan maju dalam Babak Final pada 10 Desember 2020:

Kategori Bidang Matematika 

1. Andry Wijaya (Universitas Indonesia)

2. Filza Buana Putra (Univ Lambung Mangkurat)

3. Fani Haerul Anam (UGM)

4. Hans Mahardika (UI)

5. Jerry Budiharjo (Univ Brawijaya)

6. Juan Daniel (UI)

7. Kelvin Tenata (UI)

8. Nurhabibah (Univ Mataram)

Kategori Bidang Fisika

1. Arkananta Rasendriya (ITB)

2. Hudzaifah Afif (ITB)

3. Muhammad Farhan Husain (ITB)

4. Muhammad Morteza Mudrick (ITB)

5. Rayhan Azizi (UGM)

6. Rizky Ramadhana Putra K (ITB)

7. Yuwanza Ramadhan (UI)

8. Zahara Zettira (Univ Andalas)

Kategori Bidang Kimia

1. Abdullah Muqoddam (UI)

2. Azarya Adirama (ITB)

3. Bakuh Danang Setyo Budi (ITB)

4. Epafroditus Kristiadi Susetyo (ITB)

5. Mark Soesanto (ITB)

6. Michael Lesa (UI)

7. Muhammad Rizky Pratama (UI)

8. Ridwan Rizki Surgawan (ITB)

Kategori Bidang Biologi 

1. Amalia Alita Fananda (ITB)

2. Abdul Hawi Abas (Univ Sam Ratulangi)

3. Adzral Alamsyah (Univ Brawijaya)

4. Bagus Setiyo Aji (UI)

5. Dewa Putu Adhi Nugraha Anom (Univ Sebelas Maret Surakarta)

6. Muhamamd Malhan Amin (UGM)

7. Muhamad Abi Salman Aziz (Univ Airlangga Surabaya)

8. Rizqi Bagus Setyawan (UGM).(sl)

 

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ekonomi

LSM PRB Minta OJK Periksa BCA Finance Bintaro Serpong Damai Terkait Dugaan Kredit Bermasalah

Published

on

By

Bogor, Hariansentana.com – Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor (PRB) meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memeriksa PT BCA Finance Bintaro Serpong Damai. Permintaan ini terkait kasus kredit kendaraan atas nama Rikson Dablok untuk unit Toyota Fortuner nopol B 1054 PJO yang datanya tidak terdaftar dalam sistem online.

Akibatnya, kendaraan tersebut ditilang oleh polisi. Padahal kredit sudah berjalan hampir 3 tahun dan angsuran lancar.

“Peristiwa ini sudah disampaikan ke BCA Finance dan langsung ke kantor Serpong Damai, tapi tidak ada respon. Karena itu Rikson Dablok memberi kuasa kepada kami dan kami datang ke kantor BCA di Cibinong. Sudah bertemu staf bernama Yeni dan menyerahkan dokumen untuk dipelajari. Sampai hari ini tidak ada titik temu,” ujar Ketua LSM PRB.

Saat di hubungi tlp seluler nya Senin 24 / Agustus 2026 Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor ( PRB ) M Johan Pakpahan mengatakan ,permasalahan muncul karena dokumen kendaraan yang dibiayai tidak akurat. Hal itu membuat debitur enggan melanjutkan pembayaran kredit,”terang nya.

“Nasabah akhirnya masuk kredit macet dan kena BI Checking kol 2 , Padahal sebelumnya lancar. Setelah dicek di Samsat, keluar surat bahwa mobil tidak masuk dalam sistem. Ada “dugaan indikasi “ mobil yang dikreditkan adalah mobil bekas dengan dokumen ganda,” jelasnya.

LSM PRB menilai OJK sebagai lembaga pengawas harus menelusuri perbuatan yang diduga dilakukan kreditur nakal.

“Kami minta OJK yang mengawasi BCA Finance untuk periksa hal ini. Bisa jadi kasus ini merugikan masyarakat yang kredit mobil bekas. Sesuai aturan, jangan ada perusahaan yang kebal hukum,” tegasnya.

Johan juga meminta OJK mempertimbangkan status debitur macet. Menurutnya, macet dalam kasus ini bukan karena sengaja tidak bayar, melainkan karena kendaraan ditangkap polisi akibat dokumen tidak terdaftar online.

“Jangan ketika urusan rakyat OJK langsung tindak, pasang BI Checking. Tapi kreditur nakal harus juga ditindak. Nasabah macet karena ada persoalan saat ditangkap polisi dan dokumen mobil bermasalah,” ujarnya.

