Connect with us

Polhukam

Kasau Dianugerahi Tanda Jasa Darjah Panglima Gagah Angkatan Tentera Malaysia

Published

on

Malaysia, Hariansentana.com — Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., CSFA, didampingi Ketum PIA Ardhya Garini Ny. Inong Fadjar Prasetyo, memasuki babak baru dalam kariernya dengan menerima penghargaan prestisius, Darjah Panglima Gagah Angkatan Tentera (PGAT), dari Yang di-Pertuan Agong Kerajaan Malaysia, Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah. Pemberian penghargaan ini digelar di Balairung Seri Istana Negara, Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (19/10/2023).

Kasau menjadi penerima pertama dari 292 penerima penghargaan Darjah Kepahlawanan Angkatan Tentera Malaysia (DKAT) 2023 sesi kedua. Pemberian penghargaan PGAT ini memperlihatkan penghargaan mendalam dari Kerajaan Malaysia terhadap peran penting yang dimainkan oleh Kasau dalam memelihara hubungan baik dan kerja sama yang erat antara Angkatan Udara Indonesia (TNI AU) dan Angkatan Udara Malaysia (TUDM). Perannya dalam memperkuat kerjasama militer antara kedua negara telah membuahkan hasil yang signifikan dan meningkatkan stabilitas regional di Asia Tenggara.

Selain Kasau, Chief of Staff (CAF) RSAF Maj Gen Kelving Khong juga menerima Darjah Kehormatan yang sama dalam acara penghargaan ini. Kehadiran mereka berdua adalah simbol dari kerjasama yang erat antara negara-negara ASEAN dalam bidang pertahanan.

Penghargaan ini menjadi momen bersejarah yang disaksikan oleh sejumlah tokoh penting, seperti Timbalan Menteri Pertahanan Adly Zahari, Ketua Setiausaha Kementerian Pertahanan Datuk Seri Isham Ishak, Panglima Angkatan Tentera Malaysia (ATM) Jen Tan Sri Ab Mohammad Ab Rahman, Panglima Tentera Udara Jen Tan Sri Mohd Asghar Khan Goriman Khan, dan Panglima Tentera Laut Laksamana Tan Sri Abdul Rahman Ayob.

Mereka turut mengapresiasi prestasi luar biasa Kasau dan komitmen yang telah diperlihatkan dalam memelihara hubungan baik antara TNI AU dan TUDM.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Polhukam

Jaga Anarkisme, M. Aprilyandi: Pelajar dan Pemuda Harus Bersatu Ciptakan Kamtibmas

Published

on

By

TANGSEL, SENTANA – Di tengah sorotan meningkatnya kasus tawuran pelajar dan Pemuda, serta perundungan di kalangan remaja, panggung terbuka itu kini menjelma menjadi semangat kebersamaan dalam ruang dialog lintas sekolah. Para pelajar dan Gen Z yang sebelumnya tak saling mengenal duduk berdampingan, berdiskusi dan menyuarakan komitmen bersama untuk menjaga lingkungan pendidikan dan pergaulan tetap aman.

Diperlukan perhatian serius darilleł berbagai pihak untuk memahami akar permasalahan yang melatar belakanginya, mulai dari faktor lingkungan, keluarga, hingga pengaruh media sosial yang kian masif. Remaja yang berada dalam fase pencarian jati diri sering kali rentan terhadap tekanan sosial dan emosi yang belum stabil, sehingga tanpa bimbingan yang tepat, mereka dapat terjerumus ke dalam perilaku negative yang mengarah pada aksi anarkis.

Oleh karena itu, peran orang tua, sekolah, dan masyarakat menjadi sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, suportif, serta menanamkan nilai empati, toleransi dan penyelesaian konflik secara damai guna mencegah terulangnya kejadian serupa.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Tangsel Bersatu, Muhammad Aprilyandi melalui keterangannya, Jum’at (9/4).

Aprilyandi menegaskan bahwa, kegiatan positif yang pernah dilakukan seperti turnamen Mobile Legend, turnamen futsal dan aksi damai pelajar tanpa anarkis merupakan upaya nyata dalam mengalihkan energi serta perhatian remaja ke arah yang lebih konstruktif, sekaligus menjadi wadah untuk menumbuhkan sportivitas, solidaritas dan semangat kebersamaan di kalangan generasi muda sehingga dapat meminimalisir potensi terjadinya tawuran dan aksi anarkis maupun perundungan.

Menurutnya, imbauan normatif tak lagi cukup untuk meredam konflik remaja. Pendekatan harus diikuti aksi nyata yang menyentuh langsung para siswa maupun alumni pelajar hingga pemuda dan Gen Z.

“Mengimbau saja tidak cukup. Harus ada aksi konkret dan solusi bersama,” tegasnya.

Ketua Tangsel Bersatu menegaskan bahwa, isu stop bullying, stop pelecehan dan stop tawuran serta seruan anti anarkhis adalah persoalan serius yang harus menjadi perhatian bersama, termasuk pemerintah daerah, sehingga diperlukan langkah konkret dan berkelanjutan dalam upaya pencegahan serta penanganannya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah, Aparat Penegak Hukum, institusi pendidikan, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi generasi muda, sekaligus memperkuat edukasi karakter, pengawasan, serta akses terhadap kegiatan positif yang dapat mengarahkan remaja pada hal-hal yang lebih produktif dan bermanfaat.

“Kegiatan positif tersebut, diharapkan menjadi rool model gerakan serupa di berbagai daerah. Di tengah dinamika sosial remaja dan pemuda serta Gen Z yang kian kompleks, inisiatif berbasis komunitas dinilai mampu membuka ruang dialog sekaligus memperkuat solidaritas generasi muda, bahwa perubahan dapat dimulai dari panggung kecil di ruang publik, lalu bergema lebih luas ke seluruh penjuru kota, membangun budaya saling menghargai, kepedulian dan semangat kolaborasi yang berkelanjutan,” pungkasnya. (Red).

Continue Reading

Polhukam

Polres Metro Jakut Sikat 14 Pengedar Tramadol Selama Januari-April 2026

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com – Polres Metro Jakarta Utara mengungkap 14 kasus peredaran gelap obat-obatan berbahaya selama periode Januari hingga April 2026. Dalam pengungkapan tersebut, sebanyak 14 orang tersangka berhasil diamankan.

Wakapolres Metro Jakarta Utara, AKBP Rohman Yonky Dilatha, menyampaikan pengungkapan kasus dilakukan oleh jajaran Satresnarkoba di sejumlah wilayah.

“Selama kurun waktu Januari hingga April 2026, kami berhasil mengungkap 14 kasus peredaran obat-obatan berbahaya dengan lokasi kejadian tersebar di beberapa wilayah Jakarta Utara,” ujar Yonky saat jumpa pers di Aula Wira Satya lantai 6 Mapolres Metro Jakarta Utara, Kamis 9 April 2026.

Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita total 14.360 butir obat-obatan berbahaya dengan berbagai jenis, di antaranya Tramadol, Excimer, Hexymer, hingga Alprazolam beserta uang tunai Rp.18 juta.

Seluruh tersangka merupakan laki-laki dan saat ini telah menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Para pelaku dijerat dengan Pasal 435 dan Pasal 436 Undang-Undang Kesehatan dengan ancaman pidana maksimal 12 tahun penjara atau denda hingga Rp5 miliar.

Wakapolres menegaskan, pihaknya akan terus melakukan penindakan terhadap peredaran obat-obatan ilegal di wilayah hukum Jakarta Utara.

“Kami tidak akan berhenti dalam memberantas peredaran obat-obatan berbahaya. Kami juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif memberikan informasi apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungannya,” tegasnya.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Ari Galang Saputra, menjelaskan bahwa para pelaku menggunakan berbagai modus operandi untuk mengelabui petugas.