LSM PRB menegaskan akan terus mengawal kasus ini agar tidak ada lagi konsumen yang dirugikan akibat pembiayaan kendaraan dengan dokumen tidak jelas,”papar nya………Ron

Continue Reading

Ekonomi

PT RBM Logistik Indonesia Perkuat Manajemen dan Siapkan Ekspansi Pasar Jelang RUPS

Published

on

By

JAKARTA, Sentana – PT RBM Logistik Indonesia menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat bisnis dan memperluas pasar menjelang pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Perusahaan yang bergerak di bidang jasa logistik dan solusi rantai pasok terintegrasi itu tidak hanya mempersiapkan agenda korporasi, tetapi juga melakukan penguatan struktur kepemimpinan dengan melibatkan sejumlah eksekutif senior dan pengusaha berpengalaman.

Langkah tersebut dinilai menjadi bagian dari strategi PT RBM Logistik Indonesia untuk meningkatkan tata kelola perusahaan sekaligus memperkuat daya saing di tengah perkembangan industri logistik nasional yang semakin kompetitif.

Di bawah kepemimpinan Direktur Utama PT RBM Logistik Indonesia, Agus A. Mile, perusahaan memproyeksikan sejumlah nama dengan pengalaman di sektor korporasi dan dunia usaha untuk menempati posisi strategis.

Beberapa nama yang diproyeksikan masuk dalam jajaran strategis perusahaan di antaranya Haryo Silalahi dan Anita Rahmi. Keduanya disebut memiliki pengalaman serta jaringan bisnis yang diharapkan dapat mendukung ekspansi pasar dan pengembangan arah bisnis perusahaan.

Selain itu, Subhan, yang pernah menjabat sebagai Direktur Bisnis Semen Indonesia, juga diproyeksikan memperkuat jajaran manajemen. Pengalaman dalam mengelola operasional korporasi berskala besar dinilai relevan dengan kebutuhan PT RBM Logistik Indonesia dalam mengembangkan layanan rantai pasok.

Direktur Utama PT RBM Logistik Indonesia, Agus A. Mile, mengatakan persiapan RUPS menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk memperkuat fondasi bisnis dan mengambil langkah strategis menuju pertumbuhan yang lebih besar.

“Persiapan RUPS ini merupakan momentum krusial bagi perusahaan untuk melakukan lompatan strategis yang lebih besar. Dengan mengintegrasikan keahlian profesional eksekutif senior serta kekuatan jaringan pengusaha papan atas seperti Bapak Haryo Silalahi dan Ibu Anita Rahmi, kami optimis PT RBM Logistik Indonesia mampu menghadirkan solusi rantai pasok yang jauh lebih inovatif, efisien, dan siap bersaing di kancah nasional maupun internasional,” ujar Agus.

Fokus Transformasi Digital dan Ekspansi Bisnis

Selain penguatan jajaran manajemen, agenda strategis perusahaan juga diarahkan pada pengembangan layanan berbasis teknologi.

PT RBM Logistik Indonesia menyiapkan transformasi digital untuk meningkatkan efisiensi layanan logistik, termasuk optimalisasi armada dan pengelolaan rantai pasok.

Perusahaan juga membuka peluang kemitraan strategis baru, termasuk dengan mitra bisnis di tingkat internasional. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas jaringan usaha sekaligus meningkatkan posisi PT RBM Logistik Indonesia dalam industri logistik nasional.

Dengan penguatan tata kelola, pengalaman jajaran eksekutif, serta pengembangan teknologi, perusahaan menargetkan mampu memberikan layanan logistik yang lebih cepat, efisien, dan terintegrasi.

PT RBM Logistik Indonesia selama ini menyediakan layanan solusi rantai pasok, pergudangan, dan distribusi barang di berbagai wilayah Indonesia. Perusahaan menempatkan ketepatan, efisiensi, dan inovasi teknologi sebagai bagian dari strategi untuk mendukung konektivitas logistik dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Continue Reading

Ekonomi

HEBITREN dan FKPP Jakarta Timur Dorong Pesantren Naik Kelas, dari Kemandirian Ekonomi hingga Jejaring Global

Published

on

By

JAKARTA, SENTANA – Pesantren kini tidak hanya dituntut berperan sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga semakin didorong untuk memiliki kemandirian ekonomi dan kemampuan membangun jejaring yang lebih luas.

Semangat tersebut menjadi salah satu perhatian Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (HEBITREN) Jakarta Timur bersama Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Jakarta Timur dalam memperkuat ekosistem pesantren.

Melalui keterangannya, Rabu (12/8), Ketua HEBITREN Jakarta Timur, K.H. Zaenul Muttaqin, SE, M.Pd, Doctor Candidat, mengatakan, penguatan ekonomi pesantren merupakan bagian penting dari upaya membangun pesantren yang mandiri dan berdaya saing.

Menurutnya, potensi ekonomi yang dimiliki pesantren cukup besar. Selain memiliki sumber daya manusia berupa santri dan para pengelola pesantren, lembaga pendidikan tersebut juga memiliki jaringan alumni serta basis masyarakat yang dapat menjadi kekuatan dalam mengembangkan berbagai unit usaha.

“Pesantren memiliki potensi yang besar. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dikelola secara profesional sehingga mampu memberikan nilai tambah dan memperkuat kemandirian pesantren,” ujar K.H. Zaenul Muttaqin.