“Sebagian besar pelaku menyamarkan aktivitasnya sebagai toko kelontong maupun toko kosmetik. Setelah mendapat laporan dari masyarakat, kami lakukan pemeriksaan dan ditemukan obat-obatan berbahaya,” jelasnya.

Ia menambahkan, distribusi obat-obatan tersebut dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari sistem cash on delivery (COD) hingga pengiriman melalui jasa ekspedisi.

” Untuk asal barang masih kami dalami. Sebagian tersangka diketahui berasal dari luar daerah dan saat ini masih dalam pengembangan,” tambahnya.Polisi memastikan akan terus mengembangkan kasus ini guna mengungkap jaringan peredaran obat-obatan berbahaya yang lebih luas. (Sutarno)

Continue Reading

Polhukam

Jelang HUT ke-74, Kopassus Gathering bersama Media

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com.– Puluhan wartawan menghadiri kegiatan gathering wartawan yang diselenggarakan oleh Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di Lapangan Tembak I.G.P. Putu Dani, Cijantung, Jakarta Timur, Rabu (8/4/2026).

Dengan mengusung tema.” Garda Senyap Untuk Negeri.” kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian menjelang peringatan HUT ke-74 Kopassus yang akan dirayakan pada tanggal 16 April 2026.

Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara insan pers dan jajaran TNI, khususnya Kopassus. Acara berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 12.00 WIB dengan diikuti puluhan wartawan dari berbagai platform media, baik televisi, cetak, maupun online.

Dalam kegiatan tersebut, wartawan baik itu dari media cetak, online dan TV terlihat aktif berinteraksi dan berdiskusi dengan Kepala Penerangan (Kapen) Kopassus, Letkol Yanuar. Diskusi berlangsung hangat, membahas peran media dalam mendukung keterbukaan informasi serta sinergi antara pers dan institusi militer.khususnya di pasukan elite TNI AD.(Kopassus).

Selain itu, wartawan juga berkesempatan berfoto bersama Letkol.Inf.Yanuar, yang sebelumnya pernah bertugas di Istana Negara pada masa pemerintahan Joko Widodo periode kedua. Momen tersebut menjadi ajang nostalgia sekaligus memperkuat jejaring antara media dan aparat.

Tidak hanya menghadiri sesi diskusi, wartawan juga ikut merasakan langsung pengalaman latihan menembak menggunakan pistol FN.Kaliber 9.standar TNI di lapangan tembak Kopassus. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda menarik yang disiapkan panitia untuk memberikan pengalaman berbeda bagi para jurnalis.

Kegiatan ini terselenggara berdasarkan Program Kerja dan Anggaran Kopassus Tahun Anggaran 2026, serta perintah Panglima Kopassus dalam rangka penyelenggaraan temu wartawan menjelang peringatan hari jadi satuan elite tersebut.

Melalui kegiatan ini, Kopassus berharap dapat terus membangun komunikasi yang konstruktif dengan media, sekaligus meningkatkan pemahaman publik terhadap tugas dan peran strategis TNI dalam menjaga kedaulatan negara.

Acara gathering ini dihadiri oleh lebih dari 50 wartawan dari berbagai media nasional dan daerah. Dari media online arus utama hadir perwakilan dari sejumlah platform besar seperti Kompas.com, CNN Indonesia, Detik.com, Tribunnews.com.Hariansentana.com. Kumparan.com, Antara.com.

Sementara itu, Asril Hadi wartawan Senior yang ikut Hadir menggatakan pada Hariansentana.com,” kami sangat mengaspresiasi kegiatan ini.” Wartawan dulu kalau nembak pake Pulpen, sekarang ini beneran pake pistol FN.” ungkapnya.

Turut hadir jurnalis dari TVOne, SCTV, Metro TV, Kompas TV, hingga TVRI. (Sutarno)

Continue Reading
Advertisement

Trending