Ia menilai, HEBITREN dapat menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai potensi tersebut, terutama dalam hal pengembangan usaha, peningkatan kapasitas pengelola, berbagi pengalaman dan membangun jaringan antarpesantren.

Namun, menurutnya, kemandirian ekonomi tidak semata-mata diukur dari banyaknya unit usaha yang dimiliki pesantren.

“Yang paling penting adalah membangun ekosistem. Ada peningkatan kapasitas SDM, tata kelola yang baik, jaringan usaha dan keberlanjutan. Jadi bukan sekadar memiliki usaha, tetapi bagaimana usaha itu benar-benar tumbuh dan memberikan manfaat bagi pesantren,” katanya.

Di sisi lain, FKPP Jakarta Timur memiliki posisi strategis dalam memperkuat komunikasi dan sinergi antarpondok pesantren.

Dewan Penasehat HEBITREN Jakarta Timur sekaligus Ketua FKPP Jakarta Timur, K.H. Mahmud Efendy, Lc., MA, mengatakan, pesantren perlu terus memperkuat komunikasi dan kerja sama agar berbagai potensi yang dimiliki tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Pesantren memiliki karakter dan potensi masing-masing. Dengan komunikasi dan kolaborasi, potensi itu bisa saling menguatkan,” ujar K.H. Mahmud.

Ia menambahkan, perkembangan zaman membuat pesantren harus mampu beradaptasi tanpa meninggalkan nilai-nilai yang menjadi fondasinya.

Karena itu, penguatan kelembagaan, pendidikan, ekonomi dan jejaring menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam pengembangan pesantren ke depan.

Sementara itu, Pengurus DPW HEBITREN DKI Jakarta, Gus Adnan Hafizh, S.Pd., M.Pd, menilai, pengembangan ekonomi pesantren juga harus dibarengi dengan peningkatan kompetensi generasi santri.

Menurutnya, santri tidak cukup hanya dibekali kemampuan akademik dan keagamaan, tetapi juga perlu memiliki keterampilan kewirausahaan, kemampuan berkomunikasi serta wawasan yang lebih luas.

“Santri harus dipersiapkan menghadapi dunia yang terus berubah. Karena itu, pendidikan, kewirausahaan dan jejaring harus berjalan beriringan,” katanya.

Membuka Jejaring ke Dunia Internasional

Upaya memperluas jejaring tersebut, salah satunya diwujudkan melalui kolaborasi HEBITREN dan FKPP Jakarta Timur dengan Lembaga Santri Mendunia.

Kolaborasi tersebut dideklarasikan di Kota Songkhla, Thailand, dengan tujuan membuka ruang kerja sama yang lebih luas bagi pesantren dan santri Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, delegasi HEBITREN Jakarta Timur dipimpin K.H. Zaenul Muttaqin, didampingi K.H. Mahmud Efendy dan Gus Adnan Hafizh. Kolaborasi tersebut juga berlangsung atas arahan Ketua Umum DPW HEBITREN DKI Jakarta, Dr. KH. Sofwan Yahya, Lc., MA.

Dari pihak Santri Mendunia, kerja sama tersebut diinisiasi oleh Gus Muhammad Aziz Baedhowi, S.Pd., M.Pd., PhD, yang dalam kesempatan tersebut diwakili Gus Nizom.

K.H. Zaenul Muttaqin mengatakan, jejaring internasional bukan tujuan akhir, melainkan salah satu sarana untuk membuka akses pengetahuan, pengalaman, kerja sama dan peluang baru bagi pesantren serta santri.

“Ketika pesantren mampu membangun jejaring yang lebih luas, peluang untuk belajar dan berkembang juga semakin terbuka. Tetapi yang harus tetap menjadi pijakan adalah nilai-nilai pesantren dan kepentingan untuk memberikan manfaat,” ujarnya.

Kolaborasi tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa pesantren memiliki ruang yang semakin luas untuk mengambil bagian dalam berbagai bidang, termasuk ekonomi, pendidikan, pengembangan sumber daya manusia dan kerja sama lintas negara.

Bagi HEBITREN dan FKPP Jakarta Timur, penguatan pesantren tidak cukup dilakukan melalui satu bidang saja. Kemandirian ekonomi, kualitas pendidikan, kapasitas sumber daya manusia dan jejaring harus dibangun secara beriringan.

“Dari sinilah pesantren diharapkan tidak hanya mampu bertahan menghadapi perubahan zaman, tetapi juga berkembang menjadi lembaga yang mandiri, produktif dan mampu memberikan kontribusi lebih luas bagi masyarakat. Dari pesantren membangun kemandirian, dari santri menebar manfaat dan dari Indonesia membuka jalan menuju dunia,” pungkas pria Kelahiran Kota Wali Demak ini. (Red).

Continue Reading
Advertisement

Trending